Khotbah Ev. Evie Mehita : Membuka Kuasa
Bacaan dalam Kisah Para Rasul 6:1-6 menceritakan di mana mulai terjadi masalah dalam pelayanan ketika orang percaya mulai bertambah. Mereka kesulitan untuk mengabarkan Firman dan pelayanan diakonia sekaligus. Banyak orang mulai bersungut-sungut dan marah. Lalu para rasul memanggil 7 orang yang dikenal baik dan penuh dengan roh untuk membantu mereka dalam pelayanan diakonia dan diantaranya yang paling terkenal adalah Stefanus dan Filipus.
Satu hal yang bisa kita pelajari dari kisah ini adalah di mana ketika para rasul menghadapi masalah, mereka langsung fokus pada pencarian solusi dan mereka melakukan tindakan yang tepat. Kalau kita punya masalah, berfokuslah pada solusi, bukan masalahnya. Jangan marah atau bersungut-sungut.
Nama 7 diaken ini tiba-tiba muncul dalam Alkitab. Mereka bukanlah murid Kristus yang mengikuti Yesus sejak lama, tetapi mereka penuh dengan roh dan hikmat serta dikenal baik oleh orang-orang. Mereka melayani bersungguh-sungguh, bahkan lebih dari apa yang ditugaskan pada mereka. Kita perlu memiliki hati seperti ini. Mereka siap sedia kapan saja, mengerjakan tugas dan panggilan kita, bahkan lebih dari apa yang menjadi tugas kita. Kita tidak akan tahu kapan kita akan dipakai dan dipanggil Tuhan. Mari kita melayani dimanapun kita berada.
Konon hikmat ada pada orang yang tua, dan pengertian pada orang yang lanjut umurnya. Tetapi pada Allahlah hikmat dan kekuatan, Dialah yang mempunyai pertimbangan dan pengertian.
Ayub 12:12-13
Hikmat bukan kepandaian secara fisik. Kita butuh hikmat dalam banyak aspek hidup kita. Hikmat lebih baik dariada latihan-latihan perang. Kita butuh hikmat untuk memperoleh kemenangan.
Stefanus dipakai TUHAN dengan hikmat yang luar biasa. Ia tidak disukai oleh para ahli taurat dan agama Yahudi, karena Stefanus pintar berbicara, penuh dengan karunia, bahkan memiliki kuasa yang menyembuhkan dan mengadakan mujizat dan tanda, meskipun mereka bukan rasul. Mereka hanyalah pelayan meja.
Tuhan bisa pakai kita lebih kalau kita mau dipakai lebih. Kita bisa dipakai untuk melakukan mujizat. Mujizat atau kekuatan supranatural masih ada. Kita butuh kuasa dan urapan seperti itu. Kita buka lidah kita dengan hikmat. Buka kunci dan beritakan Firman. Tidak perlu takut atau malu. Buka dan kuasa Tuhan mengalir dari hidupmu. Buka lidahmu dan lakukan sesuatu, maka kuasa TUHAN mengalir.
Filipus dalam [Kisah Para Rasul 8:4-8] bukanlah Filipus murid Yesus, tapi Filipus diaken. Tanah Samaria diselamatkan karena pemberitaan Filipus, karena Filipus mengadakan mujizat dan tanda.
Pada Kisah Para Rasul 8:26 dikatakan malaikat berbicara pada Filipus. Filipus mengalami pengalaman supranatural. Kuasa Roh Kudus, mukjizat dan tanda-tanda masih terjadi. Filipus punya kepekaan dengan suara Tuhan. Kita perlu dikembalikannya kuasa Tuhan dalam hidup kita. Kita harus ingat juga bahwa kita juga memiliki kuasa dalam nama Yesus. Kenakan selengkap senjata Allah. Belajar peka dengan suara Tuhan.
Kualitas seorang pemimpin.:
- Punya Visi
- Pengetahuan dan Keterampilan
Bisa melihat potensi dan mengarahkan kepada arah yg tepat. Kita sering ingin dipakai Tuhan. Kita harus mempersiapkan diri sebelum Tuhan pakai. Latihan sungguh-sungguh dan tekun. Jika tidak, kita nggak akan dipakai Tuhan. - Konsisten
Konsisten dengan apa yang dipercayakan kepada kita, juga konsisten mengikut Tuhan, tidak mengikuti arus mood kita. Kalau mood kita baik, kita taat pada Firman Tuhan, jika tidak, kita tidak taat pada Firman Tuhan. - Karakter Ilahi
Melatih jemaat untuk melayani, sehingga terjadi pelipatgandaan.
5 jenis api yang perlu dimiliki anak2 Tuhan :
- Api doa
- Api penyembahan
- Api penginjilan
- Pemuridan
- Pelayanan

