Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane (Holy Spirit Series #2) : Mengenal Suara Roh Kudus
Roh Kudus adalah Roh Allah yang tinggal di dalam hati kita. Dia adalah penghibur dan kekuatan kita. Dia adalah pribadi yang lembut; Dia bisa bersukacita, Dia juga bisa didukakan. Ketika kita jatuh dalam dosa, Dia didukakan.
“Suatu ketika Tuhan pernah memukul saya ketika saya terpeleset dalam dosa. Roh Tuhan yang ada dalam diri saya yang begitu lembut berubah menjadi marah; Dia menjadi sangat diam. Tuhan menegur saya dengan ayat-ayat Firman Tuhan. Ketika saya berdoa, hati saya terasa sangat kosong. Saat itu saya tahu bahwa saya sedang mendukakan Roh Kudus.”
Ketika kita jatuh dalam dosa, akan ada sebuah rasa kosong dan teguran dari dalam diri kita; itulah pekerjaan Roh Kudus. Tetapi di sisi yang lain, Iblis juga dapat mengambil celah dan memanah pikiran kita dengan tuduhan-tuduhan. Karena itu, kita perlu peka dengan suara Roh Kudus. Tuduhan dari Iblis selalu bersifat mencelakakan. Dia akan berkata, “kamu tidak layak.. mundur saja.. menyerah saja…”, tetapi teguran Tuhan tegas dan menegur kita. Tuhan berkata, “Aku tidak dapat dipermainkan, sebab Aku adalah Allah yang kudus.” Tetapi tidak jarang kita menerima tuduhan Iblis itu dan merasa tidak layak ketika kita terpeleset dalam dosa.
Janganlah kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu
Matius 7:6
Kita bisa berkata, “Saya tidak layak.” Bahkan mungkin kita bisa merasa sangat hina seperti anjing dan babi. Seseorang tidak akan pernah bisa diberi tanggungjawab yang lebih apabila mentalnya sama seperti anjing dan babi. Seekor anjing yang terlatih sekalipun, ketika melihat steak ada dihadapannya, dia akan sangat mengingininya dan ingin memakan steak itu secepat mungkin. Dia tidak dapat mengekang keinginannya. Hanya tali kekang dari majikannya yang dapat mengendalikannya. Sedangkan babi adalah hewan yang malas. Seluruh hidupnya hanya makan, tidur, dan kawin. Tetapi Tuhan katakan, bahwa kita bukan anjing, bukan juga babi. Kita adalah anak-anak Tuhan. Otoritas Kerajaan Sorga diberikan kepada kita karena kita adalah anak-Nya. Karena itu, berhentilah berbuat dosa. Dan kita semua memerlukan Roh Kudus untuk melawan dosa-dosa kita. Kita tidak pernah bisa melawan dosa itu sendirian.
Dia memberikan kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.
Yesaya 40:29-31
Untuk mendengar suara Roh Kudus, kita harus bergaul dekat dengan Tuhan. Suara Tuhan bisa sangat mirip dengan suara pikiran kita ketika kita sedang kalut. Suara Roh Kudus menjadi begitu tersamar ketika kita menghadapi masalah. Maka dari itu, kita perlu ambil waktu tenang saat mengalami masalah, sebab Tuhan katakan: “dalam tinggal tenang di situ terletak kekuatanmu.” Berhentilah beragumentasi dan mempercayai pikiran kita. Karena pikiran kita sebenarnya berasal dari pikiran jiwa kita yang condong kepada pembenaran diri sendiri.
Tanggalkan semua “ke-babian” dan “ke-anjingan” kita. Kita adalah anak-Nya, yang memperoleh sesuatu yang berharga dariNya. Kita mendapatkan mimpi, panggilan, dan penyertaanNya. Jangan kita buang dan sia-siakan itu. Apakah mimpi Tuhan dalam hidup kita? Ketika kita kenal dengan suara Roh Kudus, Tuhan yang akan memperlihatkan apa yang menjadi mimpi dan kerinduanNya. Bagian kita adalah mengikuti tuntunanNya. Kita harus percaya bahwa tuntunan Tuhan tidak pernah salah, tidak pernah gagal. Tuntunan Tuhan sempurna bagi setiap kita.
Di akhir jaman ini, ada beberapa jenis gereja:
- Gereja Liturgi/ Tradition : Semua harus sesuai aturan dan liturgi. Aturan-aturan dalam gereja tidak boleh dilanggar.
- Gereja Hiburan : Ibadah dibuat untuk menghibur jemaat. Mereka mengundang penyanyi-penyanyi terkenal dan bersenang-senang dalam gereja.
- Gereja Sarang Penyamun : Gereja yang meminta uang jemaat dengan alasan mengembangkan kerajaan Tuhan. Tetapi ternyata hamba Tuhannya mengambil uang itu untuk kepentingan pribadinya. Dia hidup makmur dan mewah, tetapi jemaatnya begitu miskin dan kesusahan.
- Gereja yang Ikut Tuntunan Tuhan : Gereja yang mengikuti tuntunan dan kerinduan Tuhan.
Tahun ini adalah tahun dimana pahlawan Tuhan di bangkitkan. Tuhan rindu mendirikan gereja di kota-kota kecil. Bukan gereja liturgi, bukan gereja hiburan, bukan juga gereja sarang penyamun, tetapi gereja yang mengikuti tuntunan Tuhan. Inilah gereja yang mencintai dan merindukan Tuhan.
Roh kudus dan karuniaNya masih ada sampai saat ini. Kita bisa bernyanyi, bernubuat, dan berkata-kata tentang kebenaran. Tetapi untuk itu, diperlukan hati yang murni; tidak hanya memihak kepada salah satu doktrin. Kita perlu minta pimpinan dan tuntunan Roh Kudus senantiasa. Nubuatan dari nabi Yoel sudah terjadi dan akan terjadi sampai kedatangan Tuhan yang kedua kalinya. Karena itu, selalu ada mujizat bagi orang yang percaya.
Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.
Matius 7:13-14
Saat kita berbicara tentang kebenaran, kita mungkin akan di tinggalkan oleh banyak orang. Tetapi kita harus nyatakan kebenaran, karena kebenaran adalah kebenaran. Kebenaran tidak boleh membuat kita takut untuk kehilangan orang yang kita kasihi sekalipun. Janganlah kita takut kepada manusia, tetapi takutlah kepada Tuhan. Lebih baik kita memiliki 100 family, daripada 1000 follower atau 1000 friend. Follower adalah orang-orang yang tidak punya komitmen; dia akan mudah datang dan pergi ketika menemui ketidakcocokan. Friend hanya akan hadir di saat yang menyenangkan. Disaat susah, dia akan dengan mudah pergi. Tetapi family akan selalu hadir di kala senang maupun susah. Mereka saling mendukung, menguatkan, dan mendoakan.
Sudahkah kita mengenal Roh Kudus? Dia ada dalam hati kita. Kenali dan sapalah Roh Kudus itu dalam hati kita. Katakan kepadaNya untuk menuntun setiap kita, supaya jangan kita mengikuti kata hati kita sendiri, tetapi biarlah kita mengikuti kerinduan-Nya dalam hidup kita. Tuhan selalu memberikan segala sesuatu tepat pada waktunya, sekalipun dunia mengatakan itu sebagai suatu keterlambatan. Apa yang menyusahkan hati kita, sehingga begitu sulit bagi kita untuk bersyukur kepada Tuhan? Kadang Tuhan berbicara dengan hal yang paling tidak kita mengerti. Tetapi semua yang terbaik Dia berikan kepada kita. Maka, mari kita belajar bersyukur dan berserah senantiasa kepada Tuhan.

