PIC (Pro-M Impact City) : Tahan Banting
Seiring dengan perkembangan zaman saat ini, berbagai macam rintangan dan tantangan pun semakin beraneka ragam. Oleh karena itu dewasa muda perlu membekali diri, agar mampu menjadi pribadi yang tahan banting dalam menghadapi segala macam situasi. Hal inilah yang menjadi awal ide dari PIC untuk mengangkat tema tahan banting pada Ibadah Dewasa Muda Sabtu 12 Agustus 2017 lalu, dengan mengundang Pdt. Daniel Rudy, Gembala Sidang GBIS Tahun Kebebasan Ciputat, Tangerang Selatan. Firman Tuhan disampaikan dengan terbuka dan humoris membuat Dewasa Muda yang hadir menjadi semangat dan antusias mendengar pesan yang disampaikan.
Sebuah bangsa yang akan maju berperang pasti akan menyiapkan dan mempertimbangkan tentang jumlah pasukan yang akan dibawanya, hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Tuhan dalam firmanNya di Lukas 14 : 31-32.
Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.
Lukas 14:31-32
Kita tentu tahu kisah Gideon yang awalnya berhasil mengumpulkan 32 ribu prajurit, namun Tuhan berkata jumlah tersebut masih terlalu banyak. Kemudian Tuhan sendiri yang melakukan seleksi dengan caraNya sehingga jumlah tersebut menyusut drastis menjadi hanya 300 prajurit saja dan kisah peperangan ini pun dimenangkan oleh pasukan Gideon. Tentu ini adalah hal yang tidak logis bagi pemikiran manusia, namun dari sini kita dapat mengerti bahwa kekuatan dan kemenangan Gideon bukanlah dengan kekuatan manusia namun dengan penyerahan kepada Tuhan, sehingga dengan kekuatan yang minimal ia mampu memperoleh kemenangan yang maksimal. Hal ini tidak mungkin dapat terjadi jika tangan Tuhan tidak turut campur tangan.
Kisah Gideon juga mengingatkan kita tentang bagaimana Tuhan membentuk Gideon dan menyampaikan statement yang positif pada diri Gideon.
Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.”
Hakim-hakim 6:12
Tuhan menyebut Gideon sebagai seorang pahlawan yang gagah berani, padahal saat itu keadaan Gideon dalam situasi penuh ketakutan dan sedang bersembunyi dari orang Midian. Firman adalah suatu pernyataan Tuhan sehingga apa yang semula tidak jelas, disingkapkan agar menjadi jelas. Dalam kondisi Gideon yang penuh ketakutan, Tuhan menyingkapkan pada Gideon bahwa ada kekuatan yang tersembunyi dalam dirinya. Seringkali kita tidak menyadari adanya potensi dalam diri kita. Ingat! Dalam dunia ini tidak ada orang yang 100 % kurang dan tidak ada orang yang 100% lebih, artinya tidak ada orang yang sempurna.
Seringkali kita lebih suka berada dalam zona kekurangan seperti Gideon dengan beralasan bahwa apa yang terjadi dalam kehidupan kita adalah “takdir”, dan akhirnya berpasrah pada keadaan. Padahal alasan sesungguhnya adalah karena ketidakberanian kita untuk berjuang. JANGAN HIDUP DENGAN PRINSIP “AIR MENGALIR” karena air akan selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah, jika kita ingin air mengalir ke tempat yang tinggi maka harus dialirkan, artinya harus diperjuangkan. Kita harus percaya bahwa kita telah dimaterai oleh Roh Kudus dan roh Kudus sendirilah yang akan memampukan kita.
Di dalam Dia kamu juga — karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu — di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.
Efesus 1:13-14
Selain Gideon, kita juga belajar dari tokoh alkitab lain yang dikenal dengan julukan “The Dreamer”, yaitu Yusuf. Melalui sikap dan teladannya, mampu membuat Firaun mengatakan bahwa Yusuf adalah orang yang memiliki Roh Allah di dalamnya, padahal kita tahu Firaun adalah sosok yang tidak mengenal Allah. Masih banyak lagi tokoh-tokoh alkitab yang menerima banyak penyingkapan melalui perkataan-perkataan Tuhan maupun orang sekelilingnya. Terkadang kita tidak menyadari potensi yang kita miliki sehingga perlu untuk disingkapkan oleh Tuhan dan orang lain.
Untuk menjadi pribadi yang tahan banting kita perlu menyadari bahwa dalam diri kita ada Roh Allah yang tak terkalahkan. Mari belajar dari Kisah Nabi Yeremia yang ketika mengalami kegalauan di pembuangan dan kemudian merasa kecewa dengan Tuhan, namun pada akhirnya ia sendiri menyadari bahwa ketika ia tidak mau mengingat Tuhan dan mengucapkan Firman lagi demi nama Tuhan, maka dalam hatinya seperti ada nyala api. Ini membuktikan bahwa Roh Kudus tidak akan bisa dibatasi dengan kekuatan manusia.
Tetapi apabila aku berpikir: “Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya,” maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.
Yeremia 20:9
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
Roma 12:11
Roh yang disebutkan dalam ayat ini bukan berbicara tentang Roh Kudus, melainkan tentang roh atau semangat kita untuk mempunyai kesungguhan yang kuat. Bagaimana cara agar roh kita menyala-nyala? Jawabannya yaitu dengan melayani Tuhan.
Melayani Tuhan tidak sama dengan melayani pekerjaan Tuhan. Melayani Tuhan berarti mengutamakan kewajiban daripada hak, dan tolak ukur untuk menilai apakah saat ini kita sedang melayani Tuhan atau melayani pekerjaan Tuhan adalah dengan melihat kehidupan kita diluar lingkungan gereja.

