Pelayanan anak merupakan salah satu pelayanan gereja yang berperan penting karena akan membangun generasi berikutnya. Selama beberapa tahun CMC mempunyai divisi sekolah minggu, kami terus mendoakan dan merindukan kurikulum/materi sekolah minggu yang dapat membangun pengenalan anak-anak akan Tuhan Yesus dan membawa mereka membangun hubungan pribadi dengan Tuhan. Sampai pada bulan Juli 2016 kita bergabung dengan tim sekolah minggu dari berbagai gereja, menggunakan materi modul Superbook untuk materi sekolah minggu. Bergabungnya CMC dengan Superbook ini membangun kerja sama dengan lembaga pemerhati sekolah minggu.
Pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan Superbook selalu bertempat di beberapa gereja lokal yang bersedia untuk menyediakan tempat. Berbekal dari kerinduan untuk juga menjadi berkat bagi gereja-gereja Tuhan yang lain, kita mengajukan diri untuk menyediakan tempat. Dan di pertemuan bulan Januari 2017, gereja kita menjadi tempat terselenggaranya pertemuan Superbook.
Pertemuan Superbook kali ini diiringi dengan hujan yang sangat lebat dan disertai dengan banjir di beberapa tempat dan mengakibatkan beberapa teman dari beberapa gereja tidak dapat hadir. Padahal pada pertemuan ini juga telah dirancangkan training pelayan sekolah minggu. Dengan pembicara Kak Yogi (pelayan sekolah minggu) yang menekankan pentingnya ketulusan kasih yang murni dalam melayani anak-anak, menceritakan kesaksian hidupnya yang tersentuh oleh pelayanan salah satu guru sekolah minggunya. Dalam kesempatan ini, Kak Yogi mengajak seluruh pelayan sekolah minggu untuk mendoakan setiap orang yang telah membawa pengaruh dalam pertumbuhan rohani bagi setiap kita.
Setelah doa, kak Yogi membagikan tips-tips melayani anak-anak sekolah minggu dengan kreatif agar dapat membawa anak-anak lebih tertarik akan pemberitaan Firman Tuhan, yaitu: menantang, menyenangkan, dan mengejutkan. Menantang, dengan sebuah contoh cara melipat tangan untuk berdoa yang berbeda akan membawa anak-anak tertarik, tertantang dan lebih memperhatikan. Menyenangkan, Kak Yogi mempraktikan cara menghafal ayat hafalan secara menyenangkan, yaitu membuat gerakan dari ayat tersebut. Di sisi mengejutkan, Kak Yogi menyatakan bahwa kita sebagai orang-orang yang sudah dewasa juga menyukai kejutan. Salah satu contoh membawakan pembelajaran sekolah minggu dengan kejutan adalah membawa kotak kosong di belakang punggung kita dan bertanya, “Siapa tahu Kakak bawa apa?” atau “Kakak membawa sesuatu yang spesial lhoo, siapa yang tau?”. Hal ini akan lebih menarik meskipun ternyata hanya merupakan kotak yang kosong, daripada langsung “Adik-adik, ini adalah kotak kosong.”. Kotak ini dapat juga kita isi dengan benda-benda untuk menjelaskan Firman Tuhan yang mau kita bawakan.
Kita harus membawakan Firman Tuhan dengan cara yang menarik supaya anak-anak semakin mengerti dan memahami isi Firman Tuhan, tidak bosan saat mendengar Firman Tuhan dan dapat menjadi teladan untuk orang lain di sekitar mereka. Kami membuka dan mengajak bagi yang rindu melayani di sekolah minggu, mari dapat bergabung dengan CMC Sunday School, dengan Kak Elia (Ibu Gembala). Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.


