Bacaan : Efesus 6:10-18
Untuk mendapat janji Tuhan, kita harus berjuang. Peperangan yang kita lakukan bukanlah melawan manusia, tetapi melawan penguasa-penguasa di udara. Penguasa-penguasa di udara tidak dapat kita lihat, kecuali beberapa orang yang memiliki karunia. Peperangan kita bukanlah kepada apa yang tampak. Karena itu kita harus mengenakan selengkap senjata Allah. Jangan hanya saat-saat retreat Spirit Of Warrior, kita bersikap seperti seorang pahlawan, mengingat jati diri kita. Tetapi setelah selesai retreat, kita lupa jati diri kita sebagai seorang pahlawan. Seorang pahlawan harus selalu berjaga-jaga, tidak boleh lengah karena musuh dapat menyerang kapan saja.
Efesus 1:3-5
Tuhan telah memilih masing-masing kita sebelum kita dijadikan. Ia telah mengenal kita dan ditetapkan untuk menjadi orang yang kudus dan tidak bercacat cela. Tetapi iblis berusaha untuk merusak semua itu. Iblis sedang mengincar kita agar rencana Tuhan dalam hidup kita tidak dapat kita kerjakan, sehingga kita tidak dapat menyambut kedatangan Yesus dengan kondisi yang sempurna dan menjadi tidak layak untuk menyambut Bapa. Seperti yang pernah disampaikan Bapak Gembala sebelumnya, kita adalah Singa Yehuda yang dirawat oleh pelatih sirkus sehingga kita kehilangan jati diri kita. Karena itu sangat penting untuk kita berjaga-jaga.
Efesus 4:17
Iblis merusak kita dengan pikiran-pikiran sia-sia yang disisipkan dalam pikiran kita, berusaha menjauhkan kita dari Tuhan. Pikiran adalah pusat peperangan rohani kita. Dari pikiran kita, ada keinginan berbuat jahat. Jika pikiran dan keinginan itu tidak ditundukkan, kita dapat melakukan perbuatan jahat tersebut. Misalnya dari pikiran kita, muncul iri hati, mengingini milik sesama dan timbul keinginan untuk mencuri. Jika pikiran itu tidak ditundukkan, bukan hanya dipikiran saja untuk mencuri tetapi benar-benar melakukannya. Karena itu berjaga-jagalah, sebab iblis seperti singa yang berkeliling dan mengaum, siap memangsa siapa saja yang tidak siap. Ketika kita lengah, kita akan mudah ditangkap oleh iblis. Kita harus sadar ketika iblis mulai mengintai dan mengikat kita.
Efesus 4:19
Perasaan yang tumpul adalah perasaan yang mati. Tidak mau lagi untuk berjuang, seperti lelah dengan dosa. Sehingga tidak ada lagi keinginan untuk lepas dari dosa. Cara untuk melawan iblis adalah kita memperbarui pikiran-pikiran kita. Untuk menjadi manusia baru, kita harus memakai perlengkapan senjata rohani.
Kita memiliki avon atau kecenderungan-kecenderungan untuk berbuat dosa. Ketika seseorang punya avon marah, mudah sekali untuk marah dan panas hati. Avon yang tidak benar akan ditunggangi iblis dan menjadi meledak-ledak dan menjadi dosa. Yesus pernah marah di bait suci. Ia marah terhadap dosa yang dilakukan. Ia marah untuk mengembalikan seseorang kepada jalan yang benar. Marahlah kepada iblis yang ada di baliknya. Roh apa yang sedang mengganggu mereka. Bukan kepada orangnya.
Seringkali anak-anak Tuhan tidak sadar dengan peperangan dan gangguan iblis. Perkataan kotor bukan saja perkataan yang mengumpat. Tetapi perkataan kotor adalah perkataan sia-sia yang tidak membangun orang lain. Gosip, menjelek-jelekkan orang lain, itu adalah contoh perkataan kotor.
Ketika kita berbuat dosa, kita selalu memberikan pembelaan diri. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa untuk pertama kalinya, Adam menyalahkan Hawa, Hawa menyalahkan ular dan ular menyalahkan Hawa. Iblis memang membujuk Hawa untuk memakan buah pengetahuan, tetapi Hawa memiliki kehendak bebas untuk mengikut iblis atau tetap bertahan pada perintah Tuhan. Demikian juga dengan Adam. Jika saja kepercayaan kepada Tuhan menguasai diri Adam dan Hawa sepenuhnya, maka mereka tentu tidak akan memakan buah pengetahuan tersebut, tidak peduli seberapa gencar iblis membujuk mereka.
Efesus 5:15-17
Iblis juga berusaha mencuri waktu-waktu kita, membuat waktu-waktu kita tidak efektif, membuat kita terlena dengan waktu-waktu kita. Waktu itu sangat berharga, yang sudah lewat tidak dapat kembali. Sudahkah kita memanfaatkan waktu dengan baik. Waktu tidak terasa cepat berlalu. Berapa banyak dari waktu kita untuk Tuhan? Atau kita lebih banyak menghabiskan waktu dengan hal-hal yang lain, game, HP dan lain sebagainya. Kita harus peka dengan siasat-siasat iblis.
Efesus 1:15-17
Sudahkah kita mengenal pribadi Yesus yang benar? Kita tentunya tahu tentang Yesus yang palsu. Tanpa persekutuan yang intim dengan Tuhan, kita tidak dapat mengenal pribadiNya yang benar. Kekristenan bukan sekadar agama, bukan sekadar kegiatan gereja. Jangan hanya ke gereja sebagai suatu rutinitas, tetapi benar-benar karena kerinduan untuk bersekutu dengan Tuhan, dengan saudara-saudara seiman kita. Bukan hanya sekadar menyanyi tapi diresapi. Kekristenan adalah sebuah hubungan. Miliki hubungan dengan Tuhan.
Iblis berusaha menutup mata hati kita agar kita tidak dapat mengerti panggilan Tuhan. Iblis berusaha membutakan agar anak-anakNya tidak dapat mengerti betapa muliaNya berjalan dalam panggilan Tuhan.
Ketika kita bimbang dan sulit mengambil keputusan atau ketika kita terlalu tergesa-gesa mengambil keputusan. Ada iblis yang menungganginya, yang mempengaruhi. Perasaan tiba-tiba tidak enak, badmood tiba-tiba, tiba-tiba gelisah, ada iblis juga dibaliknya. Bisa jadi merupakan suatu peringatan, bisa jadi perbuatan si jahat. Karena itu, kita harus berdoa. Tuhan yang akan membuat mata hati kita terang sehingga kita dapat mengerti.
Efesus 6:13-18
Ada sebuah perintah “ambil” dan “kenakan“, Tuhan sudah menyiapkan senjata untuk kita. Ada alam roh, ada alam dunia. Ketika kita berdoa, kita memasuki alam roh. Ada senjata yang sudah Tuhan siapkan dalam alam roh yang tinggal kita ambil dan pakai.
Kalau kita tidak memberitakan injil, kita tidak memiliki kasut. Kita berperang tanpa alas kaki, sakit terkena kerikil-kerikil yang ada. Kita harus memiliki hati yang berkobar untuk memberitakan injil. Menggunakan perisai iman untuk bertahan dan melindungi diri. Tanpa iman, kita tidak dapat bertahan dalam peperangan. Ketika iblis menyerang, bertahalah dengan iman kita. Pedang roh, yaitu Firman Tuhan. Ini adalah senjata yang paling ampuh untuk melawan iblis. Perkatakan firman. Kita harus belajar Firman Tuhan karena iblis pun mengerti Firman Tuhan. Kita harus belajar agar kita tahu ketika iblis membelokkan kata-kata ayat Firman Tuhan. Berdoalah setiap waktu dan berjaga-jaga.
1 Petrus 5:7-9
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.
Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu,
bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.