SIGN IN YOUR ACCOUNT TO HAVE ACCESS TO DIFFERENT FEATURES

FORGOT YOUR PASSWORD?

FORGOT YOUR DETAILS?

AAH, WAIT, I REMEMBER NOW!

Generasi Jawaban Doa - Gereja Christ Mercy Center

  • LOGIN
  • Home
  • Ministry
    • Vision & Ministries
    • Communities
    • The Shepherd’s Voice
  • Resources
    • Sermons
    • News & Events
  • On The Move
    • Road to Revival
    • SOW Camp
    • Healing from Heaven
    • Tabloid Transform
    • Transformer Ministry
  • Download
    • Download Tabloid TRANSFORM
  • Home
  • Sermons
  • Belajar dari kesalahan Raja Uzia
26 June 2026

Belajar dari kesalahan Raja Uzia

Belajar dari kesalahan Raja Uzia

by Tim / Wednesday, 12 September 2012 / Published in Sermons

BELAJAR DARI KESALAHAN RAJA UZIA

Ayat Bacaan : 2 Tawarikh 26:1-8 ; 16-21

Raja Uzia melakukan apa yang benar di mata Tuhan seperti ayahnya tetapi Ia tidak menyelesaikan dengan baik. Ada dua faktor:

1. Ia mengikut Tuhan dengan sungguh-sungguh hanya ketika imam Zakharia masih hidup. Hidup rohaninya hanya bergantung dari mentor (Imam Zakharia) sehingga ia tidak punya iman yang langsung kepada Tuhan. Jadi ketika mentornya sudah tidak ada, dia tidak lagi sungguh-sungguh kepada Tuhan. Ketika kita lahir baru, memang kita harus dibimbing, dijagai, seperti layaknya bayi yang baru lahir tetapi ketika semakin dewasa perlakuannya akan berbeda. Bukan berarti kita tidak butuh orang lain untuk dibimbing tetapi semakin dewasa kita harus belajar untuk tidak lagi menggantungkan kerohanian kita dengan orang lain. Uzia sungguh-sungguh kepada Tuhan hanya selama ada orang yang mengajarkan dia, memperingati dia untuk hidup takut akan Tuhan.

2. Ayat 16 : Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan.

Raja Uzia melakukan banyak prestasi, terobosan ketika ia sungguh2 sama Tuhan tetapi akhirnya ketika ia semakin sukses, ia berubah setia kepada Tuhan. Kita harus perhatikan motivasi dalam mengikut Tuhan.

1 raja-raja 9: 4 – 5 : Mengenai engkau, jika engkau hidup di hadapan-Ku sama seperti Daud, ayahmu, dengan tulus hati dan dengan benar, dan berbuat sesuai dengan segala yang Kuperintahkan kepadamu, dan jika engkau tetap mengikuti segala ketetapan dan peraturan-Ku, maka Aku akan meneguhkan takhta kerajaanmu atas Israel untuk selama-lamanya seperti yang telah Kujanjikan kepada Daud, ayahmu, dengan berkata: Keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel.

Ini adalah pesan Tuhan kepada Salomo agar hidup dengan tulus hati di hadapan Dia. Tulus artinya bersih hati, jujur, tidak pura2 dan tidak menginginkan apapun dalam melakukan suatu hal. Sangat mudah hati kita menjadi licik, bahkan memanipulasi Tuhan untuk mencapai hal tertentu. Tuhan bukanlah Tuhan yang pelit berkat dan Ia sangat ingin memberkati kita tetapi Tuhan tidak ingin dimanfaatkan untuk kepentingan2 tertentu. Setiap kita pada awal pertobatan punya motivasi2 tertentu misalnya: Supaya kebutuhan-kebutuhan kita terpenuhi, takut masuk neraka, putus cinta, butuh pemulihan ekonomi, butuh kesembuhan tetapi semakin lama kita mengikut Tuhan seharusnya motivasi kita semakin tulus atau tidak ada maksud lain kecali karena kita mengasihi Dia.

Ciri orang yang tidak tulus hati terhadap Tuhan:

a. Ingin dilayai Tuhan tapi tidak mau melayani Tuhan, ingin diberkati tapi tidak mau memberkati. Kasih itu take and give. Tuhan memberi kasihNya kepada kita tetapi Tuhan juga mau kita belajar untuk membagikan kasih kepada yang lain.

b. Kecewa dan mundur ketika apa yang diharapkan tidak dipenuhi.

c. Tidak tahan terhadap ujian

1 Kor 3: 12-13 : Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.

Ada saatnya kita pasti mengalami ujian dari Tuhan untuk menunjukan kualitas hidup kita, apakah emas, perak, permata atau kayu. Tulus hati adalah ketika kita tetap setia walaupun kita tidak memperoleh apa-apa. Milk pusaka orang benar tidak akan beralih. Abraham diuji ketulusan hatinya dengan meminta Ishak sebagai persembahan. Abraham adalah orang yang tidak mempunyai “platform” karena ia tidak memberi batasan kepada Tuhan dalam hidupnya bahkan ketika seakan-akan janji Tuhan tidak tergenapi, tetapi Abraham tetap setia. Pekerjaan setiap orang suatu saat akan nampak, orang yang tulus pun bisa tidak tahan kepada ujian apalagi orang yang tidak tulus kepada Tuhan.

2 Tim 2: 19 : Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: “Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya” dan “Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan.”

Tuhan mengenal setiap kepunyaanNYA, kepunyaanNYA adalah orang yang tulus hati. Ketidak tulusan dapat menyusup dalam hati tanpa sadar.

Ruth 1:12-17 -> teladan ketulusan hati. Ruth bisa memilih ketika dia diberi pilihan oleh mertuanya. Ia mengikut mertuanya walaupun tidak ada untungnya.

Ruth 4:14-17 = Sebab itu perempuan-perempuan berkata kepada Naomi: “Terpujilah TUHAN, yang telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus. Termasyhurlah kiranya nama anak itu di Israel. Dan dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara engkau pada waktu rambutmu telah putih; sebab menantumu yang mengasihi engkau telah melahirkannya, perempuan yang lebih berharga bagimu dari tujuh anak laki-laki.” Dan Naomi mengambil anak itu serta meletakkannya pada pangkuannya dan dialah yang mengasuhnya. Dan tetangga-tetangga perempuan memberi nama kepada anak itu, katanya: “Pada Naomi telah lahir seorang anak laki-laki”; lalu mereka menyebutkan namanya Obed. Dialah ayah Isai, ayah Daud.

Karena kestiaan dan ketulusan hatinya, Ruth menjadi salah satu wanita yang dicatat dalam Alkitab dalam silsilah Yesus bahkan disebutkan lebih berharga dibandingkan 7 anak laki-laki.

 

  • Tweet

About Tim

What you can read next

Khotbah Ev. Evie Mehita : Transformasi Hati
Khotbah Ev. Christin Jedidah : Tidak Bercacat Cela di Hadapan Tuhan
Khotbah Ev. Christin Jedidah : Batu Penyusun

RSS Rahasia Hati

  • 3 Penghalang Ciptaan Baru
  • Pelajaran Mengenai Kapak yang Tumpul
  • Sulitkah Hidup Kudus?
  • Kisah Cangkir yang Cantik
  • Disertai Roh Kudus dan Roh Kudus Tinggal Dalam Kita

© 2015. All rights reserved. Buy Kallyas Theme.

TOP