Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Jangan Terkecoh oleh Nama Besar
Bacaan : 1 Raja-Raja 13
Raja Yerobeam mendirikan mezbah di hadapan Tuhan secara sembarangan. Sehingga Tuhan meminta seorang abdi Allah untuk memperingatkan Raja Yerobeam. Abdi Allah itu telah diperintahkan Tuhan untuk tidak singgah makan atau minum dan melewati jalan yang dilaluinya sebelumnya. Dia berani menolak tawaran raja, tetapi dia menjadi goyah ketika seorang Nabi Tua datang mengundangnya makan.
Nabi tua itu menggunakan jabatannya sebagai Nabi dan berbohong kepada Abdi Allah itu. Nabi Tua itu gila jabatan dan merasa Tuhan bisa pakai dia. Dia berbohong bahwa ia mendapatkan suara Tuhan. Tetapi sesungguhnya dia sudah tidak dipakai oleh Tuhan karena keakuannya.
Abdi Allah itu adalah seorang yang dekat dengan Tuhan. Dia begitu penuh keberanian menceritakan tentang apa yang akan terjadi pada Raja Yerobeam. Tetapi ketika bertemu dengan Nabi Tua, dia menjadi tidak percaya diri dengan apa yang Tuhan katakan kepadanya. Dia justru percaya pada nabi yang berbohong kepadanya.
Kesalahan terbesar abdi Allah ini tidak mengecek kembali kebenarannya, tapi dia menjadi terpesona. Hatinya lemah dan mengira hal yang lain: “Oh jangan-jangan Tuhan memang mengubah rencanaNya, jangan-jangan Tuhan ingin menyambut aku, dll”
Seringkali anak Tuhan bisa berlaku seperti Abdi Allah itu. Kita diberi mimpi oleh Tuhan, tetapi ketika seorang yang berkharisma atau seseorang yang punya jabatan meragukan mimpi itu, kita menjadi ragu dan meninggalkan mimpi itu. Kita mulai mengikuti apa yang mereka katakan, dibandingkan dengan apa yang Tuhan katakan kepada kita.
Apakah kita orang-orang yang sudah menyimpang dari perintah Tuhan dan sudah dibelokkan dari rencana Tuhan?
Hati-hati! Kita bisa dibelokkan karena nama besar, orang-orang terkenal, yang bisa mengaburkan mimpi dan isi hati Tuhan terhadap diri sendiri. Kita minta pimpin an Tuhan, karena tidak segala sesuatu yang nampak rohani berasal dari Tuhan.
Tuhan rindu persekutuan yang dekat dengan Tuhan. Jadi janganlah ragu; Mari lakukan perintah Tuhan. Beranilah menolak Injil yang memberitakan Injil yang lain, yaitu Injil yang tidak berpusat pada Kristus. Injil harus berpusat kepada Kristus, dan segala kemuliaan hanya bagi Kristus, bukan untuk kemuliaan pribadi.
Kita perlu waspada dengan arus pengajaran di akhir zaman yang banyak tipu daya melalui olah kata dan kharisma seseorang. Oleh karena itu, mari kita cari Tuhan, bukan cari hamba Tuhan. Kita harus mempercayai Firman Tuhan. Sebab Firman Tuhan itu sempurna, dan Firman adalah kekuatan Allah. Mari terus bertumbuh akan pengenalan Firman Tuhan.
Sudahkah hidupmu segalanya buat Kristus? Kebahagiaan di bumi ini fana. Kebahagiaan sejati adalah di dalam Kristus. Mari kita mencari perkara di atas.
Dalam kisah ini ada 3 tokoh yang bisa kita pelajari:
1. Raja lalim Yerobeam yang mendirikan mezbah dengan melanggar perintah Tuhan. Dia mendirikan bukan oleh imam lewi, ia hanya mencari nama besar untuk kepentingannya. Ia bahkan mengangkat siapa saja nabi baginya. Hati-hati, jangan sembarangan mengangkat orang.
2. Nabi Tua, yang sudah tidak disertai Tuhan, malah membelokkan abdi Allah dari tujuannya. Ia malah menyombongkan diri dan merasa benar. Akhirnya setelah abdi Allah meninggal, ia menyesal walau terlambat.
3. Abdi Allah, yang mendengar sendiri suara Tuhan namun dibelokkan karena terkecoh dengan nama besar. Ia menjadi ragu akan suara Tuhan dan akhirnya mati dimakan Singa.
Mari kerjakan mimpi Tuhan, kita ceritakan Injil Kristus. Mari bertumbuh dan berakar dalam Kristus. Dengarkan suaraNya dan belajar lakukan dengan taat dan setia. Jangan mudah terkecoh oleh perkataan oranglain. Jika Tuhan memanggilmu, janganlah ragu untuk mengerjakan panggilanNya.
- Published in The Shepherd's Voice, Uncategorized
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Memiliki Pikiran Kristus
Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu? Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil?
Galatia 3:1-2
Setiap kita dianugerahkan hati nurani yang pada dasarnya baik: Kita tidak suka orang ditindas, tidak suka akan penderitaan. Tetapi hati nurani saja tidak cukup untuk membuat kita dapat mengenal Tuhan.
Milikilah pikiran Kristus, sebab hati nurani kita tidak cukup untuk mengerti kehendak Tuhan. Hal buruk di mata kita, belum tentu bukan yang terbaik dari Tuhan.
Jika kamu mendengarkan suaraNya, jangan keraskan hatimu.
Bila Tuhan berkata itu baik, maka percayalah itu baik. Bila Tuhan berkata itu buruk, percayalah itu buruk. Percayalah bahwa Tuhan tahu yang terbaik bagi hidup kita.
- Published in The Shepherd's Voice, Uncategorized

