Cara memperoleh KEMENANGAN!
Cara memperoleh KEMENANGAN!
Roma 13:12-14, ayat 12: Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!
Saudara ingatlah hari sudah jauh malam, bahkan hampir siang! Di akhir jaman yang semakin gelap ini, Tuhan mengingatkan kita supaya jangan hidup seperti orang yang hidup dalam Dunia Malam, gaya hidup di malam hari yang mungkin bermabuk-mabukan, penuh percabulan. Galatia 4:9, “Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya? Kita percaya bahwa kita telah mengenal dan dikenal Tuhan, oleh sebab itu jangan sampai kembali kita kepada roh dunia yang miskin dan lemah. Ketika kita kompromi dengan roh-roh dunia maka kita akan jatuh dengan roh dunia yang miskin dan lemah. Tidak ada anak Tuhan yang langsung murtad, yang ada MULAI, dimulai dengan kompromi sedikit demi sedikit dan lama-lama semakin jatuh dalam perangkap si jahat.
- Published in Sermons
Pikiran Medan Pikiran
1 Samuel 27:1-7, ayat 1:” Tetapi Daud berpikir dalam hatinya;”bagaimanapun juga pada suatu hari aku akan binasa oleh tangan Saul. Jadi tidak ada yang lebih baik bagiku selain meluputkan diri dengan segera ke negeri orang Filistin;”
Dikisahkan tiba-tiba Daud berpikir bahwa ia akan binasa di tangan Saul, padahal sudah 2 kali Daud memiliki kesempatan untuk membunuh Saul, sehingga ia memutuskan untuk keluar dari tanah Israel. Ini bisa disamakan dengan kita Anak Tuhan yang sedang jauh dari Tuhan. 2 raja-raja 5:14-17;20-27, ayat 20: Berpikirlah Gehazi, bujang Elisa, Abdi Allah:”Sesungguhnya tuanku menyegani Naaman, orang Aram ini, dengan tidak menerima persembahan yang dibawanya, demi Tuhan yang hidup, sesungguhnya aku akan berlari mengejar dia dan akan menerima sesuatu dari padanya”. Kita lihat persamaan dari 2 ayat diatas adalah BERPIKIR. Bagaimana Daud yang sebelumnya sudah mengalami pembelaan dari Tuhan sebanyak 2 kali (Daud berkesempatan untuk membunuh Saul) tiba-tiba hendak pindah ke negeri orang Filistin? Gehazi seorang hamba dari Elisa bisa tiba-tiba hendak menyusul Naaman dan menerima persembahan Naaman? Jawabannya adalah PIKIRAN. Lalu dari mana asal pikiran itu?
Ternyata dalam pikiran kita ini adalah MEDAN PEPERANGAN. Iblis dapat berusaha untuk menghancurkan anak-anak Tuhan melalui pikiran. Seperti pada kisah Daud dan Gehazi. Karena pikirannya Daud keluar dari tanah Israel menuju Filistimn, bisa diartikan bahwa Daud kemudian akhirnya menjauh dari Tuhan sehingga Daud harus mengalami keluarganya dirampas, dsb. Demikian pula dengan Gehazi, karena pikirannya akhirnya Gehazi dan keturunannya menderita kusta. Jika demikian apakah pikiran kita selalu berasal dari si Jahat?
Yohanes 14:25-26, ayat 26: Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam namaku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
Ternyata Roh Kudus juga dapat berbicara kepada kita melalui pikiran kita, Roh Kudus akan mengajarkan segala sesuatu kepada kita dan mengingatkan kita akan semua yang telah Tuhan katankan kepada kita. Lewat pikiran pula Roh Kudus dapat mengingatkan kita, misal ketika kita marah, Roh Kudus dapat mengingatkan kita akan ayat-ayat firman Tuhan tentang kesabaran. 1 raja-raja 5:1-5, ayat 5: Dan ketahuilah, aku berpikir-pikir hendak mendirikan sebuah rumah bagi nama Tuhan, Allahku, seperti yang dijanjikan Tuhan kepada Daud, ayahku, demikian: Anakmu yang hendak kududukan nanti diatas tahtamu menggantikan engkau, dialah yang akan mendirikan rumah itu bagi namaku. Tuhan juga dapat ingatkan kita melalui pikiran kita. Dalam kisah Salomo, dia memang telah diberitahu untuk membangun rumah Tuhan pada saat kecil oleh Daud, tetapi Salomo baru membangun bait Allah setelah 4 tahun ia menjadi raja. Kenapa demikian? Melalui pikirannya Tuhanlah yang mengingatkan Salomo untuk membangun bait Allah
Dalam kehidupan kita sehari-hari, coba kita renungkan bersama, berapa banyak Tuhan berbicara dengan kita lewat pikiran kita dan kita mengacuhkannya? Jangan pernah menjadi anak yang egois sebagai anak Tuhan. Salomo dapat menjadi sedemikian besar, karena dia bukanlah orang yang egois, ketika Tuhan bertanya kepada Salomo apa yang dia inginkan, Salomo tidak meminta untuk kepentingannya sendiri, tetapi ia meminta hikmat, hati yang paham menimbang perkara untuk memimpin rakyat Israel. Setiap pikiran kita harus seleksi dengan baik, darimanakah asal pikiran tersebut. Supaya kita bisa tahu bahwa pikiran itu memang benar, kita harus punya kedekatan dengan Tuhan.
BENIH-BENIH DALAM HATI KITA Yakobus 1:14-15
Kita harus tahu benih-benih apa saja yang ditanam oleh iblis dalam hati kita. Jika kita tidak tahu benih apa yang ditanam, ketika iblis memunculkan sesuatu, maka dengan cepat benih itu dapat tumbuh. Misal: si A sudah punya benih kepahitan kepada si B, kemudian si B dengan tidak sengaja melakukan sesuatu yang menurut si A tidak baik, maka dengan cepat benih itu akan tumbuh. Benih ini ibarat bensin yang disiram api. Yang perlu diperhatikan lagi adalah apa yang meluap dari hari itu keluar dari mulut. Seperti raja Babel yang dihukum Tuhan karena kesombongan
PENGAMPUNAN
Kolose 3:12-13, ayat 13: Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuatlah juga demikian
Matius 5:23-24, ayat 24: Tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
Dalam kehidupan kita sehari-hari, tidak dipungkiri bahwa kita akan dihadapkan pada situasi dimana kita harus mengampuni atau meminta maaf kepada saudara seiman kita. Jelas dikatakan pada ayat firman Tuhan, apabila ada saudaramu menyesal dan meminta maaf kepadamu, apapun kesalahannya kita harus belajar untuk mengampuni. Dan apabila kita tahu kita diingatkan akan pertentangan dengan saudara kita maka kita harus berdamai dengan saudara kita. Saudara yang dimaksud disini adalah orang yang benar yang takut akan Tuhan, bukan orang fasik yang sering datang ke gereja tetapi tidak mau bertobat. Bagaimana dengan orang yang tidak tahu kesalahannya dan tidak datang meminta maaf? Kita harus tetap mengampuni orang itu meskipun diperlukan kebesaran hati yang yang lebih besar.
- Published in Sermons
Pikiran Medan Peperangan
Pikiran Medan Peperangan
1 Samuel 27:1-7, ayat 1:” Tetapi Daud berpikir dalam hatinya;”bagaimanapun juga pada suatu hari aku akan binasa oleh tangan Saul. Jadi tidak ada yang lebih baik bagiku selain meluputkan diri dengan segera ke negeri orang Filistin;”
Dikisahkan tiba-tiba Daud berpikir bahwa ia akan binasa di tangan Saul, padahal sudah 2 kali Daud memiliki kesempatan untuk membunuh Saul, sehingga ia memutuskan untuk keluar dari tanah Israel. Ini bisa disamakan dengan kita Anak Tuhan yang sedang jauh dari Tuhan. 2 raja-raja 5:14-17;20-27, ayat 20: Berpikirlah Gehazi, bujang Elisa, Abdi Allah:”Sesungguhnya tuanku menyegani Naaman, orang Aram ini, dengan tidak menerima persembahan yang dibawanya, demi Tuhan yang hidup, sesungguhnya aku akan berlari mengejar dia dan akan menerima sesuatu dari padanya”. Kita lihat persamaan dari 2 ayat diatas adalah BERPIKIR. Bagaimana Daud yang sebelumnya sudah mengalami pembelaan dari Tuhan sebanyak 2 kali (Daud berkesempatan untuk membunuh Saul) tiba-tiba hendak pindah ke negeri orang Filistin? Gehazi seorang hamba dari Elisa bisa tiba-tiba hendak menyusul Naaman dan menerima persembahan Naaman? Jawabannya adalah PIKIRAN. Lalu dari mana asal pikiran itu?
- Published in Sermons
Damai sejahtera yang terenggut
DAMAI SEJAHTERA YANG TERENGGUT
Yohanes 14 : 1-3 = Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.
Yohanes 14: 27 = Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.
Yesus mengajarkan mengenai pentingnya memiliki damai sejahtra di dalam hati. Dalam Yohanes 14 – 17 berisi tentang pengajaran Yesus kepada murid-muridNya yang tidak diterima oleh Yudas yaitu pengajaran tentang pokok anggur yang benar, harus saling mengasihi, harus bertekun dalam penderitaan, harus menjadi satu di dalam Tuhan. Pada pasal 13 Yudas sudah kerasukan iblis kemudian ia pergi untuk menjual Yesus. Ada 1 yang Tuhan Yesus tekankan adalah memiliki damai sejahtera yang benar-benar berasal dari Tuhan Yesus sampai Ia datang kedua kali. Akibatnya kalau kita tidak memiliki damai sejahtra ialah banyak hal dalam hidup kita yang bisa rusak.
- Published in Sermons
Belajar dari kesalahan Raja Uzia

BELAJAR DARI KESALAHAN RAJA UZIA
Ayat Bacaan : 2 Tawarikh 26:1-8 ; 16-21
Raja Uzia melakukan apa yang benar di mata Tuhan seperti ayahnya tetapi Ia tidak menyelesaikan dengan baik. Ada dua faktor:
1. Ia mengikut Tuhan dengan sungguh-sungguh hanya ketika imam Zakharia masih hidup. Hidup rohaninya hanya bergantung dari mentor (Imam Zakharia) sehingga ia tidak punya iman yang langsung kepada Tuhan. Jadi ketika mentornya sudah tidak ada, dia tidak lagi sungguh-sungguh kepada Tuhan. Ketika kita lahir baru, memang kita harus dibimbing, dijagai, seperti layaknya bayi yang baru lahir tetapi ketika semakin dewasa perlakuannya akan berbeda. Bukan berarti kita tidak butuh orang lain untuk dibimbing tetapi semakin dewasa kita harus belajar untuk tidak lagi menggantungkan kerohanian kita dengan orang lain. Uzia sungguh-sungguh kepada Tuhan hanya selama ada orang yang mengajarkan dia, memperingati dia untuk hidup takut akan Tuhan.
2. Ayat 16 : Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan.
- Published in Sermons
Penghakiman Dalam Gereja
PENGHAKIMAN DALAM GEREJA
Apa arti sesungg
uhnya dari menghakimi? Menghakimi pada umumnya memiliki arti sebagai hakim yang memutuskan bersalah atau tidaknya seseorang. Kita lihat kebenaran firman Tuhan dalam 1 Korintus 5:1-13 “…Sebab dengan wewenang apakah aku menghakimi mereka, yang berada di luar jemaat? Bukankah kamu hanya menghakimi mereka yang berada di dalam jemaat?……” Dosa dalam jemaat Korintus yaitu dosa percabulan dimana mereka hidup dengan ibu sendiri, dosa yang sudah sangat kelewat batas dan Paulus berkata kepada jemaat Korintus bahwa perlu adanya penghakiman. Seringkali kita tidak suka dengan kata-kata menghakimi atau penghakiman. Mungkin seringkali kalau ada seseorang yang menegur kita, kita langsung merasa bahwa orang itu menghakimi kita. Dalam Firman Tuhan jelas dikatakan bahwa perlu ada penghakiman dalam gereja Tuhan. Apa artinya menghakimi dalam jemaat Tuhan? Setiap perbuatan dosa harus dihakimi, Paulus berkata bahwa seseorang yang berbuat dosa yang tidak bisa ditoleransi maka ia harus diusir dari tengah-tengah jemaat. Paulus juga berkata mengenai ragi, ragi disini berbicara bahwa ragi sifatnya mempengaruhi sekelilingnya. Dosa yang dimaksud Paulus adalah dosa yang mempengaruhi orang lain. Paulus dengan tegas berkata bahwa hakimilah yang benar, katakanlah jika benar dan katakanlah yang salah. Penghakiman dimulai dari gereja Tuhan sendiri, karena ini sangat penting supaya gereja menjadi murni. Lalu apakah semua perlu diusir? Yang dimaksud dalam 1 Korintus ini adalah orang-orang yang bebal yang sudah tau kebenaran, yang menyebut dirinya saudara dalam jemaat tapi masih melakukan dosa dan tidak mau ditegur dan dinasihati. Tapi untuk mereka yang diluar jemaat kita tidak boleh menghakimi mereka karena Tuhan sendiri akan menghakimi mereka. Penghakiman ada 2 sisi yaitu penghakiman yang datangnya dari gereja. Salah satunya adalah dari pemimpin. Tapi sisi lain yang sangat penting adalah jangan sampai gereja melakukan penghakiman yang salah. Penghakiman yang salah maka akan berakibat kehancuran dan perpecahan tapi penghakiman yang benar akan membawa pertobatan, pemurnian dan pemulihan. Penghakiman yang salah salah satunya adalah penghakiman dengan pikiran, misal kita berpikir tentang seseorang “wah orang ini melakukan itu supaya dilihat orang”, walau hanya dalam pikiran ini adalah salah satu bentuk penghakiman dalam pikiran. Mungkin juga menghakimi dalam hati terhadap seseorang “wah hamba Tuhan itu sudah tidak berapi-api lagi”.
- Published in Sermons
Khotbah Ev. Christin Jedidah : Kesalehan yang Palsu
Hari-hari ini gereja yaitu saya dan saudara sedang dan akan dimurnikan, yaitu untuk dibentuk dan dipakai oleh Tuhan. Tidak hanya sekedar mulut kita yang bernyanyi atau memuji Tuhan, tapi hati kita jauh dari Tuhan. Motivasi kita datang gereja apakah hanya karena kita mau setor muka, memenuhi bangku gereja, atau karena sekedar hari minggu harus ke gereja. Tetapi ada sesuatu yang lebih yang harus kita cari saat kita datang beribadah. Tuhan merindukan adanya ibadah kita yang sejati. Lihat Yesaya 58:1-14 perikop kesalahen yang palsu dan yang sejati.
”……. Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka!……” (Yesaya 58:1)
- Published in Sermons
Berani Memilih Bapa
BERANI MEMILIH BAPA
Hari-hari ini saya men
galami banyak peperangan di pikiran, seolah-olah pikiran saya sudah ditindas dan diikat oleh iblis. Saya mengalami masa dimana keadaan rohani saya hampir mau mati. Saya mengalami masa kekeringan, rasanya hati saya begitu hampa dan kosong. Sampai suatu ketika saya berdoa dan berteriak sekeras-kerasnya dan roh saya berseru kepada Tuhan dan berlari kepada Tuhan saya mendapatkan suatu kelegaan kembali, BAPA mengubah hati saya dan saya merasa ada yang berbeda, keadaan disekeliling masih tetap sama, tapi saya bisa melihatnya dengan berbeda, karena hati saya yang diubahkan. Tidak ada istirahat dalam peperangan! Kita harus mau memilih untuk terus berjuang dan tidak menyerah! Hari-hari ini saya sedih karena merasakan hati Tuhan, betapa Tuhan sedih dengan keadaan gereja-gereja di Indonesia, gereja mengalami kebrobrokan, melayani karena PK(Persembahan Kasih), banyak pelayan-pelayan palsu, bukan melayani karena mengasihi Tuhan, tapi karena jabatan, banyak gereja kultus (menyembah hamba Tuhan), gereja pun banyak kecemaran, penipuan di mimbar (mujizat-mujizat palsu), gereja persaingan (saling mencela dan menghakimi), bisnis gereja (gereja dijadikan bisnis). Saya merasakan hati Tuhan merindukan hamba-hamba Tuhan yang murni, gereja Tuhan yang bangkit.
Mazmur 78: 8-72 “………………dan jangan seperti nenek moyang mereka, angkatan pendurhaka dan pemberontak, angkatan yang tidak tetap hatinya dan tidak setia jiwanya kepada Allah………………..”
- Published in Sermons
Khotbah Ev. Christin Jedidah-UJIAN TUHAN
UJIAN TUHAN
2 Korintus 13:5 “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji”.
Tujuan dari sebuah ujian adalah supaya menguji kita apakah kita sudah memenuhi syarat-syarat tertentu untuk naik ke level atau kelas selanjutnya. Budaya di Indonesia berbeda dengan budaya di luar negeri. Budaya di Indonesia sudah terbiasa nyontek, sedangkan di luar negeri mentalnya bukan menyontek tapi mengerjakan sendiri untuk bisa menguji diri sendiri (melihat kemampuan diri sendiri). Firman Tuhan katakan bahwa kita harus menguji diri sendiri. Lalu apa yang harus kita uji dan selidiki?
Percaya kepada Yesus, Tuhan akan menguji kita baik dalam keadaan buruk maupun baik, miskin atau kaya, suka atau duka, dalam kondisi apapun Tuhan akan menguji hati kita. Dalam kondisi apapun jangan sampai kita menyangkal Tuhan. Dalam masa-masa penganiayaan ini akan terbukti apakah kita tahan uji percaya pada Yesus. (more…)
- Published in Sermons
Khotbah Ev. Evie Mehitabel-KEBANGUNAN ROHANI SEJATI
KEBANGUNAN ROHANI SEJATI

Hagai 2: 10: “Masih adakah diantara kamu yang telah melihat rumah ini dalam kemegahan yang semula, dan bagaimanakah kamu lihat keadaannya sekarang? Bukannya keadaannya dimata mu seperti tidak ada artinya?”
Saudara, firman ini seperti suatu sindiran keras bagi kita, seperti apa kita memandang sesuatu hal, maka demikianlah itu sangat mempengaruhi kehidupan kita. Jika kita menganggap perkara dunia lebih penting maka kita akan menjadi duniawi, atau bila kita menganggap perkara rohani lebih penting maka hidup kita akan rohani. Jika kita menganggap rumah Tuhan, kepentingan Tuhan, kerajaan Tuhan di mata kita sangat berarti, maka itu akan menentukan sikap kita…apakah kita akan menjadi orang radikal dan dipakai Tuhan dengan luar biasa atau menjadi orang yang biasa-biasa saja.
- Published in Sermons



