Khotbah Ev.Evie Mehita – Perkara Yang Dibenci Tuhan
PERKARA YANG DIBENCI TUHAN
Sudah berapa lamakah kehidupan kekristenan kita? Apakah kita sudah mengenal Tuhan Yesus dengan baik. Ada orang yang baru mengenal Tuhan 1 tahun dan dia begitu dekat dengan Tuhan lebih dari orang yang sudah mengenal Tuhan selama 10 tahun. Tingkat pengenalan seseorang terhadap Tuhan ternyata tergantung dari kedekatan yang dibangun dengan Tuhan. Jika kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan kita pasti kita memiliki kerinduan untuk selalu dekat denganNya. Ketika kita mengasihi sesorang pasti kita inginmengetahui hal-hal apa saja yang menjadi kesukaan ataupun yang tidak disukai orang tersebut. Demikian pula halnya dengan Tuhan. Pada kesempatan kali ini kita akan belajar tentang hal-hal apa saja yang tidak disukai oleh Tuhan. Dalam Amsal 6:16-19 disebutkan ada 7 hal yang dibenci oleh Tuhan,yaitu mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah,hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan, seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.
1. Mata sombong
· Cara pandang kita terhadap masalah yang salah dapat menyebabkan kita menjadi mudah putus asa, bahkan depresi. Ketika kita salah memandang suatu masalah yang kita hadapi maka kita seperti memegang masalah tersebut dengan erat dan terus menerus sehingga masalah tersebut terasa sangat berat buat kita, padahal “bobot” masalahnya sama.
· Cara pandang kita yang salah terhadap orang lain biasanya disebabkan karena luka-luka hati kita dimasa lalu yang belum dibereskan. Misalnya: ketika dimasa lalu kita terluka dengan orang tua kita karena selalu dituntut, maka kita akan cenderung menuntut orang lain terus jika kita tidak bereskan itu.
· Cara pandang terhadap Tuhan yang salah dapat menyebabkan kita salah mengenal dan memahami Tuhan. Cara pandang terhadap Tuhan sangat penting untuk kita pahami supaya kita memperoleh pengenalan yang benar terhadap Tuhan Yesus. Ketika Dia ingin dipandang sebagai Raja yang menginginkan kita siap berperang maka kita jangan pandang Dia sebagai Bapa, begitupukla sebaliknya ketika Dia ingin dipandang sebagai Bapa maka kita jangan memandang Dia sebagai Raja. Cara pandang kita yang salah juga dapat menyebabkan kita merasa bahwa Tuhan itu jahat atau tidak adil kepada kita.
Beginilah firman TUHAN: “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya,tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN” (Yer 9:23-24).
Lidah dusta berbicara tentang perkataan kita. Mari kita renungkan , seberapa sering kita mempermainkan Tuhan dengn lidah (perkataan) kita. Ketika kita mengalami cinta mula-mula denganNya atau saat awal pertobatan kita berjanji memberikan hidup kita kepada Tuhan. Namun seiring waktu berjalan sudahkah kita melakukannya? Apapun yang pernah kita janjikan dengan Tuhan, maka kita harus tepati seuanya. Jika kita tidak menepatinya sama saja dengan kita mempermainkan Tuhan, dan itu merupakan hal yang dibenci Tuhan. Oleh karena itu kita harus mengndalikan perkataan kita. Yakobus 3:2 mengatakan “…barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya”. Ada beberapa lidah yang harus kita miliki sebagai anak Allah, yaitu
· lidah murid (Yes 50:4) merupakan lidah yang memberikan perkataan yang membangun semangat baru buat yang letih lesu.
· lidah saksi (I Pet 4:11) merupakan lidah yang bersaksi tentang kebenaran firman Allah. Agar dapat memiliki lidah saksi maka kita harus membaca firman Tuhan supaya kita memiliki pengetahuan akan firman Tuhan
· lidah lemah lembut (Amsl 15:4)
3. Tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak berdosa
Tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak berdosa sama artinya dengan “pembunuh”. Arti kata “pembunuh” disini bukan hanya sekedar orang yang melakukan pembunuhan secara fisik saja. Firman Tuhan dalam I Yoh 3:14-16 menyatakan bahwa orang yang membenci saudaranya adalah seorang pembunuh manusia. Membenci saudara yang dimaksud bukan hanya sekedar membenci saudara kandung tetapi sesama kita. Jika kita sampai saat ini masih menyimpan kepahitan dan belum mengampuni orang maka kita adalah seorang pembunuh, dan pembunuh tidak akan masuk dalam Kerajaan Surga. Mari kita renungkan hal ini, masihkah kita menyimpan kebencian atau kepahitan dengan sesame kita? Kita harus membereskan hal itu agar hidup kita berkenan dihadapanNya.
4. Hati yang membuat rencana kejahatan
Hati ini berbicara tentang keinginan hati kita. Keinginan hati yang dibenci Tuhan adalah keinginan daging, karena keinginan daging berasal dari dunia. Jika kita bersahabat dengan dunia maka kita adalah musuh Allah (Roma 8:6).
5. Kaki yang segera lari ke kejahatan
Kaki yang dimaksud disini berbicara tentang jalan hidup dan tujuan hidup kita. Kaki yang segera lari ke kejahatan menggambarkan tentang jalan hidup mausia yang tidak taat melakukan kehendak Allah, lebih memilih kehendak diri sendiri. Seringkali karena emosi manusia bisa memutuskan hal yang salah. Ketika kita mengalami tekanan hidup, kita tidak boleh tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Kita harus mengikuti jejak kaki Tuhan. Terkadang dalam suatu kondisi Tuhan seolah-olah “tidak berjalan disamping” kita tetapi Dia meninggalkan jejak kakiNya untuk mendidik kita. Pasti ada banyak jejak kaki lain yang terlihat dalam perjalanan hidup kita, oleh karena itu kita harus belajar memahamiNya supaya kita semakin mengenal Allah kita. Ada beberapa jejak Yesus yang harus kita ikuti sebagai anak-anakNya
· Jejak penderitaan, seperti yang telah Yesus lakukan. Dalam perjalanan mengikut Tuhan, jangan mengharapkan bahwa jalan hidup kita tidak akan mengalami hambatan. Ketika kita mengikut Tuhan pasti aka nada jejak penderitaan yang kita alami, yaitu penderitaan memikul salib dan menyangkal diri.
· Jejak peperangan, berbicara tentag disiplin dan juga tentang kedewasan roh. Kita tidak bisa hanya sekedar menjadi bayi-bayi rohani terus menerus tetapi kiita harus bertumbuh sehingga kita bisa memenangkan peperangan demi peperangan.
· Jejak komitmen total. Kita harus memiliki komitmen total untuk hidup bagi Allah dan bagi orang lain.
6. Saksi dusta/pemfitnah/penngosip
Ketika kita mendengan kabar atau berita tentang sesuatu kita harus cari kebenarannya sehingga kita tidak menjadi pemfitnah. Jangan terlalu cepat menyimpulkan sesuatu sebelum kita tahu dengan pasti kebenarannya.
7. Menimbulkan pertengkaran
Pertengkaran merupakan hal yang dibenci oleh Allah kita karena Allah merupakan kasih. Amsal 10:12 mengatakan bahwa kebencian meimbulkan pertengkaran. Oleh karena itu kita harus terus menjaga hati kita tetap melekat dengan Allah sehingga kita mampu memiliki kasih yang sempurna dan tidak timbul kebencian dalam hati kita.
Khotbah Ev. Evie Mehita
