FORGOT YOUR DETAILS?

News & Events

Doakan dan bergabunglah bersama kami dalam kegerakan Tuhan di akhir zaman.

Siapa bilang public speaking itu hal yang tidak penting untuk dipelajari, karena pada kenyataannya hampir seluruh bidang pekerjaan dan aspek kehidupan kita, menuntut adanya kemampuan berbicara di depan umum dengan sangat baik. Oleh karena itulah, PIC merasa perlu untuk mengangkat tema ini untuk workshop perdana PIC di tahun ini.

Bekerjasama dengan ARTV School of Public Speaking, PIC berharap workshop ini dapat membangun semangat peserta worskhop untuk mencintai dunia public speaking. Acara workshop ini dimulai tepat pukul 18.00 WIB, yang diawali dengan penayangan video lucu khas PIC. Dilanjutkan oleh penyampaian materi oleh mentor kita Mr. Jimmy Gunawan, yang merupakan Director ARTV School Of Public Speaking.

Untuk mengawali sesi presentasi materi, mentor terlebih dahulu memperkenalkan apa itu public speaking dan mengapa public speaking itu sangat penting bagi kita. Public speaking sendiri dibagi dalam beberapa aktifitas antara lain :

  1. Presentation
  2. Negotiation
  3. Preaching
  4. Marketing
  5. Interview
  6. Meeting leader; dan
  7. Entertainment

Mentor juga memberikan gambaran bagi kita tentang bagaimana kita bisa mengukur kadar penguasaan kita terhadap public speaking, yang dapat terlihat dari : kepercayaan diri kita, penguasaan terhadap materi, ketenangan saat berbicara, pengontrolan emosi dan terlihat pandai saat menyampaikan materi.

Yang membuat 2 jam sesi penyampaian materi tidak terasa membosankan karena ditengah-tengah sesi diselingi dengan praktik. Bagaimana kita mau memaksa diri kita untuk berani menyampaikan pendapat serta belajar untuk melatih diri agar mampu merangkai sebuah cerita.

Sebenarnya public speaking bukanlah hal yang susah. Namun kadang banyak orang yang merasa tidak mampu jika harus berbicara di depan umum, karena adanya kendala seperti takut, grogi karena pernah gagal atau di bully, merasa malu untuk mencoba, memiliki pemikiran jika ada orang lain mengapa harus saya?, susah keluar dari zona nyaman dan merasa bahwa public speaking bukan merupakan talentanya.

Kita harus memahami bahwa Public Speaking bukanlah merupakan suatu hal yang bisa diwakili orang lain. Itu harus dialami langsung oleh kita sendiri. Gagal di awal dan berbicara terbata-bata adalah merupakan hal yang biasa dan wajar.

Setelah sesi materi selesai, acara pun dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Menariknya lagi bagi 1 orang penanya terbaik akan memperoleh hadiah berupa 1 T-shirt keren dari panitia. Berbagai macam pertanyaan bagus pun dilontarkan oleh peserta workshop, namun sayangnya, Mentor hanya boleh memilih 1 pemenang saja. Oleh karena itu terpilihlah Sdri. Renny sebagai penanya terbaik, dilanjutkan dengan Sdri Julie yang beruntung menjadi pemenang lomba foto workshop Public Speaking PIC, sedangkan untuk pemenang undian tiket, dimenangkan oleh Sdr. Ricky dan Sdr Christian. Acara pun dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan dari PIC kepada ARTV School Of Public Speaking dan pembacaan pengumuman untuk agenda acara PIC bulan Agustus yang akan diadakan pada tanggal 3 Agustus 2019 dengan tema tentang Single And Woles dan dilayani oleh Kak Indra, oleh karena itu jangan sampai ketinggalan ya! God Bless U.

Setelah penantiannya yang cukup panjang, Gereja Christ Mercy Center kini telah membuka cabang di Surabaya Barat. Melalui ibadah perdananya yang bertemakan “Life is an Open Door” pada tanggal 28 Juli 2018, CMC West resmi dibuka. Tentu ini menjadi kabar gembira bagi kita semua, karena CMC dapat semakin melebarkan sayapnya untuk menjangkau lebih banyak lagi jiwa-jiwa bagi Kristus.

Bermula dari Recom (Revival Community) Surabaya Barat yang terus bertumbuh dan bermultiplikasi, akhirnya dibentuklah CMC West sebagai cabang pertama gereja CMC di Surabaya Barat. CMC West bersama dengan Campus Ministry dan School Ministry di bawah naungan Transformer Ministry saling berkolaborasi untuk menjangkau dan memuridkan banyak anak remaja dan anak muda. Melalui jejaring kampus-kampus dan sekolah-sekolah di Surabaya Barat, diharapkan semakin banyak anak muda yang terjangkau dan

Dengan di adakannya Ibadah Spirit of Warrior CMC West with Campus and School Ministry, ini menjadi sebuah wadah bagi anak-anak yang dimuridkan untuk mengenal kebenaran yang sejati, dan juga mengembangkan talenta mereka melalui penampilan-penampilan, persembahan recom, dan pelayanan-pelayanan yang tersedia. Ibadah ini sangat menarik, karena di setiap ibadahnya selalu ada acara yang seru dan berbeda. Ibadah yang dirancang untuk anak-anak muda dan dewasa muda di Surabaya Barat ini pun juga menarik minat banyak kalangan.

Ibadah Spirit of Warrior CMC West sampai saat ini diadakan setiap Sabtu, 2 kali dalam 1 bulan, di Lenmarc Mall (VIP Room, Food Channel Lt. 2) Surabaya Barat, pada pukul 17.00 sampai selesai. Kedepannya, CMC West juga akan segera membuka Ibadah Minggu di sore hari.

CMC West juga membuka Training Center, yang tujuannya adalah untuk memperlengkapi setiap jemaatnya dengan keahlian-keahlian yang bisa digunakan untuk bidang-bidang pelayanan yang ada. Training Center ini diadakan setiap hari Minggu di Pos Manukan (Manukan Lor 3K 3, Surabaya) pukul 15.00 – 17.00.

Bidang-bidang yang dilatih diantaranya : Worship Leader/ Singer, Musik (gitar, kajoon, keyboard), Tari (Choir/Dance/Tamborine), Design, Dokumentasi, dan Multimedia. Diharapkan dengan adanya Training Center  ini, setiap jemaat bisa diaktifkan dalam pelayanan-pelayanan yang ada.

Suasana Ibadah Spirit of Warrior
Salah satu penampilan drama Persembahan Recom di Ibadah SOW
Jemaat CMC West

JADWAL CHRIST MERCY CENTER WEST

Ibadah Spirit of Warrior

Sabtu (2 minggu sekali)

Di Lenmarc Mall, Food Channel Lt. 2 (VIP Room)

Pk. 17.00 – Selesai

Tower of Prayer (TOP)

Sabtu (2 minggu sekali)

Di Manukan Lor 3K 3

Pk. 18.30 – Selesai

CMC West Training Center

Setiap Minggu

Di Manukan Lor 3K 3

Pk. 15.00 – 17.00

Momen Paskah tahun ini diperingati oleh Recom Family secara spesial. Pada 27 Maret 2019 lalu, Recom Family mengadakan acara berbagi kasih di Yayasan Peduli Kanker Anak Indonesia (YPKAI) dalam rangka memperingati momen Paskah. Begitu banyak anak-anak penderita kanker yang membutuh uluran tangan kita,  dimana biaya berobat yang dibutuhkan untuk penderita kanker tentu bukan nominal yang kecil.

Acara Share the Love ini adalah wujud tindakan untuk membantu mereka yang membutuhkan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menunjukkan tindakan kasih kita kepada sesama, baik itu kepada orang yang sudah mengenal Kristus, maupun orang yang belum mengenal Kristus.

Semua orang berhak mendapatkan kasih; Kasih itu bisa kita berikan ke siapa saja tanpa terkecuali, baik itu mereka yang sudah mengenal Tuhan Yesus maupun yang belum mengenal Tuhan Yesus.


Kegiatan ini melibatkan dan mengajak keluarga muda yang merupakan jemaat CMC, orang tua murid dari CMC dan SMI School, serta anak-anak yang tergabung dalam Revival Teen (Persekutuan Doa Remaja). Berbagai sumbangan dalam bentuk dana, boneka, alat tu­­lis dan buku mewarnai, telah dikumpulkan sebelum acara ini diselenggarakan. Dana yang terkumpul tersebut digunakan untuk membeli keperluan dari pihak YPKAI berupa popok bayi, minyak goreng, sabun mandi, deterjen, sabun cuci piring, dan susu.

Semua anggota Recom Family yang mengikuti acara ini tampak sangat menikmati setiap acara yang dilakukan di YPKAI. Acara dimulai dengan memberikan sumbangan, dan kemudian dilanjutkan dengan perkenalan dengan para pengurus YPKAI, anak-anak dan orang tua yang tinggal di sana. Anak-anak Re-Teens pun sangat antusias dan senang bisa bertemu dan berbagi dengan anak-anak penderita kanker di sana.

Anak-anak mengisi acara ini dengan kegiatan menggambar dan mewarnai, sedangkan keluarga-keluarga yang ikut beramah-tamah dengan para orang tua penderita kanker dan pengurus YPKAI. Mereka saling berbagi cerita dan saling menguatkan di dalam perjuangan mereka melawan kanker anak-anak mereka. Acara yang singkat ini berlangsung sangat lancar dan hangat dalam kasih Kristus.   

Shallom Dewasa Muda yang berkemenangan! Sabtu lalu, Ibadah gabungan PIC dan SOW yang mengangkat tema Generasi Z vs Generasi Milenial telah dilaksanakan dengan lancar. Dilayani oleh Miss Windy, S.Psi., M.Psi., Psikolog, seluruh jemaat yang hadir diajak untuk memahami perbedaan antara Generasi Z dan Generasi Milenial Ternyata meskipun beda generasi, kedua generasi ini tidak memiliki banyak perbedaan yang signifikan. Hal ini disebabkan karena kedua generasi ini sama-sama mengalami masa dimana keberadaan gadget dan teknologi dirasa sangat diperlukan. Hanya saja bedanya generasi Milenial berada pada fase dimana perkembangan gadget mulai terasa sedangkan generasi Z berada pada fase saat gadget sudah ada. Sehingga tidak heran, generasi Z sudah mengenal kecanggihan teknologi saat mereka baru lahir.

Dengan latar belakang narasumber yang memahami ilmu psikologi, maka tentu saja narasumber dengan mudah dapat menjelaskan tentang bagaimana saja ciri-ciri dari dua generasi ini. Selain itu narasumber juga mengingatkan bahwa terlepas dari kita generasi Z atau generasi Milenial, kita harus pula selalu mengingat kita adalah generasi yang disiapkan Bapa untuk suatu tujuan yang mulia. Oleh karena itu kita tidak boleh menyia-nyiakan pesan atau perintah yang diberikan Bapa untuk kita. Belajarlah untuk selalu peka.

Tidak hanya pembahasan mengenai generasi Z dan generasi Milenial saja, ibadah PIC juga makin seru karena Narasumber juga mengajak seluruh jemaat yang hadir untuk mengisi angket tentang minat dan bakat. Hal ini dirasa perlu agar kita semakin tahu apa saja bakat dan minta yang paling menonjol dalam diri pribadi masing-masing, sehingga kita bisa makin memaksimalkan potensi dalam diri. Proses pengisian angket berjalan dengan seru, dan semua yang hadir juga dibantu oleh relawan-relawan yang memang sudah dilatih lebih dahulu oleh narasumber. Hal ini dilakukan agar hasil yang diperoleh dari pengisian angket, bisa valid dan memastikan tidak ada kesalahan saat jemaat menghitung hasil jawaban mereka.

Selanjutnya setelah pengisian angket dan pembahasan hasilnya, dibuka pula sesi tanya jawab. Terlihat melalui sesi ini, jemaat yang hadir sangat ingin tahu banyak tentang generasi Z dan generasi Milenial. Dipandu dengan 2 MC yang seru, ibadah pun tidak terasa membosankan.

Bulan depan tentu saja PIC akan tetap mengadakan ibadah dengan tema yang seru, oleh karena itu pastikan Dewasa Muda tidak ketinggalan event-event seru dari PIC yah. See you . GBU

Pada bulan September kemarin,  CMC membuka pendaftaran pelayan baru. Sebelum menjadi pelayan Tuhan, ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Ada pengajaran sebanyak kurang lebih 9 kali pertemuan. Dimana 9 kali pertemuan dibagi menjadi 2 pertemuan besar, yaitu kelas jemaat sebanyak 2 kali pertemuan dan kelas training sabanyak 7 kali pertemuan dengan para pengajar. Materi dari pengajaran tersebut bermacam-macam yang berguna untuk membekali para calon pelayan Tuhan. Selain itu ada kelas praktek voice yang bertujuan untuk mengenalkan mereka pada masing-masing voice yang ada di dalam gereja kita. Kelas materi dan praktek sudah dimulai pada bulan Oktober sampai pada bulan Desember.

Setelah melewati tahapan itu, tepatnya tanggal 13-14 April, para calon pelayan Tuhan pergi mengikuti retreat di trawas. Acara 2 hari satu malam itu diisi dengan bermacam-macam kegiatan. Ketika mereka sampai villa para calon pelayan Tuhan adalah membereskan barang-barang bawaan, yang kemudian panitia mengumpulkan mereka untuk menjelaskan peraturan-peraturan yang harus mereka taati selama mengikuti acara retreat. Untuk memeriahkan acara panitia juga menyiapkan games yang harus mereka ikuti selama mengikuti retreat. Sesi 1 dimulai dengan sharing dari Sdri. Ellen dan kemudian diisi oleh Ev. Silvia Maryassa Hannah membahas mengenai pelayanan. Sesi 2 diisi oleh Bapak Gembala Ps. Daniel Hadi Shane. Tetapi sebelum itu, para calon pelayan mendengar sharing dari Sdri. Raisa. Ps. Daniel Hadi Shane membawa pelajaran tentang gunung. Rangkaian acara pada hari 1 selesai kurang lebih pukul 21.00. Selanjutnya, para calon Pelayan Tuhan dikelompokkan menjadi kelompok-kelompok kecil perempuan dan laki-laki. Kegiatan itu dimaksudkan untuk menceritakan hal-hal apa saja yang mereka dapat pada hari 1.

Keesokan harinya, acara diawali dengan doa pagi, meminta penyertaan Tuhan dari awal acara sampai selesai. Doa pagi dipimpin oleh Sdri. Ellen, salah satu panitia training calon pelayan. Seusai doa pagi, untuk menambah semangat, diadakan pagi ceria yang diisi dengan senam bersama dan games kecil. Para calon pelayan Tuhan terlihat sangat menikmati acara tersebut, karena selain gerakan-gerakan yang dibuat sangat kreatif sehingga membuat tertawa, dan menambah keakraban diantara para calon pelayan Tuhan.

Sesi selanjutnya dimulai pukul 10.00 sehingga mereka masih memiliki banyak waktu untuk menyiapkan atau merapikan barang-barang mereka untuk pulang nanti. Sesi ke 3 selanjutnya dimulai dengan sharing dari Sdr. George yang menceritakan perjalanan melayani Tuhan, awal mula bertobat dan masih banyak lagi. Kemudian sesi dilanjutkan oleh Ev. Ronny Yoseph.

Seusai sesi 3 mulailah para peserta diminta untuk menampilkan hasil karya mereka dalam mengambarkan impian mereka untuk setiap voice yang ada di CMC menggunakan peralatan yang telah disediakan oleh panitia training. Sebelum kembali ke Surabaya kami pun tidak lupa mengabadikan acara ini dengan berfoto bersama.

Pada tanggal 21 April 2019, para calon pelayan telah ditahbiskan menjadi pelayan Tuhan dalam momen Paskah Amazing Grace. Sebelum ditahbiskan, mereka mempersembahkan sebuah pujian dari Miracle Worship yang belum lama diajarkan, yaitu pujian berjudul Kebangkitan Pasti Terjadi. Kami percaya bahwa setiap calon pelayan Tuhan telah menerima api Tuhan dan kami harap setiap pelayan boleh masuk dalam panggilan kudus Tuhan.

“Revival Kids! Biarpun kecil mengubah dunia.”

Itulah semboyan yang ditanamkan di kegiatan rekids. Bagaimana mereka dapat mengubah dunia? Tentu di rekids akan diajarkan mengenai karakter-karakter yang harus dimiliki untuk kelak mereka menjadi pemimpin dan pemenang di masa depan, serta yang terpenting adalah untuk mengembangkan iman anak-anak.

Rekids mulai diadakan secara rutin setiap hari… sejak tanggal… pukul… Rekids memiliki fokus untuk mengembangkan karakter kekristenan yang baik kepada anak-anak di keadaan dunia yang semakin gelap, agar nantinya ketika mereka dewasa, mereka akan dapat menjadi terang.

Di setiap acara rekids, para guru selalu menyiapkan materi-materi terlebih dahulu. Pada acara kemarin berfokus pada materi mengembangkan karakter kejujuran pada anak-anak. Acara dimulai pukul 16.30 dengan mengajak anak-anak untuk memuji Tuhan. Pujian dibagi menjadi 2 kelas. Kelas anak-anak kecil terdiri dari anak-anak PG sampai kelas 4 SD dan kelas anak-anak besar terdiri dari anak-anak kelas 5 SD dan 6 SD. Mereka diajak untuk menghormati Tuhan cara memuji Tuhan dengan semangat dan sungguh-sungguh.

Pada pukul 17.00, anak-anak kelas kecil dibagi lagi menjadi 2 kelas, yaitu anak-anak PG sampai kelas 1 SD dan anak-anak kelas 2 SD sampai 4 SD; sedangkan anak-anak kelas besar tetap terdiri dari anak-anak kelas 5 SD dan 6 SD. Anak-anak diajak untuk mendengarkan cerita alkitab sesuai usia dan pemahaman mereka. Kisahnya kemarin adalah mengenai Ananias dan Safira. Dari kisah tersebut anak-anak diajak untuk berkata jujur untuk menyenangkan dan menghormati hati Allah.

Tidak hanya itu, terdapat permainan-permainan sederhana yang sesuai dengan tema, serta ada hadiah bagi anak-anak yang berhasil berkata jujur. Tidak lupa juga ada aktivitas yang dapat dikerjakan anak-anak agar mereka lebih mengingat apa yang harus mereka lakukan mulai sekarang, yaitu berkata jujur.

Kami sungguh-sungguh berharap agar apa yang kami bagikan kemarin akan terus bertumbuh di hati anak-anak, dilakukan dalam kehidupan anak sehari-hari, bahkan sampai nanti anak-anak bermasyarakat. Hal tersebut sangat membutuhkan bantuan dari orang tua untuk dapat mengingatkan dan memberi teladan agar anak-anak dapat melihat langsung betapa pentingnya kejujuran itu. Untuk anak-anak yang masih belum bisa datang acara kemarin jangan berkecil hati. Datang saja di rekids berikutnya ya…

Tuhan Yesus Memberkati

Kita seringkali mendengar ada banyak orang yang mengalami kegagalan, bahkan kita termasuk salah satunya. Ada yang mengalami kegagalan dalam pekerjaannya, dalam kuliahnya, atau ada juga yang mengalami kegagalan dalam hal tidak berkembangnya komunitas sel yang dipimpinnya. Kegagalan-kegagalan yang sering terjadi inilah yang melelahkan setiap kita yang mengalaminya. Lantas, sebenarnya kenapa Tuhan mengijinkan kegagalan-kegagalan ini terjadi dalam kehidupan kita ? Apakah yang menjadi maksud Tuhan dibalik setiap kegagalan yang pernah kita alami ? Ada empat hal yang dapat kita pelajari mengenai maksud Tuhan ini.

Hal yang pertama, Tuhan ingin agar kita lebih memandang Dia daripada situasi atau keadaan yang kita alami.  Thomas Alfa Edison adalah seorang penemu bola lampu. Semasa kecil saat di sekolahnya, beliau dikatai sebagai seorang anak yang idiot. Namun, ibunya bersikeras percaya bahwa anak ini tidak idiot, sehingga ibunya memilih untuk menyekolahkan anaknya di rumah. Keyakinan yang dimiliki oleh ibu Thomas Alva Edison inilah yang membuat Thomas sampai akhirnya dapat menjadi seorang penemu yang luar biasa. Dari kisah ini, kita dapat belajar bahwa seringkali kita selalu melihat pada situasi atau keadaan yang terjadi di depan mata, tetapi Firman Tuhan mengatakan bahwa Tuhan akan memberikan kemenangan pada orang-orang yang lebih memandang kepadaNya dan lebih mempercayaiNya daripada situasi di sekelilingnya. Kalau kita tidak pernah gagal itu artinya kita tidak pernah berhasil. Bila semasa hidup kita, kita selalu berhasil terus dan tidak pernah gagal, lantas apa yang kita menangkan. Bila keberhasilan itu sangat mudah kita peroleh, lantas apa artinya kemenangan itu. Justru saat kita mengalami kegagalan, saat situasi makin menghimpit, saat lawan semakin berat untuk dilawan, di saat itulah Tuhan ingin agar mata kita memandang kepadaNya. Hidup kita akan menjadi lebih hidup saat kita menghadapi tantangan demi tantangan dan berhasil memenangkannya.

Hal yang kedua, Tuhan ingin agar kita belajar kerendahan hati. Di Matius 15:21-28 dikisahkan tentang seorang perempuan Kanaan yang datang kepada Tuhan Yesus dan meminta agar anaknya disembuhkan dari kerasukan setan. Saat perempuan ini datang kepada Tuhan Yesus dan meminta pertolongan, Tuhan tidak langsung menjawabnya. Mengapa ? Karena Tuhan ingin agar perempuan ini belajar kerendahan hati. Orang yang tidak pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya adalah orang yang sombong. Saat kita mau belajar untuk rendah hati, maka kita akan belajar untuk tidak meremehkan segala sesuatu. Dengan kegagalan yang terjadi, maka akan melatih manusia roh kita menjadi semakin kuat. Kita tidak akan menjadi anak-anak gampang, tapi menjadi orang benar yang dikasihi Tuhan.

Hal yang ketiga, Tuhan ingin mengajarkan cara pandangNya saat terjadi kegagalan. Tuhan Yesus pernah mengalami kegagalan saat Ia mendoakan sebuah kota, dimana mujizat tidak terjadi karena kurangnya iman orang-orang yang ada di kota itu. Akan tetapi kegagalan itu justru membuat Tuhan Yesus tahu kalau bukan kehendakNya yang jadi tetapi kehendak BapaNya yang jadi. Kalau kita tahu bahwa kegagalan yang terjadi itu untuk kemuliaan nama Tuhan, maka kegagalan itu tidak akan membuat kita bersedih dan menjadi kecewa. Saat kita misal gagal menjalin hubungan dengan seseorang alias putus karena orang tersebut ternyata bukan orang yang memiliki visi, maka untuk apa kita menjadi kecewa. Miliki pasangan hidup yang memiliki visi dan mempunyai perencanaan ke depan, bukan yang “mengalir saja”. Di Yohanes 13:7, saat Petrus bertanya kepada Tuhan Yesus mengapa Tuhan Yesus membasuh kakinya, maka Tuhan menjawab “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.” Mungkin kita tidak mengerti sekarang apa maksud Tuhan dengan kegagalan dan berbagai hal buruk yang terjadi dalam hidup kita, tetapi percayai Tuhan, bahwa Dia sedang mengerjakan kebaikan untuk setiap kita. Mari kita belajar untuk tetap mempercayai Dia dan belajar untuk peka terhadap kehendakNya. Kalaupun kita gagal, tetaplah percaya Tuhan sanggup untuk memulihkan, sekalipun ada konsekuensi yang tetap harus kita tanggung. Jadikan setiap masalah dalam hidup kita semakin “mengupgrade” iman kita, bukan semakin “mendowngrade” iman kita. Miliki cara pandang yang benar.

Hal yang keempat, Tuhan sedang mempersiapkan kemenangan yang besar untuk setiap kita. Apakah kalian ingat kisah Simson ? Semasa dia hidup, Simson telah mengalahkan begitu banyak musuh. Namun, saat Simson mengalami kegagalan, di akhir hidupnya, Simson berhasil mengalahkan musuh dengan jumlah yang lebih banyak daripada yang dikalahkan olehnya semasa dia hidup (Hakim-hakim 16:30). Mungkin saat ini kita masih belum memperoleh yang kita inginkan, seperti mobil, rumah, atau pasangan, tetapi percayalah Tuhan selalu mempunyai rencana yang indah untuk setiap kita. Belajar untuk memiliki positive thinking. Mungkin saat ini Tuhan belum memberikanmu mobil karena kalau kamu diberi mobil, mungkin kamu bisa mengalami kecelakaan karena belum pandai menyetir. Mungkin juga Tuhan belum memberikanmu rumah, karena kalau kamu diberi rumah, mungkin rumahmu akan ambruk karena struktur bangunannya tidak kuat. Jangan menaruh curiga kepada Tuhan. Tuhan sedang mempersiapkan rencana kemenangan yang besar untuk hidupmu dan masa depan yang indah buat setiap kita. Amin

Sabtu 5 Mei 2018 lalu PIC kembali mengadakan Ibadah Dewasa Muda dengan tema 5 Language Of Love, dengan Pembicara Tamu Ko Edey Santoso Pendiri Shallom Family Ministry dan Ce Shinta Oktaviani seorang Psychology Consulting. Agar dewasa muda yang hadir lebih memahami materi maka terlebih dahulu mereka diminta mengisi test agar mengetahui apa bahasa kasih mereka masing-masing. Setelah test selesai maka sesi pun dimulai dengan pembahasan dari sisi ilmu Psikologi.

Ce Shinta menjabarkan dengan contoh anak kecil berusia 2-3 tahun, akan mulai belajar tentang otonomi, yaitu bagaimana mereka diberi kesempatan untuk eksplore sehingga mereka dapat belajar mandiri. Oleh karena itu sebagai orang tua atau guru kita tidak dapat membatasi perkembangan seorang anak. Tahap selanjutnya adalah tahap Sekolah Dasar. Tahap ini berbeda lagi, karena mereka mulai belajar serius dengan pelajarannya. Tahap remaja adalah tahap pencarian identitas untuk diakui, ketika ia merasa diterima oleh lingkungan maka ia akan merasa lebih percaya diri. Tahap berikutnya 20-30 tahunan adalah masuk kategori dewasa awal dan seterusnya, yang tentu saja setiap tahapnya memiliki kebutuhan yang berbeda-beda.

Identitas personal yang kuat sangat penting untuk membangun sebuah hubungan. Jika identitas personal kita kurang kuat maka akan mempengaruhi kemampuan kita dalam menjalin hubungan yang baik dengan orang lain dan pasangan. Dalam kesempatan ini, Ce Shinta juga mengaitkan bahasa kasih dengan kepribadian Kolerik, Sanguinis, Melankolis dan Plegmatis.

Jika kita sudah mengenal diri kita maka selanjutnya kita melihat pada teori kebutuhan dari Abraham Maslow. Kebutuhan yang paling dasar adalah kebutuhan fisik, seperti makanan dan minuman. Jika kita berhenti pada kebutuhan fisik saja, maka kita tidak akan dapat berkembang pada kebutuhan selanjutnya, seperti kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial (kebutuhan berelasi), kebutuhan akan penghargaan, dan kebutuhan paling puncak adalah kebutuhan akan aktualisasi diri. Jadi kita harus cek sampai mana tingkat kebutuhan kita.

Selanjutnya sesi dilanjutkan dengan penjelasan dari Ko Edey yang mengupas dari sudut kebenaran firman Tuhan yaitu tentang 4 M. Sebagaimana kita ketahui Gary Chapman membagi bahasa kasih menjadi 5 jenis yaitu :

  1. Sentuhan Fisik
  2. Kata-kata penyemangat/dorongan/pujian
  3. Waktu berkualitas
  4. Hadiah
  5. Layanan

Namun bagaimana cara kita menerapkan atau mengkomunikasikan bahasa kasih dalam kehidupan kita sehari-hari? Terutama bagi kita yang adalah orang-orang Kristen. Ingat, orang Kristen berarti adalah orang-orang yang serupa dengan Kristus. Kita perlu belajar untuk hal tersebut, karena ketika kita melakukan sesuatu pasti kita akan mencari tahu apa alasannya.

Kita tidak dapat mengkomunikasikan 5 Bahasa Kasih tanpa memahami apa itu 4 M :

  1. Menerima

Bagaimana kita akan mengkomunikasikan bahasa kasih jika kita belum dapat menerima seseorang?, artinya kita harus dapat berkomitmen untuk menerima seseorang minimal sebagai pertama sebagai ciptaan Allah (apapun agamanya), apalagi jika kita sebagai saudara seiman, maka kita harus menerimanya sebagai saudara seiman dalam Kristus Yesus, berikutnya jika kita adalah suami istri maka kita harus bisa menerima suami atau istri kita sebagai rekan pewaris kasih karunia, hal ini penting karena kita harus memastikan pasangan kita sama-sama mencintai Tuhan, untuk yang punya anak, maka kita harus berkomitmen menerima anak tersebut sebagai keturunan Ilahi maka kita harus sangat memperhatikan pendidikannya agar anak-anak kita dapat menjadi manusia Ilahi.

  1. Menghormati

Jika kita sudah bisa menerima maka baru kita bisa belajar menghormati, menghormati adalah memberikan sesuatu nilai yang tinggi terhadap seseorang, apakah bisa kita menghormati sesuatu yang tidak kita nilai tinggi, jika kita menghormari dalam konteks bahasa kasih maka menghormati ini aplikasinya adalah menghormati orang lain sebagai pribadi yang berbeda, sehingga kita bisa belajar untuk memahami dan tidak memaksa untuk merubah seseorang menjadi sosok seperti yang kita inginkan, jangan menyia-nyiakan waktu untuk merubah sifat dasar seseorang, namun belajarlah untuk menerima dan menghormati perbedaan yang ada. Karena itulah ada 5 bahasa kasih yang berbeda, kita kita semua adalah pribadi yang berbeda-beda.

  1. Melayani

Bahasa kasih adalah salah satu cara untuk kita melayani, mengapa kita harus melayani? Kita harus melayani karena kita semua sudah berproses menuju kepada kedewasaan, karena itulah maka kita mau untuk memberi diri menolong, menyemangati dan memperlengkapi sesama kita, dengan salah satu cara yaitu bahasa kasih, karena itu ada persekutuan/ komunitas, sebagai wadah bagi kita untuk menolong, menyemangati dan memperlengkapi saudara seiman.

  1. Mengampuni

Tidak dapat dipungkiri bahwa proses mulai dari menerima, ,menghormati dan melayani akan membuat kita terluka, itulah resikonya, atau bahkan kita sendiri bisa membuat orang lain terluka, maka kita harus belajar mengampuni.

Keempat proses ini akan terus berlangsung dan berulang-ulang, ketika kita sudah mengampuni maka pasti kita akan masuk kembali pada proses awal yaitu menerima lagi, demikian seterusnya. Dengan kita terus melakukan proses ini maka kita akan terus menuju kepada kedewasaan. Jika kita tidak memiliki 4M maka kita tidak akan bisa mempraktekkan bahasa kasih. Memahami bahasa kasih agar minimal kita bisa hidup harmonis dengan orang-orang disekeliling kita, harmonis bukan berarti sama namun bagaimana dengan kondisi yang berbeda-beda namun kita dapat hidup berdampingan.

Tujuan dari kita melakukan 4 M ini adalah agar kita sama-sama dewasa dan menjadi serupa dengan Kristus. Untuk agenda bulan Juni, tema Ibadah PIC adalah Failing Is OK yang akan dilayani oleh Bapak Gembala kita Pdt. Daniel Hadi Shane, jadi jangan sampai ketinggalan ya. God Bless You.

 

 

TOP