Khotbah Ev.Evie Mehita – Mendapat Perkenanan ALLAH
MENDAPAT PERKENANAN ALLAH
Saudara, di dalam alkitab kita dapat menemukan ada dua tipe perhambaan, yang pertama hamba dosa dan hamba Kebenaran. Apa yang dimaksud dengan hamba/budak? Bila saudara menjadi bu
dak rokok maka saudara tidak bisa hidup tanpa merokok. Budak dosa berarti tidak bisa lepas dan hidup di luar dari dosa itu, selalu ingin berbuat dosa. Misal pikiran kotor, di mana-mana selalu berpikiran kotor, budak makanan, ke mana mana ingin makan yang enak dan mahal, tidak bisa dengan makanan yang sederhana. Budak dosa, apakah saudara masih menjadi budak dosa? Apa arti kata suci/saleh? Kata suci/saleh berasal dari bahasa Arab yaitu Soleh. Saat kita berpindah dari gelap ke terang, maka kita tidak bisa menjadi budak dosa lagi, tapi menjadi budak kebenaran. Sehingga bila kita tidak melakukan kebenaran maka kita merasa kehilangan sesuatu.
“Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging, mereka yang hidup
menurut Roh , memikirkan hal-hal yang dari Roh” (Roma 8:5)
Dari firman diatas kita temukan dua tipe yaitu orang yang hidup menurut daging dan hidup menurut Roh. Mereka yang hidup menurut daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. Orang-orang yang hidup oleh Roh adalah orang-orang yang hidup dipimpin oleh Roh. Ini adalah suatu perjuangan !!! Kenyataan di dalam gereja Tuhan, apakah banyak diantara anak-anak Tuhan yang sudah hidup dipimpin Roh Kudus?
“ Sebab kita tahu, bahwa hukum Taurat adalah rohani, tetapi aku bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa. Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat. Jadi jika aku perbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik. Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku” (Roma 7:14-17)
“Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku. Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?” (Roma 7:22-24)
Pernahkah dalam hidup kita, terkadang kita begitu semangat, terkadang kita malas ke gereja, terkadang marah dan kecewa sama Tuhan, terkadang kita merasa malas pelayanan? Itulah yang terjadi, karena memang tiap hari kita harus berjuang dengan daging. Suatu ketika saat saya harus melayani Firman di SMA GRACIA, jujur saat itu saya lagi tidak ingin melayani, tapi hanya ingin duduk diam. Tapi saat saya berdoa, Tuhan berkata bahwa saya harus kesana. Tuhan memberikan saya firman Yesaya 58, untuk mementingkan urusanKu daripada urusanmu, memetingkan perasaanKU daripada perasaanmu, memetingkan kepentingan kerajaanKU. Kita yang melayani, harus belajar satu hal bahwa kita harus selalu belajar untuk bersentuhan dengan jiwa-jiwa, jika tidak kita akan kering dan lemah, tidak hanya program, dan skill saat melayani, misal pelayanan musik.
Apa sebenarnya suci/saleh itu? Benarkah kita bisa suci/saleh? Mari kita lihat Yesaya 64:6 “Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor;…..”
Semua kita tentunya ingin menjadi orang yang suci dan saleh. Tapi firman Tuhan berkata bahwa kesalehan kita seperti kain kotor. Saat kita melayani Tuhan dengan kekudusan dan kesucian hal itu dianggap sebagai kain kotor, bagaimana saat kita melayani Tuhan saat kita masih berbuat dosa? Kesalehan kita saja dianggap sebagai kain kotor, apalagi saat kita masih berdosa, mungkin kita dianggap sebagai sampah. Jadi bagaimana? Apa yang harus kita lakukan? Yang harus kita lakukan adalah kita datang dibawah kaki Tuhan, dan minum air dari sungai kehidupanNya, penyembahan (proskuneo). Layani Tuhan berarti menyembah Tuhan, seperti seekor anjing menjilat kaki tuannya. Saudara, ada seorang anak yang berkata pada saya bahwa saat ia melayani Tuhan maka ia merasa Tuhan semakin sayang sama dia, tapi saat ia tidak melayani maka Tuhan sudah tidak mengasihinya. Ini cara pandang yang salah!!! Tuhan mengasihi kita 100%, harga pas, tidak peduli kita pelayanan atau tidak. Namun karena kita mengasihi Tuhan, kita belajar untuk melayani Tuhan, karena tiap anak-anakNya punya kesan dihati Tuhan. Kesan itu berbeda, tiap kita punya kesan yang berbeda di hati Tuhan, ada anak-anak Nya yang menyentuh hatiNya dan bisa dekat denganNya karena bisa memberi kesan dihatiNya.
Saudara, yang penting yang perlu kita lakukan adalah melemahkan sifat dosa. Ada 4 hal bagaimana cara kita melemahkan sifat dosa :
-
Puasa yaitu jangan diberi makan kelemahan yang bisa membuat kita jatuh dalam dosa (hawa nafsu yang berlebihan, hati-hati segala sesuatu yang terlalu berlebihan!) Kita harus puasa, puasa bisa dalam bentuk puasa makan, atau puasa nafsu belanja, puasa pikiran kotor, puasa terhadap seseorang dll)
-
Lari dari pencobaan dan jangan pernah mempertimbangkan dosa. Yusuf tidak mempertimbangkan dosa, Daud mempertimbangkan dosa sehingga ia jatuh dalam dosa.
-
Membawa pikiran kita kepada Kristus (2 Kor 10:5) menawan pikiran kita dan menaklukkan/tunduk kepada Kristus. Pikiran merupakan peperangan terbesar anak Tuhan, karena dengan pikiran kita bisa memikirkan dan mengimajinasi apa pun.
-
Jangan mengasihi dunia dan yang ada di dalamnya.
Saudara, percayalah setiap saat iblis berusaha menyusup dalam hidup kita untuk mengambil jiwa kita, kita harus sungguh-sungguh menjaga hidup dan jiwa kita. Mari saudara, tetap kuat dan berjaga-jaga, dan layanilah Tuhan dengan hati dan jangan merasa terbeban.
Khotbah Ev.Evie Mehita


