Khotbah Ps. Daniel – The Gate of Destiny (The Year Of Awakening) – Part 1
Di tahun ini, kita sedang memasuki sebuah babak baru dalam perjalanan kita, kita sedang memasuki Pintu Gerbang selanjutnya yaitu “GATE OF DESTINY”. Di tempat tersebut adalah sebuah kota rohani yang sangat indah. Dimana kita akan dipulihkan, disembuhkan, disegarkan kembali, dibasuh, menerima mujizat dan mengalami awal kebangkitan kita. Saat inilah awal dari PEMULIHAN TUJUAN HIDUP kita yang mula-mula. Rencana Bapa yang semula akan dikembalikan bagi kita apabila kita sungguh-sungguh kepada-Nya. Bapa rindu kita hanya mengandalkan Dia, dan bukannya mengandalkan kekuatan dan persenjataan kita. Dia rindu membasuh jubah dan senjata peperangan kita kembali.
Seringkali dalam peperangan rohani yang kita hadapi, kita mungkin mengalami terluka, sakit, pencobaan, dan bahkan kekalahan. Pelayanan-pelayanan, karunia-karunia dan selengkap senjata rohani kita menjadi berkarat dan tidak berdampak (setajam) seperti dahulu lagi. Cara berperang kita tahun ini akan berbeda dengan yang lalu. Dia hanya mau kita mendekat dan membangun hubungan pribadi dengan Dia. Disaat kita berada dekat dan mendengarkan Dia, maka mujizat-mujizat akan terjadi!.
KOTA KEPALSUAN
Selain menerima janji Pemulihan dari Bapa, kita juga sangat dekat dengan “Kota Kepalsuan”.. dimana ada begitu banyak orang yang hidup dengan nyaman, santai, merasa aman, dan hidup dengan memakai topeng-topeng dan kesempurnaan duniawi, serta tujuan hidup yang ternyata palsu. Saat ini, PENYESATAN sedang berada di puncak-puncaknya.
Kita perlu menjaga diri kita dan saudara-saudara kita agar tidak terjebak dalam kesesatan yang mengerikan,.. yaitu kepalsuan demi kepalsuan. Dari luar, mereka nampaknya begitu rohani, baik-baik saja dan menarik, terlihat sangat sempurna. Tetapi ternyata mereka memiliki “ROH PENGEJEK dan PENCEMOOH” yang merupakan bau kejijikan dihadapan Tuhan. Banyak pengejek-pengejek iman kita berkata “Mana Tuhanmu? Mana janji-janji yang kalian percayai? Mana buktinya? Mana pendamping hidupmu? Mana hasil pekerjaanmu?” Banyak yang tidak sadar bahwa mereka dipakai oleh iblis untuk menjadi pengejek dan pencemooh. Mereka menjadi pengejek dan pencemooh atas proses demi proses kelahiran janji itu dalam hidup kita maupun dalam pelayanan, pekerjaan, dan kehidupan kita. Pengejek dan pencemooh ini mungkin datang dari orang-orang yang terdekat dengan kita, yaitu : keluarga, sahabat, rekan-rekan kerja maupun pelayanan kita. Berhati-hatilah agar kita juga tidak mengambil bagian dalam perbuatan dan pemikiran seperti pengejek atau pencemooh.
SALIB BERCABANG
Hidup kita seharusnya hanya berpusat pada Kristus dan Salib-Nya. Tetapi mereka tidak sungguh berpaut kepada KRISTUS dan SALIBnya yang sejati, mereka menggantikan SALIB yang sejati dengan SALIB BERCABANG. Mereka adalah orang-orang yang hidup bagai “mayat hidup” yang semuanya nampak sempurna dan bahagia, namun sebenarnya roh mereka sedang tertawan dan hal ini membuat hati mereka menjadi TAWAR karena adanya SALIB Bercabang itu. Salib Ini adalah penghambat besar yang mencegah anak-anak Tuhan mengalami kebangunan yang besar! Janganlah kita memandang kasih karunia sebagai sesuatu yang MURAHAN dan meninggalkan kasih karunia demi menjalani apa yang kita pandang baik.
Janganlah kita menggantikan kemuliaan Tuhan dengan KEMULIAAN GAMBARAN SENDIRI bahwa sumber kebahagiaan berasal dari harta, pasangan, kesehatan, kenikmatan menurut versi pikiran kita sendiri. Pemikiran ini SESAT, begitu banyak orang yang terjebak disini,.. mereka merasa sudah mengalami kebangunan, memasuki “Tanah Perjanjian” mereka, tetapi sesungguhnya mereka masih terjebak dalam kebangunan versi mereka sendiri dan kota yang sebenarnya dibuat oleh musuh.
Saudaraku, sadarkah Anda bahwa pernikahan, kekayaan, kesehatan adalah sebuah PANGGILAN? Jika Tuhan yang memanggil, pastilah Dia yang akan memperlengkapi kita. Di dalam sebuah panggilan tentu ada waktu yang dinamakan “waktu persiapan” yaitu Proses untuk mempersiapkan kita agar mampu untuk melakukan panggilan Tuhan itu. Pernikahan, kekayaan, kesehatan seharusnya bukan karena hasrat dan kebutuhan dimana semua orang harus memiliki kehidupan demikian. Tetapi saya yakin, jika kita percaya pada-Nya, kita tidak akan dipermalukan. Bapa sedang mempersiapkan kita untuk panggilan-panggilan-Nya yang indah.
Kota Kepalsuan ini begitu banyak anak Tuhan, hamba Tuhan, bahkan Gereja yang disesatkan. Begitu banyak tujuan hidup duniawi yang lebih “dinyatakan” daripada tujuan Sorgawi. Damai sejahtera yang sejati tidak dapat dipungkiri, walaupun banyak orang yang sedang terjebak disana merasa bahwa itu adalah Kota Kebangunan, Kota Janji buat mereka, namun sesungguhnya Bapa rindu mengusik hati mereka untuk bertobat. Begitu banyak orang yang memilih rumah ibadat yang “TIDAK PERNAH MENGUSIK HATI NURANI MEREKA”
ROH FITNAH DAN KEANGKUHAN
Sebagai gambaran perjalanan rohani di akhir zaman ini, kita akan melalui kota kesesatan, dimana terdapat juga “FITNAH dan KEANGKUHAN”. Begitu banyak anak Tuhan yang tanpa sadar melakukan dosa fitnah, gosip, ketika merekayasa cerita dan akhirnya masuk dalam pembenaran demi pembenaran… Mereka ingin menjadi PEMIMPIN tanpa mau DIPIMPIN… Lebih jauh lagi, ternyata keangkuhan bisa dipakai iblis untuk membenarkan diri bahwa orang itu tetap merasa sangat dekat dengan Tuhan, dan Roh Kudus memberitahu bahwa ciri keangkuhan ini adalah selalu rohani dalam ucapan tetapi miskin dalam ketaatan dan pendisiplinan dari Tuhan…
Bersambung…
Khotbah Ps. Daniel Shane 

