SIGN IN YOUR ACCOUNT TO HAVE ACCESS TO DIFFERENT FEATURES

FORGOT YOUR PASSWORD?

FORGOT YOUR DETAILS?

AAH, WAIT, I REMEMBER NOW!

Generasi Jawaban Doa - Gereja Christ Mercy Center

  • LOGIN
  • Home
  • Ministry
    • Vision & Ministries
    • Communities
    • The Shepherd’s Voice
  • Resources
    • Sermons
    • News & Events
  • On The Move
    • Road to Revival
    • SOW Camp
    • Healing from Heaven
    • Tabloid Transform
    • Transformer Ministry
  • Download
    • Download Tabloid TRANSFORM
  • Home
  • News & Events
  • PIC (Pro-M Impact City) : My Job My Dedication
26 August 2026

PIC (Pro-M Impact City) : My Job My Dedication

PIC (Pro-M Impact City) : My Job My Dedication

by Renee / Tuesday, 10 October 2017 / Published in News & Events

Dalam dunia pekerjaan, dedikasi terhadap pekerjaan sangatlah penting untuk dapat mencapai hasil yang maksimal. Oleh karena itulah sebagai anak-anak Tuhan kita perlu tahu apa kata Firman Tuhan tentang dedikasi. Ibadah Pro-M Impact City membahas mengenai dedikasi dalam pekerjaan bagi para profesional muda pada tanggal 2 September 2017 lalu. Melalui sharing yang disampaikan oleh Bapak Pdt. Yusuf Santoso, yang juga merupakan Manager R&D PT. Wings Surya, kita diajak mengenali ciri-ciri dari orang yang berdedikasi menurut Firman Tuhan.

Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.
Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia. Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.
Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.
Yohanes 13:1-5

Dari Firman Tuhan di atas, diambil kesimpulan bahwa :

  1. Orang yang berdedikasi adalah orang yang berani menanggalkan jubahnya. Jubah yang dimaksud dalam ayat di atas adalah ego atau jabatan atau pangkat atau kedudukan yang kita miliki. Jadi orang berdedikasi adalah orang yang melepaskan jabatan atau pangkat atau kedudukan dan juga meninggalkan keinginan kita untuk diakui, dipandang dan dihormati.Selama 34 tahun mendedikasikan hidupnya pada Perusahaan yang menjadi tempat ia bekerja saat ini, pembicara telah melewati banyak pengalaman “menanggalkan jubahnya” dengan melayani di departemen yang ia pimpin. Bahkan saat ini juga, ia tidak segan membantu orang lain yang memerlukan bantuan, contohnya dalam pembukaan cabang di daerah-daerah.Dedikasi selalu mengandung resiko, contohnya apa yang dialami sendiri oleh pembicara, sebelum bergabung dalam Wings Grup, pembicara bekerja di Petrokimia (yang dulu kini pindah ke Gresik) dan pimpinannya memiliki rencana untuk menempatkannya di Gresik dengan memberikan penawaran fasilitas yang sangat menggiurkan. Padahal saat itu, ia memiliki pelayanan di Surabaya yang tidak mungkin ditinggalkan begitu saja. Saat inilah Tuhan mendidiknya tentang berdiri teguh dalam dedikasi terhadap pelayanan yang Tuhan percayakan padanya. Akhirnya ia pun memutuskan untuk menolak tawaran tersebut dan mencari pekerjaan lain.

    Sekecil apapun dedikasi yang kita taruh dalam tangan Tuhan, tidak akan menjadi semakin kecil namun akan terus bertambah dan berkembang. – Pdt. Yusuf Santoso

    Tak ada yang tahu bahwa PT. Wings Surya akan berkembang pesat sedemikian rupa, namun Tuhan kita maha tahu. Tuhan tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, sehingga Tuhan ijinkan pembicara bekerja di tempat tersebut. Tuhan menepati janjiNya, terbukti dengan pada saat ini pembicara dapat terus bekerja tanpa meninggalkan ladang pelayanannya.

  1. Dedikasi adalah sikap yang selalu memperlakukan dan memberikan respon yang sama, tidak hanya pada orang yang memiliki level diatas kita namun juga kepada orang lain yang levelnya berada dibawah kita.Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,
    kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.
    Yohanes 13:4-5

    Kristus sendiri telah menjadi teladan bagi kita disaat Ia memberikan perlakuan yang sama pada semua murid-muridNya. Padahal di antara kaki-kaki muridNya tersebut, pasti ada kaki dari Yudas Iskariot dan tentu saja saat itu Tuhan Yesus tahu bahwa kelak Yudas akan menyerahkanNya, namun Tuhan Yesus tetap memperlakukan Yudas sama dengan murid yang lain. Jika kita selalu berpikir bahwa sosok yang dapat melakukan promote kepada kita adalah atasan kita, kita harus mengubah paradigma tersebut. Karena Tuhan dapat mengijinkan kita mendapatkan promosi dari orang-orang di bawah kita.Kita saat ini, baik itu gereja maupun perusahaan-perusahan, yang bahkan banyak berisi anak-anak Tuhan, sudah dipengaruhi oleh ajaran yang menyatakan bahwa, dunia ini hanya digerakkan oleh para raksasa. Akhirnya hati kita pun sudah tidak memiliki ruang untuk orang-orang kecil. Tuhan kita tidak pernah mengajarkan hal demikian. Hal ini terbukti dalam Lukas 16, di mana ada seorang Lazarus, seorang pengemis yang badannya dipenuhi borok. Namun saat ia meninggal, Tuhan memberikan ia tempat yang sangat istimewa, yaitu duduk dipangkuan Abraham. Artinya, Tuhan tidak memperhitungkan kondisi Lazarus dan memperlakukannya sama. Maka sudah selayaknya kita pun belajar menghargai orang-orang yang dibawah kita.

Rasul Paulus adalah murid Kristus yang sangat dipakai Tuhan dan namanya sangat dikenal banyak orang. Tapi Tuhan ijinkan orang-orang yang kecil berperan penting dalam kehidupannya, misalnya Ananias. Bisakah kita bayangkan jika Ananias tidak mau mendoakan Paulus, yang saat itu masih bernama Saulus, maka nasib Paulus mungkin hanya akan berakhir tragis dengan kehilangan penglihatannya selamanya.

Kita harus bertobat dari sikap-sikap yang mengabaikan hal-hal yang kecil.

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?” Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
Matius 18:1-4

Zaman Romawi dulu, anak-anak yang masih kecil tidak masuk dalam catatan kependudukan. Dan Tuhan Yesus justru memperhitungkan anak kecil tersebut dengan menyebutkan bahwa barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam namaKu, ia menyambut Aku.

Gereja Tuhan tidak boleh bersikap membeda-bedakan orang berdasarkan status dan kedudukannya karena setiap kita, apapun latar belakangnya adalah orang VVIP (Very Very Important Person) Tuhan.

  • Tweet
Tagged under: lifestyle, Pro-M Impact City

About Renee

What you can read next

PIC : Generasi Z vs Generasi Milenial
GLOSI Fun Games
PIC (Pro-M Impact City) : How Strong You Can Be

RSS Rahasia Hati

  • 3 Penghalang Ciptaan Baru
  • Pelajaran Mengenai Kapak yang Tumpul
  • Sulitkah Hidup Kudus?
  • Kisah Cangkir yang Cantik
  • Disertai Roh Kudus dan Roh Kudus Tinggal Dalam Kita

© 2015. All rights reserved. Buy Kallyas Theme.

TOP