Khotbah Ps. Daniel Shane – Kedaulatan Tuhan Yang Mutlak
Pernahkah kita melihat atau merasakan ada beberapa orang dimana kehendak Tuhan seolah harus terjadi pada orang itu? Saudaraku, kita tidak bisa memilih kita dilahirkan dalam keluarga yang mana, atau wajah kita seperti apa, atau kita punya ayah, atau ibu kita seperti apa. Ada orang yang ditentukan meninggal cepat atau panjang umur oleh Tuhan, itulah kedaulatan Tuhan. Orang yang selalu saja mengeluh dengan hidupnya dan tidak mengucap syukur adalah orang yang tidak mengerti kedaulatan Tuhan dalam hidupnya. Kita mengeluh mengapa kita punya keluarga seperti ini? Jika kita bisa memilih mungkin kita akan memilih orang tua yang kaya, pasangan yang seperti kita inginkan, dan lain sebagainya. Kita tidak dapat memilih kedaulatan Tuhan dalam hidup kita. Ketika saya membaca ayat-ayat itu, saya mengerti bahwa Yeremia mengalami yang namanya kedaulatan kehendak Tuhan.
Biasanya kita berdoa pada Tuhan “Paksakan rencana-Mu ya Tuhan”, saya mau ganti doa seperti itu menjadi“ Bujuklah aku, ya Tuhan”. Bujuk, bukan “bujuki” atau dibohongi, Tuhan tidak pernah membohongi kita, tetapi lebih tepatnya “Rayu aku Tuhan agar aku mau mengikuti kehendak-Mu”. Yang luar biasanya, Yeremia membiarkan dirinya dibujuk, dirayu Tuhan. Maukah kita dirayu Tuhan, agar kita mengikuti rencana-Nya yang sempurna? Dirayu Tuhan itu enak saudara. Jika kita dirayu oleh kekasih kita, wah rasanya melayang-layang, apalagi dirayu oleh Tuhan. Dia adalah perayu hebat. Saat Dia berkata “ Daniel, ikutlah Aku. Aku akan menjadikanmu penjala manusia..” atau Dia juga berkata “ Aku akan memberikanmu rumah di Sorga yang indah dan tempat yang indah disana..” Wah, kita dirayu dan kita tidak akan tahan dengan rayuan Tuhan. Bukan karena apa yang Dia berikan tetapi karena Dia begitu mengasihi kita. Tuhan punya kekuatan besar untuk melakukan kehendak-Nya dalam hidup kita, biarkan diri kita dirayu oleh Tuhan.
Saat kita mengikuti kehendak Tuhan, biasanya dunia dan orang lain akan menertawakan dan mengolok kita. Kita menjadi berbeda dengan dunia ini. Memang tidak mudah, mungkin kita akan menderita bagi Kristus. Tetapi yang luar biasa lagi, Yeremia mengatakan jika dia tidak lagi melakukan panggilan Tuhan, maka hatinya tidak akan tahan. Saudara, Tuhan punya kedaulatan dalam hidup kita, kita ini adalah hamba-Nya dan Dialah Tuhannya. Orang-orang yang menerima kedaulatan Tuhan, tidak akan bisa lari dari panggilan Tuhan dalam hidupnya.
Ada orang-orang yang memiliki hati nurani yang rusak. Tahukah anda hati nurani yang rusak itu? Contohnya, teman kita ini sudah menikah tetapi selingkuh dengan orang lain. Orang yang hati nuraninya sudah rusak akan berkata “Dak papa, yang penting aku mendapatkan sesuatu dari dia”, hati nurani yang rusak selalu membenarkan sendiri apa yang menjadi pendapatnya dan tidak pernah mau dinasehati atau ditunjukkan kebenarannya. Saya menyaksikan sebuah program “masihkah kau mencintaiku?” ya, disitu ada kisah nyata seorang suami menikah lagi dan menjual istri pertamanya pada orang-orang yang tidak benar untuk melakukan percabulan. Dia tetap bersikeras itu benar, nah inilah hati nurani yang sudah rusak. Jangan biarkan hati nurani kita rusak oleh dosa.
Tuhan menyertai orang-orang yang dipanggil-Nya seperti Pahlawan yang gagah. Orang yang dipanggil-Nya, tak akan pernah ditinggalkan-Nya. Tuhan akan membuat orang-orang yang menentang kita, yang memperolok karena kita mengikuti jalan Tuhan menjadi malu. Jika kita baca ayat-ayat selanjutnya, kita juga melihat bagaimana sikap Yeremia terhadap hari kelahirannya, seolah dia berkata “Jika aku hidup tidak menggenapi rencana Allah, maka lebih baik aku tidak pernah lahir”. Kebahagiaannya bukan lagi kebahagiaan dunia. Saya percaya Yeremia ini mengalami suatu pergumulan panggilan hidup yang hebat. Tetapi dia tetap mau mengikuti rencana Tuhan yang sempurna bagi dirinya.
Saudara, mari seperti Maria berkata, juga seperti lagu yang kita nyanyikan tadi
Be it unto me, according to Your word
According to Your promises
I stand secure
Carve upon my heart
The truth that set me free
According to Your word O Lord
Be it unto me
Maria tahu harganya saat dia mentaati kehendak Tuhan, dia akan dicemooh, direndahkan, karena seorang perawan suci telah mengandung bayi. Tetapi dia menyadari keberadaannya sebagai hamba, bukan kehendaknya tetapi kehendak Tuhanlah yang terjadi dalam hidupnya. Biarlah Dia membentuk dan mengukir hati kita sehingga kita tidak memiliki hati nurani yang rusak. Tuhan memiliki perjanjian-Nya dalam hidup kita masing-masing. Apa yang dapat membatalkan perjanjian itu? Jika salah satu pihak mengingkarinya. Tuhan tidak mungkin mengingkari perjanjian-Nya. Kitalah yang membatalkannya dengan mengingkari perjanjian-Nya, tidak lagi mengikuti kehendak-Nya tetapi kehendak kita pribadi. Siapa diantara kita yang mau membiarkan Tuhan mengukir dan membentuk hati kita? Biarlah kehendak-Mu ya Tuhan terjadi dalamku, rayulah, bujuklah aku agar aku mau melakukan semua kehendak-Mu..amin.
Khotbah Ps. Daniel Shane

