Transformer Ministry kembali mengadakan Retreat SMU, sebagai perwujudan salah satu misinya dalam pendampingan anak muda. Seperti yang kita ketahui bersama Transformer Ministry sebagai pelayanan interdenominasi, bergerak dalam pelayanan anak muda di dunia pendidikan, yaitu sekolah (SMP dan SMA) dan Universitas lewat berbagai kegiatan yang berfokus pada pendampingan dan pembekalan kerohanian, salah satunya melalui kegiatan Retreat. Tepatnya SMU Sasana Bhakti, SMU swasta yang berlokasi di Jl. Jagalan 132 Surabaya, salah satu sekolah di mana Transformer melayani selama ini. Dengan dukungan penuh dari pihak Sekolah yang mengagendakan 3 hari khusus untuk pelaksanaan Retreat serta guru Agama Kristen yang turut menjadwalkan kegiatan ini dalam program tahunan, maka dilaksanakanlah Retreat Kerohanian Kristen yang diikuti oleh seluruh siswa Kristen kelas 1-3, seperti biasanya setiap awal tahun ajarana baru. Kali ini Transformer Ministry bekerjasama dengan tim Evangelical Explotion (EE) yang selama ini bergerak dalam Pelatihan dan Pembekalan Penginjilan terhadap semua kalangan umat Tuhan
Setelah melalui berbagai persiapan, akhirnya Senin 1 Agustus lalu Retreat Kerohanian Kristen SMU Sasana Bhakti terlaksana, yang mengambil tempat di villa Anita Tretes. Keberangkatan dimulai pkl 08.00 WIB dari SMU Sasana Bhakti dan memakan waktu 1.5 jam. Tepat pkl 10.00 WIB sesampai di tempat pelaksanaan retreat, acara dibuka dengan pembacaan peraturan selama training berlangsung dan makan siang.
Pukul 12.00 WIB kegiatan retreat di hari pertama dibuka dengan Sesi 1 “Pemulihan Gambar Diri” oleh salah satu koordinator Tim Misi Kampus-Sekolah. Ada ciri-ciri tertentu dalam diri seseorang yang mengindikasikan perlunya pemulihan gambar diri, dengan mengetahuinya dapat membantu mengenali bagian-bagian jiwa kita yang perlu dibereskan, karena pemulihan merupakan salah satu bagian penting dalam pertumbuhan rohani. Tema kedua yang tak kalah pentingnya yaitu “Kesadaran Rohani”, kesadaran akan ketuhanan Yesus dalam hidup, kesadaran akan arti kepemilikan Yesus terhadap hidup dan masa dengan kita serta menyadari kasih Tuhan lewat pengampunan, penerimaan dan kepercayaan yang diberikanNya. Adalah penting untuk menyadari semua hal tersebut, tidak acuh tak acuh dan hidup hanya bagi diri sendiri. Puji Tuhan atas jamahanNya untuk anak-anak SMU Sasana Bhakti, peserta retreat di malam itu. Sejauh ini, itulah moment retreat yang sungguh mengagumkan dan mengharukan (terutama bagi panitia pelaksanan), dari semua peserta tak ada satu pun yang terlewatkan. Hari pertama retreat pun diakhiri dengan kegiatan share time: saling berbagi, saling menguatkan, dan saling mendoakan dan dilanjutkan dengan saat teduh bersama (berdoa dan memuji Tuhan) di Aula sebelum istirahat malam.
Hari kedua, kegiatan dimulai dengan olahraga pagi bersama (tepatnya game-ria bersama), tentunya cukup membangkitkan semangat para peserta dan pemanasan untuk mengikuti serangkaian games special yang telah menanti di waktu outbond. Senangnya melihat anak-anak menikmati sesi bermain bersama dan moment pengakraban selama outbond, termasuk setiap sesi firman yang serius (tak heran permintaan pengadaan retreat lagi terus berdatangan di meja redaksi, ceileee..^o^). Siang hari, setelah mengisi bahan bakar yang banyak berkurang selama outbond (makan,red) kegiatan kembali dilanjutkan dengan sesi terakhir dengan tema “Komitmen Murid Kristus”. Sangat disadari kehidupan rohani seseorang tak dapat hanya dibangun dalam retreat 2hari-1malam yang begitu singkat dan terbatas. Kita tetap akan kembali kepada kehidupan nyata setelah retreat dimana semua kita diperhadapakan pada banyak keadaan dan kehidupan di dunia. Tidak ada yang bisa menjamin hidupnya akan teru semangat, berapi-api dalam Tuhan dan tak pernah padam, ada banyak hal yang mungkin terjadi dan yang akan dihadapai. Akan selalu ada pembaharuan komitmen setiap hari, penyaliban daging dan harga yang harus dibayar sebagai murid Kristus yang tidak diciptakan untuk dunia, dan kerohanian kita akan terus dibangun lewat perjalanan kita setiap hari bersama Tuhan. Sesi terakhir pun diakhiri dengan doa bagi semua peserta retreat dan pendampingan kelompok kecil yang rencananya akan di-follow up dalam Kelompok Tumbuh Bersama (KTB/Komsel) setelah kembali dari retreat.
Setelah menuntaskan semua rangkaian acara selama retreat, akhirnya sampailah pada saat yang dinantikan..free time, waktunya jalan-jalan dan makan siang di luar sambil menunggu waktunya kembali ke Surabaya. Yah, Retreat yang sungguh berkesan bersama adik-adik SMU ^_^ bagi jemaat CMC yang rindu tergabung bersama kami dalam pelayanan misi di sekolah-sekolah, mari bergabung bersama kami, bersama menjadi pekerja Bapa di ladang anak muda yang sudah menguning. Revival for Jesus…Yes, we believe..!!

