Khotbah Ev.Christin Jedidah – Hari Tuhan
1. Tiuplah Sangkakala Di Sion. Sangkakala dipakai sebagai tanda untuk menyambut Sang Raja, atau untuk tanda melakukan persiapan dalam peperangan. Kita disuruh Tuhan untuk meniup sangkakala kita, bersiap untuk peperangan dan bersiap untuk menyambut kedatangan Tuhan keduakalinya. Saudara, hari Tuhan sudah sangat dekat, saya mendengar berita ditemukannya UFO? Saya tidak tahu kebenarannya, apakah juga seperti dalam kitab Wahyu, makhluk dari bintang yang jatuh menghantam bumi yaitu belalang raksasa, itu juga disebut alien? Makhluk luar angkasa? Ya, hari penghakiman Tuhan sudah semakin dekat.
2:2 suatu hari gelap gulita dan kelam kabut, suatu hari berawan dan kelam pekat; seperti fajar di atas gunung-gunung terbentang suatu bangsa yang banyak dan kuat, yang serupa itu tidak pernah ada sejak purbakala, dan tidak akan ada lagi sesudah itu turun-temurun, pada masa yang akan datang.
2. Suatu keadaan yang gelap gulita dan kelam kabut.
Saudaraku, hal ini dapat diartikan dua hal; memang dunia dalam keadaan gelap sungguhan, dimana matahari menjadi darah, angkasa menjadi gelap dan yang kedua, adalah kegelapan secara rohani. Dunia sedang berada dalam kegelapan sehingga kita harus bercahaya seperti bintang-bintang di langit. Mari kita menjadi terang yang bersinar buat dunia yang gelap ini.
2:3 Di depannya api memakan habis, di belakangnya nyala api berkobar. Tanah di depannya seperti Taman Eden, tetapi di belakangnya padang gurun tandus, dan sama sekali tidak ada yang dapat luput.
3. Didepannya ada api yang berkobar, dan seperti taman Eden, di belakangnya adalah padang gurun. Saya percaya akan datangnya hujan awal dan hujan akhir. Hujan awal adalah pada masa Pentakosta, hujan Roh Kudus dicurahkan dan hujan akhir adalah hujan lawatan Tuhan untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan yang mulia. Mari kita berdoa memohon hujan akhir itu diberikan kepada kita.
Yoel 2: 28-29 dijanjikan akan adanya pencurahan besar-besaran atas umat manusia dan lawatan Tuhan. Hujan akan menyirami setiap tanah hati yang gersang dan haus akan Dia. Saudaraku, api akan berkobar kembali. Jika kita belum memiliki api ini maka kita belum layak untuk menyambut kedatangan Tuhan. Kita ini adalah para pahlawan Allah, kita lihat sebelum Taman Eden di depan kita, ada padang gurun yang tandus. Bagi yang masih merasa di padang gurun, tetap percaya kepada Tuhan dan berjalan dengan iman, temukan Taman Eden kita dan api akan berkobar atas kita.
2:4 Rupanya seperti kuda, dan seperti kuda balapan mereka berlari.
4. Kuda dipakai sebagai binatang yang terkenal akan ketangkasan dan kecepatannya dalam berlari. Saudaraku, ini berarti dalam perjalanan kita, kita juga harus mengalami pertumbuhan rohani yang cepat. Dan pertumbuhan rohani yang cepat akan terjadi jika kita memiliki roh yang lapar dan haus akan Tuhan. Saya percaya hari-hari ini adalah masa percepatan buat kita semua. Jangan menjadi Kristen Bongsai, yang dari dulu, sekarang dan selamanya tidak berubah, ”Saya kan seperti Yesus yang tidak berubah..” Ya, Yesus tetap sama dulu, sekarang dan selamanya karena Dia memang sudah sempurna, tetapi kita perlu untuk disempurnakan terus menerus.
2:5 Seperti gemertaknya kereta-kereta, mereka melompat-lompat di atas puncak gunung-gunung; seperti geletiknya nyala api yang memakan habis jerami; seperti suatu bangsa yang kuat, teratur barisannya untuk berperang.
2:6 Terhadapnya bangsa-bangsa gemetar, segala muka bertambah menjadi pucat pasi.
5. Lihat, ada kata mereka adalah barisan, bangsa yang kuat dan teratur sehingga bangsa-bangsa menjadi gemetar. Kita memiliki kuasa dari Tuhan sehingga bumipun akan bergetar oleh kuasa Tuhan. Kitalah barisan yang dipilih Tuhan juga di akhir jaman ini, mari berjalan teratur dalam panggilan kita masing-masing dan dikuatkan oleh kuasa kasih-Nya.
2:7 Seperti pahlawan mereka berlari, seperti prajurit mereka naik tembok; dan mereka masing-masing berjalan terus dengan tidak membelok dari jalannya;
2:8 mereka tidak berdesak-desakan, mereka berjalan terus masing-masing di jalannya; mereka menerobos pertahanan dengan tombak, mereka tidak membiarkan barisannya terputus.
2:9 Mereka menyerbu ke dalam kota, mereka berlari ke atas tembok, mereka memanjat ke dalam rumah-rumah, mereka masuk melalui jendela-jendela seperti pencuri.
2:10 Di depannya bumi gemetar, langit bergoncang; matahari dan bulan menjadi gelap, dan bintang-bintang menghilangkan cahayanya.
6. Kita akan menaiki tembok, menerobos pertahanan musuh kita. Ini berarti juga kita harus dapat terus maju menghadapi tiap tembok, tantangan yang ada di depan kita. Berlari terus tanpa menoleh ke belakang dan berjalan di masing-masing jalur yang Tuhan tentukan buat kita.
Mari persiapkan diri dan latih diri kita untuk menjadi tentara-tentara Allah yang kuat di akhir jaman ini. Sungguh hari Tuhan sudah datang. Tuhan Yesus memberkati.

