SIGN IN YOUR ACCOUNT TO HAVE ACCESS TO DIFFERENT FEATURES

FORGOT YOUR PASSWORD?

FORGOT YOUR DETAILS?

AAH, WAIT, I REMEMBER NOW!

Generasi Jawaban Doa - Gereja Christ Mercy Center

  • LOGIN
  • Home
  • Ministry
    • Vision & Ministries
    • Communities
    • The Shepherd’s Voice
  • Resources
    • Sermons
    • News & Events
  • On The Move
    • Road to Revival
    • SOW Camp
    • Healing from Heaven
    • Tabloid Transform
    • Transformer Ministry
  • Download
    • Download Tabloid TRANSFORM
  • Home
  • Sermons
  • Khotbah Ev. Evie Mehita : Tuhan adalah Gembalaku
26 June 2026

Khotbah Ev. Evie Mehita : Tuhan adalah Gembalaku

Khotbah Ev. Evie Mehita : Tuhan adalah Gembalaku

by Renee / Wednesday, 14 September 2016 / Published in Sermons

Bacaan : Mazmur 23:1-6
Ada beberapa karakteristik domba:
1. Suka berkelompok
2. Hafal suara gembalanya, apakah kita mengenal suara Gembaa kita?
3. Domba tidak bias makan dan minum sendiri
4. Domba suka memberontak

Tuhan adalah gembalaku (Yehova Rohi). Gembala yang baik akan sedikit melukai kaki dombanya, kemudian dibebat, diobati dan digendong. Setelah digendong, domba akan menyukai dekat gembalanya, ke mana-mana ikut gembalanya. Domba itu bodoh, lemah dan mudah tersesat. Mengapa Tuhan memberikan permisalan kita ini sebagai domba bukan singa atau harimau? Karena kita ini lemah dan bodoh.

Ada 7 M yang perlu kita ketahui:

  1. Menggembalakan
    Tuhan menggembalakan kita masing-masing secara pribadi. Domba sangat menyukai rumput dan air (ayat 3). Saat domba melihat rumput yang menurutnya enak dan menarik, domba tidak mau mendengar suara gembalanya, saat dia dipanggil oleh gembalanya. Padahal gembala mau membawa dombanya ke tempat yang baru yang lebih banyak rumput dan airnya.
    Rumput dan air itu berarti janji-janji dan berkat-berkat Tuhan
  2. Mendengarkan
  3. Menyegarkan jiwa
    Cara Tuhan menghibur kita bisa lewat hal-hal kecil, yang bahkan tidak kita sadari.
  4. Menghibur (ayat 4)
    Gada itu terbuat dari besi dan tongkat itu terbuat dari kayu. Saat kita berjalan dalam lembah-lembah kekelaman, tidak bisa melihat ujungnya, tidak bisa melihat janji Tuhan. Gada itu untuk melindungi domba dari musuh-musuhnya, sedangkan tongkat kayu digunakan untuk menarik dan memukul domba-dombanya, tongkat ini berguna untuk mendisiplin dombanya.
    Ada 2 macam rasa sakit:
    – sakit karena menyesal
    – sakit karena disiplin
  5. Menyediakan hidangan di hadapan para lawan kita. Tuhan memposisikan kita sebagai raja. Ketika kita berhadapan dengan raksasa kita bersikap seperti orang yang tidak mengenal Tuhan. Tuhan menjanjikan kemenangan bagi kita.
  6. Mengurapi
    Tuhan memperlakukan kita seperti seorang raja, tetapi sering kali kita merasa diri kita tidak berharga dengan cara hidup sembarangan. Urapan adalah sesuatu yang Tuhan curahkan supaya kita dapat menyelesaikan tugas dan panggilan Tuhan.
  7. Kebajikan, kemurahan Tuhan mengikuti kita
    Rasa aman selalu ada, karena itu jangan sering menghakimi diri sendiri.
  • Tweet
Tagged under: Evie Mehita, Kasih Bapa

About Renee

What you can read next

Khotbah Ev. Evie Mehita – Aku Rindu Mengisi Bejanamu
Khotbah Ev. Evie Mehita – Rahasia Hati
Khotbah Ev. Christin Jedidah : One in Harmony

RSS Rahasia Hati

  • 3 Penghalang Ciptaan Baru
  • Pelajaran Mengenai Kapak yang Tumpul
  • Sulitkah Hidup Kudus?
  • Kisah Cangkir yang Cantik
  • Disertai Roh Kudus dan Roh Kudus Tinggal Dalam Kita

© 2015. All rights reserved. Buy Kallyas Theme.

TOP