Khotbah Ev.Christin Jedidah – Dosa Yang Tidak Disadari
DOSA YANG TIDAK DISADARI
“Kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita”. (I Kor 1:2)
Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Timotius saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus dengan semua orang kudus di seluruh Akhaya. (II Kor 1:1)
Dari 2 ayat diatas disebutkan kata “untuk semua orang kudus”, pada waktu itu Paulus menyebut jemaat Tuhan di Korintus dengan sebutan “orang kudus”. Orang kudus yang dimaksudkan Paulus bukan berarti orang-orang yang suci, yang sama sekali tidak berbuat dosa, tetapi orang kudus yang dimaksud adalah tentang status keberadaan jemaat. Pada saat itu orang kudus diartikan sebagai orang yang sudah dipisahkan dari dunia dan hidup untuk Allah. Sebutan orang kudus menunjukkan status jemaat Allah yang sudah berubah dari dahulu orang yang berdosa kemudian menjadi orang yang percaya kepada Allah dan telah ditebus oleh Allah. Hal tersebut juga berlaku untuk kita, ketika kita percaya kepada Tuhan Yesus maka kita juga disebut sebagai orang-orang kudus. Ketika status kita telah berubah maka gaya hidup kita juga harus berubah sesuai dengan status kita. Contohnya: dahulu ketika kita berdosa, kita bisa hidup dengan cara dunia (pacaran gaya bebas, bicara kasar, hidup tidak kudus, dll), maka ketika status kita berubah, gaya hidup kita berubah sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang dosa-dosa yang tidak disadari oleh manusia dan sering dilakukan. Sebelumnya kita harus mengerti tentang pengertian dosa. Beberapa pengertian dosa yaitu melenceng dari sasaran, melanggar ketetapan firman Tuhan. Seringkali kita membedakan dosa besar dan dosa kecil. Kita menganggap bahwa kalau membunuh itu baru dosa besar tetapi kalau bohong, gossip itu hanya dosa kecil. Saudara ketahuilah bahwa dosa tetaplah dosa dan upahnya adalah maut, tidak ada istilah dosa besar atau dosa kecil. Tuhan sangat serius terhadap dosa, jadi kita juga harus serius terhadap dosa. Jangan pernah membiarkan dosa, karena dosa seperti kanker dan bersifat ganas.
Jika kita membiarkan dosa (sekecil apapun menurut kita) maka tanpa kita sadari dosa akan menggerogoti kita tanpa kita sadar, ketika sudah bahaya kita baru sadar, sama seperti kanker yang pada awalnya biasanya tidak terasa tetapi tiba-tiba sudah stadium 4. Kita akan belajar beberapa dosa yang seringkali itu dianggap tidak dosa
1. Dosa Kekuatiran
Seringkali ketika manusia merasa kuatir, mereka merasa itu hal yang wajar, karena itu merupakan sifat dasar manusia. Namun kekuatiran merupakan dosa. Pengertian kuatir yaitu kita memikirkan sesuatu yang belum terjadi. Mengapa kuatir merupakan dosa? Karena ketika kita kuatir berarti kita tidak percaya kepada Allah dan itu sama artinya dengan kita tidak memiliki iman kepada Allah. Firman Tuhan juga mengatakan bahwa apapun yang kita lakukan tanpa iman hal itu adalah dosa. Kekuatiran yang dibiarkan dapat menyebabkan orang mengalami depresi. Depresi juga merupakan dosa dihadapan Allah. Firman Tuhan telah mengajarkan bahwa kita tidak perlu kuatir tentang apapun karena itu dicari oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Ketika kita mencari dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya maka semuanya akan ditambahkan dalam hidup kita (Mat 6:32-33). Ketika kita mengutamakan Tuhan, maka Tuhan pun akan mengutamakan kita. Jangan biarkan kekuatiran menguasai kita. Hal yang perlu kita ingat juga bahwa sikap tidak kuatir bukan berarti kita tidak berusaha atau tidak melakukan tindakan apapun dalam menghadapi segala hal dalam hidup ini.
2. Dosa Ketidakpuasan
Berapa banyak dalam hidup ini, kita sering merasa tidak puas. Tidak puas dengan keluarga, studi, pekerjaan, fisik, kekayaan bahkan pelayanan. Ketidakpuasan ada 2 macam, yaitu ketidakpuasan yang benar dan ketidakpuasan yang tidak benar yang merupakan dosa di mata Allah. Ketidakpuasan rohani merupakan ketidakpuasan yang diperbolehkan. Misalnya, kita tidak puas dengan keadaan rohani yang stagnan, kita ingin ada peningkatan. Ketidakpuasan yang dapat menjadi dosa contohnya ketika kita merasa tidak puas dengan keluarga kita, kita merasa Tuhan tidak adil dengan memberikan keluarga yang tidak harmonis, kemudian kita menjadi kecewa dan marah ke Tuhan. Saudara, kita harus belajar memiliki respon hati yang benar terhadap kondisi apapun yang terjadi dalam kehidupan kita. Firman Tuhan mengajarkan untuk kita bersyukur dalam segala keadaan. Ketika keadaan baik atau berjalan sesuai harapan kita pasti kita mudah untuk mengucapkan syukur tetapi ketika kondisi tidak berjalan seperti yang kita inginkan, kita harus mampu mengucap syukur sekalipun sulit. Ada kata-kata bijak yang mengatakan seperti ini “Kita harus belajar menerima apa yang Tuhan berikan, belajar tidak memiliki apa yang Tuhan tidak berikan, dan melepaskan apa yang Tuhan ambil”.
3. Dosa tidak bersyukur
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu (I Tes 5:18). Tuhan menghendaki supaya umatNya selalu mengucap syukur dalam segala hal, ketika kita tidak mengucap syukur maka kita telah melakukan dosa. Kekuatiran dan ketidakpuasan yang kita alami akan menyebabkan kita tidak mengucap syukur. Bersyukur harus kita jadikan gaya hidup yang dilakukan dengan ketulusan hati bukan karena keharusan.
4. Dosa kefasikan
Dalam alkitab banyak dibahas tentang “orang fasik”, bahkan Daud dalam kitab Mazmur mengatakan bahwa berbahagialah orang yang tidak berjalan menuruti nasihat orang fasik. Siapakah yang dimaksud orang-orang fasik? Apakah hanya orang yang kehidupannya jauh dari Tuhan dan banyak melakukan kejahatan yang disebut orang fasik. Ternyata yang dimaksud orang fasik adalah orang yang dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya tidak berfokus pada Tuhan, tidak berpikir tentang Allah, dan tidak bergantung pada Allah. Dari pengertin ini mari kita renungkan bersama apakah tanpa kita sadari ternyata kita termasuk bilangan orang fasik. Ketika kita tidak lagi bergantung pada Allah maka kita telah melakukan dosa kefasikan. Oleh karena itu apapun yang kita lakukan, lakukanlah itu untuk Tuhan.
5. Dosa lidah
Dosa lidah merupakan dosa dalam perkataan. Efesus 4:29 “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu,…” Perkataan kotor yang dimaksud disini meliputi perkataan kasar, perkataan sia-sia, perkataan menghina, mengolok, dan kritik yang tidak membangun. Seringkali tanpa sadar kita merasa bahwa kata-kata mengolok merupakan sesuatu yang sepele (sekedar bercanda) namun hal itu dapat melukai perasaan orang lain. Oleh karena itu kita tetap perlu hati-hati dalam menjaga perkataan kita.
6. Dosa keegoisan
Egois merupakan sikap mementingkan diri sendiri, semuanya berpusat pada diri sendiri. Mungkin kita sering berpikir egois merupakan suatu hal yang biasa karena sifat dasar manusia memang egois. Namun hal ini merupakan dosa dihadapan Allah. Tuhan telah memberikan teladan hidup untuk tidak egois tetapi hidup bagi orang lain. Firman Tuhan juga menyatakan bahwa hukum yang terutama adalah kasihilah Allah dan kasihilan sesama kita.
7. Dosa kesombongan
Kesombongan merupakan sikap yang selalu merasa dirnya paling benar dan meremehkan orang lain. Contohnya adalah orang-orang Farisi yang dibenci oleh Yesus (Lukas 18:11). Orang-orang Farisi merasa bahwa mereka merupakan orang yang sudah mengerti banyak firman sehingga mereka merasa lebih baik dibandingkan orang-orang lainnya. Sehingga mereka selalu menghakimi orang lain.
8. Dosa kemarahan (akar-akar kemarahan)
Hati-hati dengan rasa kesal kita! Karena hal tersebut dapat menyebabkan timbulnya kepahitan dalam hati kita sehingga kita berdosa di hadapan Allah. Kekesalan merupakan kemarahan yang dipelihara. Jika kemarahan tersebut dibiarkan maka akan berkembang menjadi dendam sampai akhirnya manjadi kepahitan. Biasanya perasaan kesal muncul ketika kita menginginkan suatu kondisi terjadi tetapi kenyataannya tidak terjadi.
Mari saudara kita menjaga setiap langkah hidup kita dengan berpegang pada kebenaran Firman Tuhan dan bergaul karib denganNya supaya kita memperoleh pengenalan yang benar akan Tuhan Yesus dan kita tidak lagi hidup dalam dosa.
Khotbah Ev.Christin Jedidah


