SIGN IN YOUR ACCOUNT TO HAVE ACCESS TO DIFFERENT FEATURES

FORGOT YOUR PASSWORD?

FORGOT YOUR DETAILS?

AAH, WAIT, I REMEMBER NOW!

Generasi Jawaban Doa - Gereja Christ Mercy Center

  • LOGIN
  • Home
  • Ministry
    • Vision & Ministries
    • Communities
    • The Shepherd’s Voice
  • Resources
    • Sermons
    • News & Events
  • On The Move
    • Road to Revival
    • SOW Camp
    • Healing from Heaven
    • Tabloid Transform
    • Transformer Ministry
  • Download
    • Download Tabloid TRANSFORM
  • Home
  • The Shepherd's Voice
  • Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Apakah Kita Membutuhkan Iman Saat Ini?
26 June 2026

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Apakah Kita Membutuhkan Iman Saat Ini?

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Apakah Kita Membutuhkan Iman Saat Ini?

by Renee / Monday, 23 January 2017 / Published in The Shepherd's Voice

Kejadian 28:1-10 menceritakan kejadian setelah Yakub mengambil hak kesulungan dari Esau. Yakub bukanlah orang yang benar dan suci. Yakub adalah seorang yang cerdik dan licik. Namun demikian, hak kesulungan yang didapat Yakub bukan karena kecerdikan dan kelicikannya saja, tetapi juga karena kecerobohan Esau. Ada perasaan bersalah yang timbul karena Yakub mencurangi Esau. Demikian juga kita. Kita bisa melayani Tuhan, tetapi hati nurani menyelidiki kita dan bersaksi pada Tuhan bahwa ia salah. Dan Yakub menyadarinya.

Pernahkah kita merasa menjadi seorang pelarian? Pernahkan kita merasa semua yang kita lakukan sia-sia? Merasa Tuhan meninggalkan kita. Walaupun Yakub menerima hak kesulungan, ada perasaan bersalah. Karena ia merampasnya dengan cara yang kurang baik. Pernahkah kita merasa tidak damai? Sehingga kita tidak bisa merasa damai atau intim dengan Tuhan?

Selagi hati nurani belum mati, hati nurani menyelidiki kita. Ketika kita tidak berdamai dengan rencana Tuhan. Kita rindu untuk melakukan rencana Tuhan, tapi dalam perjalannya, fokus kita dapat berubah. Tuhan tidak pernah memberikan yang tidak cukup bagi anak-anakNya. Tetapi manusia merasa tidak cukup dan merasa miskin. Sehingga manusia lebih mencari berkat-berkat surgawi daripada Sang Pemberi.

Saya pernah merasa bahwa keuangan saya kacau dan tidak baik. Ketika saya mencatat pengeluaran, ternyata pengeluaran saya lebih besar daripada bulan-bulan sebelumnya. Banyak hal yang saya keluarkan untuk sesuatu yang tidak penting, yang bukan kebutuhan urgent. Begitu banyak pengeluaran yang tidak perlu karena kita mengikuti gaya hidup hedonisme dunia dan itu tidak pernah cukup.

Hari-hari ini kita belajar untuk bersyukur pada Tuhan. Jika tidak, kita hanya akan berfokus pada berkat bukan pada Sang Pemberi berkat. Kita belajar untuk bergantung penuh pada Tuhan. Tuhan tidak pernah membuat anak-anakNya hidup kekurangan, tapi gaya hidup yang hedonisme membuat kita merasa kurang. Tuhan mengajarkan kita hidup dalam kelimpahan kepada Dia. Kita belajar untuk mengelola keuangan kita. Ketika Tuhan memberikan uang kepada kita, itu sudah cukup bagi kita.

Kembali pada Yakub. Pada pelarian Yakub, ada tempat yang diberi nama Bethel di mana Yakub melihat malaikat-malaikat naik turun dari tangga sorga. Bethel artinya Tuhan menyertai tempat ini. Banyak pelarian-pelarian yang ingin kita lakukan. Tapi Tuhan selalu menjumpai kita dalam pelarian kita. Ia menyediakan Bethel untuk kita, sebagai simbol bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan ciptaanNya. Seberapa besar dosa kita, Tuhan tetap mencari dan mencintai kita.

Kita harus memiliki Bethel dengan Tuhan. Sebuah tempat kesadaran bahwa Tuhan mencari kita seberapa sulit keadaan kita. Ia selalu menyediakan Bethel. Tuhan tidak memberikan mimpi kepada Yakub saat Yakub berada di rumahnya atau  saat ia berdoa, tetapi di tempat padang pelarian Yakub. Tuhan mau menunjukkan pada kita bahwa Tuhan mencintai kita seberapa parah kondisi kita. Kasih Tuhan begitu dalam atas hidup kita. Sampai akhir kehidupan kita, Tuhan tetap menyertai kita.

Bethel pernah menjadi sebuah lagu dari seorang wanita yang ditinggalkan ibu dan adiknya karena penyakit TBC. Suatu saat ia berdoa, ia merasa kesepian, ia merasa sendiri dan dibuang oleh Tuhan. Tapi ketika ia membaca Kejadian 28 tentang Bethel, ia sadar betapa menyedihkannya keadaan Yakub pada saat itu. Yakub adalah anak rumahan, bukan orang lapangan. Esau adalah orang lapangan. Yakub disuruh lari agar Esau tidak membunuh Yakub. Ia kemudian menulis sebuah lagu berjudul Makin Dekat dengan Tuhan (Kidung Jemaat 401). Ia merasa Tuhan semakin dekat dengannya. Tuhan memburu dia di saat dia merasa Tuhan meninggalkannya. Saat kita sakit dan terpuruk, di sanalah Tuhan sangat dekat dengan kita. Di saat keterpurukannya, ia menciptakan lagu yang begitu hebat, termasuk dalam 10 lagu terbaik sepanjang masa. Dalam keadaan terpuruk itu, kita dapat mengeraskan hati kita untuk tetap tidak mau mendengarkan Tuhan.

Yakub dipaksa untuk meninggalkan rumah dengan perasaan bersalah pada keluarganya. Perasaan tertuduh dan tertolak menjadi satu. Semakin kita jatuh dan jauh, semakin besar kasih karunia Tuhan itu.

Pernahkah kita berdoa meminta iman? Tuhan menjawab kita dengan sebuah kondisi yang memungkinkan iman itu bekerja. Ketika kita meminta Tuhan iman yang dapat memindahkan gunung, Tuhan akan memberikan masalah sebesar gunung. Jangan salah gunakan iman. Tuhan tahu kita sudah hidup berkecukupan. Tetapi kemudian kita mau agar mobil kita berubah dan kita katakan kita menggunakan iman. Itu bukan iman! Itu adalah orang bebal! Tetapi jika kita boleh mendapatkannya, itu adalah kasih karunia. Lain halnya dengan orang-orang yang berkekurangan. Mereka sakit, tetapi tidak memiliki uang untuk berobat. Mereka menggunakan iman untuk hidup.

Iman tidak akan bekerja jika kita tidak memerlukannya. Ketika kita tidak benar-benar memerlukannya tetapi kita mendapatkannya adalah kasih karunia.

Macam orang Kristen:

  1. Tidak berbuah dan tidak bisa dinikmati
  2. Berbuah tetapi cepat membusuk
  3. Buahnya sedikit

Seumur hidup kita, berapa banyak buah yang kita hasilkan? Tahun ini kemuliaan Tuhan dekat dengan gerejaNya. Tuhan ingin menyatakan kemuliaanNya dan ingin kita berbuah jauh lebih lebat lagi. Kalau buah kita sedikit, kita harus dipotong untuk menghasilkan buah. Daging kita harus dipotong.

Esensi dari gereja Tuhan adalah menyelamatkan jiwa terhilang. Tidak perlu terlalu banyak variasi sehingga kemudian melupakan jiwa-jiwa. Membuat acara natal, sibuk dengan persiapan acaranya, sibuk dengan latihan, tetapi tidak sibuk mencari siapa yang akan datang. Kita sibuk mempersiapkan pernak-pernik rohani dan kehidupan, mempercukupi keubutuhan diri yang tidak pernah cukup.

Jangan kita hanya banyak bicara, tetapi tidak ada action dan tidak ada buah. Atau buahnya bukan untuk kemuliaan Tuhan, memperkaya diri sendiri. Bersaksi dan memenangkan jiwa.

Evan Robert adalah pekerja tambang dan sangat mencintai Tuhan. Ia berdoa jam 1 pagi hingga 5 pagi, kemudian jam 5 pagi hingga 9 pagi ia tidur dan jam 10 pergi bekerja. Ia dianggap gila oleh orang-orang di sekitarnya, tetapi Tuhan memakainya luar biasa, memenangkan begitu banyak jiwa. Saat itu kondisi begitu damai, penjara sepi bahkan seperti tidak perlu ada penjara. Pelayanannya hanya selama 3 tahun. Namun dia menjadi letih dan kekurangan waktu untuk bedoa, intim dengan Tuhan. Selama 30 tahun dipersiapkan Tuhan, tetapi 3 tahun ia jatuh karena kesibukannya melayani Tuhan.

Kalau kita merasa kita jauh dari Tuhan, Tuhan semakin dekat dengan kita. Ketika kita meminta iman, benarkah kita membutuhkannya? Peperangan sudah di depan mata. Banyak orang tidak sadar akan peperangan tersebut. Dan kita, yang sudah mengerti dan menyadari, mari kita persiapkan diri kita untuk berperang, memberikan buah-buah bagi Raja kita.

  • Tweet
Tagged under: Daniel Hadi Shane, Hubungan, Kasih Bapa, Keintiman, lifestyle

About Renee

What you can read next

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Pursuit Of God
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Jangan Dikontrol Situasi!
Khotbah Ps. Daniel Shane-Kebangunan Rohani

RSS Rahasia Hati

  • 3 Penghalang Ciptaan Baru
  • Pelajaran Mengenai Kapak yang Tumpul
  • Sulitkah Hidup Kudus?
  • Kisah Cangkir yang Cantik
  • Disertai Roh Kudus dan Roh Kudus Tinggal Dalam Kita

© 2015. All rights reserved. Buy Kallyas Theme.

TOP