Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Bagaimana Kita Memperlakukan Tuhan?
cerita dalam FIrman Tuhan mengenai seorang wanita pendosa yang mengurapi kaki Yesus.
Perempuan berdosa itu bisa saja bertemu Yesus beberapa kali, tetapi dia belum melakukannya, hingga suatu waktu di rumah Simon itu, dia memberanikan diri datang dengan pertobatan. Tidak ada seorang pun yang tidak boleh melayani Tuhan, bahkan pendosa pun boleh melayani Tuhan. Simon menyambut Yesus, tetapi tidak sedikit pun melayani Yesus disana. Sedangkan wanita pendosa itu melayani Yesus dengan mencium kakiNya, membasahi kakiNya dengan air matanya.
Mungkin kita berpikir kita sudah mengenal Tuhan Yesus seperti Simon, tetapi tidak tahu cara memperlakukan Yesus.
Kita perlu belajar memperlakukan Tuhan.
Apa kitamenghargai tamu kita? Teman kita? Pernahkah kita sungguh-sungguh memperhatikan orang-orang di sekitar kita? Apakah kita menjadi tong sampah untuk mereka? Atau hanya menjadi teman yang disegani?
Dahulu saya diajari memberi persembahan dengan hormat. Tidak boleh diremas, dilipat yang rapi dan dimasukkan ke kantong. Bagaimana cara kita memperlakukan persembahan untuk Tuhan?
Tahukah kita cara menghormati dan memperlakukan Tuhan kita?
Saya percaya ada momen-momen dalam hidup kita yang diingat dan menarik bagi Tuhan. Mungkin cerita yang diulang berkali-kali oleh Tuhan karena itu yang berkesan di hatiNya dan begitu menyenangkanNya.
Apa anda ingat saat2 momen-momen berharga anda dengan Tuhan?
Tahun 2017 adalah tahun kembalinya kemuliaan Tuhan (Tabut Tuhan) atas umatNya. Seperti Daud membawa tabut Tuhan kembali, kita tidak boleh sembarangan. Jangan sampai kita seperti Uza yang tidak tahu cara menangani kemuliaan Tuhan dan mati.
Kemuliaan Tuhan akan kembali pada gerejaNya. Tabut itu akan dikembalikan. Saat tabut ada di sebuah kota, kota itu penuh dengan kemakmuran. Saya percaya di tempat ini juga, kemuliaanNya akan kembali.
Caranya bagaimana? Harus ada KEKUDUSAN.
Kita harus tahu cara memperlakukan Tuhan dengan HORMAT. Persiapkan diri kita dengan sungguh2 sebelum melayani. Itu sangat berkesan di hati Tuhan.
Ada momen-momen yang sangat berkesan bagi saya ketika dahulu melayani di kampus.
Saya persiapkan 1 minggu kotbah saya. Hari itu saya praktikum dan ijin kepada dosen agar saya bisa mengikuti persekutuan dan melayaniNya. Saya tidak mau titip absen. Saya berlarian dari Teknik Kimia ke Psikologi, dari ujung kampus ke ujung yang lain.
Tapi waktu khotbah, saya lupa semua yang telah saya persiapkan dan hanya ingat ayat di Ibrani.
Kalau kita tahu kebenaran dan tetap melakukannya, maka tidak ada lagi pengampunan.
Khotbah yang tersingkat. Tapi saya terkejut, teman-teman saya menangis berdoa. Ada awan kabut di sana dan beberapa orang melihat kabut itu. Sampai hari ini saya ingat momen itu.
Dan Tuhan mengingat momen itu.
Saya bingung mengapa itu berkesan, tapi Tuhan ingat cara kita memperlakukanNya.
Tuhan Yesus juga mengingat momen dengan perempuan berdosa itu. Ada yang menerjemahkan bahwa wanita itu adalah Maria Magdalena. Dia menginjil dan sejarah mencatat dia menanti-nanti kedatangan Tuhan.
Mari belajar untuk tahu cara memperlakukan tabut kemuliaan Tuhan itu. Tahu cara melayani Tuhan.
Saat Tabut itu ada di umatNya, ada kemakmuran. Tetapi ada peringatan Tuhan. Jika anda tidak tahu cara memperlakukanNya, maka kita akan “mati” seperti Uza.
Apa dulu tidak ada kemuliaan Tuhan?
Bukan berarti tahun-tahun dulu kita tidak disertai Tuhan. Tetapi tahun ini, kemuliaan Tuhan akan dinyatakan. Tuhan akan menyertai, mengurapi dan memberkati kita. Tuhan melihat dari kualitas bukan kuantitas..
Jika kita berusaha sungguh-sungguh dalam Tuhan, Tuhan tidak akan mempermalukan kita.
Tuhan tidak peduli dengan minyak yang dipakai perempuan itu mahal atau tidak ada kualitas, tetapi dari kesungguhan dan ketulusan yang diberikan perempuan itu bagi Tuhan.
Tabut sudah ada, tetapi kita harus tahu cara memperlakukan tabut Tuhan itu.
Taberkanel ada dua :
Kemah Musa dan Kemah Daud (David’s Shelter/David’s Home, David’s Tabernacel)
Tabernakel Daud menghadirkan kuasa yang besar. (Baca : Lukas 20:41)
Tidak semua kejadian supranatural dihubung2kan. Tidak semua langsung dengan cara seperti itu, tapi Tuhan mau kita setia.
Perempuan berdosa dan Daud memperlakukan Tuhan dengan luar biasa. Maukah kita melayaniNya, memperlakukanNya seperti mereka? Maka kemuliaan Tuhan akan turun atas keluargamu, orang tuamu, atas hidupmu.
Iman kita bukan sebesar biji sesawi yang mati. Biji yang hidup begitu kecil namun jika hidup dia akan menjadi besar. Iman sebesar biji sesawi yang mati tidak akan dapat berbuat apa-apa.
Bagaimana kita memperlakukan Tuhan?
Mungkin apa yang ada pada kita sekarang adalah taburan dahulu. Tanpa sadar kita diberkati sekarang , mungkin karena dahulu kau sudah menabur. Benih iman biji sesawi sudah anda tabur sudah bertumbuh.

