SIGN IN YOUR ACCOUNT TO HAVE ACCESS TO DIFFERENT FEATURES

FORGOT YOUR PASSWORD?

FORGOT YOUR DETAILS?

AAH, WAIT, I REMEMBER NOW!

Generasi Jawaban Doa - Gereja Christ Mercy Center

  • LOGIN
  • Home
  • Ministry
    • Vision & Ministries
    • Communities
    • The Shepherd’s Voice
  • Resources
    • Sermons
    • News & Events
  • On The Move
    • Road to Revival
    • SOW Camp
    • Healing from Heaven
    • Tabloid Transform
    • Transformer Ministry
  • Download
    • Download Tabloid TRANSFORM
  • Home
  • Sermons
  • Khotbah Ev. Priscilla Lidia Brocharda – Mencapai Garis Akhir
26 June 2026

Khotbah Ev. Priscilla Lidia Brocharda – Mencapai Garis Akhir

Khotbah Ev. Priscilla Lidia Brocharda – Mencapai Garis Akhir

by Tim / Thursday, 11 February 2010 / Published in Sermons
MENCAPAI GARIS AKHIR
(24 Januari 2010)

 

Tahukah saudara bahwa saat pertama kali kita lahir baru, kita sedang melangkah memasuki gelanggan pertandingan rohani. Setiap orang, mau tidak mau, sadar atau tidak sadar, saat kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat secara pribadi ada sebuah pertandingan yang harus kita selesaikan dan menangkan. Pertandingan untuk menang dari kedangingan kita, untuk mencapai garis finish dan berhasil menyelesaikan panggilan Tuhan dalam hidup kita. Kita ditentukan untuk menjadi pejuang yang menang (Rom 8:37), menjadi atlet yg menikmati sebuah kemenangan dan bukan hanya sebagai penonton. Namun banyak dari umat Tuhan yang tidak menyadari/mengerti akan hal ini, sehingga tidak merasa perlu untuk memperjuangkan dan memenangkannya.

 

Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya! Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi  (1 Kor 9:24-25).

Dalam sebuah pertandingan seorang atlet pasti akan berlatih keras, menguasai diri untuk tetap berfokus pada garis finish dan berlari sedemikian rupa untuk meraih kemenangan. Selalu ada harga yang mahal untuk sesuatu yang berharga, namun semua itu hanya untuk sesuatu yang fana. Dalam pertandingan rohani Tuhan menyediakan sesuatu yang kekal bagi anak-anakNya yang menyelesaikan pertandingan, sebuah mahkota abadi bagi mereka yang mencapai garis finish dan menang.

Saudaraku, hidup kita harus memiliki tujuan yang jelas dan sangat penting untuk memastikan bahwa tujuan dan visi tersebut benar dari Tuhan. Banyak diantara umat Tuhan bahkan mereka yang berlabel “pelayan Tuhan” tidak memiliki visi atau mungkin memiliki visi yang tidak tepat sehingga pelayanannya tidak memiliki terobosan. Ini tidak hanya berhubungan dengan bidang kerohanian, pelayanan gereja dan sejenisnya tetapi juga studi, pekerjaan, rumah tangga bahkan setiap bidang kehidupan kita. Temukan secara spesifik goal atau tujuan-tujuan apa yang Tuhan ingin kita capai, tanpa tujuan kita hanya akan menjadi letih dan jenuh bahkan mungkin menghabiskan banyak waktu dan energi hanya untuk sesuatu yang tidak kekal. Bersaing dengan sehat, menjadikan orang lain sebagai motivator dan memiliki mental pejuang untuk berhasil di mata Allah bukan di mata dunia. Menjadi alat kemuliaan Allah di bidang manapun Tuhan tempatkan kita dan berhasil memberdayakan semua talenta, kemampuan serta kesempatan yang Tuhan percayakan.

Saat Tuhan memanggil kita memasuki gelanggang pertandingan, masuk dalam rencana dan visiNya, selalu akan ada hal yg berpotensi untuk menyimpangkan fokus kita. Saya tidak mengatakan ini hanya berhubungan dengan pelayanan kerohanian saja, jika Tuhan memang menempatkan saudara di bidang sekuler maka itulah bagian dari gelanggang pertandingan yang harus saudara menangkan. Kebanyakan orang berpikir iblis adalah lawan terbesar yang harus dikalahkan, namun lawan yang sebenarnya paling tidak mudah ditundukkan adalah diri kita sendiri, kenyamanan dan mungkin masalah-masalah yang kita sedang kita hadapi. Saat Tuhan memanggil Abraham dan Musa mereka sedang berada pada posisi yang sangat perpengaruh dengan semua fasilitas dan kepemilikan yang sangat beralasan untuk tidak digantikan dengan visi dan kehendak Allah yang tidak mereka pahami. Tetapi mereka memilih apa yang dari Tuhan, itulah sebabnya mereka menjadi orang-orang yang berhasil di mata Allah.

 

Jangan berfokus pada masalah-masalah kita dan berkemenanganlah atas kedagingan dan kenyamanan kita. Kunci supaya kita berkemenangan:
1. Menanggalkan semua beban
Setiap kita memiliki masalah/beban masing-masing untuk dihadapi dan diselesaikan bersama Tuhan, namun jangan sampai kita terikat dan terus berfokus pada semua masalah kita sehingga menjadi tidak produktif, tidak mengerjakan kehendak Tuhan dan kehilangan damai sejahtera dari Tuhan. Lakukan yang terbaik yang kita bisa untuk penyelesaian masalah kita dan visi Tuhan tetapi tetap serahkan kendali dan kontrol atas semuanya ke dalam tangan Tuhan.
2. Menanggalkan semua dosa
Ketika kita bertobat dan lahir baru, Kristus menjadi penguasa dalam hidup kita, tidak ada tempat seharusnya bagi iblis untuk menipu kita. Tetapi dosa tetap meningglakan kebiasaan lama. Kebiasaan-kebiasaan inilah yang harus kita tanggalkan, disiplin dan tundukkan termasuk mengubah cara kita menanggulangi dan merespon setiap godaan untuk berbuat dosa.
3. Berlomba dengan tekun dan memiliki penguasaan diri
Tanpa ketekunan dan penguasaan diri kita tidak akan mungkin bisa mencapai keberhasilan. Kedewasaan rohani seseorang tidak diukur dari seberapa lama dan seberapa banyak pengetahuan yang dia miliki tetapi dari seberapa besar dia dapat menguasai diri. Jangan takut pada tantangan, hidup itu pasti selalu ada tantangan tergantung apakah kita mau berkemenangan dan mengatasi tantangan itu atau menjadi tidak produktif karena takut gagal.
4. Memiliki pengenalan akan Allah
Daud bisa menang melawan Goliat bukan karena dia kuat dan berpotensi secara alamiah dan teknis untuk mengalahkan Goliat tetapi Daud mau mengambil bagian dalam peperangan itu karena dia mengenal siapa Allah yang disembahnya (1 Sam 17:45-47). Pengenalan akan Allah membuat ita bisa berjalan dalam ketepatan sesuai dengan sasaran Tuhan, tidak mudah kecewa dan pahit dengan Tuhan.

Saudaraku, mari temukan kehendak Tuhan dan semua potensi yang Tuhan taruh dalam diri kita, kembangkan dan jadilah maksimal dalam hal itu dengan berjuang pantang menyerah dan fokus pada tujuan akhir.

Khotbah Ev. Priscilla Lidia Brocharda
  • Tweet

About Tim

What you can read next

Khotbah Ev. Evie Mehita : Yohanes Markus, Penulis Kitab Markus
Khotbah Ev.Evie Mehita – Bekal Untuk Perjalanan Hidup
Khotbah Ev.Christin Jedidah – Dosa Yang Tidak Disadari

RSS Rahasia Hati

  • 3 Penghalang Ciptaan Baru
  • Pelajaran Mengenai Kapak yang Tumpul
  • Sulitkah Hidup Kudus?
  • Kisah Cangkir yang Cantik
  • Disertai Roh Kudus dan Roh Kudus Tinggal Dalam Kita

© 2015. All rights reserved. Buy Kallyas Theme.

TOP