Kejadian 19:1-5 bercerita tentang keadaan Lot dan tempat yang didiaminya, Sodom dan Gomora. Lot ini memiliki kedekatan dengan Tuhan dan memiliki kepekaan yang luar biasa, dia dapat membedakan mana orang biasa, mana yang datangnya dari Tuhan, malaikat. Hari ini kita perlu belajar untuk membedakan mana yang menjadi kehendak Allah dan mana yang hanya merupakan imajinasi kita sebagai manusia.
Dosa Sodom dan Gomora bermula dari imajinasi yang tidak ditaklukkan, mereka berhubungan dengan binatang, dengan sesama jenis dan sangat tidak bermoral. Banyak orang memilih pekerjaan, pasangan atau apapun dalam hidupnya karena terkena oleh imajinasinya, “ jika aku memakai mobil keren ini, aku akan terlihat gagah”, jika aku menikahi gadis ini walau dia seorang pelacur, aku bisa mengubahnya menjadi baik, “ atau “ jika aku bekerja di perusahaan ini, aku akan sukses” dll.
Imajinasi berbeda dengan impian dan kehendak dari Tuhan. Kehendak dari Tuhan atau intuisi rohani kita selalu realistis dan dapat dilakukan, bukan seperti imajinasi yang terlihat muluk-muluk dan tidak melihat pada resikonya. Imajinasi selalu ingin cepat-cepat, tergesa-gesa, liar dan tidak terkontrol. Imajinasi seperti sengatan serangga, saat kita garuk, racunnya menyebar. Imajinasi selalu tidak sabar. Seperti halnya Esau yang menjual hak kesulungannya demi semangkuk kacang merah. Saudaraku, janganlah sekali-kali kita menurunkan standar dalam hidup kita. Seseorang yang awalnya begitu mencintai Tuhan, karena tidak segera memiliki pasangan misalnya, menurunkan standar dari Tuhan. Dan biasanya orang yang terlepas dari standar, hidupnya akan keras dan pahit.
Ada orang yang mungkin dulunya radikal dengan Tuhan, tetapi imajinasinya berkembang saat dia mengingkari panggilan Tuhan bahwa semuanya akan baik-baik saja, Tuhan selalu beri yang terbaik, dll. Juga pernah saya jumpai saat mungkin SMU, di awal kuliah kita berkata “ ya, setelah lulus, terserah Tuhan saya mau ditempatkan dimana..” Imajinasi ini sangat berbahaya, jangan hidup karena imajinasi, memutuskan keputusan karena imajinasi yang liar, belum ditaklukkan kepada Tuhan. Apa bedanya imajiansi dan kehendak Allah? Imajinasi sifatnya adalah tidak konsisten, instan, sedangkan mimpi yang dari Tuhan selalu mengandung yang namanya kepekaan, mengandung nilai kasih, nilai kebenaran dan berorientasi pada kerajaan Allah.
Pertanyaannya, sudahkah anda bekerja berorientasi pada Kerajaan Allah? Sudahkah apa yang anda lakukan sekarang untuk Kerajaan Allah?. Pikiran Allah selalu tidak melebihi kebenaran Firman Tuhan, jika ada yang melebihi pikiran Allah, maka itulah imajinasi kita sendiri. Seringkali juga intuisi dari roh susah dijelaskan, tapi saya percaya kita dapat merasakan itu benar atau salah, seringkali intuisi dari roh dicemarkan juga dengan imajinasi-imajinasi kita sendiri.
Saudaraku, tempat ini sudah Tuhan berikan kunci, jubah dari Tuhan, masalahnya siapakah yang dapat menggunakan kunci-kunci itu? Kalau kita punya kunci berkat, kita dapat mengubah perusahaan kita dengan waktu yang singkat, ada kunci penginjilan, kunci doa, dan lain sebagainya. Tuhan memberikan saya jawaban, kenapa kunci-kunci itu belum dapat digunakan oleh anak-anak di tempat ini? Tuhan berkata karena masing-masing memiliki kuncinya sendiri, kunci untuk membesarkan kerajaan pribadi, bukan kerajaan Allah. Saudara, marilah kita membangun kerajaan Allah bersama-sama, lakukan fungsi Kerajaan Tuhan, jangan kerajaan pribadi kita. Tuhan Yesus memberkati.
