Hakim-hakim 7: 1-7 “……Berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: “Terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu dari pada yang Kuhendaki untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata: Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku….”
Saat saya membaca firman ini, saya bertanya-tanya kepada Tuhan. Tuhan bukankah Engkau suka keramaian dan semarak, mengapa Engkau berkata terlalu banyak rakyat? Tenyata Tuhan melihat satu hal yang dinamakan hati. Saya hari-hari ini rindu melihat kebangunan rohani yang sejati di Indonesia, karena sudah terlalu banyak kebangunan-kebangunan palsu. Tuhan menghendaki kita menduduki kota-kota musuh. Tuhan menaruh dihati saya atas Visi Nya untuk membangun sekolah pendidikan, kebutuhan khusus, rumah pemulihan, dan panti asuhan. Beberapa waktu lalu ketika saya ke kota Kediri, saya melihat begitu banyak anak-anak muda yang sedang dirusak oleh Iblis, saya sungguh terbeban untuk kota Kediri terjadi Revival. Untuk itulah kita harus berani untuk meresponi panggilan Tuhan, karena salah satu kunci kebangunan rohani adalah saat kita meresponi panggilan Tuhan. Lalu bagaimana syarat Tuhan terhadap mereka yang bisa terpanggil?
1. Tuhan tidak suka orang pengecut dan penakut
“Maka sekarang, serukanlah kepada rakyat itu, demikian: Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang, enyah dari pegunungan Gilead.” Lalu pulanglah dua puluh dua ribu orang dari rakyat itu dan tinggallah sepuluh ribu orang.. “ (Hakim-hakim 7:3)
Tuhan punya rencana yang besar dalam hidup kita, tidak hanya kita berhenti hanya pada saat kita mengalami pertobatan , tapi sampai kita menggenapi kehendak Tuhan. Orang yang takut dan pengecut tidak akan bisa menggenapi kehendak Tuhan. Orang-orang yang seperti ini tidak akan dipilih Tuhan, dan akan mengalami penyaringan bagian pertama. Karena Tuhan tau orang yang mentalitasnya penakut maka jika terjadi Revival, ia akan menjadi orang yang merasa paling hebat.
2. Tuhan tidak suka prajurit yang tidak fokus
Lalu Gideon menyuruh rakyat itu turun minum air, dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Barangsiapa yang menghirup air dengan lidahnya seperti anjing menjilat, haruslah kaukumpulkan tersendiri, demikian juga semua orang yang berlutut untuk minum. Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang, tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya berlutut minum air…..” (Hakim-hakim 7:5)
Mengapa Tuhan menyaring antara prajurit yang menjilat dan berlutut untuk minum air? Menurut sejarah pada zaman dahulu, orang yang mengambil air langsung diminum dari Sungai, biasanya sebagian besar mereka adalah orang-orang yang tidak fokus, karena saat mereka berlutut dan meminum air, maka ia akan melihat wajahnya di Sungai, dan membuat mereka tidak fokus, mereka lebih fokus pada wajahnya, daripada memikirkan peperangan didepannya. Berapa banyak prajurit Tuhan yang sibuk dengan chasing/ penampilan luar? Memusingkan diri dengan banyak perkara tentang penghidupan sendiri. Karena seorang prajurit yang berkenan kepada komandan tidaklah memusingkan dirinya dengan perkara-perkara penghidupannya. Percayalah bahwa kecantikan dan segala sesuatu yang fisik sifatnya adalah fana, orang bisa menjadi tua dan menjadi keriput, kecantikan menjadi pudar, karena semua yang didunia fana, begitu juga kekayaan bisa habis dan lenyap. Tapi yang bernilai kekal adalah mereka yang mengikuti panggilan Tuhan, karena tujuan hidup kita adalah terjadinya revival, bukan kekayaan dan kecantikan yang bisa lenyap atau fana.
3. Prajurit yang minum dari Sumber mata air yang Murni
“sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup……” (Yehezkiel 47:1-12)
Firman ini berbicara nubuatan tentang Revival, bahwa begitu banyak orang yang akan menjadi tenggelam dengan Sungai Tuhan, air tawar itu tidak berarti adalah kita tidak mengarami, tapi ini berbicara tentang air yang murni, dari air murni ini saat dialirkan maka akan terjadi kehidupan. Mengapa Tuhan memakai kata Sungai?karena sungai merupakan sumber kehidupan. Kita lihat wahyu 22:1-2 “Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu .Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa…”
Bahkan dari pohon-pohonnya menghasilkan buah dan dari daun-daunnya menyembuhkan banyak bangsa-bangsa. Apakah hidup kita sudah seperti pohon-pohon yang mendapat sumber yang murni dan menghasilkan buah-buah dan daun yang menyembuhkan banyak bangsa-bangsa? Tuhan rindu ada prajurit-prajuritnya yang tangguh yang mau berkata berapa pun harganya akan kubayar !!! Sungai Tuhan begitu menghanyutkan dan deras akan membawa kita kepada aliranNya ! Kita harus mencari Sumber Sungai yang sejati dan bukan sumber-sumber yang palsu, yang pahit dan bukan juga sungai yang kita ciptakan sendiri.
Mari kita bersihkan sungguh-sungguh diri kita, dari dosa-dosa dan segala yang jahat dari hati kita dan meminum dari sumber mata airNya Tuhan. Dan mari kita sungguh-sungguh memiliki sikap hati prajurit yang tidak penakut, pengecut, dan yang tidak fokus. Mari beranilah membayar harga berapapun harganya. AMIN !!!
Khotbah Ps. Daniel Shane

