Bacaan: 49: 1-13
Kita melihat begitu banyak keadaan manusia, ada orang yang terkurung, yang dalam gelap dan tertindas. Karena itu setiap kita pasti ingin dipulihkan, tapi iblis akan selalu berusaha untuk merusak gambaran diri kita. Setiap kita seharusnya menjadi tunangan Kristus dan sebagai orang yang di tunangkan dengan Kristus, seharusnya kita menjaga kekudusan dan menjaga diri kita sebagaimana kita seorang tunangan. Jikalau kita tidak menjaga kekudusan kita, maka pertunangan kita akan batal.
Mungkin pada mulanya perjalanan kita dengan Tuhan begitu indah, dan apapun yang Tuhan inginkan akan kita lakukan. Kerinduan untuk mengerjakan visi Tuhan dan semuanya. Namun seiring dengan berjalannya waktu, ada begitu banyak kejadian, terjadi banyak badai, banyak kekecewaan, dan kita melihat kenyataan bahwa apa yang terjadi di depan kita sering tidak sesuai dengan kehendak pribadi kita. maka hati kita dapat berpaling dan tidak lagi tertuju pada Tuhan. Jikalau visi kita mulai menjadi visi pribadi dan bukan visi Tuhan lagi, maka jangan-jangan kita tidak akan diangkat sama Tuhan.
Sion tidak akan bisa dipertunangkan oleh Kristus, jika masih belum dipulihkan. Misalnya kita seorang pelayan Tuhan, tapi masih judi bola. Hal ini berarti kita mempermalukan Tunangan kita, yaitu Tuhan. Tuhan memanggil gereja-gerejaNya untuk menjadi tunangannya. Jika kita diperlakukan tidak adil, jangan kita memperlakukan hal yang sama. Gereja Tuhan akan segera dijemput oleh Kristus. Walaupun di akhir zaman ini bumi akan dipenuhi oleh para pendurhaka, orang-orang yang “selingkuh”, selingkuh dengan roh berkat, selingkuh dengan dunia, selingkuh dengan hal-hal yang lain selain Tunangannya. Karena itu apakah kita mau menjadi Sion, menjadi umat pilihan Tuhan? Tuhan memanggil Sion sebagai umat pilihan Tuhan, yang mau dipertunangkan dengan Kristus.


