Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Langit Tembaga
Banyak orang salah memahami kata “proses” dan merohanikannya. Tidak semua proses datang dari Tuhan. Proses dapat datang dari daging yang tidak bermanfaat sama sekali. Misalnya oleh calon pasangan hidup, diminta untuk mengantar-antar, lalu berkata “saya diproses untuk belajar rendah hati”. Atau saat di pekerjaan, diminta untuk menipu. Sebuah proses yang tidak mendekatkan kita kepada Tuhan itu bukan proses yang dari Tuhan, tapi dari daging, dari dunia! Jangan salah artikan kata “proses“.
Sejahtera kah kita dengan calon pasangan kita? Dengan pekerjaan kita? Jika tidak, proses itu bukan berasal dari Tuhan.
Akhir-akhir ini moral-moral Kristiani sudah sedemikian hancur. Pada jaman dulu, orang pacaran sampai di atas jam 10 malam, akan diarak disuruh menikah. Tapi jaman sekarang sudah berbeda. Kenapa? Karena tembok-tembok moral, etika sudah dihancurkan sedemikian rupa.
Bagaimana cara iblis menguasai anak-anak Tuhan?
Pada peperangan negara, antara Iraq dengan Amerika dulu, Amerika memutus jalur logistik. Segala bantuan di stop hingga akhirnya Iraq menyerah. Sama dengan kerohanian kita, hubungan doa kita dihancurkan oleh iblis, jalur logistik rohani kita diputus. Tembok-tembok kita akan mudah dihancurkan oleh iblis.
Jaman sekarang, banyak gereja menjadi panggung hiburan. Mengundang artis-artis, mengundang orang-orang yang baru bertobat untuk memberi kesaksian di gereja. Pada tahun 1970, jika membeli dengan nama gereja, akan mendapat harga murah. Tapi jaman sekarang, justru kebalikannya. Image gereja adalah kaya, banyak sumbangan.
Nehemia adalah seorang juru minuman raja. Nama Nehemia memiliki arti kenyamanan dari Tuhan. Ia memiliki pangkat yang bagus, tapi ia tidak bisa berdiam diri melihat tembok Yerusalem runtuh. Hatinya tergerak.
Moralitas bangsa-bangsa saat ini pada titik terendah. Diperlukan orang-orang seperti Nehemia untuk membangun tembok itu kembali. Tidak perlu seorang nabi. Nehemia hanya orang biasa yang hatinya tergerak. Saat membangun tembok pun, Nehemia mendapat banyak tantangan yang justru dari orang-orang sebangsanya, dari bangsa Israel sendiri. Ketika kita memiliki visi dari Tuhan, tidak semua orang harus dan dapat setuju dengan kita. Penolakan terkadang berasal dari lingkungan kita sendiri.
Langit menjadi tembaga dan bumi menjadi besi.
Doa kita tidak dapat sampai ke surga, hanya sampai ke langit. Ini mengerikan! Ketika Tuhan tidak lagi mendengar doa kita. Bumi menjadi besi berarti segala usaha kita tidak membuahkan hasil apapun. Kita memilih untuk memenuhi logistik jasmani saja, bukanlah logistik rohani. Memilih pekerjaan bukan pertemuan-pertemuan rohani, bukan ibadah atau pertemuan kita dengan Tuhan.
Gereja butuh kegerakan moral, membangun tembok-tembok yang sudah runtuh. Menembus kembali langit tembaga yang dibuat Tuhan untuk menutup doa kita karena dosa-dosa kita.
Tembaga adalah penghantar yang bagus dan tidak membiarkan panas keluar. Tembaga jika dipanasi dengan kuasa doa, air mata yang benar-benar bertobat dan berulang-berulang, tembagai itu akan melumer.
Bumi yang menjadi besi, minta air hujan sorgawi untuk mengkorosifkan besi. Lama kelamaan besi itu akan berkarat dan menipis.
Bacaan : 2 Tawarikh
Sudahkah kita berdoa dan bertobat?
Logistik kita adalah Firman Tuhan, doa, kedekatan dengan Tuhan. Dosa terbesar adalah ketidak percayaan, tidak taat.
Mengapa doa kita tidak dijawab?
1. Tuhan benci melihat dosa
2. Kubu pertahanan kita telah hancur
3. Moralitas kita telah hancur
Tuhan sedang menegur kekristenan yang ala kadarnya, yang hanya berdasarkan kekeluargaan. Tidak ada Tuhan di sana, tidak ada proses yang dari Tuhan, komunitas hanya sebagai arisan rohani.
Setiap visi pasti ada tantangan, tidak semua orang mendukung. Tapi Firman Tuhan adalah barisan yang pertama yang mendukung. Nehemia mengajak semua bangsa Israel bertobat dan ia mendamaikan orang Israel dengan Tuhan.


