News & Events
Doakan dan bergabunglah bersama kami dalam kegerakan Tuhan di akhir zaman.
Fellowship Recom : Immanuel “Arise”
Recom Immanuel merupakan salah satu recom yang berada dibawah naungan gereja CMC (Christ Mercy Center). Pada tanggal 11-12 Februari 2017, Recom Immanuel melakukan fellowship selama 2 hari 2 malam di Villa Taman Telaga Surabaya Barat. Fellowship kali ini bertemakan “Arise” yang memiliki maksud untuk bangkit dari segala keterpurukan dan berbalik kembali kepada Tuhan dan menjadi lebih baik lagi serta bersemangat melayani Tuhan. Tujuan diadakannya fellowship kali ini adalah selain untuk membangun hubungan yang lebih harmonis didalam keluarga rohani, juga untuk mengajarkan bahwa peperangan kita yang sesungguhnya adalah melawan si jahat dan kita sebagai anak Tuhan belajar untuk mulai pikul salib setiap hari.
- Published in News & Events
PIC (Pro-M Impact City) : Conflict Management (Manajemen Konflik)
Dalam berorganisasi, konflik merupakan hal yang selalu dapat kita alami. Entah dengan rekan sesama anggota, rekan kerja atau dengan pimpinan atau atasan. Oleh karena itu, diperlukan jurus jitu untuk menangani konflik tersebut agar konflik itu tidak berlarut-larut dan bahkan berujung dengan dampak yang negatif bagi pertumbuhan karakter dan rohani kita. Berlatar belakang itulah, PIC bulan ini kembali melaksanakan seminar dewasa muda yang bertemakan Conflict Management dengan menghadirkan Pembicara Tamu Bapak Ir. Benny Lianto Effendy Sabema, M.M.B.A.T yang merupakan Direktur Politeknik Universitas Surabaya.
Sebagai pembuka, pembicara membagi 4 organisasi yang pengelolaan konfliknya dinilai paling sulit yaitu :
- Rumah Sakit
- Perguruan Tinggi
- Gereja
- Rumah Tangga
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai penanganan konflik yang baik, kita harus sama-sama menanamkan dalam mindset kita bahwa :
- Published in News & Events
Fellowship Recom : Efata “Sang Pahlawan”
“Pahlawan yang sejati bukan hanya mampu menyerang, tetapi juga mampu bertahan dan bangkit”
Salah satu revival community di Surabaya Barat, Recom Efata, kembali mengadakan fellowship pada tanggal 18-19 Februari 2017. Fellowship yang diadakan di Trawas ini diikuti oleh 25 peserta. Bertemakan “Sang Pahlawan”, fellowship ini diadakan dengan tujuan untuk mempersiapkan setiap anggota menjadi pahlawan Tuhan yang sejati. Selain itu, acara ini diadakan juga untuk mempererat tali persaudaraan dalam keluarga rohani; bisa lebih lagi mengenal keluarga dan saudara-saudari rohaninya, dapat mengalami Tuhan semakin lebih lagi, semakin berkomitmen dalam recom juga berkomitmen melayani di manapun tempat yang dipercayakan pada mereka. Ada banyak acara seru yang diadakan dalam fellowship ini, diantaranya; sesi-sesi Firman tentang pahlawan Tuhan, Hunting Time, ice breaking, pajamas night (KTB), My Hero, dan quality time bersama keluarga rohani.
Di hari pertama, seluruh peserta fellowship berangkat bersama pukul 9 pagi dari Surabaya menuju ke Vila Vanda Trawas. Sesampainya di sana, semua anak berkumpul terlebih dahulu untuk pembacaan peraturan dan tata tertib selama fellowship, bermain My Hero; My Hero ini sebenarnya permainan “My Angel” namun karena tema fellowship kali ini tentang Pahlawan, maka nama permainan juga disesuaikan, lalu juga pembagian kelompok yang dibagi dalam 3 kelompok, yaitu Kelompok Perisai, Zirah, dan Pedang. Kelompok ini digunakan untuk semua kegiatan selama fellowship ini berlangsung. Setelah pembagian kamar dan istirahat, ada sesi 1 tentang “Hati yang Berbalik.” Sesi ini berbicara tentang bagaimana kita sebagai anak-anak Tuhan harus memiliki hati yang berbalik kepada Bapa, supaya kita memiliki hati yang melekat kepadaNya dan mengerti kerinduanNya. Sesi 1 selesai dilanjutkan dengan senam bersama untuk menghangatkan tubuh karena dinginnya cuaca yang pada saat itu hujan deras, selesainya kita bermain Teka Teki Sabar yang dibawakan oleh The Sister; Eveline & Elenita. Di hari yang sama, ada sesi ke-2 yang berbicara tentang “Sang Pahlawan.” Dalam sesi ini ditekankan bahwa kita harus menjadi pahlawan-pahlawan Tuhan yang tidak tanggung-tanggung dalam menyerang musuh. Selain itu, poin penting dari sesi ini adalah bahwa pahlawan-pahlawan Tuhan yang sejati adalah orang-orang yang bangkit dari masalah-masalah diri, mampu melawan musuh-musuh di udara, dan memperjuangkan mimpi Tuhan. Usai sesi 2 semua peserta melanjutkan acara “Pajamas Night” yaitu malam KTB bersama pembimbing-pembimbing yang ada, lalu di akhiri dengan istirahat.
Hari kedua diawali dengan doa pagi dan sarapan, setelah itu seluruh peserta mempersiapkan diri untuk games outdoor “Hunting Time”. Seluruh peserta sangat menikmati kegiatan outdoor yang terdiri dari 8 pos games tersebut. Permainan yang dilakukan antara lain Soul Hunter (tentang memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan), Listen to Me (mendengarkan sesama dan kerendahan hati), Make it Clean (kemurnian), Way of Salvation (kebaikan hati dan bayar harga), Breath of Life (ketekunan dan kerjasama tim), The Law of Love (hukum kasih), Listen to Me part 2 (mendengarkan instruksi dengan teliti), dan Rise of the Choosen (kebangkitan pahlawan Tuhan juga kesabaran). Dalam pos-pos ini ada 3 pos yang berkelanjutan, yaitu pos “Listen To Me, Way of Salvation, dan The Law of Love”. Dalam pos Listen To Me akan ada salah satu teman yang akan menjadi tawanan karena dianggap menjadi “beban” bagi anggota tim yang nantinya akan perjuangkan kembali oleh tim pada pos The Way of Salvation, kemudian mereka akan menjemput dan membebaskan temannya dan saling pemberesan hati pada pos The Way of Love. Karena sepintar, kuat dan gagahnya pahlawan namun tanpa ada kasih yang mendasari semua tindakannya akan percuma dimata Tuhan.
Dibalik kegiatan Hunting Time ini sesungguhnya setiap tim yang sudah dibagi merupakan satu kesatuan yang utuh, bukan menjadi sebuah tim individu yang berkompetisi melawan tim lain. Karena nama mereka Zirah, Pedang, dan Perisai. Seorang pahlawan tidak mungkin hanya menggunakan satu dari ketiga hal tersebut; melainkan semuanya. Maka dari itu kunci kemenangan dapat dilihat apabila ketiga tim bekerja sama menjadi satu kesatuan dan menemukan pesan Tuhan yang tersembunyi secara bersamaan. Pesan yang tersembunyi sudah disebarkan berupa quote-quote yang ditempel dalam setiap perjalanan mereka menuju pos, juga berupa sebuah hint yang ada di tiap-tiap pos dan akan didapatkan apabila tim memenangkan tantangan dalam setiap pos. Jika seluruh tim mengumpulkan hint-hint yang didapatkan menjadi satu maka mereka akan dengan mudahnya memecahkan pesan yang tersembunyi. Pesan ini ialah “Zefanya 3:17”.
Akhir dari hari kedua ditutup oleh sesi 3 tentang “Satu visi, Satu hati, Satu tujuan”. Sesi ini berbicara tentang tujuan kita sebagai anak-anak Tuhan, yaitu untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang bagi Tuhan. Selain itu, menjadi seorang pahlawan-pahlawan Tuhan, kita harus bersatu hati dalam berjuang bagi Tuhan. Kesatuan visi/tujuan dan kesatuan hati, itulah kunci utama dalam memenangkan setiap peperangan yang ada. Setelah itu ditutup dengan pengungkapan game My Hero, juga hasil dari Hunting Time. Tak lupa juga di akhir fellowship ini semua peserta berfoto bersama, hingga akhirnya meninggalkan Trawas dan kembali ke Surabaya. Kami berharap untuk kedepannya agar peserta fellowship benar-benar dapat semakin mengenal Bapa, dan mengalami perjumpaan pribadi dengan Bapa, dapat lebih mengerti tujuan hidupnya dan semakin berkomitmen dan berkarya dalam Tuhan.
- Published in News & Events
Fellowship Recom : Eben-Haezer “For The Sake Of The Christ”
Tanggal 29 April hingga 1 Mei 2017 Recom Eben-Haezer melakukan fellowship di Villa Grand Trawas selama 3 hari 2 malam dengan tema “FOR THE SAKE OF THE CHRIST”. Apabila diartikan dalam bahasa Indonesia tema fellowship ini berarti ”DEMI KEPENTINGAN KRISTUS”. Tema ini diangkat berdasarkan semakin banyaknya jiwa-jiwa yang menjauh dari Kristus demi kepentingan dirinya sendiri dan kepentingan duniawi.
Kepentingan duniawi banyak membuat anak muda tergiur dengan keinginan tersebut dengan menghalalkan segala cara termasuk melakukan dosa-dosa untuk mencapai kepentingannya. Oleh karena itu, tema ini diangkat agar kita dapat menyadari betapa pentingnya mengutamakan kepentingan Kristus di atas segalanya dan menjadikan Kristus sebagai prioritas utama dalam hidup ini. Ketika kita belajar meletakkan kepentingan Kristus menjadi yang terutama, maka kita dapat berkarya maksimal lebih lagi untuk Kerajaan Tuhan, di mana sebaiknya kita harus belajar untuk menyerahkan freewill atau kehendak bebas agar seluruh hidup kita berpusat pada Kristus.
- Published in News & Events
PIC (Pro-M Impact City) : Love Hunting or Hunted?
Proses pendekatan (alias PDKT) merupakan proses yang sangat menentukan dalam keberhasilan sebuah hubungan pria dan wanita karena segala wujud sikap dan perhatian yang kita berikan pada lawan jenis yang kita sukai akan menentukan seberapa jauh kita mengenalnya dan akan dibawa ke arah mana kedekatan tersebut. Hal inilah yang menarik pengurus PIC untuk mengangkat tema LOVE Hunted or Hunting? Pada Ibadah bulanan PIC Sabtu 22 April 2017 lalu.
Meskipun cinta seharusnya merupakan sesuatu yang sederhana dan jelas (hanya berbicara tentang aku cinta dia atau tidak), namun kenyataannya cinta diakui merupakan sesuatu yang sering membuat galau dan gelisah, hal ini dikarenakan berbagai macam hal antara lain komunikasi.
Bagaimana mengetahui dia memiliki perasaan pada kita?
Apakah boleh bagi seorang wanita untuk menyatakan cinta duluan?
Berapa lama yang diperlukan untuk menunggu kepastian perasaan seseorang terhadap kita?
Berbagai macam pertanyaan seputar cinta seringkali muncul dalam benak kita dan masih banyak lagi pertanyaan yang mungkin bergelayut dalam hati kita, yang tidak jarang membuat kita bisa uring-uringan bahkan sampai tidur pun tak nyaman. Dalam seminar LOVE Hunted or Hunting? Pdt Daniel Hadi Shane mengangkat ayat alkitab dalam 2 Petrus 1 : 3-7 untuk mengingatkan kita kembali mengenai esensi makna dari “Kesetaraan Gender” yang akhir-akhir ini sudah sangat menyimpang dari maksud dan tujuan awal penggagasnya, yaitu R.A Kartini, karena akhirnya kesetaraan gender justru menjadikan kaum wanita mengambil alih peranan para pria sehingga akhirnya menyalahi kodrat ilahi yang sudah ditentukan.
Pria diciptakan sebagai pemimpin yang berarti seorang pria harus dapat menjadi decision maker, yaitu sosok yang harus dapat mengambil keputusan dan mampu mencukupi kebutuhan. Sedangkan wanita diciptakan sebagai penolong yang sepadan bagi pria, bukan diciptakan untuk mengganti peranan pria.
Kita harus memahami adanya tingkatan dalam berpasangan yaitu :
- Pria yang Menjadi Pemimpin dan Wanita sebagai Penolong
Ini merupakan tingkat teratas dan tingkatan yang sesuai dengan kerinduan hati Tuhan, dimana baik pria maupun wanita sama-sama mencintai Tuhan, sama-sama memiliki visi dan misi dan saling mendukung didalam doa. Setiap pria atau wanita yang belum mempunyai karakter demikian, maka akan sangat berbahaya saat melewati masa pernikahan.
- Pasangan/Pendamping
Ini adalah tingkatan yang lebih baik dari 2 tingkatan di bawah karena pada tingkatan ini, hubungan berpasangan antara pria dan wanita tidak menjadi batu sandungan, hanya saja masing-masing pihak masih tidak memahami peranan masing-masing sehingga masih ada tekanan yang dilakukan pria/ wanita terhadap pasangannya
- Perongrong
Ini adalah tingkatan dimana pria dan wanita memiliki peranan yang tertukar, dimana pria dan wanita sama-sama saling berusaha mengendalikan pasangannya dengan ancaman, Pria atau wanita yang berada pada tingkatan ini sama-sama tidak menunjukkan sikap mereka yang sebenarnya kepada pasangan.
- Penggoda
Pada tingkatan terbawah ini, pria maupun wanita cenderung tertarik pada pasangannya dikarenakan kelebihan fisik yang dimiliki pasangan. Pria atau wanita penggoda selalu menonjolkan kelebihan fisik yang ia miliki untuk menarik perhatian calon pasangannya.
Kesetaraan Gender bukanlah berarti mengambil peranan pasangan kita.
Lalu bagaimana dalam hal wanita yang ingin menyatakan perasaannya lebih dahulu pada pria? Kembali lagi ingatlah mengenai kodrat ilahi wanita. Kita harus belajar dari sosok Ribka. Perempuan hanya dapat memberikan sebatas signal pada pria, atau dengan menggunakan perantara, namun tetap pada prinsipnya prialah yang harus mengambil tindakan.
Pesan bagi para Wanita adalah ingatlah Wanita harus membuka diri namun tidak menjual diri. Bebas namun tetap terikat, terikat dengan Firman Tuhan tentunya. Jadi dalam bergaul tetap mengingat filternya yaitu Firman Tuhan. Jangan membatasi pergaulanmu karena Tuhan bisa mempertemukan kamu dimana pun dengan pasanganmu, seperti gereja, komunitas rohani, tempat kerja dan di tempat-tempat lainnya yang Tuhan ijinkan.
Pembicara juga mengingatkan bahwa pria tidak boleh berburu wanita karena cinta bukanlah cinta jika terlalu banyak pilihan, jadi jangan menebarkan jala ke banyak wanita. Begitu pula sebaliknya, wanita juga tidak boleh mendekati banyak pria, karena Anda akan dipermalukan jika Anda menjual cinta kemana-mana. Pria atau wanita yang sedang mendekati lawan jenisnya harus belajar setia mendekati hanya satu orang saja, mendoakannya dan menyelesaikannya. Menyelesaikan dalam arti setia menunggu sampai kita tahu dengan pasti orang tersebut dari Tuhan atau tidak, apakah orang yang didoakan tersebut juga memiliki perasaan yang sama atau tidak.
Hal terpenting sebelum kita membangun sebuah hubungan adalah memastikan bahwa kita sudah beres dalam area godaan seksual, serta pastikan motivasi kita berpasangan bukan untuk mengisi kesepian kita. Rasa kesepian yang sangat akan menimbulkan perasaan-perasaan yang palsu. Ingat! Rasa kesepian hanya dapat diisi oleh pribadi Yesus.
Setelah pembicara membagikan hal-hal yang penting dalam membangun sebuah hubungan, sesi tanya jawab pun dimulai, Dewasa muda yang hadir sangat antusias bertanya mengenai hal-hal berpasangan mulai dari masalah PHP (Pemberi Harapan Palsu) dan Baper (Bawa Perasaan), mencari pasangan lewat biro jodoh, sampai kepada permasalahan Move On. Karena begitu menarik dan hangatnya sesi tanya jawab sampai waktu pun tidak terasa.
Di Bulan Mei, PIC masih akan mengadakan Seminar Dewasa Muda dengan Tema Personal Leadership yang akan menghadirkan Pembicara Tamu. Jadi jangan lewatkan untuk datang pada Seminar PIC di tanggal 6 Mei 2017 dan ajak teman-teman Dewasa Muda lainnya. ^^
- Published in News & Events, The Shepherd's Voice
Pelantikan Pelayan Tuhan Baru Angkatan X Tahun 2016 – 2017
Setelah mengikuti training selama kurang lebih 6 bulan, calon pelayan Tuhan angkatan X akhirnya diresmikan menjadi pelayan Tuhan CMC pada hari Minggu, 19 Maret 2017 kemarin. Pelantikan pelayan Tuhan baru kemarin sekaligus merayakan hari ulang tahun Christ Mercy Center Church yang jatuh pada hari Selasa, 14 Maret 2017 yang ke 12 tahun.
Christ Mercy Center berdiri secara resmi pada tanggal 14 Maret 2005 dengan kerinduan yang didapat setelah sekian lama. Tentu saja selama 12 tahun berdirinya gereja Christ Mercy Center, ada begitu banyak hal yang telah dilalui dan tanpa penyertaan Tuhan, mimpi yang didapat hanyalah sebatas mimpi. Tapi selama 12 tahun perjalanan, mimpi-mimpi, kerinduan-kerinduan yang Tuhan berikan, satu demi satu dapat terjadi.
- Published in News & Events
PIC (Pro-M Impact City) : How Strong You Can Be
Setelah proses polling dilakukan untuk memilih tema di bulan ini, maka terpilihlah 1 tema berdasarkan hasil polling terbanyak, yaitu How Strong You Can Be. Berbeda dari even PIC sebelumnya yang selalu diakhiri dengan sesi tanya jawab, kali ini PIC dikemas dengan konsep ibadah, hal ini dirasa perlu agar dewasa muda dapat merasakan suasana yang berbeda.
Dalam ibadah PIC bulan ini kita diajak belajar bersama melalui tokoh Elia dalam 1 Raja-Raja 19:1-4. Sosok yang kuat seperti Elia pun dapat mengalami masa di mana ia merasa lelah dan rohnya menjadi remuk, yaitu saat ia harus menghadapi Izebel sehingga ia melarikan diri ke Bersyeba dan meninggalkan bujangnya. Bahkan Elia menyampaikan keluh kesahnya kepada Tuhan dan meminta agar Tuhan mencabut saja nyawanya. Hingga pada akhirnya Tuhan sendirilah yang memulihkan keadaannya.
- Published in News & Events
Retreat Training Pelayan Baru CMC 2016
Retreat Training pelayan Tuhan baru diadakan kembali, setelah para peserta mengikuti kurang lebih 9 kali pertemuan yang tiap minggunya diisi dengan pemberian materi untuk memperlengkapi para peserta training selain itu juga ada praktek 7 voice. Sebelum mereka nantinya mereka ditabiskan atau mengikuti ujian tulis, tibalah waktunya untuk para peserta training pelayan untuk mengikuti retreat di luar kota sebagai bagian dari Training itu sendiri. Training ini sendiri bertujuan untuk mendidik maupub memperlengkapi para calon pelayan Tuhan agar siap dalam hal karakter maupun rasa memiliki terhadap visi misi gereja CMC, serta siap menjadi tentara-tentara Tuhan dibarisan terdepan.
- Published in News & Events














