Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Recovery Your Life
Kejadian 25:19-34 dan Kejadian 27:1-29, menceritakan tentang Esau dan Yakub, saudara kembar yang sangat berbeda dari Ishak. Esau yang sulung, suka tinggal di padang, berburu dan berbulu, sedangkan Yakub adalah oang yang suka tinggal di kemah dan berkulit licin. Kita tahu kisah ini dimana Esau menjual hak kesulungan kepada adiknya Yakub hanya demi semangkok kacang merah. Pada akhirya Yakublah yang menerima hak kesulungan itu dan berkatnya, sedangkan Esau tidak menerima yang terbaik.
Seringkali banyak anak Tuhan yang hidupnya belum dipulihkan karena tidak dapat menerima hak kesulungan yang dijanjikan Tuhan. Hak kesulungan itu sangatlah penting dan kita semua adalah anak sulung Tuhan, tapi seringkali kita merasa sebagai anak bungsu. Kita dapat menjual hak kesulungan dengan tergoda dengan kacang merah atu nafsu yang rendah, tergoda dengan kenikmatan sementara. Hak Kesulungan akan membuat hidup kita sebagai anak Tuhan yang menerima hak dan janji Tuhan, kita akan mendapatkan hidup yang maksimal.
Bagaimana agar hak kesulungan itu dapat kita peroleh sehingga hidup kita dipulihkan?
1. Jangan jual hak kesulungan kita dan raihlah berkat kesulungan
Syarat untuk menerima hak kesulungan itu adalah cukup secara usia, dewasa rohani dan siap diberkati. Jangan mengambil berkat kesulungan itu sebelum waktunya. Yakub mengambil hak kesulungan dari Esau dengan kerelaan Esau sendiri menjual hak kesulungan itu. Akibatnya Yakub mendapat banyak keberuntungan, tanah-tanah dan harta Laban menjadi miliknya. Perjanjian berkat Abraham menjadi miliknya. Bagaimana nasib Esau, dia hanya mendapatkan yang sisa-sisa dari berkat kesulungan.
Kita harus merebut hak kesulungan kita, hak yang ditentukan Tuhan sebagai anak-anak Bapa yaitu dengan cara berjalan di jalan Tuhan.
2. Terimalah kasih Tuhan
Hanya orang-orang yang dekat dengan Bapa yang akan menerima hak kesulungan itu. Kasih Tuhan adalah kasih Bapa yang menyembuhkan dan memulihkan kita. Bapa selalu menemani kita disaat-saat yang sulit dalam hidup kita. Seringkali kita mendambakan gambaran Bapa yang idal dan sempurna, yang mengasihi dan mendukung kita, saat kita gagal dia datang untuk memeluk kita. Beranilah bermimpi memiliki Bapa yang sempurna itu, karena Bapa di Surga telah menjadi Bapa yang sempurna buat kita.
3. Berjalan dalam rencana Allah
Untuk mendapatkan hak kesulungan itu yang membuat hidup kita dipulihkan juga, maka kita harus mau berjalan di dalam rencana Allah yang sudah Tuhan tetapkan buat kita. Bagi teman-teman yang hendak lulus kuliah, pesan saya taruhlah cita-cita kita dibelakang dan pengharapan kita di depan. Dengarkan suara Tuhan untuk apa yang Tuhan inginkan dalam hidup kita.
4. Dengan segenap hati, memulai kembali dengan benar
Tuhan selalu memberikan kesempatan baru buat kita untk memulai kembali dalam kegagalan-kegagalan yang pernah kita alami. Mulaila kembali dengan benar, dengan segenap hati kita untuk melakukan yang terbaik untuk Tuhan kita.
Segala hal yang terbaik sudah Tuhan tentukan bagi kita yang maenerima hak kesulungan itu, embun bagi jiwa kita maupun embun atau berka bagi lading-ladang kita, pekerjaan dan studi kita. Kit akan menjadi pemenang dan bahkan orang yang memberkati kita akan turut diberkati, orang yang mengutuk kita akan dikutuk juga. Bukankah ini berkat yang luar biasa? Dan itu menjadi hak anda.
Jika kita dapat menggunakan hak kesulungan yang Tuhan berikan, maka kita akan memenangkan jiwa-jiwa tanpa rasa penuduhan dan dapat melayani dengan kuasa Allah.
Ambillah hak itu dan pergunakanlah hak kesulungan anda dengan baik. Jangan menolak jika Tuhan hendak mengangkat hidup kita dan mempercayai hidup kita lebih dari sebelumnya. Tuhan Yesus memberkati.
