Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Pemulihan Pondok Daud
Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala,
Amos 9:11
Pondok Daud adalah tempat yang dibangun Daud sebagai kemah puji-pujian Tuhan. Daud bukan orang yang kudus dan sempurna, ia jatuh ke dalam dosa yang sangat besar, tetapi ia tahu cara menyenangkan hati Tuhan.
Bagaimana cara menyenangkan hati Tuhan?
Tuhan tidak terkesan dengan bangku-bangku gereja yang penuh. Ia juga tidak terlalu terkesan dengan tari-tarian, praise and worship di atas panggung. Lalu apa yang membuat Tuhan Bapa terkesan?
- Kekudusan
Kekudusan bukan hanya berbicara soal hidup kudus di hadapan Tuhan, tetapi mampu menyalakan api Tuhan. Banyak gereja yang akhir-akhir mati–api Tuhan perlahan mulai redup. Banyak orang menggampangkan dosa yang ditutupi dengan pelayanan. Dosa terdengar biasa saja ketika dibicarakan (dibuat-buat) rohaniah. Padahal upah dosa adalah maut. Tuhan rindu akan kekudusan. Kekudusan berarti ada upaya dalam diri kita untuk terus menerus berusaha menyenangkan hati Tuhan.
“…Tanpa kekudusan tidak seorangpun dapat melihat Tuhan.”
Ibrani 12:14b
- Korban
Sesungguhnya, waktu akan datang,” demikian firman Tuhan, “bahwa pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih; gunung-gunung akan meniriskan anggur baru dan segala bukit akan kebanjiran.
Amos 9:13
Pembajak identik dengan mengorbankan seluruh waktu dan tenaganya. Tuhan senang melihat kita mengorbankan semua yang kita punya mulai dari hal-hal yang kecil. Semua itu dimulai saat kita mematikan kedagingan kita hanya untuk menyenangkan hati Tuhan. Tetapi tanpa firman Tuhan, usaha atau pengorbanan akan sia-sia. Bukankah lebih manis penyembahan dengan korban untuk Tuhan? Korban memberikan segala yang kita punya dan Tuhan menyukai korban yang berasal dari hati.
- Ketaatan
Ketaatan mutlak berarti mempercayai Tuhan. Abraham dikasihi Tuhan karena ia taat akan perintahNya, meskipun perintah Tuhan itu seakan-akan tidak masuk akal. Ia percaya bahwa Tuhan menuntun dan menyertainya, sehingga ia taat untuk pergi meninggalkan rumah yang menjadi kenyamanannya. Abraham mendapat perkenanan Bapa.
Tuhan rindu gereja membangun kembali Pondok Daud dan Tuhan dikembalikan kepada kedudukan-Nya! Godaan di akhir zaman akan semakin lebih kuat. Kasih karunia Tuhan dianggap murahan. Kasih karunia adalah perpanjangan waktu dari Tuhan agar kita bertobat. Hari Tuhan semakin dekat. Mari kita bangun Pondok Daud.
Hentikan anggapan bahwa semua gereja adalah sama dan kudus! Yang benar adalah gereja yang kudus dan “Am” (Am : Amanat). Hati-hati dengan doktrin yang menyimpang dari firman Tuhan. Doktrin dan firman tidak bisa menjadi satu kesatuan, kecuali doktrin melebur dengan firman Tuhan. Doktrin hanya untuk memperteguh firman Tuhan. Doktrin membatasi penyimpangan dari doktrin yang sebelumnya–sesuai kebenaran firman Tuhan. Kita tidak bergantung pada doktrin karena itu adalah suatu sudut padang akan suatu keadaan.


