Regenerasi Dalam Gereja
Oleh Christin Jedidah
Saudara, sadarkah kita bahwa Indonesia membutuhkan re-generasi? Begitu juga dalam kerohanian re-generasi begitu penting. Mengapa setelah kitab Yosua ada kitab Hakim-hakim? Karena tidak terjadi regenerasi setelah generasi Yosua, begitu pula dengan kepemimpinan Elia meregenerasi pada Elisa yang memiliki jubah/urapan dua kali lipat, tetapi Elisa gagal meregenerasi kepada Gehazi atau hambanya yang lain. Betapa pentingnya suatu regenerasi yang baik, untuk bisa mentransferkan visi dan urapan/jubah dari suatu generasi ke generasi berikutnya.
Saudara, di akhir zaman ini saya melihat begitu banyak terjadi penyesatan dimana-mana, yang heboh hari-hari ini bahwa Tuhan Yesus akan datang kedua kali tanggal 21 Mei 2012, mereka pun mengeluarkan statement tersebut dengan bukti-bukti Alkitabiah yang mereka pakai sebagai dasar, tidak hanya itu banyak gereja-gereja Tuhan yang ditutup antara lain di Mojokerto, Sidoarjo. Bahkan beberapa waktu yang lalu sudah ada proposal bahwa di Surabaya akan dilakukan penutupan gereja secara serentak, jadi tidak boleh gereja ada di mall, restoran, ruko, intinya gereja harus dalam bentuk bangunan gereja, tanahnya untuk gereja, dan disetujui oleh 5 pemuka agama di daerah sekitar gereja tersebut.
Inilah zaman-zaman aniaya, gereja akan mengalami penganiayaan, bahkan untuk bisa beribadah akan sulit, mungkin suatu saat ibadah kita di gua-gua, atau di pegunungan untuk itu kita perlu memperkuat komunitas kita. Di berita TV saya melihat teroris telah menguasai teknologi, menggunakan media maya sebagai alat misinya untuk merekrut banyak orang untuk mengikutinya, melalui cuci otak supaya seseorang tersebut otaknya bisa dipengaruhi untuk mengikuti suatu ajaran tertentu, berhati-hatilah saudara tapi percayalah orang percaya tidak mungkin bisa di cuci otak bila ada Yesus di dalam kita. Indonesia juga mengalami krisis kepercayaan terhadap pemimpin, hal ini tentu tidak baik untuk pemerintahan di Indonesia.
Di kitab Matius 3:15 “Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Tujuan Tuhan datang ke dunia adalah menggenapi kehendak Allah. Selama hidup Yesus di bumi, Ia selalu berbicara mengenai kehendak Bapa, menyelesaikan kehendak Bapa, dimanapun Dia berada. Saat Ia bekerja sebagai tukang kayu, Ia selalu berpusat kepada Bapa. Tuhan berpenampilan sederhana, namun dari tingkah lakunya, perkataanNya yang menunjukkan Ia adalah orang yang mempunyai kuasa.
Saudara saya mau ingatkan, visi kita adalah menggenapi kehendak Allah. Kenapa suatu generasi kepemimpinan bisa putus atau terjadi kekosongan kepemimpinan, salah satunya adalah jika generasi yang berikutnya tidak tertanam dalam visi, memiliki visi, bahkan memperjuangkan visi Tuhan dalam generasi dan zamannya. Saudara, Indonesia perlu perubahan dan dampak, dimulai dari kita sebagai generasi muda. Saudara, visi membutuhkan doa dan kedekatan dengan Yesus. Karena tanpa kedekatan dengan Tuhan Yesus, maka visi kita adalah visi dunia, visi dari ambisi kita sendiri dan bukan kehendak Tuhan. Orang-orang di luar pun bisa memiliki visi, hati-hati saudara kita harus mengecek visi kita apakah merupakan visi kerajaan Allah atau visi pribadi (kerajaan pribadi), perlu kerendahan hati dan kejujuran untuk dibongkar Tuhan dan dimurnikan Tuhan.
Cara supaya kita bisa memiliki Visi yang datangnya dari Tuhan :
-
Perhatikan kondisi sekeliling kita, apa yang menjadi kebutuhan disekeliling kita. Seperti contohnya Mother Teresa, Ia bisa melihat kondisi sekelilingnya bahwa begitu banyak orang-orang yang miskin, sakit, dan terlantar. Dari sini Tuhan bisa memberi visi padanya.
-
Lihatlah ke masa depan kita, mulai pikirkan dan renungkan 5 tahun, 3 tahun atau 1 tahun kedepan aku mau jadi apa. Intinya bukan mau jadi apa, tapi dampak apa yang mau engkau berikan ke depan. Tapi ingat saudara, harus di doakan dulu, sekali lagi bukan untuk kerajaan kita sendiri tapi untuk kerajaan Allah. Banyak hal yang bisa kita lakukan, kita sungguh minta hikmat dan wahyu Tuhan, belajar untuk tanya Tuhan, supaya kita kreatif dan tepat untuk memberi dampak. Apapun kemampuan saudara, kembangkan itu supaya bisa memberkati banyak orang. Maksimalkan kemampuan kita yang terbaik untuk memberikan dampak buat orang lain.
-
Mata kita harus melihat ke atas. Saudara, ini penting, karena sekali lagi banyak visi yang timbul karena ambisi pribadi kita, belajar untuk memiliki tujuan bagi kerajaan Allah, motivasi kita adalah untuk memuliakan nama Tuhan.
-
Melihat diri kita sendiri. Kita harus cari tau, Tuhan memberikan talenta, kemampuan apa dalam hidup kita pribadi. Saudara, kita sangat tidak asing dengan nama Walt Disney, ternyata ada cerita dibalik nama yang terkenal ini, waktu ia masih kecil ternyata ia bekerja sebagai loper koran yang tidak dibayar karena mau membantu orangtuanya, ia hidup dalam kemiskinan, karena orangtuanya kehilangan pekerjaaan, karena ia ingin mengubah hidup, saat menginjak dewasa ia sekolah tentara. Ia pun juga pernah melamar pekerjaan menjadi artis tapi ditolak berkali-kali, sampai suatu hari dia sadar bahwa dia suka menggambar, ia mencoba untuk menggambar tokoh kartun, dan memasukkannya ke perusahaan kartun, ternyata tanpa disangka-sangka gambarnya sangat disukai, dan diterima oleh perusahaan tersebut. Saudara ini contoh yang baik, kita belajar untuk menggali kemampuan diri kita. Karena saya percaya setiap kita punya talenta minimal 1 talenta seperti dalam perumpamaan Talenta di Alkitab.
Saya mau bagikan apa yang menghalangi kita menangkap visi Tuhan
-
Kita belum beres dengan diri kita, kita menjadi orang yang belum dipulihkan, luka-luka masa lalu atau orang tua. Karena orang yang masih luka, akan bingung dan sibuk mengurus lukanya, masih ribut dengan dirinya sendiri, sehingga tidak bisa maksimal dalam visi Tuhan.
-
Karena kita kebingungan apa yang menjadi bagian Tuhan dan apa yang menjadi bagian kita, sehingga membuat kita stress, dan bahkan parahnya kita bisa merusak pekerjaaan Tuhan.
-
Tidak mau belajar, karena kita ada dalam zona nyaman, puas dengan kondisi kita, tidak pernah mau maju. Hati-hati dengan mental seperti ini.
-
Tidak bisa bekerja sama dalam satu tim, tidak bisa tunduk pada pemimpin. Ini yang seringkali menghambat anak-anak Tuhan, kita juga memerlukan kesatuan.
-
Jadilah pemilik visi, bahkan jika memang kita ditetapkan Tuhan untuk menjadi perintis bagi kerajaan Allah, jadilah perintis-perintis yang mau bayar harga dan berkorban. AMIN
