Khotbah Ev. Evie Mehita : Pikiran yang “Waras”
Bacaan : 1 Petrus 4 : 7-11
“Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.” [1 Petrus 4:7]
Manusia memiliki perasaan dan pikiran yang tidak stabil. Orang yang tidak tenang pasti sering membuat kesalahan. Contohnya ketika seseorang dikejar penjahat dan ia berniat untuk masuk ke dalam rumah. Karena panik, ia sampai tidak tahu cara membuka kunci rumah. Peluang untuk membuat kesalahan sangat besar terjadi ketika pikiran kita tidak sehat. Injil Petrus mengatakan bahwa kita harus menjadi tenang supaya kita bisa berdoa. Tenang disini artinya menjadi waras.
Pikiran yang tidak waras membuat kita sulit untuk berhubungan pribadi dengan Tuhan.
Apa yang dimaksud dengan pikiran tidak waras? Pikiran-pikiran liar yang menyimpang dari kebenaran Firman Tuhan. Maka dari itu, kita harus menguasai diri. Menguasai diri berarti mengekang pikiran kita yang liar dan tidak stabil supaya kita hanya memikirkan apa yang Tuhan pikirkan. “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,” [Filipi 2 : 5]. Pikiran seperti Kristus hanya bisa didapat dari hubungan pribadi kita dengan-Nya. Untuk bisa berhubungan pribadi, kita harus mengekang pikiran yang tidak waras.
“Sebab jika kami tidak menguasai diri, hal itu adalah dalam pelayanan Allah, dan jika kami menguasai diri, hal itu adalah untuk kepentingan kamu.”
Ketika melayani Tuhan, kita harus menjadi “tidak waras”. Tidak waras disini bukan berarti memiliki pikiran yang menyimpang dari kebenaran Firman Tuhan, tetapi memiliki mimpi yang radikal bagi Tuhan. Mimpi setinggi-tingginya sampai dunia memandang kita sebagai orang yang “tidak waras”. Namun, dalam kehidupan kita dengan sesama, kita harus memiliki pikiran yang waras. Mengasihi mereka dengan kasih Kristus.
“Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.” Kita harus lebih mengasihi saudara seiman kita. Kasih menutupi banyak sekali dosa artinya tidak menyebarkan kesalahan orang lain supaya tidak mempermalukan dan memperburuk keadaannya. Pelayanan tanpa kasih adalah sia-sia. “Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.” [1 Petrus 4:10].
Sudahkah kita memiliki pikiran yang waras dalam Tuhan? Pikiran yang waras hanya didapat ketika kita mengekang pikiran yang liar—yang tidak sesuai dengan pikiran Tuhan. Miliki hubungan pribadi dengan-Nya supaya kita memiliki pikiran yang sehat.
MILIKILAH PIKIRAN YANG WARAS DARI BERHUBUNGAN PRIBADI DENGAN TUHAN

