Damai sejahtera yang terenggut
DAMAI SEJAHTERA YANG TERENGGUT
Yohanes 14 : 1-3 = Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.
Yohanes 14: 27 = Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.
Yesus mengajarkan mengenai pentingnya memiliki damai sejahtra di dalam hati. Dalam Yohanes 14 – 17 berisi tentang pengajaran Yesus kepada murid-muridNya yang tidak diterima oleh Yudas yaitu pengajaran tentang pokok anggur yang benar, harus saling mengasihi, harus bertekun dalam penderitaan, harus menjadi satu di dalam Tuhan. Pada pasal 13 Yudas sudah kerasukan iblis kemudian ia pergi untuk menjual Yesus. Ada 1 yang Tuhan Yesus tekankan adalah memiliki damai sejahtera yang benar-benar berasal dari Tuhan Yesus sampai Ia datang kedua kali. Akibatnya kalau kita tidak memiliki damai sejahtra ialah banyak hal dalam hidup kita yang bisa rusak.
Wahyu 6:3-4 = Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kedua, aku mendengar makhluk yang kedua berkata: “Mari!” Dan majulah seekor kuda lain, seekor kuda merah padam dan orang yang menungganginya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh, dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar.
Pada akhir zaman damai sejahtra akan diambil dari bumi sehingga banyak manusia yang tidak mengalami damai sejahtera. Salah 1 roh yg mengambil damai sejahtera kita adalah roh ketidakpuasan. Roh ketidakpuasan adalah roh penyesat di akhir zaman yang banyak menyesatkan anak Tuhan. Banyak yang tidak puas terhadap pekerjaan, gereja, pasangan dan tidak puas terhadap apa yang dimiliki. Roh ketidakpuasaan sering menipu kita sehingga membuat kita mengambil keputusan yg salah. Contoh : orang bisa berzinah karna tidak puas dengan penampilan pasangannya. Ketidakpuasan atas gereja menyebabkan orang berpindah-pindah gereja. Sehingga membuat orang menjadi kristen penonton atau kristen pengamat, tidak punya rumah rohani. Juga tidak puas terhadap apa yang kita miliki membuat iri hati dan menjadi pamer terhadap sesama atau terjebak dengan mengejar uang untuk terus memenuhi apa yang menjadi kebutuhan-kebutuhan kita.
1 Tim 6: 6 -19= Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
Kalau kita memiliki rasa cukup, itu membawa keuntungan kalau tidak akan membawa kita kedalam pencobaan dan duka yang tidak perlu. Seperti Doa Bapa Kami : berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya. Kita perlu meminta kepada Tuhan tetapi sebelum meminta tetapi kita harus membedakan apa yang menjadi kebutuhan atau keinginan. Tetapi jangan cuma meminta hal-hal yang bersifat jasmani, belajarlah untuk meminta hati yang semakin yang mengasihi Tuhan atau meminta jiwa-jiwa di selamatkan. Berfokuslah untuk meminta hal-hal yang bersifat rohani.
Rahasia kepuasaan adalah bukan melihat apa yang tidak ada tetapi melihat apa yang ada pada kita dan mensyukurinya. Hati-hati dengan banyak pengajaran yang mengajarkan kita untuk terus mengejar apa yang ada di dunia sehingga mengajari kita ketidakpuasan.
Kita harus belajar untuk memiliki ketidakpuasan rohani yaitu selalu ingin/rindu mengejar hadirat dan perkenanan Tuhan. Daud adalah orang yang selalu mencari perkenanan Tuhan, berbeda dengan Saul yang lebih mencari hormat dari orang lain. Harus terus punya kerinduan untuk semakin disempurnakan.

