Berani Memilih Bapa
BERANI MEMILIH BAPA
Hari-hari ini saya men
galami banyak peperangan di pikiran, seolah-olah pikiran saya sudah ditindas dan diikat oleh iblis. Saya mengalami masa dimana keadaan rohani saya hampir mau mati. Saya mengalami masa kekeringan, rasanya hati saya begitu hampa dan kosong. Sampai suatu ketika saya berdoa dan berteriak sekeras-kerasnya dan roh saya berseru kepada Tuhan dan berlari kepada Tuhan saya mendapatkan suatu kelegaan kembali, BAPA mengubah hati saya dan saya merasa ada yang berbeda, keadaan disekeliling masih tetap sama, tapi saya bisa melihatnya dengan berbeda, karena hati saya yang diubahkan. Tidak ada istirahat dalam peperangan! Kita harus mau memilih untuk terus berjuang dan tidak menyerah! Hari-hari ini saya sedih karena merasakan hati Tuhan, betapa Tuhan sedih dengan keadaan gereja-gereja di Indonesia, gereja mengalami kebrobrokan, melayani karena PK(Persembahan Kasih), banyak pelayan-pelayan palsu, bukan melayani karena mengasihi Tuhan, tapi karena jabatan, banyak gereja kultus (menyembah hamba Tuhan), gereja pun banyak kecemaran, penipuan di mimbar (mujizat-mujizat palsu), gereja persaingan (saling mencela dan menghakimi), bisnis gereja (gereja dijadikan bisnis). Saya merasakan hati Tuhan merindukan hamba-hamba Tuhan yang murni, gereja Tuhan yang bangkit.
Mazmur 78: 8-72 “………………dan jangan seperti nenek moyang mereka, angkatan pendurhaka dan pemberontak, angkatan yang tidak tetap hatinya dan tidak setia jiwanya kepada Allah………………..”
Bangsa Israel menggambarkan kehidupan orang kristen saat ini, kita perlu belajar pelajaran sejarah dari Bangsa Israel, supaya kita bisa mengubah sejarah dan tidak menggulangi sikap hati dan perbuatan-perbuatan bangsa Israel yang menyakiti hati Tuhan. Lalu apa saja yang kita perlu pelajari dari Bangsa Israel?
1. Pendurhaka dan pemberontak. Bangsa Israel merupakan bangsa pendurhaka dan pemberontak, kita pun seperti itu seringkali kita memberontak dan mendurhaka, tanpa sadar kita sering memberontak pada Tuhan saat apa yang kita mau, tidak sesuai dengan kehendak BAPA. Mungkin kita kelihatannya anak yang baik-baik, tapi saat Tuhan meminta sesuatu dalam hidup kita, memproses hidup kita, kita menolak dan tidak mau taat.
2. Tidak tetap hati dan tidak setia jiwanya. Hati manusia begitu mudah berubah, kita harus belajar setia pada panggilan Tuhan, jangan sampai persembahan yang sudah kita taruh di mezbah kemudian kita mengambil kembali saat butuh atau kepepet, ini berarti kita tidak tetap hati dan tidak setia. Belajar tetap hati memang susah, tapi kita harus memiliki hati yang setia dan tetap hati, melawan semua kedangingan kita, minta Tuhan untuk melembutkan hati kita untuk memiliki hati yang setia dan tetap hati.
3. Melupakan pekerjaan dan perbuatan-perbuatan Ajaib Tuhan. Setiap kita pasti pernah merasakan kebaikan Tuhan, jika tidak pernah, itu karena kita tidak sadar. Seringkali kita mencobai Tuhan dan bertanya tentang kasih Tuhan, seringkali kita bertanya apakah Tuhan sanggup dan adil? Bangsa Israel dalam kebebalannya diberikan Tuhan apa yang mereka mau. Dan setelah mereka diberikan apa yang mereka mau, apakah mereka puas? Alkitab mencatat bahwa bangsa Israel tetap tidak puas. Belajarlah untuk puas dan memiliki hati yang selalu bersyukur dan menikmati apa yang sudah Tuhan berikan, hati yang selalu mengingat akan kebaikan Tuhan dalam hidup kita.
4. Memperdaya Tuhan dengan mulutnya, kita mudah membuat janji sama Tuhan dan kembali mengingkarinya, begitu terus, mungkin kita nangis-nangis, minta ampun tapi kemudian buat dosa lagi. Sikap ini sangat mendudakakan hati Tuhan. Jika kita buat janji sama Tuhan, putuskan untuk konsekuen terhadap apa yang sudah kita janjikan. Jangan sampai kita menjadi pembohong-pembohong kepada Tuhan.
Lalu apa yang Tuhan cari dari kita? selama masih ada hati yang rindu untuk menyenangkan dan mencintai Tuhan maka Tuhan akan tetap mempertahankan seseorang itu, walau seseorang itu merasa tidak mampu untuk melakukan hal itu. Seberapun lamanya kita sudah lahir baru, tapi kita harus mau selalu menyenangkan dan mencintai Tuhan.
Dalam ayat-ayat selanjutnya dari mazmur 78, Tuhan seolah-olah menahan kekuatan dan kemuliaanNya dan tidak menunjukkanNya, anak-anak Tuhan terasa biasa, sibuk sendiri, tanpa ada kuasa dan kemuliaan Tuhan. Lalu Tuhan memilih Yehuda karena hatinya yang tulus. Tidak banyak anak-anak Tuhan yang sudah ditebus oleh Tuhan, mau membalas kasih Tuhan dan berani memilih BAPA. Tapi maukah kita sungguh-sungguh mencari hati Tuhan dan mau membalas kasih Tuhan? Percayalah Tuhan tau dan peduli pada masalah anda, DIA tau kesedihan anda, tapi seberapa kita mau peduli dengan hati Tuhan ? tidak hanya kita menjadi orang Kristen yang mau menerima saja dari Tuhan, tanpa mau bertumbuh dewasa untuk belajar membalas kasih BAPA, dan berani memilih BAPA lebih dari yang lain. Mari kita menjadi anak-anak Tuhan yang berani memilih BAPA disaat banyak tawaran lain, disaat kita merasa tidak mau taat dan memberontak. AMIN.
