Khotbah Ev. Christin Jedidah : Ketidaktaatan Saul
Bacaan: 1 Samuel 13
Saul membagi 2 pasukan untuk menyerang Filistin. Ternyata pasukan Yonatan menang, sedangkan Saul belum berperang dan tidak menemukan titik kemenangan. Lalu Saul meniup sangkakala dan menyatakan dirinya menang, padahal sebenarnya Saul belum menang. Di sisi yang lain, Filistin sudah mengumpulkan pasukan yang sangat banyak untuk menyerang balik Saul. Mereka menjadi takut dan gemetar.
Rakyat Saul mulai meninggalkan Saul dan Saul menjadi takut. Sehingga Saul mengambil alih kedudukan Samuel sebagai imam, untuk mempersembahkan korban. Saul tidak menunggu Samuel datang, meskipun Samuel belum terlambat. Dalam hal ini Saul memiliki banyak ketidaktaatan.
Penyebab ketidaktaatan Saul :
1. Ketakutan / kekuatiran
Saul takut kalah dan mati. Dia tidak bertanya pada Tuhan dan menggunakan pikirannya sendiri. Ketakutan-ketakutan kita membuat kita mencari jalan keluar dengan pikiran kita sendiri. Saul tidak menunggu Samuel dan buru2 mempersembahkan korban. Padahal Samuel datang tidak lama setelah Saul mempersembahkan korban. Kemudian Saul mulai mempersalahkan Samuel yang tidak kunjung datang. Ketika kita mengambil sebuah keputusan yang salah, berapa banyak kita mulai menyalahkan orang lain dan sekeliling kita.
Mari belajar untuk tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Kita harus percaya kepada Tuhan, dan juga pada pemimpin kita. Saul tidak percaya pada pemimpinnya. Kalau dia percaya pada Samuel, pasti dia percaya bahwa Samuel akan datang.
Masih Suka dengan Dosa
1 Samuel 15 selanjutnya menceritakan ketidaktaatan Saul selanjutnya.
Tuhan memperintahkan Saul untuk menumpas Bangsa Amalek sampai habis, tetapi Saul tidak menumpas semuanya.
Seringkali kita suka pilih2 untuk membuang dosa. Kita masih sayang untuk membuang dosa yang menyenangkan daging kita. Ini adalah bentuk ketidaktaatan. Mari kita taat pada Firman Tuhan secara utuh, tidak setengah-setengah. Tuhan tidak suka dengan dosa, maka kita harus melepaskan semuanya.
Saul merasa sudah melakukan Firman Tuhan, tapi sebenarnya melanggar Firman Tuhan [ayat 13]. Saul suka membenarkan diri, ditambah lagi dia membenarkan diri dengan alasan yang terlihat rohani [ayat 14]. Saul menyalahkan rakyatnya demi alasan membenarkan dirinya [ayat 21]. Bahkan ketika Samuel memperingatkan Saul atas ketidaktaatannya, tidak ada reaksi penyesalan apapun dari Saul.
Tuhan lebih tertarik dengan ketaatanmu daripada kita mempersembahkan korban. Tuhan melihat hati kita.
Berkatalah Saul kepada Samuel: “Aku telah berdosa, sebab telah kulangkahi titah TUHAN dan perkataanmu; tetapi aku takut kepada rakyat, karena itu aku mengabulkan permintaan mereka.
1 Samuel 15:24
Saul meminta maaf, tetapi tidak ada ketulusan di dalamnya, masih ada kata “tetapi” dalam permintaan maafnya. Hingga akhirnya Tuhan benar-benar menolak dia sebagai raja.
Janganlah kita menjadi seperti Saul yang tidak taat dengan perintah Tuhan. Mari kita belajar untuk menjadi orang yang taat kepada Tuhan. Mari kita tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Tanya dulu kehendak Tuhan dalam hidup kita sebelum kita melakukan sesuatu. Belajar percaya kepada Tuhan dan pemimpin kita, sehingga kita didapati menjadi anakNya yang taat kepada Tuhan.

