Revival Community : EFATA “Excellent Faith And Transformed Arrow”
Recom Efata adalah recom yang menjangkau dan memuridkan anak-anak muda di Surabaya bagian barat. Berawal dari persekutuan beberapa anak Ubaya yang tinggal di Surabaya barat, kini anak-anak muda yang tergabung didalamnya sangat beragam. Mulai dari anak SMP sampai dengan anak-anak kuliah menjadi satu keluarga dalam Tuhan. Dari latar belakang sekolah dan kampus yang berbeda, tidak menghalangi indahnya bersatu di dalam Tuhan untuk lebih lagi dimuridkan dan bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus.
Tanggal 21 Oktober 2017 kemarin adalah hari yang spesial untuk Recom Efata, pasalnya hari itu Recom Efata merayakan hari jadinya yang ke-2. Untuk merayakan momen spesial ini, gembala beserta koordinator yang ada juga mengadakan acara yang spesial untuk semua anggota recom. Konsep picnic di alam menjadi pilihan untuk memeriahkan acara ini. “Efata Goes to Mangrove” yang merupakan acara anniversary recom yang dikemas dengan konsep ibadah padang di Mangrove Wonorejo. Dengan berbagai acara menarik, anak-anak diajak untuk menikmati segarnya alam sambil piknik dan beribadah dengan keluarga rohani.
Menariknya, untuk sampai ke tempat piknik, semua anggota recom harus menyebrang sungai dengan perahu selama kurang lebih 20 menit. Pemandangan yang indah dari hijaunya pohon-pohon, dan cantiknya burung-burung yang beterbangan di sekitar mangrove memberikan kesan tersendiri untuk setiap anggota recom yang ikut. Setelah sampai di seberang sungai, anak-anak langsung diarahkan ke gazebo yang sudah dipesan sebelumnya. Acara dimulai dengan makan bersama, yang kemudian dilanjutkan dengan Praise and Worship. Acara yang paling seru dan berkesan adalah games. Games kali ini tema “Penjala dan Ikan”. Semua anak dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok yang pertama menjadi penjala ikan, sedangkan kelompok yang lainnya menjadi ikanPenjala bertugas menangkap ikan sebanyaknya-banyaknya untuk membuat jala mereka menjadi lebih besar. Semua anak begitu menikmati games ini. Anak-anak yang menjadi ikan sangat aktif sampai-sampai penjala kewalahan menangkap mereka. Games ini memiliki makna bahwa kita sebagai anak-anak Tuhan memiliki tugas untuk menjangkau jiwa-jiwa bagi Tuhan. Tentunya semua berlomba untuk memenangkan jiwa bagi Kristus, tetapi kita tidak boleh melupakan jiwa-jiwa yang lama. Tetap melibatkan semua jiwa yang lama untuk memperbesar jala kita untuk lebih besar lagi menjangkau jiwa bagi Tuhan.
Sharing singkat adalah momen yang tidak kalah menarik. Sharing singkat yang disampaikan oleh gembala recom kali ini adalah tentang “Excellent Faith and Transformed Arrow” (EFATA). Excellent Faith berbicara soalnya Iman kita di dalam Tuhan. Kita perlu memiliki sebuah iman yang excellent. Excellent yang dimaksud di sini adalah iman yang teruji. Iman yang benar di dalam Tuhan adalah ketika iman kita adalah iman yang tahan uji. Pengalaman demi pengalaman kita bersama dengan Tuhan, dibarengi dengan respon hati kita, itulah yang akan berpengaruh pada iman kita. Kita harus menjadi anak Tuhan yang punya iman yang teruji, supaya kita menjadi orang-orang pilihan Tuhan. Transformed arrow yang artinya menjadi anak panah yang ditransformasi oleh Tuhan. Untuk menjadi anak panah Tuhan yang tepat pada sasaranNya, kita harus rela untuk ditransformasi. Ditransformasi artinya kita dibentuk dan diproses sehingga menjadi anak panah yang berkualitas. Kerelaan untuk dibentuk inilah yang membuat kita jadi anak-anak kepercayaan Tuhan. Dan ketika kita siap di luncurkan, kita menjadi anak-anak Tuhan yang berkarya dan berdampak untuk menyatakan kemuliaan Tuhan.
Bagian yang paling penting dari perayaan anniversary Recom Efata ini terletak di akhir acara. Hari itu menjadi momen yang bersejarah bagi Recom Efata, karena tepat di hari jadinya yang ke-2, Recom Efata resmi multiplikasi. Multiplikasi ini bertujuan untuk mengembangkan sayap penjangkauan lebi luas lagi. Dengan multiplikasi ini, diharapkan banyak anak muda di Surabaya barat semakin terjangkau dan harapannya akan lahir pemimpin-pemimpin di Surabaya Barat. Tertanggal 21 Oktober 2017, Recom Efata resmi multiplikasi dalam 2 wilayah, yaitu Wilayah Royal Residence dan Wilayah Simpang Darmo Permai. Recom Efata Wilayah Royal Residence diadakan setiap Selasa, pukul 6 sore, di Perumahan Royal Residence, Surabaya Barat. Sedangkan Recom Efata Wilayah Simpang Darmo Permai diadakan setiap Jumat pukul 6 sore, di Sambisari Surabaya Barat. Mengimani multiplikasi ini, di akhir acara semua anggota recom melepaskan balon-balon yang telah ditempel kata-kata berkat dan harapan-harapan untuk recom Efata. Dan saling mendoakan antar anggota recom menjadi penutup acara yang meninggalkan kesan tersendiri untuk setiap anggota yang mengikuti acara ini.
Mengundang semua teman-teman yang tinggal di Surabaya Barat dan sekitarnya untuk bergabung dengan keluarga Tuhan di Recom Efata ini. Mari kita sama-sama bertumbuh di dalam Tuhan dan berkarya bagi Kerajaan Allah. Jadilah anak panah Tuhan yang melesat tepat pada sasaranNya! (EN)
- Published in News & Events
PIC (Pro-M Impact City) : Life Planning
Tidak terasa kita sudah memasuki awal Tahun 2018, dan Sabtu lalu PIC memulai Ibadah Dewasa Muda dengan tema Life Planning. Awal tahun merupakan moment yang biasa kita gunakan untuk menyusun sebuah resolusi ke depan, entah dalam hal pekerjaan, keluarga bahkan tentang hubungan pribadi kita dengan Tuhan.
Apakah resolusi anda dari tahun ke tahun selalu sama? Atau anda sudah mulai bosan untuk membuat resolusi?. Melalui apa yang disampaikan oleh Pembicara Tamu Sdri Serli Natalia, kita diingatkan kembali tentang pentingnya sebuah perencanaan di dalam kehidupan, mengacu pada Firman Tuhan dalam 2 Raja-Raja 4 ayat 1-7, banyak hal yang dapat kita pahami melalui kisah minyak seorang janda, kita dapat belajar hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam sebuah perencanaan :
- Ayat 1 :
“Salah seorang dari istri-istri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru : “Hambamu, suamiku sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan Tuhan. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya”.
Ayat 1 ini mengajar kita bahwa hal terutama yang harus menjadi fokus dan goal kita adalah : kita harus mencari tahu apa yang paling mendesak/urgent yang harus kita lakukan di tahun ini.
Mengapa seringkali target yang kita buat tidak tercapai? Hal ini mungkin disebabkan karena rencana/target yang dibuat bukan merupakan hal yang mendesak/ urgent bagi kita, karena jika rencana tersebut adalah hal yang urgent maka kita pasti akan terdorong dengan sendirinya untuk mewujudkannya.
- Ayat 2 :
“Jawab Elisa kepadanya : “Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah”. Berkatalah perempuan itu : “Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak.”
Manakala kita sudah menetapkan hal yang urgent dalam perencanaan kita namun tetap saja rencana kita tidak tercapai, maka apa yang harus dilakukan? Carilah penolong misal : Kakak Pembimbing/ Rohani, Senior atau orang yang sudah pernah menang dalam area tersebut, sebagai tempat untuk bertanya dan meminta nasehat/masukan, hal ini bertujuan agar kita rencana kita mempunyai arah yang teratur.
Ketika Tuhan menaruh sesuatu dalam hati kita maka akan sangat menyenangkan jika apa yang kita kerjakan adalah hal yang kita sukai, akan tetapi ada kalanya tanggung jawab yang dipercayakan Tuhan adalah hal yang tidak kita sukai dan merupakan beban bagi kita, namun kita harus ingat, hal itu merupakan pembelajaran bagi kita.
Ketika ingin maju maka kita harus melangkah salah satunya dengan membangun komunikasi dan bertanya pada senior serta mulai membuat list hal apa saja yang sudah kita miliki saat ini.
- Ayat 3 :
Lalu berkatalah Elisa : “Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit”.
Setelah kita membuat daftar mengenai hal apa saja yang kita miliki, kita juga perlu membuat daftar apa saja yang tidak kita punya, hal ini bertujuan agar kita tahu apa saja yang perlu kita pelajari/ perkaya. Sebagai orang muda kita tidak boleh berhenti belajar, mulailah berinvestasi dengan hal-hal yang bermanfaat.
- Ayat 4-7 :
“Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!”
“Pergilah perempuan itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk ; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya sedang ia terus menuang.”
“Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya : “Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi,” tetapi jawabnya kepada ibunya : “tidak ada lagi bejana. “Lalu berhentilah minyak itu mengalir.”
“Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata : “Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu.”
Hal yang perlu diperhatikan juga, jangan hanya membuat goal/tujuan saja namun juga kita perlu membuat list yang berisi detail action/tindakan apa yang perlu kita lakukan untuk mencapai rencana kita.
“JIKA KITA TIDAK MERENCANAKAN SESUATU DALAM KEHIDUPAN KITA, MAKA CENDERUNG KITA AKAN “NGEFLOW” DAN AKHIRNYA MELAKUKAN RENCANA ORANG LAIN, BUKAN RENCANA KITA PRIBADI, ATAU LEBIH PARAH LAGI KEADAAN KITA AKAN MAKIN MENURUN”.
Dalam menjalani proses pencapaian goal kita tentu akan ada halangan, namun sebesar apapun halangan tersebut kita tetap harus selalu Konsisten (melakukan hal yang sama terus menerus/stabil) dan Persistence (mampu mempertahankan kekonsitenan tersebut/ berdaya tahan tinggi).
Jadi kita harus melihat target kita dan menilai hal apa saja yang harus kita lakukan. Kita harus mencari tahu hal apa yang berbeda dari yang sudah kita lakukan di tahun sebelumnya (apa saja yang belum kita lakukan).
Ketika kita memiliki goal namun tidak tercapai, mungkin ada hal lain yang direncanakan Tuhan, karena pada dasarnya masing-masing orang memiliki zona waktu yang berbeda, tidak menjadi masalah kapan kita sukses dan mencapainya yang terpenting adalah kita terus melakukan tindakan/usaha ( tidak menyerah, tetap konsisten dan persisten untuk melakukan usaha).
Sebagai acara penutup Host yang bertugas membagikan sebuah gantungan kunci imut dari kayu yang harus ditulisi oleh Dewasa Muda yang hadir dengan 1 kata yang mewakili rencana utama mereka. Bulan depan adalah bulan yang identik dengan Kasih Sayang so, PIC akan mengadakan seminar dengan tema Be The Mr & Mrs Right, so jangan ketinggalan yah ^^ GBU.
- Published in News & Events
Satelit : Stand Up 4 GOD
Sabtu tanggal 23 September 2017 yang lalu, satelit gabungan dari recom-recom mengadakan lomba stand up comedy dengan tema “Stand Up For God”. Eits…. tetapi tentu saja lomba stand up comedy yang satu ini berbeda dengan acara stand up comedy yang sudah ada. Jika acara televisi tersebut bertujuan untuk menghilangkan stress, membuat orang tertawa dan menghibur penonton, untuk acara satelit gabungan yang lalu bukan hanya untuk membuat orang tertawa dan sebagai penghilang stress semata, tetapi juga untuk membagikan kebenaran Firman Tuhan secara menarik melalui komedi-komedi rohani. Karena anak Tuhan di jaman ini harus bisa kreatif, namun juga tetap bersumber pada Firman Tuhan.
Lomba stand up comedy dibagi menjadi 2 babak, yaitu babak penyisihan yang berisi 16 peserta dan babak final yaitu mengambil 2 peserta akhir yang mendapatkan nilai tertinggi. Setiap peserta diberikan waktu 3 menit untuk menampilkan komedi yang fresh di dunia kekristenan dan akan mendapatkan nilai dari 3 juri utama yaitu Sdr. Theo, Sdr. Ricky dan Sdri. Vonny yang terkenal dengan komedi dan kelucuannya di video dan drama.
Setiap peserta yang mewakili recom-recom telah berusaha memberikan penampilan yang terbaik. Ada peserta yang membahas tentang komunitas recom, ada yang membahas tentang kehidupan sebagai orang Kristen, tentang pasangan, tentang Tuhan Yesus dan murid Nya, tentang pelayanan dan lain sebagainya. Dari nilai-nilai yang didapatkan akhirnya didapat 2 peserta final dari babak penyisihan, yaitu Adit dan Gery. Kedua peserta final ini kembali menampilkan penampilan terakhir untuk menarik hati juri dan penonton, karena penilaian pemenang untuk babak final ini diambil dari suara terbanyak dari juri dan penonton.
Selain lomba stand up comedy, ada persembahan drama komedi juga dari Messenger Creative Ministry yang seru dan benar-benar mengocok perut. Drama ini berjudul “The Legend of Twelve Scouts“. Masing-masing pemeran menggunakan tokoh-tokoh dari film-film animasi yang cukup terkenal, seperti kura-kura ninja, karakter anime One Piece dan lain sebagainya. Drama ini mengisahkan perjalanan keduabelas pengintai yang diutus Musa untuk mengintai tanah perjanjian, dimana setiap pengintai tiba di tanah perjanjian dengan lokasi yang berbeda. Mereka membagi pengintaian secara berkelompok dan bertemu dengan penduduk dari tanah perjanjian yang berbeda-beda. Di dalam pertemuan tersebut mereka akhirnya memiliki pandangan yang berbeda mengenai tanah perjanjian. Dari kesepuluh pengintai mereka berpendapat bahwa tanah tersebut memang tanah yang baik, berlimpah susu dan madu, namun ditanah tersebut juga terdapat penduduk yang kejam, bahkan mereka tidak ragu membunuh bangsanya sendiri. Ketika beberapa pengintai melihat tembok yang tinggi yang melindungi tanah perjanjian itu nyali mereka menjadi ciut, padahal mereka sudah melalui banyak masa dimana Tuhan selalu menolong bangsa Israel.
Namun, ada 2 pengintai yang memiliki pandangan yang berbeda. Mereka bernama Yosua dan Kaleb. Walaupun mereka berjumpa dengan hal-hal yang tidak menyenangkan dari tanah perjanjian, namun mereka tetap percaya bahwa Tuhan yang sudah berjanji untuk memberikan tanah perjanjian tersebut, akan Tuhan yang akan memberikan kemenangan. Mereka menguatkan hati-hati penduduk Israel untuk tidak takut dan tetap teguh percaya pada Tuhan. Namun bangsa Israel tetap tidak mau mendengar kata-kata Yosua dan Kaleb dan lebih memilih untuk mempercayai 10 pengintai yang ragu dengan janji Tuhan. Akhirnya Tuhan marah dengan respon dari bangsa Israel dan menghukum bangsa Israel sehingga tidak dapat masuk ke tanah perjanjian, namun Yosua dan Kaleb, kedua pengintai yang percaya ini Tuhan izinkan untuk bisa memasuki tanah perjanjian.
Melalui drama ini ada pesan yang disampaikan untuk setiap kita untuk tetap berdiri teguh dan percaya pada janji Tuhan seperti Yosua dan Kaleb, walapun mungkin banyak yang meninggalkan kita atau hanya kita saja yang tetap ada di jalan yang Tuhan mau. Tuhan tidak pernah mengingkari janji Nya, Dia tidak pernah merancangkan sesuatu yang buruk ataupun jahat kepada anak-anak Nya.
Setelah drama berakhir, MC membacakan pemenang lomba Stand up Comedy. Juara pertama diraih oleh Adit dan juara kedua diraih oleh Gery. Dalam acara satelit gabungan Stand up For God, mengajarkan bahwa kita bisa menggunakan sarana apa saja untuk membagikan atau memberitakan tentang nama Tuhan, salah satunya melalui komedi yang dikemas dan diberikan pesan-pesan rohani. Talenta berkomedi yang dimiliki ataupun bakat talenta apa saja, jika kita mau dan serahkan pada Tuhan dan menjadikan Tuhan sebagai tujuan akhirnya, bisa Tuhan pakai untuk menjadi alatNya. Selain itu kita harus tetap berdiri untuk Tuhan dan di dalam Tuhan, tetap teguh dan percaya di dalam janji Tuhan. Tuhan berkati.
Video penampilan stand up comedy dari beberapa peserta dan drama komedi dapat dilihat di link berikut ini :
- Published in News & Events
PIC (Pro-M Impact City) : My Job My Dedication
Dalam dunia pekerjaan, dedikasi terhadap pekerjaan sangatlah penting untuk dapat mencapai hasil yang maksimal. Oleh karena itulah sebagai anak-anak Tuhan kita perlu tahu apa kata Firman Tuhan tentang dedikasi. Ibadah Pro-M Impact City membahas mengenai dedikasi dalam pekerjaan bagi para profesional muda pada tanggal 2 September 2017 lalu. Melalui sharing yang disampaikan oleh Bapak Pdt. Yusuf Santoso, yang juga merupakan Manager R&D PT. Wings Surya, kita diajak mengenali ciri-ciri dari orang yang berdedikasi menurut Firman Tuhan.
Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.
Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia. Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.
Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.
Yohanes 13:1-5
Dari Firman Tuhan di atas, diambil kesimpulan bahwa :
- Orang yang berdedikasi adalah orang yang berani menanggalkan jubahnya. Jubah yang dimaksud dalam ayat di atas adalah ego atau jabatan atau pangkat atau kedudukan yang kita miliki. Jadi orang berdedikasi adalah orang yang melepaskan jabatan atau pangkat atau kedudukan dan juga meninggalkan keinginan kita untuk diakui, dipandang dan dihormati.Selama 34 tahun mendedikasikan hidupnya pada Perusahaan yang menjadi tempat ia bekerja saat ini, pembicara telah melewati banyak pengalaman “menanggalkan jubahnya” dengan melayani di departemen yang ia pimpin. Bahkan saat ini juga, ia tidak segan membantu orang lain yang memerlukan bantuan, contohnya dalam pembukaan cabang di daerah-daerah.Dedikasi selalu mengandung resiko, contohnya apa yang dialami sendiri oleh pembicara, sebelum bergabung dalam Wings Grup, pembicara bekerja di Petrokimia (yang dulu kini pindah ke Gresik) dan pimpinannya memiliki rencana untuk menempatkannya di Gresik dengan memberikan penawaran fasilitas yang sangat menggiurkan. Padahal saat itu, ia memiliki pelayanan di Surabaya yang tidak mungkin ditinggalkan begitu saja. Saat inilah Tuhan mendidiknya tentang berdiri teguh dalam dedikasi terhadap pelayanan yang Tuhan percayakan padanya. Akhirnya ia pun memutuskan untuk menolak tawaran tersebut dan mencari pekerjaan lain.
Sekecil apapun dedikasi yang kita taruh dalam tangan Tuhan, tidak akan menjadi semakin kecil namun akan terus bertambah dan berkembang. – Pdt. Yusuf Santoso
Tak ada yang tahu bahwa PT. Wings Surya akan berkembang pesat sedemikian rupa, namun Tuhan kita maha tahu. Tuhan tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, sehingga Tuhan ijinkan pembicara bekerja di tempat tersebut. Tuhan menepati janjiNya, terbukti dengan pada saat ini pembicara dapat terus bekerja tanpa meninggalkan ladang pelayanannya.
- Dedikasi adalah sikap yang selalu memperlakukan dan memberikan respon yang sama, tidak hanya pada orang yang memiliki level diatas kita namun juga kepada orang lain yang levelnya berada dibawah kita.Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,
kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.
Yohanes 13:4-5
Kristus sendiri telah menjadi teladan bagi kita disaat Ia memberikan perlakuan yang sama pada semua murid-muridNya. Padahal di antara kaki-kaki muridNya tersebut, pasti ada kaki dari Yudas Iskariot dan tentu saja saat itu Tuhan Yesus tahu bahwa kelak Yudas akan menyerahkanNya, namun Tuhan Yesus tetap memperlakukan Yudas sama dengan murid yang lain. Jika kita selalu berpikir bahwa sosok yang dapat melakukan promote kepada kita adalah atasan kita, kita harus mengubah paradigma tersebut. Karena Tuhan dapat mengijinkan kita mendapatkan promosi dari orang-orang di bawah kita.Kita saat ini, baik itu gereja maupun perusahaan-perusahan, yang bahkan banyak berisi anak-anak Tuhan, sudah dipengaruhi oleh ajaran yang menyatakan bahwa, dunia ini hanya digerakkan oleh para raksasa. Akhirnya hati kita pun sudah tidak memiliki ruang untuk orang-orang kecil. Tuhan kita tidak pernah mengajarkan hal demikian. Hal ini terbukti dalam Lukas 16, di mana ada seorang Lazarus, seorang pengemis yang badannya dipenuhi borok. Namun saat ia meninggal, Tuhan memberikan ia tempat yang sangat istimewa, yaitu duduk dipangkuan Abraham. Artinya, Tuhan tidak memperhitungkan kondisi Lazarus dan memperlakukannya sama. Maka sudah selayaknya kita pun belajar menghargai orang-orang yang dibawah kita.
Rasul Paulus adalah murid Kristus yang sangat dipakai Tuhan dan namanya sangat dikenal banyak orang. Tapi Tuhan ijinkan orang-orang yang kecil berperan penting dalam kehidupannya, misalnya Ananias. Bisakah kita bayangkan jika Ananias tidak mau mendoakan Paulus, yang saat itu masih bernama Saulus, maka nasib Paulus mungkin hanya akan berakhir tragis dengan kehilangan penglihatannya selamanya.
Kita harus bertobat dari sikap-sikap yang mengabaikan hal-hal yang kecil.
Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?” Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
Matius 18:1-4
Zaman Romawi dulu, anak-anak yang masih kecil tidak masuk dalam catatan kependudukan. Dan Tuhan Yesus justru memperhitungkan anak kecil tersebut dengan menyebutkan bahwa barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam namaKu, ia menyambut Aku.
Gereja Tuhan tidak boleh bersikap membeda-bedakan orang berdasarkan status dan kedudukannya karena setiap kita, apapun latar belakangnya adalah orang VVIP (Very Very Important Person) Tuhan.
- Published in News & Events
PIC (Pro-M Impact City) : Tahan Banting
Seiring dengan perkembangan zaman saat ini, berbagai macam rintangan dan tantangan pun semakin beraneka ragam. Oleh karena itu dewasa muda perlu membekali diri, agar mampu menjadi pribadi yang tahan banting dalam menghadapi segala macam situasi. Hal inilah yang menjadi awal ide dari PIC untuk mengangkat tema tahan banting pada Ibadah Dewasa Muda Sabtu 12 Agustus 2017 lalu, dengan mengundang Pdt. Daniel Rudy, Gembala Sidang GBIS Tahun Kebebasan Ciputat, Tangerang Selatan. Firman Tuhan disampaikan dengan terbuka dan humoris membuat Dewasa Muda yang hadir menjadi semangat dan antusias mendengar pesan yang disampaikan.
Sebuah bangsa yang akan maju berperang pasti akan menyiapkan dan mempertimbangkan tentang jumlah pasukan yang akan dibawanya, hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Tuhan dalam firmanNya di Lukas 14 : 31-32.
Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.
Lukas 14:31-32
Kita tentu tahu kisah Gideon yang awalnya berhasil mengumpulkan 32 ribu prajurit, namun Tuhan berkata jumlah tersebut masih terlalu banyak. Kemudian Tuhan sendiri yang melakukan seleksi dengan caraNya sehingga jumlah tersebut menyusut drastis menjadi hanya 300 prajurit saja dan kisah peperangan ini pun dimenangkan oleh pasukan Gideon. Tentu ini adalah hal yang tidak logis bagi pemikiran manusia, namun dari sini kita dapat mengerti bahwa kekuatan dan kemenangan Gideon bukanlah dengan kekuatan manusia namun dengan penyerahan kepada Tuhan, sehingga dengan kekuatan yang minimal ia mampu memperoleh kemenangan yang maksimal. Hal ini tidak mungkin dapat terjadi jika tangan Tuhan tidak turut campur tangan.
Kisah Gideon juga mengingatkan kita tentang bagaimana Tuhan membentuk Gideon dan menyampaikan statement yang positif pada diri Gideon.
Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.”
Hakim-hakim 6:12
Tuhan menyebut Gideon sebagai seorang pahlawan yang gagah berani, padahal saat itu keadaan Gideon dalam situasi penuh ketakutan dan sedang bersembunyi dari orang Midian. Firman adalah suatu pernyataan Tuhan sehingga apa yang semula tidak jelas, disingkapkan agar menjadi jelas. Dalam kondisi Gideon yang penuh ketakutan, Tuhan menyingkapkan pada Gideon bahwa ada kekuatan yang tersembunyi dalam dirinya. Seringkali kita tidak menyadari adanya potensi dalam diri kita. Ingat! Dalam dunia ini tidak ada orang yang 100 % kurang dan tidak ada orang yang 100% lebih, artinya tidak ada orang yang sempurna.
Seringkali kita lebih suka berada dalam zona kekurangan seperti Gideon dengan beralasan bahwa apa yang terjadi dalam kehidupan kita adalah “takdir”, dan akhirnya berpasrah pada keadaan. Padahal alasan sesungguhnya adalah karena ketidakberanian kita untuk berjuang. JANGAN HIDUP DENGAN PRINSIP “AIR MENGALIR” karena air akan selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah, jika kita ingin air mengalir ke tempat yang tinggi maka harus dialirkan, artinya harus diperjuangkan. Kita harus percaya bahwa kita telah dimaterai oleh Roh Kudus dan roh Kudus sendirilah yang akan memampukan kita.
Di dalam Dia kamu juga — karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu — di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.
Efesus 1:13-14
Selain Gideon, kita juga belajar dari tokoh alkitab lain yang dikenal dengan julukan “The Dreamer”, yaitu Yusuf. Melalui sikap dan teladannya, mampu membuat Firaun mengatakan bahwa Yusuf adalah orang yang memiliki Roh Allah di dalamnya, padahal kita tahu Firaun adalah sosok yang tidak mengenal Allah. Masih banyak lagi tokoh-tokoh alkitab yang menerima banyak penyingkapan melalui perkataan-perkataan Tuhan maupun orang sekelilingnya. Terkadang kita tidak menyadari potensi yang kita miliki sehingga perlu untuk disingkapkan oleh Tuhan dan orang lain.
Untuk menjadi pribadi yang tahan banting kita perlu menyadari bahwa dalam diri kita ada Roh Allah yang tak terkalahkan. Mari belajar dari Kisah Nabi Yeremia yang ketika mengalami kegalauan di pembuangan dan kemudian merasa kecewa dengan Tuhan, namun pada akhirnya ia sendiri menyadari bahwa ketika ia tidak mau mengingat Tuhan dan mengucapkan Firman lagi demi nama Tuhan, maka dalam hatinya seperti ada nyala api. Ini membuktikan bahwa Roh Kudus tidak akan bisa dibatasi dengan kekuatan manusia.
Tetapi apabila aku berpikir: “Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya,” maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.
Yeremia 20:9
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
Roma 12:11
Roh yang disebutkan dalam ayat ini bukan berbicara tentang Roh Kudus, melainkan tentang roh atau semangat kita untuk mempunyai kesungguhan yang kuat. Bagaimana cara agar roh kita menyala-nyala? Jawabannya yaitu dengan melayani Tuhan.
Melayani Tuhan tidak sama dengan melayani pekerjaan Tuhan. Melayani Tuhan berarti mengutamakan kewajiban daripada hak, dan tolak ukur untuk menilai apakah saat ini kita sedang melayani Tuhan atau melayani pekerjaan Tuhan adalah dengan melihat kehidupan kita diluar lingkungan gereja.
Kita adalah mitra Roh Kudus, jadi kita harus melakukan bagian kita dan biarkan Roh Kudus melakukan bagiannya.
- Published in News & Events
Fellowship Recom : Siloam “Aku, Kamu, Kita dan TUHAN”
Pada tanggal 30 April – 1 Mei 2017, revival community yang memiliki arti nama “yang diutus” atau yang lebih dikenal dengan Recom Siloam mengadakan fellowship bersama yang diikuti oleh 24 peserta. Fellowship ini bertempat di Trawas. Yang unik dari fellowship ini, peserta diminta untuk menuliskan surat pribadi untuk setiap peserta yang ikut yang berisi kesan dan pesan. Surat ini nantinya akan dikumpulkan di amplop sesuai nama penerima surat.
Di hari pertama, pukul 09.00 pagi peserta fellowship berangkat bersama ke Villa Trawas. Sesampainya di sana, peserta berkumpul sebentar untuk arahan dan pembagian kamar selama 2 hari 1 malam, dilanjutkan dengan makan siang dan istirahat. Pukul 15.00 sesi 1 pun dibuka dengan permainan “Bingo”. Masing-masing peserta mendapatkan sebuah kertas yang memuat kotak-kotak berisikan fakta unik dari beberapa peserta. Peserta harus menebak siapa pemilik fakta unik yang tertulis di kertas tersebut dan meminta tanda tangan orang tersebut. Peserta diberikan waktu 15 menit dan bagi yang mendapat sedikit tanda-tangan, akan mendapatkan sebuah penghargaan spesial, yaitu menyiapkan teh untuk acara tea time di malam harinya. Tujuan dari permainan ini adalah untuk mengenal lebih dalam lagi sesama dalam keluarga rohani.
Setelah bermain sejenak, sesi 1 dibawakan oleh Sdri. Siske membahas tentang “3 Tipe orang yang berada di sekitar Yesus”. Dalam sesi ini, membahas 3 tipe orang-orang yang selalu berasa di sekitar Yesus. Yang pertama, adalah orang banyak, yaitu orang-orang yang mengikuti Yesus untuk mendapatkan sebuah keuntungan. Orang banyak adalah orang-orang yang mengikut Yesus karena mendengarkan cerita orang lain tentang Tuhan, bukan menjadi orang yang mengalami Tuhan itu sendiri dalam hidupnya. Yang kedua, adalah Orang Farisi dan Ahli Taurat, yaitu orang-orang yang percaya akan Tuhan tapi memiliki sebuah presepsi yang salah tentang Tuhan yang mereka percayai, mereka adalah orang-orang yang penuh masa lalu yang belum dibereskan serta gampang kepahitan. Yang ketiga, adalah murid Yesus. Mereka adalah orang-orang yang percaya, taat dan mengalami secara pribadi Tuhan. Murid-murid Yesus selalu membuat Yesus menjadi prioritas utama dalam hidup mereka. Sesi 1 pun selesai, peserta diberikan sebuah ‘undian tidak berhadiah’. Semua wajib mengambil undian “tidak berhadiah” yang berisikan pertanyaan, yang akan dijawab dalam tea time malam nanti. Kenapa pertanyaanya dibagikan sore itu? Supaya setiap kita bisa menyiapkan jawaban dari pertanyaan-pertaanyaan tersebut.
Waktunya mandi dan makan malam. Antrian mandi yang sangat panjang pun terjadi. Pukul 19.30 sesi 2 dimulai. Diawali dengan pujian dan penyembahan dan dilanjutkan dengan renungan singkat yang menceritakan mengenai Petrus yang dipanggil kembali oleh Tuhan untuk menggembalakan domba-domba. Menggembalakan domba-domba adalah ajakan yang sama, ketika Tuhan Yesus memanggil Petrus untuk menjadi penjala manusia. Ia memanggil kita untuk masuk dalam panggilanNya, seperti Petrus.
Sesi 2 selesai, tea time pun dimulai. Malam hari ditemani snack dan teh hangat yang khusus disiapkan oleh 2 teman kita yang kalah dalam permainan sebelumnya. Karena waktu yang sudah semakin malam, hanya setengah dari total peserta yang mendapat kesempatan untuk sharing, sesuai dengan topik yang mereka dapat dari ‘undian tak berhadiah’.
Hari kedua fellowship diawali dengan sarapan pagi dan sesi sesi foto bersama dengan kostum putih bergaya keluarga cemara dari nenek sampai cucu. Dilanjutkan dengan sesi 3, sesi penutup rangkaian fellowship ini dibawakan oleh Sdr. Max, dengan tema “Kita”. Sesi ini berbicara dalam sebuah komunitas, tidak ada kata aku, dia, kamu, dan mereka, melainkan kita. Karena dalam sebuah komunitas setiap kita harus mengambil bagian penting, dalam menjangkau jiwa-jiwa. Karena masih ada waktu, sharing tadi malam dilanjutkan sehingga semua mendapat giliran sharing. Acara fellowship hari itu ditutup dengan pengambilan amplop yang berisikan surat cinta dari recom siloam.
Dari fellowship 2 hari 1 malam ini, kami berharap agar peserta benar-benar menganggap komunitas bukanlah hanya menjadi sebuah sarana mencari teman, atau komunitas untuk bersekutu dan bersenang-senang tapi melainkan komunitas yang saling mempraktekan Kebenaran dan Kasih. Komunitas yang bersama-sama berjalan dalam 1 visi, yaitu amanat agung Tuhan Yesus… karena SILOAM adalah KITA , KITA adalah SILOAM.
- Published in News & Events
Fellowship Recom : Immanuel “Arise”
Recom Immanuel merupakan salah satu recom yang berada dibawah naungan gereja CMC (Christ Mercy Center). Pada tanggal 11-12 Februari 2017, Recom Immanuel melakukan fellowship selama 2 hari 2 malam di Villa Taman Telaga Surabaya Barat. Fellowship kali ini bertemakan “Arise” yang memiliki maksud untuk bangkit dari segala keterpurukan dan berbalik kembali kepada Tuhan dan menjadi lebih baik lagi serta bersemangat melayani Tuhan. Tujuan diadakannya fellowship kali ini adalah selain untuk membangun hubungan yang lebih harmonis didalam keluarga rohani, juga untuk mengajarkan bahwa peperangan kita yang sesungguhnya adalah melawan si jahat dan kita sebagai anak Tuhan belajar untuk mulai pikul salib setiap hari.
- Published in News & Events
PIC (Pro-M Impact City) : Conflict Management (Manajemen Konflik)
Dalam berorganisasi, konflik merupakan hal yang selalu dapat kita alami. Entah dengan rekan sesama anggota, rekan kerja atau dengan pimpinan atau atasan. Oleh karena itu, diperlukan jurus jitu untuk menangani konflik tersebut agar konflik itu tidak berlarut-larut dan bahkan berujung dengan dampak yang negatif bagi pertumbuhan karakter dan rohani kita. Berlatar belakang itulah, PIC bulan ini kembali melaksanakan seminar dewasa muda yang bertemakan Conflict Management dengan menghadirkan Pembicara Tamu Bapak Ir. Benny Lianto Effendy Sabema, M.M.B.A.T yang merupakan Direktur Politeknik Universitas Surabaya.
Sebagai pembuka, pembicara membagi 4 organisasi yang pengelolaan konfliknya dinilai paling sulit yaitu :
- Rumah Sakit
- Perguruan Tinggi
- Gereja
- Rumah Tangga
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai penanganan konflik yang baik, kita harus sama-sama menanamkan dalam mindset kita bahwa :
- Published in News & Events
Fellowship Recom : Efata “Sang Pahlawan”
“Pahlawan yang sejati bukan hanya mampu menyerang, tetapi juga mampu bertahan dan bangkit”
Salah satu revival community di Surabaya Barat, Recom Efata, kembali mengadakan fellowship pada tanggal 18-19 Februari 2017. Fellowship yang diadakan di Trawas ini diikuti oleh 25 peserta. Bertemakan “Sang Pahlawan”, fellowship ini diadakan dengan tujuan untuk mempersiapkan setiap anggota menjadi pahlawan Tuhan yang sejati. Selain itu, acara ini diadakan juga untuk mempererat tali persaudaraan dalam keluarga rohani; bisa lebih lagi mengenal keluarga dan saudara-saudari rohaninya, dapat mengalami Tuhan semakin lebih lagi, semakin berkomitmen dalam recom juga berkomitmen melayani di manapun tempat yang dipercayakan pada mereka. Ada banyak acara seru yang diadakan dalam fellowship ini, diantaranya; sesi-sesi Firman tentang pahlawan Tuhan, Hunting Time, ice breaking, pajamas night (KTB), My Hero, dan quality time bersama keluarga rohani.
Di hari pertama, seluruh peserta fellowship berangkat bersama pukul 9 pagi dari Surabaya menuju ke Vila Vanda Trawas. Sesampainya di sana, semua anak berkumpul terlebih dahulu untuk pembacaan peraturan dan tata tertib selama fellowship, bermain My Hero; My Hero ini sebenarnya permainan “My Angel” namun karena tema fellowship kali ini tentang Pahlawan, maka nama permainan juga disesuaikan, lalu juga pembagian kelompok yang dibagi dalam 3 kelompok, yaitu Kelompok Perisai, Zirah, dan Pedang. Kelompok ini digunakan untuk semua kegiatan selama fellowship ini berlangsung. Setelah pembagian kamar dan istirahat, ada sesi 1 tentang “Hati yang Berbalik.” Sesi ini berbicara tentang bagaimana kita sebagai anak-anak Tuhan harus memiliki hati yang berbalik kepada Bapa, supaya kita memiliki hati yang melekat kepadaNya dan mengerti kerinduanNya. Sesi 1 selesai dilanjutkan dengan senam bersama untuk menghangatkan tubuh karena dinginnya cuaca yang pada saat itu hujan deras, selesainya kita bermain Teka Teki Sabar yang dibawakan oleh The Sister; Eveline & Elenita. Di hari yang sama, ada sesi ke-2 yang berbicara tentang “Sang Pahlawan.” Dalam sesi ini ditekankan bahwa kita harus menjadi pahlawan-pahlawan Tuhan yang tidak tanggung-tanggung dalam menyerang musuh. Selain itu, poin penting dari sesi ini adalah bahwa pahlawan-pahlawan Tuhan yang sejati adalah orang-orang yang bangkit dari masalah-masalah diri, mampu melawan musuh-musuh di udara, dan memperjuangkan mimpi Tuhan. Usai sesi 2 semua peserta melanjutkan acara “Pajamas Night” yaitu malam KTB bersama pembimbing-pembimbing yang ada, lalu di akhiri dengan istirahat.
Hari kedua diawali dengan doa pagi dan sarapan, setelah itu seluruh peserta mempersiapkan diri untuk games outdoor “Hunting Time”. Seluruh peserta sangat menikmati kegiatan outdoor yang terdiri dari 8 pos games tersebut. Permainan yang dilakukan antara lain Soul Hunter (tentang memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan), Listen to Me (mendengarkan sesama dan kerendahan hati), Make it Clean (kemurnian), Way of Salvation (kebaikan hati dan bayar harga), Breath of Life (ketekunan dan kerjasama tim), The Law of Love (hukum kasih), Listen to Me part 2 (mendengarkan instruksi dengan teliti), dan Rise of the Choosen (kebangkitan pahlawan Tuhan juga kesabaran). Dalam pos-pos ini ada 3 pos yang berkelanjutan, yaitu pos “Listen To Me, Way of Salvation, dan The Law of Love”. Dalam pos Listen To Me akan ada salah satu teman yang akan menjadi tawanan karena dianggap menjadi “beban” bagi anggota tim yang nantinya akan perjuangkan kembali oleh tim pada pos The Way of Salvation, kemudian mereka akan menjemput dan membebaskan temannya dan saling pemberesan hati pada pos The Way of Love. Karena sepintar, kuat dan gagahnya pahlawan namun tanpa ada kasih yang mendasari semua tindakannya akan percuma dimata Tuhan.
Dibalik kegiatan Hunting Time ini sesungguhnya setiap tim yang sudah dibagi merupakan satu kesatuan yang utuh, bukan menjadi sebuah tim individu yang berkompetisi melawan tim lain. Karena nama mereka Zirah, Pedang, dan Perisai. Seorang pahlawan tidak mungkin hanya menggunakan satu dari ketiga hal tersebut; melainkan semuanya. Maka dari itu kunci kemenangan dapat dilihat apabila ketiga tim bekerja sama menjadi satu kesatuan dan menemukan pesan Tuhan yang tersembunyi secara bersamaan. Pesan yang tersembunyi sudah disebarkan berupa quote-quote yang ditempel dalam setiap perjalanan mereka menuju pos, juga berupa sebuah hint yang ada di tiap-tiap pos dan akan didapatkan apabila tim memenangkan tantangan dalam setiap pos. Jika seluruh tim mengumpulkan hint-hint yang didapatkan menjadi satu maka mereka akan dengan mudahnya memecahkan pesan yang tersembunyi. Pesan ini ialah “Zefanya 3:17”.
Akhir dari hari kedua ditutup oleh sesi 3 tentang “Satu visi, Satu hati, Satu tujuan”. Sesi ini berbicara tentang tujuan kita sebagai anak-anak Tuhan, yaitu untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang bagi Tuhan. Selain itu, menjadi seorang pahlawan-pahlawan Tuhan, kita harus bersatu hati dalam berjuang bagi Tuhan. Kesatuan visi/tujuan dan kesatuan hati, itulah kunci utama dalam memenangkan setiap peperangan yang ada. Setelah itu ditutup dengan pengungkapan game My Hero, juga hasil dari Hunting Time. Tak lupa juga di akhir fellowship ini semua peserta berfoto bersama, hingga akhirnya meninggalkan Trawas dan kembali ke Surabaya. Kami berharap untuk kedepannya agar peserta fellowship benar-benar dapat semakin mengenal Bapa, dan mengalami perjumpaan pribadi dengan Bapa, dapat lebih mengerti tujuan hidupnya dan semakin berkomitmen dan berkarya dalam Tuhan.
- Published in News & Events
Fellowship Recom : Eben-Haezer “For The Sake Of The Christ”
Tanggal 29 April hingga 1 Mei 2017 Recom Eben-Haezer melakukan fellowship di Villa Grand Trawas selama 3 hari 2 malam dengan tema “FOR THE SAKE OF THE CHRIST”. Apabila diartikan dalam bahasa Indonesia tema fellowship ini berarti ”DEMI KEPENTINGAN KRISTUS”. Tema ini diangkat berdasarkan semakin banyaknya jiwa-jiwa yang menjauh dari Kristus demi kepentingan dirinya sendiri dan kepentingan duniawi.
Kepentingan duniawi banyak membuat anak muda tergiur dengan keinginan tersebut dengan menghalalkan segala cara termasuk melakukan dosa-dosa untuk mencapai kepentingannya. Oleh karena itu, tema ini diangkat agar kita dapat menyadari betapa pentingnya mengutamakan kepentingan Kristus di atas segalanya dan menjadikan Kristus sebagai prioritas utama dalam hidup ini. Ketika kita belajar meletakkan kepentingan Kristus menjadi yang terutama, maka kita dapat berkarya maksimal lebih lagi untuk Kerajaan Tuhan, di mana sebaiknya kita harus belajar untuk menyerahkan freewill atau kehendak bebas agar seluruh hidup kita berpusat pada Kristus.
- Published in News & Events















