Sabtu tanggal 23 September 2017 yang lalu, satelit gabungan dari recom-recom mengadakan lomba stand up comedy dengan tema “Stand Up For God”. Eits…. tetapi tentu saja lomba stand up comedy yang satu ini berbeda dengan acara stand up comedy yang sudah ada. Jika acara televisi tersebut bertujuan untuk menghilangkan stress, membuat orang tertawa dan menghibur penonton, untuk acara satelit gabungan yang lalu bukan hanya untuk membuat orang tertawa dan sebagai penghilang stress semata, tetapi juga untuk membagikan kebenaran Firman Tuhan secara menarik melalui komedi-komedi rohani. Karena anak Tuhan di jaman ini harus bisa kreatif, namun juga tetap bersumber pada Firman Tuhan.
Lomba stand up comedy dibagi menjadi 2 babak, yaitu babak penyisihan yang berisi 16 peserta dan babak final yaitu mengambil 2 peserta akhir yang mendapatkan nilai tertinggi. Setiap peserta diberikan waktu 3 menit untuk menampilkan komedi yang fresh di dunia kekristenan dan akan mendapatkan nilai dari 3 juri utama yaitu Sdr. Theo, Sdr. Ricky dan Sdri. Vonny yang terkenal dengan komedi dan kelucuannya di video dan drama.
Setiap peserta yang mewakili recom-recom telah berusaha memberikan penampilan yang terbaik. Ada peserta yang membahas tentang komunitas recom, ada yang membahas tentang kehidupan sebagai orang Kristen, tentang pasangan, tentang Tuhan Yesus dan murid Nya, tentang pelayanan dan lain sebagainya. Dari nilai-nilai yang didapatkan akhirnya didapat 2 peserta final dari babak penyisihan, yaitu Adit dan Gery. Kedua peserta final ini kembali menampilkan penampilan terakhir untuk menarik hati juri dan penonton, karena penilaian pemenang untuk babak final ini diambil dari suara terbanyak dari juri dan penonton.
Selain lomba stand up comedy, ada persembahan drama komedi juga dari Messenger Creative Ministry yang seru dan benar-benar mengocok perut. Drama ini berjudul “The Legend of Twelve Scouts“. Masing-masing pemeran menggunakan tokoh-tokoh dari film-film animasi yang cukup terkenal, seperti kura-kura ninja, karakter anime One Piece dan lain sebagainya. Drama ini mengisahkan perjalanan keduabelas pengintai yang diutus Musa untuk mengintai tanah perjanjian, dimana setiap pengintai tiba di tanah perjanjian dengan lokasi yang berbeda. Mereka membagi pengintaian secara berkelompok dan bertemu dengan penduduk dari tanah perjanjian yang berbeda-beda. Di dalam pertemuan tersebut mereka akhirnya memiliki pandangan yang berbeda mengenai tanah perjanjian. Dari kesepuluh pengintai mereka berpendapat bahwa tanah tersebut memang tanah yang baik, berlimpah susu dan madu, namun ditanah tersebut juga terdapat penduduk yang kejam, bahkan mereka tidak ragu membunuh bangsanya sendiri. Ketika beberapa pengintai melihat tembok yang tinggi yang melindungi tanah perjanjian itu nyali mereka menjadi ciut, padahal mereka sudah melalui banyak masa dimana Tuhan selalu menolong bangsa Israel.
Namun, ada 2 pengintai yang memiliki pandangan yang berbeda. Mereka bernama Yosua dan Kaleb. Walaupun mereka berjumpa dengan hal-hal yang tidak menyenangkan dari tanah perjanjian, namun mereka tetap percaya bahwa Tuhan yang sudah berjanji untuk memberikan tanah perjanjian tersebut, akan Tuhan yang akan memberikan kemenangan. Mereka menguatkan hati-hati penduduk Israel untuk tidak takut dan tetap teguh percaya pada Tuhan. Namun bangsa Israel tetap tidak mau mendengar kata-kata Yosua dan Kaleb dan lebih memilih untuk mempercayai 10 pengintai yang ragu dengan janji Tuhan. Akhirnya Tuhan marah dengan respon dari bangsa Israel dan menghukum bangsa Israel sehingga tidak dapat masuk ke tanah perjanjian, namun Yosua dan Kaleb, kedua pengintai yang percaya ini Tuhan izinkan untuk bisa memasuki tanah perjanjian.
Melalui drama ini ada pesan yang disampaikan untuk setiap kita untuk tetap berdiri teguh dan percaya pada janji Tuhan seperti Yosua dan Kaleb, walapun mungkin banyak yang meninggalkan kita atau hanya kita saja yang tetap ada di jalan yang Tuhan mau. Tuhan tidak pernah mengingkari janji Nya, Dia tidak pernah merancangkan sesuatu yang buruk ataupun jahat kepada anak-anak Nya.
Setelah drama berakhir, MC membacakan pemenang lomba Stand up Comedy. Juara pertama diraih oleh Adit dan juara kedua diraih oleh Gery. Dalam acara satelit gabungan Stand up For God, mengajarkan bahwa kita bisa menggunakan sarana apa saja untuk membagikan atau memberitakan tentang nama Tuhan, salah satunya melalui komedi yang dikemas dan diberikan pesan-pesan rohani. Talenta berkomedi yang dimiliki ataupun bakat talenta apa saja, jika kita mau dan serahkan pada Tuhan dan menjadikan Tuhan sebagai tujuan akhirnya, bisa Tuhan pakai untuk menjadi alatNya. Selain itu kita harus tetap berdiri untuk Tuhan dan di dalam Tuhan, tetap teguh dan percaya di dalam janji Tuhan. Tuhan berkati.
Video penampilan stand up comedy dari beberapa peserta dan drama komedi dapat dilihat di link berikut ini :

