Christmas Season 2015
Joy to the world… The Lord has come!
Bulan Desember adalah bulan yang dinanti-nantikan oleh banyak orang. Bulan Desember selalu identik dengan bulan yang penuh dengan sukacita. Kegembiraan ada dimana-mana. Perayaan… hadiah… sukacita ada di bulan ini. Sukacita memenuhi setiap hati umat kristiani. Sebab pada bulan inilah, hari kelahiran Yesus Kristus, Tuhan kita ditetapkan. Semua gereja di seluruh dunia merayakan hari yang begitu bersukacita ini. Tidak terkecuali dengan gereja kita tentunya.
Gereja kita, Christ Mercy Center bahkan mengadakan 3 sesi untuk merayakan hari natal anak muda. Perayaan natal tersebut diadakan 3 minggu berturut-turut sejak awal bulan Desember. Meskipun setiap tahunnya kita merayakan acara Natal, namun tetap saja natal merupakan saat yang sangat dinanti-nantikan. Tidak pernah bosan untuk kita merayakan hari natal.
Natal sesi pertama diadakan di minggu pertama bulan Desember, yaitu tanggal 5 Desember dengan tema “Special Gift”. Pada hari ini, acara natal terasa spesial juga karena dirayakan bersama anak-anak SMI Academy. Pada perayaan sesi kedua, pesan natal disampaikan dalam bentuk film. Film yang ditonton adalah Last Ounce of Courage.
Dan perayaan yang terakhir yaitu pada tanggal 19 Desember kemarin dengan tema “Christmas Light”. Sebagai perayaan terakhir tentunya ada yang spesial, seperti pepatah mengatakan “save the best for last”. Lalu, seperti apa perbedaanya?
Pukul 18.00 jemaat sudah mulai berdatangan dan duduk di lantai bersama dengan keluarga rohani masing-masing. Saling mengobrol dan bercanda sambil menikmati konsumsi yang sudah dibagikan. Sukacita natal sungguh terasa. Meskipun masih masa-masa ujian untuk mahasiswa, tetapi tidak mampu menghilangkan sukacita yang ada.
Setiap jemaat juga datang dengan membawa kado. Kado tersebut senilai 15.000 rupiah dan dibungkus dengan kertas koran. Kado nantinya digunakan untuk tukar kado. Jemaat juga dapat mengambil kartu natal yang disediakan, bagi jemaat yang mau menuliskan kepada saudara-saudaranya. Baik itu saudara KTB, recom, maupun teman-teman.
Pukul 18.20 Worship Leader naik ke atas panggung dan memimpin ibadah. Worship Leader membawa jemaat dalam suasana hangat terlebih dahulu sebelum memulai ibadah. Pujian dan penyembahan dinaikan kepada Tuhan. Tuhanlah yang memberikan kasih karunianya kepada kita sehingga kita bisa merasakan sukacita natal. Kibaran permainan flag berwarna-warni dimainkan dengan begitu indah dan penuh semangat oleh pelayan flag.
Setelah pujian dan penyembahan dinaikkan, sharing Firman disampaikan oleh Ko Riyadi, gembala recom Adonai. Sharing yang disampaikan tentu saja berhubungan dengan Christmas Light. Setiap kita adalah anak-anak terang, sebab kita adalah anak-anak Tuhan. Dan Tuhan itu sendiri adalah terang, sehingga kitapun menjadi terang karenanya. Menjadi terang berarti menjadi dampak. Ko Riyadi mengingatkan bahwa setiap kita yang ada di satelit, maupun setiap kita di gereja adalah hasil dari perbuatan orang lain.
Setelah sharing singkat mengenai Christmas Light, selanjutnya adalah acara tukar kado. Sebelum tukar kado, jemaat diajak pemanasan terlebih dahulu. Permainan ini hanya boleh diikuti oleh angkatan 2011 dan setelahnya. Jadi teman-teman yang baru saja lulus kuliah dan yang masih kuliah dapat ikut bermain.
Jemaat yang ikut bermain kemudian dibagi menjadi 7 dan berjajar memanjang ke belakang. 2 orang yang berada di baris terdepan masing-masing kelompok akan menebak kalimat yang akan diperagakan oleh jemaat yang tidak masuk dalam kelompok, yaitu angkatan 2010 dan sebelumnya. Setelah kalimat tersebut berhasil ditebak, 2 orang yang tadi menebak mundur ke belakang. Kalimat-kalimat yang diperagakan pun tidak mudah sehingga mengundang tawa juga.
Setelah semua mendapat giliran menebak, acara tukar kado pun dimulai. Tukar kado kali ini dilakukan dengan cara yang spesial, yaitu sambil bermain game. Seluruh jemaat diminta untuk mengambil posisi melingkar semua dengan kado diletakkan di depan posisi mereka berdiri. Kado tersebut digunakan sebagai penanda tempat. Selanjutnya diadakan permainan “Apakah Kamu Mengasihiku?”.
Permainan diawali dengan MC bertanya kepada salah seorang jemaat, “Apakah kamu mengasihiku?”. Kalau jemaat yang ditanya tersebut menjawab “Ya”, maka seluruh jemaat harus pindah tempat dari posisi mereka ke posisi yang lain. Posisi tersebut harus berada di belakang kado yang tadinya diletakkan di depan masing-masing jemaat.
Kalau jemaat yang ditanya menjawab “Tidak”, maka pertanyaan dilanjutkan dengan pertanyaan “Lalu siapa yang kamu kasihi?”. Kemudian jemaat menyebutkan ciri-ciri orang yang ia kasihi, misalnya “Saya mengasihi orang-orang yang memakai baju kotak-kotak”. Maka orang yang ciri-cirinya disebutkan harus berpindah tempat ke tempat yang kosong.
Momen tukar kado ini menjadi sangat seru. Semua jemaat heboh ketika harus berpindah tempat. Jemaat juga dapat mengincar kado yang ia mau ketika ia berpindah tempat.
Setelah semua telah berpindah tempat, masing-masing jemaat boleh membuka bungkus kado yang mereka dapatkan. Kemudian, setiap jemaat diberi kesempatan untuk memberikan kado yang mereka dapatkan ke orang yang mereka kasihi atau orang yang lebih membutuhkan. Kasih itu begitu indah, bukan?
Setelah tukar kado, Ev. Evie Mehita kemudian sharing mengenai komunitas dan keluarga rohani. Setiap kita rindu bahwa keluarga kecil kita berkembang, namun yang terpenting adalah kita menjadi komunitas yang benar. Bukan hanya kuantitas jemaat yang banyak, tapi juga memiliki kualitas rohani. Memiliki ajaran yang benar dan menyelamatkan jiwa-jiwa. Sebab itulah hati Bapa untuk kita semua.
Kemudian Ev. Evie Mehita menyanyikan sebuah lagu yang baru saja beliau ciptakan, yaitu Hati Bapa. Lagu ini bercerita tentang hati Bapa untuk jiwa-jiwa yang terhilang. Saat sampai di bagian refrain lagu, perwakilan gembala dan pembimbing dari setiap recom berdiri sambil menyanyikan lagu tersebut dan maju ke depan. Sungguh momen yang sangat mengharukan, apalagi gembala-gembala menyanyikan dengan sepenuh hati.
Ketika lagu tersebut hampir selesai, semua gembala dan pembimbing memberikan kartu ucapan natal kepada anak-anaknya. Tidak lupa juga mereka memberikan pelukan kepada anak-anak sebagai tanda kasih. Kemudian jemaat diajak bangkit berdiri dan belajar lagu tersebut.
Hari Natal biasanya saat liburan panjang sehingga dinikmati bersama dengan keluarga. Dan kami rindu bahwa anak-anak pun merasakan keluarga di gereja Christ Mercy Center. Biarlah Christ Mercy Center bukan hanya menjadi tempat persinggahan saat kuliah, namun benar-benar menjadi Second Home bagi setiap jemaat. Visi kebangunan, kebenaran yang ditanamkan semua dapat bertumbuh di hati anak-anak dan kita setiap jemaat menjadi keluarga rohani. Keluarga tidak selalu hanya mereka yang terikat dengan hubungan darah, tetapi keluarga adalah orang-orang yang selalu mendukung setiap pilihan kita, tetap ada di sisi kita apapun keadaan kita, dan yang terpenting adalah orang-orang yang selalu menjaga kita dan membimbing kita untuk bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan Yesus Kristus.
Kiranya damai dan sukacita natal memenuhi setiap hati kita dan Christ Mercy Center menjadi rumah kedua bagi kita semua. Tuhan Yesus Memberkati…
Begitu banyak jiwa yang terhilang
Tak tahu kemana kan pulang
Begitu banyak jiwa yang meronta
Tak tahu kemana kan pergi
Hati Bapa menangis tuk kekerasan hati
Hati Bapa menanti, sebuah langkah kecil tuk kembali
Reff:
RohNya mencari celah terkecil didalam hatimu
Bapa setia, Dia tak lupakanmu, Dia tak tinggalkanku
Roh Kebenaran, trangi jalanmu, pulihkan hatimu
Kembalilah pulang pada hati Bapa
RohNya mencari..
Tuk membawamu kembaliCipt: Evie Mehita (9 Des 2015)

