SIGN IN YOUR ACCOUNT TO HAVE ACCESS TO DIFFERENT FEATURES

FORGOT YOUR PASSWORD?

FORGOT YOUR DETAILS?

AAH, WAIT, I REMEMBER NOW!

Generasi Jawaban Doa - Gereja Christ Mercy Center

  • LOGIN
  • Home
  • Ministry
    • Vision & Ministries
    • Communities
    • The Shepherd’s Voice
  • Resources
    • Sermons
    • News & Events
  • On The Move
    • Road to Revival
    • SOW Camp
    • Healing from Heaven
    • Tabloid Transform
    • Transformer Ministry
  • Download
    • Download Tabloid TRANSFORM
  • Home
  • Posts tagged "pemulihan"
26 October 2026

Tag: pemulihan

Khotbah Ev. Christin Jedidah : Jadilah Pulih!

Monday, 27 January 2020 by Ellen Natalia

Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu (Kisah Para Rasul 3:21)

Di akhir zaman ini, Tuhan rindu ada pemulihan di antara anak-anak Tuhan. Pemulihan itu tidak hanya sekali, tetapi perlu berulang kali. Sama halnya dengan pertobatan; tiap-tiap hari kita perlu mengalami pertobatan. Sudahkah kita mengalami pertobatan yang sejati? Jika tidak, kita akan menjadi orang Kristen “TOMAT”- Tobat Kumat, setelah bertobat kembali melakukan hal sama terus menerus.

Selama kita hidup kita sedang diproses menjadi semakin serupa dengan Kristus. Menjadi serupa dengan Kristus artinya kita memiliki karakter, hati, dan pemikiran seperti Kristus. Tetapi banyak anak-anak Tuhan yang menjadi serupa dengan dunia ini. Oleh karena itu, akan ada pemulihan yang dijanjikan Tuhan, dimana anak-anak Tuhan itu menjadi tampil berbeda dengan dunia ini.

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Roma 12:2)

Pembaharuan budi yang dimaksud adalah pikiran. Pertobatan kita harus disertai dengan perubahan pola pikir kita (metanoia). Pikiran kita bisa menjadi salah satu sumber penyakit. Bukan penyakit secara jasmani saja, tetapi juga bagian dari Mental Illness. Mental Illness adalah penyakit dalam jiwa kita yang pelu dipulihkan. Banyak sekali anak Tuhan yang mungkin sangat mencintai Tuhan dan melayani Tuhan, tetapi mereka menderita penyakit ini; Mereka butuh disembuhkan!

Jiwa kita sehat saat kita memiliki perasaan dan pikiran Kristus

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus (Filipi 2:5)

Jiwa kita sehat ketika kita memiliki perasan dan pikiran Kristus. Tetapi Iblis berusaha merusak gambaran Tuhan yang benar dalam diri anak-anak Tuhan. Gambar diri yang rusak membuat banyak gereja Tuhan diisi oleh orang- orang sakit, sehingga mereka sulit mengalami pertumbuhan dan terobosan dalam Tuhan.

Iblis berusaha menanamkan dalam diri manusia bahwa harga diri kita ditentukan oleh penampilan dan apa kata orang tentang kita. Dunia mengajarkan, kita berharga jika kita cantik/ganteng, kaya, punya posisi tinggi dalam pekerjaan; itu yang merusak jiwa kita.

Tanpa sadar banyak Tuhan yang mengejar rasa berharga yang salah dengan mengikuti standar dunia; hidup dikendalikan dari apa kata orang lain, bukan apa kata Tuhan terhadapnya. Itulah yang merusak emosi kita, sehingga banyak orang yang menggunakan topeng; tidak menjadi diri sendiri,

Mari kita sadari bahwa kita sungguh-sungguh berharga di mata Tuhan. Kita berharga karena kita sudah ditebus oleh darah Kristus, bahkan Firman Tuhan berkata Kkta semua berharga di mata Tuhan: “Oleh karena engkau berharga di mata-Ku san mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.” (Yesaya 43:4).

Orang yang perlu dipulihkan adalah orang yang memiliki kepercayaan yang salah dan orang yang belum bisa menerima Kasih Kristus. Orang yang sungguh-sungguh menerima kasih Kristus, hidupnya dipulihkan, pikirannya diubahkan, dan dia akan tahu siapa sebenarnya dirinya dalam Tuhan.

Tuhan rindu kita semua pulih dari “sakit jiwa” kita. Hanya Yesus yang sanggup memulihkan kita. Dia yang akan memulihkan kita dengan kasih Tuhan yang tak bersyarat. Mari kita sungguh-sungguh menerima kasihNya bagi kita. Bukan hanya mendengar tentang kasihNya dari orang lain, tetapi merasakan secara pribadi kasihNya. Dengan demikian, kita dapat diubahkan dan dipulihkan.

Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu (Yeremia 31 : 3)

Christin JedidahGambar DiriMental IllnesPembaharuan PikiranpemulihanProses TuhanSakit Jiwa
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Kuasa yang Membebaskan

Monday, 20 January 2020 by Ellen Natalia

Dan apabila kemudian roh cemburu menguasai suami itu, sehingga ia menjadi cemburu terhadap isterinya, dan perempuan itu memang telah mencemarkan dirinya, atau apabila roh cemburu menguasai suami itu, sehingga ia menjadi cemburu terhadap isterinya walaupun perempuan itu tidak mencemarkan dirinya, maka haruslah orang itu membawa isterinya kepada imam. Dan orang itu harus membawa persembahan karena perempuan itu sebanyak sepersepuluh efa tepung jelai, yang ke atasnya tidak dituangkannya minyak dan yang tidak dibubuhinya kemenyan, karena korban itu ialah korban sajian cemburuan, suatu korban peringatan yang mengingatkan kepada kedurjanaan. (Bilangan 5 :14-15)

Sebagai orang-orang yang percaya kepada Kristus, kita perlu senantiasa berjaga-jaga. Karena hari-hari ini banyak hal yang dapat membuka celah, dan orang-orang yang membuka celah ini rentan dikuasai oleh roh jahat. Salah satu roh jahat yang sering bekerja hari-hari ini adalah roh kecemburuan/iri hati. Orang yang dikuasai oleh roh ini akan menjadi cemburu dengan banyak hal dan orang-orang di sekitarnya.

Ada banyak orang terikat yang merasa dirinya sulit untuk lepas. Mungkin sudah berkali-kali pergi ke KKR dan doa pelepasan, namun kembali jatuh dalam dosa yang sama, bahkan lebih mengerikan dari sebelumnya. Ini bukan hanya tentang kebiasaan buruk, tetapi ada pekerjaan roh jahat di baliknya. Karena itu, penting bagi kita menjaga hati kita. Hati seperti rumah kita; jangan biarkan rumah kita kosong dan iblis menguasainya.

Orang yang dikuasai oleh kecemburuan ini hidupnya dipenuhi dengan ketakutan. Jikalau ketakutan ini menguasai hidupnya, maka hidupnya menjadi tidak efektif dan tidak berbuah. Oleh karena itu, roh cemburu dan roh ketakutan harus dibebaskan dari hidupnya.

Untuk bisa dibebaskan dari keterikatan, kita perlu datang kepada Tuhan dan meminta kepadaNya.

Tuhan akan memberikan kita kuasa untuk bebas dari setiap keterikatan kita dan kuasa roh jahat. Jangan menggunakan kekuatanmu sendiri, tetapi mintalah hikmat dari Roh Kudus dan aktifkan kuasa Roh Kudus dalam dirimu. Kuasa Roh Kudus akan membantu kamu lepas dari setiap keterikatan yang membelenggu hidupmu.

Dalam kisah sepuluh orang kusta (Lukas 17:11-19), mereka berteriak kepada Yesus “Yesus, Guru, Kasihanilah kami”. Ketika mereka dalam ketidakberdayaan mereka, mereka mau sembuh dari penyakitnya, mereka tahu kepada siapa mereka berseru minta tolong. Dan hanya di dalam perjalanan mereka menuju kepada imam-imam, mereka menjadi sembuh. Bukankah semua yang terikat sama seperti orang-orang kusta ini. Datang kepada Tuhan, berserulah kepada Yesus. Dia sanggup menyembuhkan dan membebaskan setiap kita.

Dalam ketidakberdayaan kita, dalam sakit yang kita alami, yang kita butuhkan hanya YESUS. Karena hanya di dalam kuasa Yesus kita akan dipulihkan, kita akan disembuhkan.

cemburuDaniel Hadi ShaneKesembuhanKeterikatanKuasapemulihanroh jahat
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Hidup untuk Kemuliaan Tuhan

Wednesday, 05 September 2018 by Renee

Setiap kita dilahirkan untuk menjadi pemenang. Kita menyukai tantangan dan kita bersukacita ketika berhasil melakukannya. Di jaman ini, begitu banyak tantangan atau challenge yang aneh-aneh dan bahkan ekstrim yang disebarkan melalui media sosial. Ada tantangan menahan nafas, tantangan untuk melakukan bunuh diri, dan yang terbaru ada kiki challenge yang lucu, tetapi tidak berguna. Semakin ekstrim melakukannya, semakin bangga. Kita dilahirkan sebagai umat pemenang, tetapi banyak anak muda yang menelan semua informasi dari media sosial dengan mentah-mentah. Kita menelan berita sepotong-sepotong dan itu berbahaya, apalagi jika ktia suka Firman Tuhan sepotong-sepotong.

Kalau kita menginginkan sesuatu yang bukan milik kita, itu sudah termasuk dosa. Begitu sulitnya melakukan hukum taurat. Kita tidak akan pernah bisa dan dengan demikian, tidak ada satupun dari kita yang akan dapat masuk dalam Kerajaan Surga, karena kita semua pasti pernah berdosa. Anda mungkin tidak berzinah, tetapi melihat video porno, itu sudah dosa. Kalau kita mengikuti aturan dalam hukum taurat, tidak ada satupun manusia di dunia ini yang dapat masuk dalam Kerajaan Surga.

TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya. Aku membisu dari sejak dahulu kala, Aku berdiam diri, Aku menahan hati-Ku; sekarang Aku mau mengerang seperti perempuan yang melahirkan, Aku mau mengah-mengah dan megap-megap.
Yesaya 42:13-14

Satu-satunya yang dapat membawa kita ke surga adalah Yesus. Pengorbanan Yesus di kayu salib itu cukup bagi kita. Banyak orang pergi ke KKR karena takut masuk neraka. Tetapi masalahnya, khotbah yang disampaikan hanya menekankan pada dosa sekecil apapun, dia akan masuk neraka kalau ia tidak maju ke depan untuk didoakan. Itu adalah kesesatan!

Setiap orang yang ada dalam Kristus adalah ciptaan baru.

Ciptaan baru adalah proses yang progresif. Kita mengandalkan Yesus yang bisa membantu kita melawan ikatan dosa. Kasih karunia meyakinkan kita bahwa kita tetap masuk Surga meskipun kita berbuat dosa. Bukan karena kekuatan kita, tetapi kekuatan dari Tuhanlah yang memampukan kita. yesus sudah menyembuhkan dan memulihkan dosa-dosa kita. Maksudnya, kasih karunia Tuhan tidak membawa kita lepas dari dosa, tetapi memampukan kita melawan dosa. Kalau kita menggantikannya dengan yang lain, kita akan bisa kembali pada dosa itu.

Banyak mimbar menjadi alat algojo, menjadi alat penghakiman. Hamba Tuhan merasa superior, menjadi raksasa rohani dan menghakimi setiap orang yang hadir.

Yesus adalah juru selamat. Bukan hanya menyelamatkan manusia dari neraka, tetapi menyembuhkan diri kita dari yang jahat, memulihkan kita. Itu proses dari Yesus yang disembah sebagai juruselamat total. Dia sedang merancangkan rencana besar yang tidak pernah kita pikirkan. Firman Tuhan akan membebaskan kehidupan kita.

semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!
Yesaya 43:7

Kita diciptakan untuk kemuliaan Tuhan. Kasih karunia Tuhan itu bukan hypergrace. Kasih karunia menuntun kita kepada pertobatan. Hukum Taurat mematikan, tetapi kasih karunia menghidupkan. Kristus adalah puncak dari hukum taurat. Perjumpaan dengan Tuhan itu mengubahkan seterusnya. Bukan hanya sekadar di KKR saja, tetapi serahkan tubuh, jiwa dan roh kita di dalam tanganNya. Kasih karunia memimpin kita kepada kebangunan dan menjaga hidup kita. Kita harus mempelajari alkitab secara utuh. Jangan menjadi saksi dusta, tidak tahu kebenarannya, tidak tahu faktanya.

Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa, seperti ada tertulis: “Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.
Roma 3:9-10

Bergantunglah hanya kepada Yesus. Yesus mencintai Anda dan tidak menghakimi Anda. Ia memaafkan Anda dan memampukan Anda untuk melawan dosa. Hidup kita untuk kemuliaan Tuhan. Tuhan itu adil. Kalau kita punya kelemahan, gunakan kelebihanmu untuk mengalahkan kelemahanmu. Jangan fokus dengan kelemahanmu, tetapi fokuslah dengan kelebihanmu. Jangan sampai iblis mencari sisi lemahmu dan membuatmu tidak fokus dengan kelebihan yang kamu punya. Tuhan menciptakan kita untuk kemuliaan. Sudahkah hidup ktia berdampak dan jadi berkat? Menjadi alat kesaksian atau tidak? Tuhan akan memberkati hidupmu dan hidupmu menjadi dampak.

Kita tidak bisa memberhentikan Tuhan. Berkarya nyata bagi Tuhan yesus, berkarya nyata untuk setiap kepercayaanNya.

Kesempatan yang diberikan Tuhan, pergunakan itu dengan sebaiknya seperti kita akan mati besok. Banyak ladang yang membutuhkan uluran tangan Tuhan. Iman itu membutuhkan deklarasi. Ketika tidak ada uang, dibutuhkan iman dalam perkataan. Tuhan tidak mengijinkan keterlambatan untuk maksud yang tidak jelas. Hidup harus jadi berkat. Hidup untuk kemuliaan Tuhan.

Menikmati setiap proses yang Tuhan berikan. Dalam permasalahan kita, kalau Tuhan tidak bertidak, jangan hakimi Tuhan. Ia bertindak dengan cara yang tidak pernah kita pikirkan. Bagi yang terikat dengan dosa, Tuhan mengampunimu. Jangan tinggal dalam dosa lagi karena Tuhan mengasihimu. Kalau hidupmu suam-suam kuku, berarti kamu belum berjumpa dengan Yesus. Maria Magdalena mencintai Yesus dan dia rela memberikan segala-galanya untuk Tuhan.

Kuasa Tuhan tidak dapat diperjual belikan. Kuasa Tuhan bertambah, kita semakin berkurang.

Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.
2 Petrus 1 : 3

 

Daniel Hadi ShaneKasih BapaKebangkitanManusia BarupemulihanPERJUMPAAN
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

PIC (Pro-M Impact City) : Failling Is OK

Friday, 06 July 2018 by Renee

Kita seringkali mendengar ada banyak orang yang mengalami kegagalan, bahkan kita termasuk salah satunya. Ada yang mengalami kegagalan dalam pekerjaannya, dalam kuliahnya, atau ada juga yang mengalami kegagalan dalam hal tidak berkembangnya komunitas sel yang dipimpinnya. Kegagalan-kegagalan yang sering terjadi inilah yang melelahkan setiap kita yang mengalaminya. Lantas, sebenarnya kenapa Tuhan mengijinkan kegagalan-kegagalan ini terjadi dalam kehidupan kita ? Apakah yang menjadi maksud Tuhan dibalik setiap kegagalan yang pernah kita alami ? Ada empat hal yang dapat kita pelajari mengenai maksud Tuhan ini.

Hal yang pertama, Tuhan ingin agar kita lebih memandang Dia daripada situasi atau keadaan yang kita alami.  Thomas Alfa Edison adalah seorang penemu bola lampu. Semasa kecil saat di sekolahnya, beliau dikatai sebagai seorang anak yang idiot. Namun, ibunya bersikeras percaya bahwa anak ini tidak idiot, sehingga ibunya memilih untuk menyekolahkan anaknya di rumah. Keyakinan yang dimiliki oleh ibu Thomas Alva Edison inilah yang membuat Thomas sampai akhirnya dapat menjadi seorang penemu yang luar biasa. Dari kisah ini, kita dapat belajar bahwa seringkali kita selalu melihat pada situasi atau keadaan yang terjadi di depan mata, tetapi Firman Tuhan mengatakan bahwa Tuhan akan memberikan kemenangan pada orang-orang yang lebih memandang kepadaNya dan lebih mempercayaiNya daripada situasi di sekelilingnya. Kalau kita tidak pernah gagal itu artinya kita tidak pernah berhasil. Bila semasa hidup kita, kita selalu berhasil terus dan tidak pernah gagal, lantas apa yang kita menangkan. Bila keberhasilan itu sangat mudah kita peroleh, lantas apa artinya kemenangan itu. Justru saat kita mengalami kegagalan, saat situasi makin menghimpit, saat lawan semakin berat untuk dilawan, di saat itulah Tuhan ingin agar mata kita memandang kepadaNya. Hidup kita akan menjadi lebih hidup saat kita menghadapi tantangan demi tantangan dan berhasil memenangkannya.

Hal yang kedua, Tuhan ingin agar kita belajar kerendahan hati. Di Matius 15:21-28 dikisahkan tentang seorang perempuan Kanaan yang datang kepada Tuhan Yesus dan meminta agar anaknya disembuhkan dari kerasukan setan. Saat perempuan ini datang kepada Tuhan Yesus dan meminta pertolongan, Tuhan tidak langsung menjawabnya. Mengapa ? Karena Tuhan ingin agar perempuan ini belajar kerendahan hati. Orang yang tidak pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya adalah orang yang sombong. Saat kita mau belajar untuk rendah hati, maka kita akan belajar untuk tidak meremehkan segala sesuatu. Dengan kegagalan yang terjadi, maka akan melatih manusia roh kita menjadi semakin kuat. Kita tidak akan menjadi anak-anak gampang, tapi menjadi orang benar yang dikasihi Tuhan.

Hal yang ketiga, Tuhan ingin mengajarkan cara pandangNya saat terjadi kegagalan. Tuhan Yesus pernah mengalami kegagalan saat Ia mendoakan sebuah kota, dimana mujizat tidak terjadi karena kurangnya iman orang-orang yang ada di kota itu. Akan tetapi kegagalan itu justru membuat Tuhan Yesus tahu kalau bukan kehendakNya yang jadi tetapi kehendak BapaNya yang jadi. Kalau kita tahu bahwa kegagalan yang terjadi itu untuk kemuliaan nama Tuhan, maka kegagalan itu tidak akan membuat kita bersedih dan menjadi kecewa. Saat kita misal gagal menjalin hubungan dengan seseorang alias putus karena orang tersebut ternyata bukan orang yang memiliki visi, maka untuk apa kita menjadi kecewa. Miliki pasangan hidup yang memiliki visi dan mempunyai perencanaan ke depan, bukan yang “mengalir saja”. Di Yohanes 13:7, saat Petrus bertanya kepada Tuhan Yesus mengapa Tuhan Yesus membasuh kakinya, maka Tuhan menjawab “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.” Mungkin kita tidak mengerti sekarang apa maksud Tuhan dengan kegagalan dan berbagai hal buruk yang terjadi dalam hidup kita, tetapi percayai Tuhan, bahwa Dia sedang mengerjakan kebaikan untuk setiap kita. Mari kita belajar untuk tetap mempercayai Dia dan belajar untuk peka terhadap kehendakNya. Kalaupun kita gagal, tetaplah percaya Tuhan sanggup untuk memulihkan, sekalipun ada konsekuensi yang tetap harus kita tanggung. Jadikan setiap masalah dalam hidup kita semakin “mengupgrade” iman kita, bukan semakin “mendowngrade” iman kita. Miliki cara pandang yang benar.

Hal yang keempat, Tuhan sedang mempersiapkan kemenangan yang besar untuk setiap kita. Apakah kalian ingat kisah Simson ? Semasa dia hidup, Simson telah mengalahkan begitu banyak musuh. Namun, saat Simson mengalami kegagalan, di akhir hidupnya, Simson berhasil mengalahkan musuh dengan jumlah yang lebih banyak daripada yang dikalahkan olehnya semasa dia hidup (Hakim-hakim 16:30). Mungkin saat ini kita masih belum memperoleh yang kita inginkan, seperti mobil, rumah, atau pasangan, tetapi percayalah Tuhan selalu mempunyai rencana yang indah untuk setiap kita. Belajar untuk memiliki positive thinking. Mungkin saat ini Tuhan belum memberikanmu mobil karena kalau kamu diberi mobil, mungkin kamu bisa mengalami kecelakaan karena belum pandai menyetir. Mungkin juga Tuhan belum memberikanmu rumah, karena kalau kamu diberi rumah, mungkin rumahmu akan ambruk karena struktur bangunannya tidak kuat. Jangan menaruh curiga kepada Tuhan. Tuhan sedang mempersiapkan rencana kemenangan yang besar untuk hidupmu dan masa depan yang indah buat setiap kita. Amin

Daniel Hadi ShaneKebangkitanManusia BarupemulihanPro-M Impact City
Read more
  • Published in News & Events
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane – Bebas dari Kuk Perhambaan

Thursday, 28 June 2018 by Renee

Pada suatu kali bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang nasib buruk mereka, dan ketika TUHAN mendengarnya bangkitlah murka-Nya, kemudian menyalalah api TUHAN di antara mereka dan merajalela di tepi tempat perkemahan. Lalu berteriaklah bangsa itu kepada Musa, dan Musa berdoa kepada TUHAN; maka padamlah api itu. Sebab itu orang menamai tempat itu Tabera, karena telah menyala api TUHAN di antara mereka.
Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus; dan orang Israel pun menangislah pula serta berkata: “Siapakah yang akan memberi kita makan daging? Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih. Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apa pun, kecuali manna ini saja yang kita lihat.”
Adapun manna itu seperti ketumbar dan kelihatannya seperti damar bedolah. Bangsa itu berlari kian ke mari untuk memungutnya, lalu menggilingnya dengan batu kilangan atau menumbuknya dalam lumpang. Mereka memasaknya dalam periuk dan membuatnya menjadi roti bundar; rasanya seperti rasa panganan yang digoreng.
Bilangan 11:1-8

Bangsa Israel mengalami suatu peristiwa traumatik, yaitu menjadi budak di tanah Mesir. Melihat hal itu, Allah memerintahkan Musa untuk memimpin mereka keluar dari perbudakan di tanah Mesir dan berjalan menuju tanah perjanjian. Namun, apa yang terjadi selanjutnya? Bangsa Israel bersungut-sungut atas pemeliharaan Allah. Mereka bosan dengan roti manna yang diberikan Tuhan setiap hari. Bangsa itu menginginkan daging karena menuruti hawa nafsu rakus. Aksi bersungut-sungut itu dilanjutkan dengan pernyataan mereka tentang betapa enaknya hidup di Mesir. Hidup sebagai budak, tetapi mendapat makanan yang berlimpah. Sejenak mereka melupakan kesengsaraan dan penderitaan sebagai budak hanya karena ingin makan daging. Bangsa Israel masih mau memakai “kuk perhambaan”.

Sampai saat ini, masih banyak orang Kristen yang memakai kuk perhambaan. Kuk ini bisa berupa uang (mamon). Kuk perhambaan ini yang menyebabkan pertobatan menjadi tidak maksimal, tidak mengucap syukur, dan senang menuruti ‘daging’. Karena hal ini pulalah Bangsa Israel sampai disebut orang bajingan.

Orang bajingan adalah orang yang tidak konsisten dalam hidupnya. Mengapa orang yang sudah dibebaskan Tuhan bisa menjadi orang yang “bajingan”? Karena mereka belum dibebaskan sepenuhnya! Mereka masih ingin memakai kuk perhambaan sehingga tidak sungguh-sungguh mau bertobat. Mereka juga tidak pernah mengucap syukur, sehingga tidak bisa merasakan karya salib di dalam hidupnya.

Tanda-tanda hidup seseorang sudah dibebaskan dari kuk perhambaan, yaitu :

  1. Selalu merasa sukacita dan mengucap syukur
    Sukacita selalu dibarengi dengan rasa mengucap syukur. Jangan menjadi orang Israel yang sering bersungut-sungut! Terimalah apapun yang diberikan Tuhan dengan hati yang gembira. Belum diberi mobil, mengucap syukur; hanya bisa makan di warung, mengucap syukur; belum memiliki rumah, mengucap syukur. Kita dapat sukacita dan mengucap syukur karena tidak ada lagi kuk perhambaan yang membebani hidup kita.
  1. Jatuh cinta lebih dalam lagi pada Yesus
    Mengenal dan mencintai pribadi Yesus lebih dari segalanya membuat kita mengerti arti dari mengucap syukur. Karena Yesus saja sudah cukup. Kita tidak akan dipusingkan oleh permasalahan dunia yang berpotensi menjadi kuk perhambaan.
  1. Berbuah
    Pertobatan dari hati menghasilkan buah-buah yang nyata. Ketika kita bebas dari kuk perhambaan, buah-buah itu akan dapat kita hasilkan untuk dikecap banyak orang. Hidup kita pun dapat menjadi berkat.
  1. Menyerahkan segala sesuatunya pada Tuhan
    Menyerahkan apa yang menjadi keinginan dan harapan yang memuaskan ‘daging kita’. Ketika kita menyerahkan sepenuhnya, kuk perhambaan itu akan terlepas dari ‘pundak rohani’ kita. Karena apapun yang kita serahkan untuk Tuhan, nama-Nya akan dipermuliakan.

Stop memakai kuk perhambaan yang membuat kita tidak bisa mengecap perbuatan ajaib Tuhan! Bangsa Israel tidak bisa merasakan tanah perjanjian karena mereka masih ingin memakai kuk perhambaan. Kita harus selalu yakin dan percaya bahwa rencana Tuhan selalu baik dan memenangkan hidup kita.

 

KUK PERHAMBAAN, NO
KETAATAN, YES
KETAATAN ADALAH KEMENANGAN YANG TERBESAR DALAM HIDUP KITA

 

Daniel Hadi ShaneManusia Barupemulihan
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Sedang Proses

Sunday, 10 June 2018 by Renee

“…. Jiwaku selalu teringat akan hal itu dan tertekan dalam diriku. Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap:  Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! “TUHAN adalah bagianku,” kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.”
Ratapan 3:20-25

 

Pernahkah kita mengalami situasi seperti pada Ratapan 3:1-25 ? Dimana kita berusaha  sekuat tenaga, tetapi seolah-olah Tuhan memberikan tembok besar yang tidak bisa kita terobos. Jika itu terjadi pada dirimu, percayalah bahwa Tuhan sedang melakukan sebuah proses, yaitu menghancurkan daging dan jiwa kita, supaya Roh Tuhan berkuasa atas hidup kita. Proses peremukkan itu indah untuk menciptakan sebuah pribadi yang berkenan di mata Tuhan. Kita semua boleh punya mimpi dan tujuan dalam hidup kita, tetapi sayangnya mimpi kita terkadang tidak sejalan dengan mimpi Tuhan. Sehingga Tuhan mengijinkan proses-proses yang berat supaya mimpi kita sejalan dengan mimpi-Nya. Tuhan adalah Roh, sedangkan kita manusia terdiri dari daging. Kita tidak mungkin menyembah Tuhan dan mengerti kerinduan Tuhan dengan daging kita.

(more…)

bayar hargaDaniel Hadi ShaneKebangkitanManusia Barupemulihan
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ev. Christin Jedidah : Kekuatan dari Roh Kudus

Wednesday, 30 May 2018 by Renee

Hari Pentakosta merupakan peringatan adanya pencurahan Roh Kudus kepada orang-orang yang percaya kepada Yesus. Peristiwa ini merupakan momentum yang ditunggu-tunggu oleh para rasul setelah Yesus terangkat ke sorga. Mengapa orang-orang percaya di zaman itu sangat menantikan adanya Roh Kudus? Mereka menantikannya karena Roh Kudus memampukan mereka untuk memberitakan injil ke seluruh penjuru bumi.

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
Kisah Para Rasul 1:8

Kita semua tahu bahwa sebelum Yesus naik ke sorga, Ia memberikan sebuah amanat agung yang tertulis dalam kitab Matius 28:18-20. Amanat itu diterima dengan semangat oleh para rasul dan dengan segera mereka memberitakannya ke seluruh daerah. Padahal, para rasul saat itu merupakan orang-orang yang tidak bersama Yesus saat Ia disalib, salah satunya Petrus. Petrus adalah murid yang memiliki kepribadian sanguin namun penakut. Terbukti dengan dirinya yang menyangkal Yesus sampai tiga kali sebelum ayam berkokok. Tetapi, Petrus menjadi orang yang berbeda setelah ia mengalami peristiwa Pentakosta. Kisah Para Rasul mencatat bahwa Petrus berkhotbah dengan suara nyaring dan membuat ribuan orang percaya kepada Yesus. Bahkan, Petrus ditangkap sampai dipenjara karena membawa banyak jiwa untuk bertobat. Apakah Petrus gentar? Sekali-kali tidak! Justru ia semakin semangat untuk mengabarkan injil kepada orang-orang yang belum percaya. Ia adalah Petrus yang sama dengan Petrus yang menyangkal Yesus tiga kali. Petrus bersaksi dipenuhi oleh Roh Kudus dan kesaksiannya hidup.

Roh Kudus memberikan kekuatan dan keberanian untuk setiap kita yang mau menggenapi amanat agung Kristus.

Tanpa Roh Kudus, mungkin Petrus akan tetap menjadi Petrus yang penakut untuk memberitakan injil. Tanpa Roh Kudus, mungkin para misionaris tidak mau mengambil risiko untuk dibunuh secara sadis karena memberitakan injil. Ketakutan bukan hal yang mudah untuk diatasi. Kita butuh Roh Kudus untuk menjadi berani dan radikal saat dihadapkan dengan kondisi yang sulit. Sama seperti Petrus. Hanya dengan Roh Kudus, kita dapat menginjil dengan kuasa.

Setelah peristiwa Pentakosta, jemaat mula-mula hidup dalam kekudusan. Masa itu adalah masa kebangunan dimana kuasa Tuhan dinyatakan kepada banyak orang. Kuasa Tuhan masih dinyatakan sampai sekarang karena Roh Kudus masih bekerja hingga saat ini. Roh Kudus membuat kita tidak tahan dengan dosa, sehingga kita tidak lagi menjadi hamba dosa. Roh Kudus memberikan kita penghiburan walaupun masalah datang silih berganti. Yesus ingin kita semua mengerti bahwa kita tidak perlu takut untuk mengabarkan injil karena ada Roh Kudus yang akan selalu menyertai. Petrus sudah mengerti hal itu dan ia percaya bahwa sekalipun ia sengsara karena mengabarkan injil, ia tetap bersukacita.

“Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.”
1 Petrus 4:14

Sudahkah kita mengerti arti kehadiran Roh Kudus yang memberikan kekuatan, keberanian, dan penghiburan di hidup kita? Peristiwa Pentakosta menjadi peringatan akan pentingnya kehadiran Roh Kudus yang menyertai kita untuk melaksanakan amanat agung Kristus. Bahkan, Roh Kudus sanggup mengubahkan dan menuntun hidup kita kepada tujuan hidup yang sejati. Sudahkah kita meresponi semua ini?

MUJIZAT MASIH ADA KARENA ROH KUDUS MASIH BEKERJA

 

 

Christin JedidahKasih BapaManusia Barupemulihan
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ev. Evie Mehita : Penjaga Jiwa (Soul Keeper)

Monday, 28 May 2018 by Renee

Firman TUHAN kepada Kain: “Di mana Habel, adikmu itu?”
Jawabnya: “Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?”
Kejadian 4: 9

Dosa mengintip kepada Kain. Setelah pertama kali kejatuhan manusia yang pertama, terjadilah kejatuhan yang selanjutnya yang dilakukan oleh Kain. Kain menjadi iri hati dan memiliki pikiran yang buruk terhadap adiknya. Dia merasa: “Adikku kok lebih disayang dan diperhatikan oleh Tuhan, ya.. Sedangkan aku tidak..” Dia tidak mengoreksi dirinya, tapi melihat kepada orang lain. Ketika dia sudah membunuh, Tuhan bertanya: “Di mana Habel, adikmu itu?” Dia menjawab dengan membantah, “Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?” Seringkali kita pandai beralasan. Kita tidak mau menerima kesalahan kita; kita susah ditegur dan tidak mau disalahkan.

“Hai anak manusia, Aku telah menetapkan engkau menjadi penjaga kaum Israel. Bilamana engkau mendengarkan sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka atas nama-Ku.”
Yehezkiel 3:17

Tuhan rindu kita semua menjadi penjaga jiwa. Jangan seperti Kain yang banyak berdalih. Sebagai kakak, tentu saja dia adalah penjaga adiknya. Sebenarnya kita semua adalah penjaga buat orang lain. Kita ditetapkan Tuhan untuk menjadi penjaga bagi orang lain, jadi janganlah kita menjadi cuek dengan keadaan orang lain. Kalau kita adalah orang yang percaya kepada Yesus Kristus dan kita percaya hidup kita sudah diselamatkan oleh-Nya, maka salah satu tandanya adalah: Hidupmu akan mengalirkan sebuah aliran kehidupan. Orang yang sudah percaya hidupnya sudah diselamatkan, dia tidak akan berdiam diri dan seenaknya. Orang yang sudah diselamatkan, pastilah dia rindu orang lain juga diselamatkan. Sudahkah dalam hati kita mengalir aliran anugerah Tuhan? Apakah hati kita masih berdetak ketika melihat keluarga, teman, dan sahabat kita jatuh dalam dosa atau mengalami kemunduran di dalam Tuhan?

“Jati diri yang rusak”

Dalam kisah Musa, Tuhan beberapa kali memanggil Musa untuk memimpin bangsa Israel.  Tetapi Musa beberapa kali menolak dengan banyak alasan. Dia tidak yakin bahwa dirinya dipakai Tuhan. Dia mengalami trauma dan hidup di bawah bayang-bayang kegagalan, ketakutan, dan masa lalu; Jati dirinya rusak. Inilah yang dialami oleh banyak pahlawan Tuhan. Yang seharusnya kita membebaskan bangsa Israel, tetapi kita terpuruk dengan permasalah diri kita, tembok-tembok kita, dengan trauma dan kegagalan.

Berapa banyak di antara kita yang tidak berani melangkah, tidak berani melayani sungguh-sungguh, tidak berani berikan hidup untuk Tuhan, karena memiliki trauma kegagalan. Mungkin kita pernah menjangkau jiwa, kemudian mereka lepas. Dan itu membuat kita trauma untuk menjangkau jiwa lagi. Jika kita ditinggalkan, itu adalah sebuah proses bagi kita. Tetapi kita jangan pernah berhenti menjangkau jiwa. Karena kita pasti akan memiliki anak-anak yang satu visi yang kelak akan menjadi pewaris mimpi Kerajaan Tuhan. Kita mendidik anak-anak rohani kita bukan dengan kekuatan kita, tetapi kita harus memuridkan mereka di dalam Roh Kudus. Artinya kita memiliki ikatan di dalam roh.

“Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu — dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis.”
Keluaran 32:32

Musa adalah gambaran orang yang trauma dan takut melangkah, Musa yang tidak peduli dengan bangsa Israel. Tetapi Musa yang sama mengatakan, . Dulu dia begitu tidak peduli akan bangsa Israel dan menolak panggilan Tuhan, tetapi ketika dia belajar taat, ia mencintai apa yang Tuhan cintai. Kalau kita dulunya orang yang tidak peduli, ketika kita taat, mulai melangkah, mengalirkan sesuatu, kita pun akan mencintai apa yang Tuhan cintai. Yang Tuhan cintai adalah jiwa-jiwa diselamatkan. Oleh karena itu, mari kita belajar seperti Musa: taat dan melangkah.

Di dalam kisah Nabi Elisa, Tuhan memerintahkan Elisa untuk datang kepada seorang Janda. Janda itu memiliki buli-buli minyak. Elisa meminta janda itu untuk mengumpulkan bejana dan menuangkan minyak dalam bejana-bejana itu. Ketika semua bejana itu penuh, berhentilah aliran minyak tersebut. Saya percaya kita akan memiliki aliran Roh Kudus kalau kita melayani orang lain. Belajar mengalirkan aliran itu kepada orang lain. Mungkin kita tidak tahu mau melayani apa. Belajarlah dari hal yang paling simple: mendoakan orang, mengunjungi dan memperhatikan orang lain. Setiap kita adalah bejananya Tuhan. Tetapi kalau tidak ada bejana yang perlu diisi, aliran itu tidak bisa mengalir lagi.  Sebagai bejana Tuhan, kita harus saling mengisi. Kita mengisi kehidupan sesama kita dengan Firman Tuhan, dengan kasih Tuhan.

Di atas tembok-tembokmu, hai Yerusalem, telah Kutempatkan pengintai-pengintai. Sepanjang hari dan sepanjang malam, mereka tidak akan pernah berdiam diri. Hai kamu yang harus mengingatkan TUHAN kepada Sion, janganlah kamu tinggal tenang dan janganlah biarkan Dia tinggal tenang, sampai Ia menegakkan Yerusalem dan sampai Ia membuatnya menjadi kemasyhuran di bumi.
Yesaya 62:6-7

Tugas seorang pengintai adalah menjaga suatu wilayah. Mereka menjaga dari atas tembok yang paling tinggi supaya dapat melihat dari kejauhan. Sehingga mereka tahu siapa yang mau masuk ke dalam wilayah mereka. Kalau ada musuh, mereka akan meniup sangkakala supaya rakyat yang ada di dalam tembok tersebut dapat bersiap-siap. Sama halnya kalau kita menjaga diri kita dengan baik, sebetulnya kita sedang menjaga keluarga kita, gereja kita, bahkan bangsa kita.

Ada banyak orang yang berkata, “Kalau aku gak sungguh-sungguh kerja untuk keluargaku, aku tidak mengangkat keluargaku, nanti bagaimana mereka??” Kita menganggap kita sendiri yang bisa memulihkan keluarga kita. Kita bisa meninggalkan panggilan Tuhan demi menjadi superhero untuk keluarga kita. Ada banyak orang yang berusaha membuktikan diri; mereka memenuhi panggilan mereka dan panggilan dari orang tua mereka, justru mereka tidak mendapatkan tanah perjanjian yang Tuhan janjikan. Tetapi kalau kita mengikuti rencana dan panggilan Tuhan, ada mimpi Tuhan yang jauh lebih besar untuk kita dan keluarga kita. Belajar taat.. Tuhan akan turun tangan, akan ada pemeliharan Tuhan buat kita dan keluarga kita.

Menjadi seorang penjaga, kita harus melihat dari tempat yag lebih tinggi. Kita harus melihat dengan pembedaan roh. Jadilah penjaga untuk anak-anak rohani, saudara, dan teman-teman kita. Ketika ada yang mengancam kehidupan mereka, jangan diam. Lakukan sesuatu, layani mereka, dan doakan mereka. Dan ketika kita mulai melakukan itu, aliran itu akan mulai muncul. Kalau kita diam, kita akan menjadi mengalami kematian rohani karena tidak mengalirkan sesuatu. Karena itu,  jangan pernah berhenti melayani Tuhan. Dan jika kita mengalirkan dari hidup kita, secara otomatis kita akan “dibersihkan dari dalam”

Apakah hari-hari ini kita menangisi jiwa-ijwa dalam doa-doa kita? Mari kita berdoa dan menangis untuk orang lain yang terhilang, tersesat, dan terluka. Sebab air mata kita seperti air yang dapat membajak tanah hati kita yang kering. Jangan biarkan hati kita menjadi tandus, tetapi terus alirkan, bahkan jadikan itu menjadi sungai yang mengalir bagi banyak orang. Mari kita melakukan pelayanan kita keluar dari tembok gereja. Pelayanan misi dan penginjilan kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan. Beritakan kebenaran dan keselamatan kepada mereka.

Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.
Yehezkiel 34:16

Tugas penjaga jiwa adalah mencari mereka yang terhilang, orang yang binasa, orang yang belum diselamat. Jangan kita pasif.. Kita mencari orang yang hilang, bukan tunggu mereka datang kepada kita. Untuk mencari yang terhilang ini, perlu tindakan dari kita. Yang tersesat dibawa pulang, artinya dipulihkan, ada restorasi dalam orang itu, sehingga ada pemulihan hubungannya dengan Kristus. Yang terluka dibalut dengan kasih. Yang sakit dikuatkan. Orang sakit adalah orang yang lemah. Mari kita yang sudah kuat, belajar menguatkan yang lain. Tuhan berkata dalam Yohanes 21:15-17, bahwa kalau kita mengasihi-Nya, gembalakanlah domba-domba bagi Tuhan. Artinya ada interaksi dengan jiwa-jiwa, mengingatkan, menjaga dan merawat mereka dengan kasih Kristus. Ini adalah tugas kita semua. Mari menjaga domba-domba Tuhan. Kalau kita memiliki sesuatu yang kita jaga, maka hidup kita akan lebih bermakna.

Evie MehitaHubunganPanggilanpemulihanPeperangan Rohani
Read more
  • Published in Sermons
No Comments

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Jangan Punya Roh Pasif

Monday, 21 May 2018 by Renee

“Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.”
Wahyu 3:15-16

Roh pasif berbicara tentang tidak berbuat apa-apa ketika Tuhan meminta kita untuk berbuat apa-apa.  Sama halnya dengan kisah Raja Benhadad dan Raja Ahab dalam 1 Raja-Raja 20:1-5, diceritakan bahwa Raja Ahab mengalami intimidasi karena dirinya dikepung. Dia memberikan semua yang menjadi miliknya kepada Raja Benhadad tanpa perlawanan sama sekali. Inilah salah satu gambaran dari roh pasif/ suam-suam kuku. Banyak anak Tuhan melihat sebuah perkara dan membiarkannya begitu saja; itu yang disebut dengan roh pasif.

“Maka berkumpullah segenap umat Israel di Silo, lalu mereka menempatkan Kemah Pertemuan di sana, karena negeri itu telah takluk kepada mereka. Pada waktu itu masih tinggal tujuh suku di antara orang Israel, yang belum mendapat bagian milik pusaka. Sebab itu berkatalah Yosua kepada orang Israel: “Berapa lama lagi kamu bermalas-malas, sehingga tidak pergi menduduki negeri yang telah diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu?”
Yosua 18:1-3

Kita sudah memiliki janji dari Tuhan. Tetapi jikalau kita hanya terpesona dan terbuai dengan nubuatan dan penglihatan tanpa melakukan apa-apa untuk mendapatkannya, kita tidak akan pernah bisa meraihnya. Mengapa Tuhan menunggu Samuel dilahirkan? Mengapa Tuhan tidak memakai generasi-generasi sebelumnya untuk menyatakan kemuliaan Tuhan? Karena Bangsa Israel tidak ada inisiatif untuk mencari Tuhan. Tidak ada satupun yang berdiri dan memecahkan kebuntuan. Tuhan menunggu Samuel, seorang yang mengerti isi hati Tuhan, yang dapat memecahkan keheningan surga, dan berjalan dalam kerinduan Tuhan.

Lalu berkatalah Elisa: “Dengarlah firman TUHAN. Beginilah firman TUHAN: Besok kira-kira waktu ini sesukat tepung yang terbaik akan berharga sesyikal dan dua sukat jelai akan berharga sesyikal di pintu gerbang Samaria.” Tetapi perwira, yang menjadi ajudan raja, menjawab abdi Allah, katanya: “Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?” Jawab abdi Allah: “Sesungguhnya, engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya.”
2 Raja-Raja 7:1-2

 

Roh yang meragukan kerinduan Tuhan dan roh pasif adalah roh yang berbahaya di dalam gereja Tuhan. Roh ini memiliki spirit seperti orang-orang Farisi. Kita mungkin hebat tentang Firman Tuhan atau pengetahuan agama kita, tetapi ketika kita tidak melakukan Firman Tuhan, kita adalah pembohong; kita tidak bertindak apapun, tidak memiliki gairah untuk kemuliaan nama Tuhan. Ketika kita tahu kerinduan Tuhan, tetapi tidak melakukannya, kita hanya akan melihat tetapi tidak dapat menikmatinya.

Bangunlah pelayananmu di hadapan Tuhan. Jika kita rindu membangun pelayanan kita di hadapan Tuhan, kita harus bertindak sesuatu. Sekecil apapun bagian kita, lakukanlah itu dengan segenap hati untuk Tuhan. Jika kita melakukannya, maka api akan turun dari sorga dan membakar setiap pelayanan kita. Tuhan tidak memakai orang-orang pandai, tetapi orang yang mau dipakai dan bersungguh hati kepada-Nya. Sudahkan anda melakukan pelayanan Kristus didalam hidupmu?

Hatimu adalah tempat  bagi Roh Tuhan. Jikalau hatimu tidak berkobar untuk Tuhan, kita sedang membuat Tuhan tidak diaktifkan dalam hidup kita.

Kita bisa melecehkan Bait Suci Tuhan. Bukan dengan perbuatan dosa, tetapi dengan tidak adanya pujian, penyembahan, dan pelayanan kepada Tuhan. Kita tidak boleh memiliki roh suam-suam kuku. Mari lumasi matamu dengan minyak dari Tuhan supaya kita dapat melihat apa yang Tuhan mau lihat. Pandang ladang-ladang Tuhan yang begitu luas di hadapanmu.

 

Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
Roma 12:11

 

Orang yang hidupnya berakar dan tertanam di dalam Tuhan pasti berbuah (Matius 13:18-23).
Apakah kita berdiam diri saja ketika Iblis berusaha mencuri banyak hal dalam hidup kita dan kita? Tidak akan terjadi apa-apa tanpa kita datang kepada Tuhan: berlutut, menjerit, menangis, dan berkata “Tuhan, apa yang harus aku lakukan?” Miliki Roh yang berapi-api seperti para rasul pada jaman dahulu. Hidup mereka dipenuhi dengan Roh Kudus dan berapi-api. Tunjukkan apimu! Bagaimana dunia bisa tahu kamu memiliki gairah mencintai Tuhan, jikalau kita hanya berdiam diri dan tidak melakukan apa-apa?

Orang yang memiliki roh pasif adalah mereka yang memiliki trauma dan luka yang mendalam
Mengapa banyak orang memiliki Roh Pasif? Pertama, karena mereka memiliki trauma dan luka yang mendalam. Bereskanlah trauma dan lukamu yang mendalam, sebab luka yang menjadi begitu besar membuatmu takut untuk melangkah kembali. Kedua, karena mereka terlalu sibuk dengan kejayaan masa lalu. Mereka membanggakan “ayah dan ibuku kaya… dulu kakekku konglomerat,” dsb. Kejayaan masa lampau akan membuat kita terlena, dan kita merasa bahwa kita akan baik-baik saja. Kita ini sedang mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan; beritakan Injil sampai ke ujung-ujung bumi. Kita harus mempunyai visi untuk menjangkau dan merawat jiwa-jiwa bagi Kristus!

 

“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”
Matius 13:44-46

Sudahkah engkau melakukannya? Yesus adalah mutiara paling berharga bagi kita. Apakah kita sudah beri seluruh hidup kita untuk kemuliaan nama Tuhan? Jika engkau melihat Yesus hari ini, engkau akan melihat Yesus akan menjangkau yang letih lesu, berbeban berat, dan yang terhilang; Dia tidak membangun mimpi dan kerajaanNya sendiri. Dia menyelamatkan yang terhilang. Jikalau engkau memiliki Roh Kudus di dalam dirimu, tunjukkan itu pada dunia bahwa engkau sungguh-sungguh memiliki kasih Tuhan! Janganlah engkau menjadi orang yang hanya bisa berkata-kata, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa. Dalam 2 Korintus 11:1-4, Paulus mengecam jemaat di Korintus. Mereka begitu pasif dengan Yesus lain yang diberitakan.Mereka menerima begitu saja tanpa perlawanan. Mereka pasif melihat setiap ketidakbenaran di sana; mereka tidak melakukan apa-apa.

Orang-orang Farisi tidak pernah peduli dengan orang-orang sakit di jalan. Mereka hanya mematuhi apa yang ada di dalam Kitab Taurat. Mereka tidak akan mau menolong orang lain pada hari sabat. Jangan menjadi kristen-kristen Farisi! Mereka begitu bangga dengan pengetahuan, padahal pengetahuan yang kita miliki akan lenyap. Tetapi kasih tidak berkesudahan. Apakah kamu memiliki kasih dalam hidupmu? Kristus adalah kasih. Barangsiapa tidak memiliki kasih, dia tidak memiliki Kristus.

 

Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!
2 Timotius 4 :5

 

Tunaikan tugas pelayananmu! Mari menginjil dan menangkan jiwa-jiwa dengan apa yang kemampuan yang kita miliki. Tuhan sedang berusaha untuk memanggil Samuel-Samuel muda yang mau mendengarkan apa yang menjadikan kerinduan Tuhan. Pada zaman Para Rasul, mereka rela memberitakan Injil walaupun mereka dianiaya; mereka memiliki api yang murni dari surga. Apa kita akan membiarkan iblis mengambil alih keluarga kita? Tidak! Ayo bangkit dan lawan. Tidak ada Rasul yang membiarkan diri mereka tanpa melakukan perlawanan yang kudus karena ketidakbenaran.

 

Kerinduan Tuhan dimulai dari hari ini; Jangan tunggu besok. Buang roh pasif dalam hidupmu. Memenangkan jiwa adalah intipati dari kekristenan. Lahirkan generasi-generasi yang takut akan Tuhan, yang akan memporak-porakporandakan negeri ini. Aku mau berikan hidupmu utk Tuhan. Mari tunaikan tugasmu sebagai pemberita Injil dan akhiri pertandingan dengan baik dan benar. Marilah kita hidup untuk Kristus, dan jangan tidak melakukan apapun. Bawa Tuhan tinggal dalam hidup kita. Buat spirit yg berbeda, buat sukacita yang berbeda, dan layani dengan api dari sorga!

Daniel Hadi ShaneKebangkitanlifestylePanggilanpemulihan
Read more
  • Published in The Shepherd's Voice
No Comments

Khotbah Ev. Evie Mehita : Katakan “TIDAK!” Pada Roh Pasif

Wednesday, 16 May 2018 by Renee

Alkisah ada seorang bapa yang memiliki dua anak laki-laki. Suatu ketika, ia pergi dan menyuruh anaknya yang pertama untuk mengerjakan kebun anggurnya. Si sulung dengan enteng mengiyakan, namun di akhir hari, ia tidak melangkahkan kakinya untuk melaksanakan amanat bapanya. Kemudian pergilah juga bapa tersebut pada anak keduanya. Si bungsu mengatakan dengan tegas bahwa ia enggan mengerjakan pekerjaan itu. Namun akhirnya, ia pun menyesal dan melakukan permintaan sang bapa.

Kutipan kisah dalam Matius 21:28–32 ini dapat menggambarkan dua sikap yang dilakukan satu orang pada waktu yang berbeda. Di satu waktu, kita bisa menjadi anak yang begitu manis pada awal perjalanan. Lalu datanglah badai pencobaan dan ketika iman kita diuji, kita dengan segera melupakan janji awal kita kepada Bapa Sorgawi. Pada saat yang lain, kita bisa menjadi anak yang begitu bandel dan ogah-ogahan ketika kita perlu memberikan nazar yang pasti. Tetapi pada saat yang menentukan, kita bisa merasa menyesal dan bertobat, kembali mengerjakan kerinduan Bapa Sorgawi kita. Dalam kelanjutan ilustrasi ini, diceritakan bahwa anak yang terakhirlah yang melakukan kehendak bapa. Tetapi yang menjadi sorotan kita pada kesempatan ini ialah sikap si sulung: bagaimana bisa seorang yang demikian tidak melakukan kehendak bapa?

Jawabannya terletak pada roh pasif. Apa sih roh pasif itu? Wahyu menyatakan secara implisit bahwa roh pasif merupakan keadaan stagnan akibat sikap suam-suam kuku. Roh pasif ialah keadaan ketika kita tidak melakukan apa-apa saat Tuhan menginginkan kita bergerak untuk mimpi-Nya. Tuhan sangat tidak menyukai keberadaan roh pasif, sampai-sampai Ia akan memuntahkan orang yang demikian dari mulut-Nya.

“Dan, kepada malaikat jemaat di Laodikia tuliskanlah: Inilah perkataan Sang Amin, saksi yang setia dan benar, awal dari segala ciptaan Allah: Aku tahu perbuatan-perbuatanmu, bahwa kamu tidak dingin ataupun panas. Alangkah baiknya jika kamu dingin atau panas.
Jadi, karena kamu hangat, tidak panas ataupun dingin, Aku akan memuntahkanmu dari mulut-Ku.

Wahyu 3:14-16

Roh pasif bisa berupa:

  1. Roh ketakutan.

Sebagai raja umat pilihan Allah, Ahab seharusnya menggantungkan diri kepada Bapa ketika mendapat intimidasi yang sangat besar. Terkepung dari segala arah oleh pasukan raja Aram bernama Benhadad, Ahab tidak melakukan apa-apa sama sekali, membiarkan dirinya tenggelam dalam roh ketakutan dan membiarkan kerajaannya direnggut. Roh ketakutan akan berujung pada roh pasif yang tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Tuhan.

 

  1. Roh kemalasan.

“Berapa lama lagi kamu bermalas-malas, sehingga tidak pergi menduduki negeri yang telah diberikan kepadamu oleh Tuhan nenek moyangmu?”
Yosua 18:3

Roh pasif bisa berupa roh kemalasan. Seperti ilustrasi pada bagian prolog, si sulung bisa saja berapi-api di awal, namun kemalasan bisa menerjang dirinya sehingga ia tidak mengerjakan apa yang dikehendaki oleh Tuhan. Terkadang, ladang sudah siap dipanen, tetapi roh pasif berupa kemalasan pribadi kita akan menghambat pertumbuhan jiwa dan roh kita dalam Tuhan.

  1. Roh yang meragukan kerinduan Tuhan

Dalam 2 Raja-raja 7:1–18, seorang ajudan raja menunjukkan kebimbangan atas sabda Tuhan yang disampaikan melalui nabi Elisa. Seperti Thomas yang tidak percaya, Elisa menyatakan kepada ajudan itu bahwa sesungguhnya orang yang tidak percaya akan ikut menyaksikan kuasa Allah, tetapi tidak akan ikut menikmati bagian di dalamnya. Roh pasif dan sikap yang tinggal diam saja akan membuat kita melewatkan begitu banyak hal dalam rencana Bapa. Ketika kita tidak percaya, Tuhan pun tidak akan menaruh tonggak kepercayaan-Nya dalam diri kita.

 

Cinta kepada Tuhan itu bagaikan api yang membara. Oleh karena itu, roh pasif dan suam-suam-suam kuku akan membunuh dan membinasakan api cinta itu. Bagaimana seseorang dapat mempertahankan kasih dengan bersikap pasif? Bahwasanya cinta berbicara tentang pengorbanan nyata terhadap orang yang kita kasihi. Tuhan menghendaki orang yang berapi-api untuk memiliki buah berkali-kali lipat, tetapi orang yang suam-suam kuku tidak berakar dengan benar. Seperti yang diberitakan Paulus dalam Roma 12:11, #JanganKasihKendor atas ketekunan dan kerajinan kita dalam Tuhan! Haleluya!

Evie MehitaHubunganKebangkitanlifestyleManusia BaruPanggilanpemulihan
Read more
  • Published in Sermons
No Comments
  • 1
  • 2
  • 3

RSS Rahasia Hati

  • 3 Penghalang Ciptaan Baru
  • Pelajaran Mengenai Kapak yang Tumpul
  • Sulitkah Hidup Kudus?
  • Kisah Cangkir yang Cantik
  • Disertai Roh Kudus dan Roh Kudus Tinggal Dalam Kita

© 2015. All rights reserved. Buy Kallyas Theme.

TOP