Khotbah Ev. Elita Chandra : His(Story) Maker
Setiap kita diciptakan untuk sebuah tujuan, dan Tuhan mau kita menghidupi tujuan Tuhan itu. Untuk itu, kita perlu tahu apa yang menjadi Tuhan dalam hidup kita. Ketika kita berjumpa dengan tujuan Tuhan itu, hidup kita tidak akan sama lagi. Setiap kita dipanggil menjadi pekerja di ladang-Nya. Pekerja di Ladang Tuhan bukan hanya berbicara menjadi hamba Tuhan, tetapi kita mengerjakan bagian kita dimanapun Tuhan menempatkan kita.
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. (Efesus 2 : 8 – 10)
Sejak Tuhan menciptakan Adam, Tuhan punya tujuan baginya, yaitu menjadi pengelola dan menjadi kawan sekerja Tuhan. Tuhan memanggil kita bukan hanya untuk masuk Surga, tetapi untuk memenuhi panggilan kita yang semula yang sudah Tuhan sediakan dalam hidup kita. Seperti Adam, Tuhan mau kita menjadi kawan sekerja Allah untuk mengerjakan visi-Nya di muka bumi ini. Tuhan bukan mencari siapa yang bisa, tetapi Dia mencari orang yang mau.
Menjadi Kawan Sekerja Allah
Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya. (Yehezkiel 22:30)
Tuhan mau kita menjadi kawan sekerja Tuhan; yang sepakat dan sevisi dengan Tuhan. Itulah tujuan Tuhan dalam hidup kita. Dia mau kita semua ambil bagian dalam pekerjaanNya yang mulia. Tuhan sedang mencari orang yang mau untuk dipakaiNya.
Apakah kita mau menjadi Mitra Tuhan?
Tuhan kita bukanlah Tuhan pemaksa, Dia hanya akan memakai kita kalau kita mau melakukannya. Luarbiasanya Tuhan adalah bahwa Tuhan yang bisa melakukan segala sesuatunya sendiri dengan kuasaNya, tetapi Dia tidak mau melakukannya tanpa manusia. Dia mau pakai manusia untuk menggenapi kerinduanNya.
Jangan tunda-tunda lagi untuk mengerjakan panggilanNya. Karena waktu akan segera berlalu, dan kita bisa kehilangan kesempatan untuk melakukan kerinduan Tuhan. Tuhan mau kita dengan giat mengejar panggilan itu: Jadilah seorang pembuat sejarah dalam hidupmu.
Melihat kisah dari Triwira Daud (1 Samuel 22:1-2), semua Triwira Daud bukanlah berasal dari orang-orang yang hebat. Mereka adalah orang yang dulunya tinggal di Gua Adulam, sebuah tempat untuk orang-orang yang tidak berpengharapan. Tetapi mereka menjadi orang-orang yang berhasil menjadi pembuat sejarah; mereka meninggalkan masa lalu dan menjadi pahlawan Daud.
Meninggalkan masa lalu dibutuhkan keberanian, dibutuhkan kerelaan dan mulai sesuatu yang baru bersama dengan Tuhan. Tanggalkan beban dan dosa kita. Mari Belajar serahkan semuanya. Ijinkan Tuhan memegang hidupmu menuju masa depan bersama Dia.
Rela dilatih dan diproses Tuhan
Mulailah berubah dari kebiasaan lama menjadi kebiasaan yang baru dalam Tuhan. Dan semuanya dimulai ketika kita mau belajar berubah. Tinggalkan semua kebiasaan kita yang tidak sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Mari kita belajar untuk mau dilatih dan diproses menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Hati yang berpaut kepada Tuhan
Rut menjadi menjadi seorang pembuat sejarah karena hatinya terpaut kepada Tuhan (Rut 1: 1-18). Dia mengambil sebuah pilihan yang benar dalam hidupnya. Perhatikan langkah-langkah hidup kita. Jangan anggap enteng keputusan-keputusan kita. Jangan pernah membuat keputusan ketika kamu emosi, sehingga kamu tidak membuat pilihan yang bodoh. Belajar libatkan Tuhan dalam setiap keputusan yang harus kita ambil.
History Maker bukan tentang “aku”, Tetapi tentang “Dia”. Ketika kita mau dipakai Tuhan, Tuhan akan biasakan kita dengan tata tertib Kerajaan Tuhan. Asalkan kita mau, Tuhan yang sanggupkan kita dan kita bisa membuat pilihan-pilihan yang tepat bersama dengan Tuhan.

