Khotbah Ev. Christin Jedidah-Berakar di dalam Kristus
BERAKAR DI DALAM KRISTUS
Saudara, kita sebagai orang Kristen harus berakar didalam Kristus. Kita memiliki dasar kekristenan yang berbeda-beda saat pertamakali kita percaya kepada Kristus. Percayakah saudara bahwa saudara ada sekarang adalah hasil taburan sejak kecil? Lingkungan di sekeliling kita, orangtua kita, kepada siapa kita bergaul, mungkin saat disekolah minggu. Begitu pula anak yang terlahir kembar, saat ditempatkan ditempat yang berbeda, bergaul pada orang-orang yang berbeda, saya percaya mereka akan memiliki prinsip-prinsip hidup yang berbeda. Saudara, sadarkah kita bahwa kita seperti domba di tengah-tengah serigala? Mungkin kita sering mendengar prinsip-prinsip untuk jujur dari orangtua. Mungkin sudah setahun, atau dua tahun kita bertobat. Mungkin start kerohanian kita berbeda, atau mungkin ada yang sama. Seberapa dalam kita berakar dalam Kristus akan ditentukan oleh seberapa kita menangkap kebenaran Firman, memegang prinsip firman Tuhan.
Ada 4 tipe anak Tuhan :
1. Orang Kristen pinggir jalan
“ Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis…..” (Matius 13:4)
“Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan..” (Matius 13:19)
Tipe anak Tuhan ini, ketika respon hati kita belum siap saat Firman disampaikan, sehingga dirampas oleh si jahat. Benihnya langsung mati karena kita tidak mau menerima prinsip-prinsip kebenaran.
2. Orang Kristen berbatu-batu
“Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis…” (Matius 13:5)
Ini adalah orang Kristen yang ketika benih firman Tuhan datang, mungkin ketika kita retret atau KKR, kita begitu senang, benih firman sudah masuk ke hati kita. Namun saat mendapatkan penganiayaan mungkin keluarga, teman-teman kita mengata-ngatai kita, sehingga kita bisa murtad, mungkin kita berkata “ya sudah tidak usah Tuhan-Tuhanan”. Hati-hati saudara, tanpa sadar hati kita begitu mudah murtad.
3. Orang Kristen semak duri
“Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati” (Matius 13:7)
Tipe anak Tuhan ini, adalah anak Tuhan yang tidak berbuah, karena kita selalu kuatir tentang dunia ini, kita kena tipu daya kekayaan. Tipe anak Tuhan ini adalah mereka yang belum dibukakan oleh Tuhan mata rohaninya. Sehingga ia tidak mengerti arti sesungguhnya hidup dalam Tuhan, tidak mengerti tujuan hidupnya.
4. Orang Kristen yang berakar dalam Tuhan
Saudara, tanaman itu harus berakar. Saudara sudahkah kita memiliki akar yang kuat dalam Kristus? Mari kita baca Roma 8:35 :
“Apakah ada yang dapat mencegah Kristus mengasihi kita? Dapatkah kesusahan mencegahnya, atau kesukaran, atau penganiayaan, atau kelaparan, atau kemiskinan, atau bahaya, ataupun kematian?….”
Saudara, maukah kita memahami bahwa Yesus adalah harta yang paling berharga dan bukan hanya sekedar kita berkata bahwa Dia sangat berarti, tapi kita harus melalui ujian demi ujian. Saudara, kita harus sadar bahwa Iblis akan selalu mencari teman, reaksi iblis akan sangat senang sekali saat mendapat jiwa untuk dibawa ke neraka. Orang Kristen harus punya akar dan prinsip-prinsip yang kuat, jangan sampai mudah digoyahkan oleh apapun. Mungkin engkau dianggap orang aneh saat engkau memegang prinsip kebenaran, kita jangan kompromi dengan dunia, walau banyak orang yang mencemooh kita. Memang itu perlu harga saudara dan tidak mudah. Paulus mengatakan bahwa pengenalan akan Kristus jauh lebih mulia daripada semuanya. Saya pun sangat rindu mencapai tingkat yang maksimal pengenalan akan Kristus. Fokus kita haruslah sungguh-sungguh mencari kehendak dan mengenal Kristus lebih lagi, selama kita hidup kita harus terus berusaha untuk mengenal Tuhan. Cinta Tuhan kepada kita sudah 100% tidak pernah berubah, tapi kita yang seringkali tidak memiliki cinta buat Tuhan. Kita dalam perlombaan iman, jangan sampai kita tertinggal. Mari saudara kita sungguh-sungguh mengenal Tuhan lebih lagi, sehingga kita bisa berakar dalam Kristus. AMIN.
Khotbah Ev. Christin Jedidah
