Kuasa itu bisa berasal dari Tuhan, dari iblis dan bahkan bisa berasal dari orang itu sendiri. Keluaran 6:1-7 dan Keluaran 7:1-3 ini adalah kuasa yang datangnya dari Tuhan, sedangkan dalam Keluaran 7:22 ini merupakan kuasa yang datangnya dari iblis. Kuasa yang dari iblis biasanya menyerupai dengan semua yang berasal dari Tuhan, sehingga banyak orang yang telah menjadi penyembah iblis.
Ciri-ciri orang yang dipanggil Tuhan:
1. Dipersiapkan Tuhan
2. Dipanggil Tuhan
3. Dikuatkan dalam pelayanannya
Kuasa yang dari salah ini dapat dilihat dari:
Ø ingin tampil, ingin dilihat orang, ingin memperkaya diri dengan trik-trik psikologi, menjadikan pelayanan sebagai sumber keuntungan.
Ø KEMAMPUAN SUGESTIF: membawa orang utnuk percaya kepada pribadi “orang” tertentu pada kuasa kesembuhannya dan menampilkan semua karunia-karunianya, namun bukan membawa orang kepada Kristus, tapi kagum pada karunia-karunia yang dimiliki. Membuat “orang” itu semakin ditinggikan dan Tuhan hanya sebagai bayang-bayangnya saja. Banyak anak Tuhan ingin memenangkan jiwa dengan trik-trik psikologi, dengan alasan untuk membela Tuhan. Tuhan tidak perlu dibela, karena dengan melakukan hal-hal itu justru mempermalukan Tuhan, contoh: karunia kesembuhan.
Ø PENCITRAAN : ketika suatu berita sekalipun berita rohani atau kesaksian diberitakan lebih heboh dari yang sebenarnya, akan mendatangkan kuasa gelap, contoh: media massa yang digunakan untuk membuat hamba Tuhan naik daun, mengesankan image yang baik (“seorang nabi”, “punya karunia kesembuhan”, “membangkitkan orang mati”, dan lain-lain).
Ø hamba Tuhan mempelajari TENAGA PRANA : kepercayaan diluar Tuhan, kesembuhan dengan kuasa lain. Secara tidak sadar melakukan praktek pencampuran, memakai cara-cara diluar Tuhan, di gabung dengan cara Alkitab. (Menyalurkan penyakit dari tubuh ke bumi). Astral projection: ketika mendoakan jiwanya keluar dari tubuh, terus mengambil penyakitnya, kemudian baru jiwanya balik ke tubuh lagi.
Karena itulah kita harus berhati-hati dalam menggunakan kuasa, mintalah Tuhan untuk memurnikan setiap karunia dan kuasa yang kita miliki. Lebih baik kita menyadari hari ini atas dosa-dosa dan kesalahan kita pada hari ini, dan memutuskan untuk berubah, daripada kita binasa dengan dosa-dosa yang kita lakukan sendiri.
