Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Cinta Yang Terselesaikan
Hari ini adalah hari yang luar biasa bagi seluruh umat manusia. Hari ini saya juga rindu menyampaikan tentang cinta yang teselesaikan. Apakah cinta itu? Apakah pengorbanan? Apakah memberi? Apakah karena kita emncintai seseorang maka dia menajdi istri kita dan kia memiliki anak? Apakah cinta itu? Cinta yang teselesaikan. Banyak orang yang tidak menyelesaikan kisah cinta mereka. Yesus memiliki cinta yang terselesaikan ini dengan cara hidup dan mati di atas kayu salib untuk menyelesaikan kehendak Bapa di dunia. Seperti seorang ibu yang sangat mencintai anaknya, merawatnya dengan kasih sayang dan berharap anaknya kelak menjadi seseorang yang berhasil dalam hidupnya, dia bekerja keras dan berharap tetapi tiba-tiba tiba-tiba anaknya meninggal, apakah cintanya terselesaikan? Tidak bukan? Lalu apa cinta yang terselesaikan itu?
Ada beberapa unsur utama dalam cinta, yaitu:
1. Iman, kepercayaan
Apakah cinta selalu mendapatkan semua apa yang kita inginkan? Belum tentu. Cinta memang tak harus memiliki, tetapi cinta harus ada iman, kepercayaan. Dalam hal ini kepercayaan dan iman kepada Bapa. Iman adalah sebuah kepercayaan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan sesuai kehendak Bapa kita. Iman bukan mengklaim bahwa seuatu yang kita inginkan pasti menjadi milik kita. Kadang kita merasa kita sudah mendapatkan yang terbaik dan terbenar tetapi saudaraku, belum tentu kita mendapatkan yang terbaik dari Bapa. Apakah kita mencintai Tuhan? Maka kita harus punya iman dan kepercayaan penuh, total kepada-Nya bahwa Ia pasti memberikan yang terbaik buat kita.
2. Pengharapan
Dalam cinta harus ada pengharapan. Berharap sesuatu yang terbaik. Saya bersyukur diiinkan Tuhan melewati lembah-lembah kelam. Karena disana saya boleh belajar. Cinta itu mendengar. Cinta bukan hanya bertindak, tetapi bersedia mendengarkan apa yang menjadi kehendak, kerinduan hati Tuhan.
3. Kasih
Unsur ketiga dari cinta adalah kasih. Dalam kasih pasti ada cinta tetapi cinta yang menurut dunia ini belum tentu ada kasih. Kasih itu bicara tentang pengendalian diri. Kasih juga bicara tentang kesabaran. Saudaraku, mari kita mengasihi orang tua kita juga. Seringkali kita mencintai mereka tidak dengan tulus tetapi karena menginginkan sesuatu dari mereka dan merekapun dapat terluka dan trauma dengan kejadian-kejadian itu. Mencintai tanpa syarat, bukan karena kita mengharapkan warisan atau apa yang kita inginkan. Tuhan rindu setiap hati dipenuhi dengan cinta.
Saudaraku, saya percaya hidup ini adalah kisah cinta kita kepada Kekasih kita Yesus Kristus. Maukah kita menyelesaikan cinta kita kepada Tuhan ? dengan cara menggenapi seluruh kehendak dan panggilan Bapa dalam hidup kita. Paskah adalah cinta yang terselesaikan itu. Dengan kematian-Nya, pengorbanan dan cinta-Nya yang besar, kita boleh diselamatkan dan diangkat. Ingin diangkat lebih tinggi bersama Tuhan? Marilah kita mengalami tingkatan-tingkatan cinta-Nya dan terbang bersama Tuhan.
Suatu kali saya berjalan-jalan hendak membelikan mainan buat anak saya. Dan Tuhan memberikan pelajaran yang berharga. Burung rajawali terbang ada dua macam. Yng pertama memang dia benar-benar bisa terbang dan kedua, burung itu terbang di tempat. Mengapa? Waktu itu saya melihat buung mainan yang terbang berputar-putar karena dia sedang diikat oleh seutas benang. Saudaraku, mari kita benar-benar terbang. Tuhan rindu melepaskan kita semua dari ikatan-ikatan yang ada. Tuhan memberkati.


