SIGN IN YOUR ACCOUNT TO HAVE ACCESS TO DIFFERENT FEATURES

FORGOT YOUR PASSWORD?

FORGOT YOUR DETAILS?

AAH, WAIT, I REMEMBER NOW!

Generasi Jawaban Doa - Gereja Christ Mercy Center

  • LOGIN
  • Home
  • Ministry
    • Vision & Ministries
    • Communities
    • The Shepherd’s Voice
  • Resources
    • Sermons
    • News & Events
  • On The Move
    • Road to Revival
    • SOW Camp
    • Healing from Heaven
    • Tabloid Transform
    • Transformer Ministry
  • Download
    • Download Tabloid TRANSFORM
  • Home
  • The Shepherd's Voice
  • Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Jangan Selalu Negatif!
26 June 2026

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Jangan Selalu Negatif!

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Jangan Selalu Negatif!

by Ellen Natalia / Tuesday, 02 October 2018 / Published in The Shepherd's Voice

Salah satu orang yang terkaya di dunia ini, Jack Ma membuat presentasi di sebuah perkuliahan tentang kesuksesan bisnisnya. Kemudian ia menguji orang-orang di sana, apakah mereka teliti dan cekatan. Ia menuliskan beberapa penjumlahan matematika sederhana. Semua benar kecuali 1 yang terakhir, ia salah menjumlahkan dan semua orang di kelas tersebut menertawakannya. Lalu ia berkata bahwa mereka terlalu fokus pada satu kesalahannya yang terakhir, padahal di hitungan sebelumnya ia menulis dengan benar, tetapi tidak ada pujian. Ia menekankan bahwa mereka terlalu fokus dengan kesalahan.

Anak-anak Tuhan seringkali terlalu fokus dengan kesalahan. Kita terlalu banyak melihat hal-hal yg buruk dalam diri orang yang kita kasihi daripada hal-hal yang baik.

Berapa banyak, suami istri, anak dengan orang tua yang tidak bisa menikmati berkat-berkat hubungan karena sibuk melihat hal-hal yg buruk di dalam hidup orang tersebut. Kita tidak melihat hal-hal baik yang telah dilakukan dan berfokus pada hal-hal buruk. Sehingga hidup mereka tidak pernah bisa berhasil.

Apakah kita selalu melihat keburukan orang lain dan tidak melihat kebaikan dalam diri orang lain?

Karena kita selalu melihat keburukan dalam diri orang lain, maka gambar diri kita pun buruk. Orang-orang selalu melihat hal-hal yg buruk dalam diri orang lain, tapi Tuhan mengajarkan kita untuk mendoakan dan melihat hal-hal yg baik dalam diri orang yang kita doakan. Itulah Tuhan kita, penuh dengan kasih karunia. Apakah kita terlalu sibuk melihat kekurangan yang kita miliki? Sehingga kita tidak melihat potensi yang Tuhan berikan dalam diri kita untuk melakukan perkara-perkara besar untuk kemuliaan nama Tuhan.

Padi yang menghasilkan biji padi, akan dapat dinikmati banyak orang. Tetapi padi yang gagal, akan ditebang, dibuang dan dijadikan makanan sapi. Tebu yang gagal panen, dipotong, dijadikan makanan kambing. Buah-buahan yang busuk, yang tidak layak untuk dikonsumsi dan bermanfaat bagi manusia, akan dipotong dan diberikan kepada babi. Kita manusia, untuk apa kita hidup di muka bumi ini kalau kita fokus dengan kesalahan kita dan kesalahan orang lain? Kita tidak akan bisa berbuah dan mempersembahkan buah bagi kemuliaan nama Tuhan dan dinikmati banyak orang.

Ada begitu banyak orang yang bersukacita hatinya kalau melihat saudaranya menderita, kalau melihat pemimpinnya jatuh dan salah. Tapi itu bukan jati dirinya yang berbahagia, tapi dagingnya yang berbahagia. Oleh karena itu, Firman Tuhan hari ini berkata bahwa kita semua berharga di mata Tuhan.

Ada salah seorang hamba Tuhan bercerita bahwa ia bersyukur ia menjadi seorang penginjil dan tidak menjadi seorang gembala, sebab itu bukan panggilannya. Tetapi beberapa tahun kemudian, ia menggembalakan sebuah gereja. Kalau saya berfokus dengan kata-katanya yang lalu, saya akan berkata bahwa hamba Tuhan ini berbohong. Tetapi Roh Tuhan adalah roh yg dinamis, bukan roh yg statis.

Kasih Tuhan itu indah. Yang tadinya kita tidak bisa mendoakan orang lain, marah dengan orang lain, kita menjadi mampu melakukannya karena orang lain begitu berharga di mata Tuhan dan Tuhan juga ingin kita mengasihi mereka. Semua orang dicinta Tuhan.

Orang-orang yang tidak percaya pada Kristus atau meninggalkan kepercayaan pada Kristus dan disebut Kafir. Kata kafir berasal dari bahasa inggris “cover” atau selubung. Sampai sekarang, masih banyak orang yang belum menerima Yesus sebagai Tuhan karena ada selubung di penglihatan mereka. Sehingga mereka menolak bagaimana Tuhan yang hidup mengambil rupa seorang manusia. Oleh karna itu Alkitab mengatakan mereka sebagai kafir atau tercover, karena pikirannya masih diselubungi.

Kita hidup di dalam anugerah

Apa arti hidup dalam anugerah? Pada waktu Tuhan Yesus menyembuhkan orang kusta, mereka tidak berkata “sembuhkan aku Tuhan”, tetapi “tahirkan aku Tuhan”. Di Perjanjian Lama, orang kusta harus menghadap Imam sebelum mereka masuk bait Allah dan di cek apakah kustanya menular atau tidak.  Ketika kusta itu menular, kusta itu harus menyelesaikan perjalanan penyakitnya sampai akhirnya tidak menular lagi. Orang-orang yang terkena kusta harus ada di jalan2 dan berkata “najis” agar orang-orang menjauhi dia karena ia menular.

Ketika kusta sudah menyelimuti seluruh tubuhnya (putih semua), imam akan berkata “engkau sudah tahir”.  Mengapa demikian? Ini adalah suatu contoh kasih karunia. Orang-orang yang telah diselimuti kusta secara keseluruhan, ia sudah hopeless. Ia tidak berdaya lagi. Dan di sanalah kasih karunia datang, “engkau sudah tahir, tidak lagi najis”.

Saat masih ada hal baik dalam diri kita, kita akan berbangga diri dengan diri kita dan terus berusaha mengandalkan kekuatan kita. Tetapi ketika seluruh diri kita, kita sadari telah rusak dan hancur, kita hopeless, kemudian kita datang pada Tuhan dengan kehancuran kita, Tuhan memberikan kasih karunianya pada kita untuk mentahirkan kita.

Jangan mengandalkan dirimu untuk melawan dosa, karena tidak akan pernah bisa. Kecenderungan manusia adalah jahat adanya, selalu berbuat dosa. Karena itu roh Tuhan tidak selama-lamanya tinggal dalam diri manusia. Ketika engkau tidak mampu dan tidak berdaya, dan engkau datang pada Tuhan “tahirkan aku”, di saat itulah Tuhan akan mentahirkan engkau.

Injil kita adalah kasih karunia, tetapi bukan hypergrace

Injil kita adalah kasih karunia yang berasal dr Firman Tuhan. Kasih karunia seperti obat. Kasih karunia yang benar tidak akan membunuh diri kita. Tetapi jika kita overdosis untuk menggunakan obat berlebihan, itu membahayakan kita dan itu diluar kasih karunia yang sesungguhnya.

Siapa dari kita yg masih berbuat dosa? Datang pada Yesus yang sumber kasih karunia. Jangan pakai kekuatan sendiri. Kasih karunia itu akan memampukan kamu untuk bebas dari dosa. Banyak orang belum paham ini karena belum tinggal dalam kasih karunia. Ketika kita belajar untuk tinggal dalam kasih karunia, yang tadinya kita bisa benci orang, kita bisa mendoakan dan memberkati orang tersebut. Itu adalah anugerah Tuhan.

Ciri dari anak-anak Tuhan adalah doanya dekat kepada Tuhan

Anak Tuhan berdoa pada Tuhan akan berseru, cry out. Mau terjadi revival dalam hidupmu? Menjeritlah pada Tuhan. Berseru pada Tuhan menunjukkan keintiman dengan Tuhan. Doamu menunjukkan keintiman atau hanya sekadar sambil lalu saja? Mau hidupmu mengalami mujizat? Kalau kita berkata Tuhan tidak mampu memberikan keinginan kita yang selaras dengan Firman Tuhan, berarti kita mengkhianati Tuhan. Kamu tidak percaya pada Tuhan dan menghina kasih Tuhan.

Tindakan kita yang tidak percaya pada Tuhan adalah bentuk penghinaan pada Tuhan, meremehkan kasih dan hikmat.

Kita tidak percaya bisa lulus dengan nilai yang baik, kita sudah menghina Tuhan. Kita tidak percaya kita bisa mendapatkan jodoh yang terbaik, kita menghina dan mempermalukan Tuhan. Dia Tuhan, Dia tidak mungkin dan mustahil gagal.

Caramu memperoleh mujizat adalah kamu harus menyadari bahwa kamu memiliki hubungan spesial dengan Tuhan, seperti hubungan anak dengan orang tuanya. Kita adalah ahli warisnya Tuhan. Belajar menyerahkan semuanya dan bergantung penuh pada Tuhan.

Jangan pernah melihat keburukan dari orang-orang di sekitarmu, lihatlah segala kebaikan yang pernah mereka lakukan. Ubah cara pandang kita, kita tidak sebaik itu untuk melihat hanya keburukan orang lain. Kita pun juga akan dapat dilihat demikian oleh orang lain. Ketika kita melihat sesuatu yang baik dari diri seseorang, berikan pujian juga padanya. Belajarlah melihat kebaikan dalam diri orang lain.

  • Tweet
Tagged under: Daniel Hadi Shane

About Ellen Natalia

What you can read next

Khotbah Ps. Daniel Shane – Kristen Dewasa
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Lembah Penentuan
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Sampah Rohani

RSS Rahasia Hati

  • 3 Penghalang Ciptaan Baru
  • Pelajaran Mengenai Kapak yang Tumpul
  • Sulitkah Hidup Kudus?
  • Kisah Cangkir yang Cantik
  • Disertai Roh Kudus dan Roh Kudus Tinggal Dalam Kita

© 2015. All rights reserved. Buy Kallyas Theme.

TOP