SIGN IN YOUR ACCOUNT TO HAVE ACCESS TO DIFFERENT FEATURES

FORGOT YOUR PASSWORD?

FORGOT YOUR DETAILS?

AAH, WAIT, I REMEMBER NOW!

Generasi Jawaban Doa - Gereja Christ Mercy Center

  • LOGIN
  • Home
  • Ministry
    • Vision & Ministries
    • Communities
    • The Shepherd’s Voice
  • Resources
    • Sermons
    • News & Events
  • On The Move
    • Road to Revival
    • SOW Camp
    • Healing from Heaven
    • Tabloid Transform
    • Transformer Ministry
  • Download
    • Download Tabloid TRANSFORM
  • Home
  • Sermons
  • Khotbah Ev. Silvia Marryasa Hannah : Perkenanan
26 June 2026

Khotbah Ev. Silvia Marryasa Hannah : Perkenanan

Khotbah Ev. Silvia Marryasa Hannah : Perkenanan

by Ellen Natalia / Wednesday, 23 January 2019 / Published in Sermons

Bacaan : Ester 1

Tahun 2019 sudah tiba. Tahun mukjizat dan kasih tak bersyarat merupakan rhema bagi kita semua. Tuhan mengasihi semua orang. Namun, tidak semua tindakan manusia mendapat perkenanan Bapa. Bagaimana agar hidup kita berkenan di hadapan-Nya?

Ratu Wasti adalah gambaran sempurna seorang ratu di masa itu. Memiliki paras menawan, bergelimang harta, dan mendapat posisi utama di kerajaan Ahasyweros. Sayangnya, ia menolak untuk dipakaikan mahkota oleh sang raja. Ahasyweros pun geram dan menyingkirkan ratu. Wasti menggambarkan anak-anak Tuhan di akhir zaman. Banyak anak Tuhan yang sudah nyaman berada di comfort zone mereka sehingga menganggap remeh anugerah dari sang Raja, Yesus Kristus.

Mari kita lihat bagaimana kehidupan Ester, pengganti Wasti. Ester adalah seorang wanita biasa yang tidak memiliki ayah dan ibu. Ia pun diangkat oleh pamannya, Mordekhai. Hidup Ester bukan hidup yang diinginkan kebanyakan orang. Ia menyadari bahwa hidupnya terpuruk. Ketika ia melihat kesempatan yang dapat mengubah hidupnya, ia mau meninggalkan hidupnya yang lama dan meresponi sebaik mungkin kesempatan itu. Akhir cerita, Ester pun disenangi oleh semua orang bahkan Raja Ahasyweros. Ini semua tentang bagaimana kita mau move on dari hidup lama yang nyaman atau terpuruk ke kehidupan yang berkenan. Tuhan melihat hati manusia yang memiliki respon yang benar.

Ester adalah gambaran bagaimana kita mau move on dari hidup lama yang nyaman kepada kehidupan yang berkenan.

Kedua, untuk memiliki hidup yang berkenan di hadapan Tuhan, kita harus memiliki karakter rendah hati. Karakter ini dapat kita teladani dari perilaku Ester [Ester 2:15]. Ia mau belajar mendengarkan orang lain sekalipun orang tersebut hanyalah seorang penjaga. Memiliki sikap rendah hati saja tidak cukup, melainkan menjadikan itu sebagai sebuah karakter. Kerendahan hati adalah sebuah perlindungan dan kemanan, bukan kekalahan. Mengapa? Karena kita membiarkan Tuhan untuk lebih tinggi dan lebih berkuasa dalam hidup kita.

Untuk memiliki hidup yang berkenan di hadapan Tuhan, kita harus memiliki karakter rendah hati.

Kebaikan lain yang membuat Ester menjadi orang yang berkenan bagi raja adalah tindakannya yang tidak mementingkan diri sendiri. Ketika Haman ingin memunahkan semua orang Yahudi, Ester tidak tinggal diam. Ia berpuasa dan mencari akal untuk meminta belas kasih dari raja. Ester memiliki hati untuk bangsanya. Hati Tuhan berada pada jiwa-jiwa yang terhilang. Sudahkah kita memiliki hati untuk mereka? Jangan membuat ‘kerajaan’ kita sendiri, tetapi perbesar kerajaan Allah di bumi.

Untuk memiliki hidup yang berkenan, kita harus mengetahui apa yang Tuhan ingini. Miliki waktu yang berkualitas dan intim dengan-Nya, maka kita tahu bagaimana cara menyenangkan hati-Nya.

HIDUP YANG BERKENAN DI HADAPAN TUHAN ADALAH GAYA HIDUP ORANG PERCAYA

  • Tweet

About Ellen Natalia

What you can read next

Khotbah Ev. Evie Mehita : Kehidupan yang Sia-sia
Khotbah Ev.Evie Mehita – 3 hal pencobaan dari Iblis
Khotbah Ev. Evie Mehita : Bahaya! Bait Allah Diinjak-injak!

RSS Rahasia Hati

  • 3 Penghalang Ciptaan Baru
  • Pelajaran Mengenai Kapak yang Tumpul
  • Sulitkah Hidup Kudus?
  • Kisah Cangkir yang Cantik
  • Disertai Roh Kudus dan Roh Kudus Tinggal Dalam Kita

© 2015. All rights reserved. Buy Kallyas Theme.

TOP