Khotbah Ev.Evie Mehita – Mencapai Tingkatan Keintiman Sebagai Mempelai
MENCAPAI TINGKATAN KEINTIMAN SEBAGAI MEMPELAI (10 januari 2010)
2 Korintus 5:1-10 menggambarkan suatu kerinduan yang besar dari Rasul Paulus dan suatu pengertian yang dalam buat kita semua, bahwa hidup ini fana, kita harus mengerti bahwa tujuan hidup kita bukanlah kefanaan ini tetapi kekekalan. Saudara, tahukah kita bahwa bagaimana kita hidup di bumi ini akan menentukan siapa anda dalam Kerajaan-Nya?
Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: “Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!” (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)
Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.” Katanya lagi kepadaku: “Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.” Wahyu 19:6-9
Saat saya membaca ayat ini, saya menjadi sadar bahwa tidak semua orang Kristen menjadi mempelai, ya ada yang diundang, ada yang menjadi mempelai Kristus, mereka adalah orang-orang yang spesial dan mengejar tingkatan tertinggi dalam hidup mereka. Saya menyimpulkan ada dua sisi yang Tuhan mau kita miliki untuk menyambut kedatangan-Nya;
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!” (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)
Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.” Katanya lagi kepadaku: “Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.” Wahyu 19:6-9
Saat saya membaca ayat ini, saya menjadi sadar bahwa tidak semua orang Kristen menjadi mempelai, ya ada yang diundang, ada yang menjadi mempelai Kristus, mereka adalah orang-orang yang spesial dan mengejar tingkatan tertinggi dalam hidup mereka. Saya menyimpulkan ada dua sisi yang Tuhan mau kita miliki untuk menyambut kedatangan-Nya;
1. Sisi menjadi tentara yang kuat, kita dituntut menjadi generasi jawaban doa dan menjadi penerobos seperti yang didapatkan bapak gembala (Mikha 2:12-13). Kita harus membuat terobososan dalam hidup kita, melakukan sesuatu yang ekstrim bahkan untuk melakukan sesuatu yang tidak biasa.
2. Sisi menjadi kekasih Tuhan yang penuh dengan cinta dan kasih.
Kelihatannya dua sisi ini berkebalikan, melambangkan kesempurnaan citra Allah, kelembutan dan kekuatan, cinta dan otoritas.
Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: “Keduanya akan menjadi satu daging.”
Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. I Kor 6:16-17
Saudaraku, ayat ini begitu indah, dimana siapa yang mengikatkan dirinya dengan Tuhan, akan menjadi satu roh dengan Dia, tetapi ayat ini ditaruh di ayat-ayat mengenai percabulan, apa maksud-Nya? Tuhan seolah berkata, jika engkau bercabul dengan sesamamu saja bisa menjadi satu daging dan jika tidak dalam pernikahan kudus, itu akan menjadi ikatan dosa yang kuat, dengan Tuhanpun, kita dapat menjadi satu, seperti suami istri menjadi satu daging dalam pernikahan yang kudus! Artinya, kita dan Tuhan bisa menjadi satu! Apakah anda bisa bayangkan menjadi satu dengan Dia? Satu roh dengan Dia?
Mari kita belajar sekarang, bagaimana tingkatan-tingkatan untuk mencapai tingkatan tertinggi dalam hidup kita untuk menjadi satu dengan Dia, yang artinya menjadi mempelai-Nya. Kita akan pelajari sedikit rahasia Firman-Nya dalam Perjanjian Lama, tentang rahasia Kemah Suci yang merupakan gambaran kehidupan kita dan hubungan kita dengan Tuhan.
I. Tingkatan Halaman
a. 4 Tiang pintu gerbang (Entrance); melambangkan 4 Injil (matius, markus, lukas, yohanes)
b. Mezbah Bakaran (Bronze Altar); melambangkan korban Yesus atau keselamatan.
Inilah tingkatan dasar yang harus kita lewati sebelum mencapai tingkatan yang lainnya. Sudahkah benar pertobatan dan keselamatan yang kita peroleh? Di halaman ini semua orang yang masuk untuk mempersembahkan korban, semua orang boleh untuk menerima Yesus dan memperoleh pengampunan dan keselamatan.
c. Bejana Pembasuhan (Basin)
Bejana ini tebruat dari tembaga dan jika kita melihat dalamnya, akan memantulkan wajah kita seperti cermin, ini bicara tentang Firman Tuhan yang adalah cermin, dan bejana ini digunakan untuk membasuh, bicara tentang babtisan suci oleh air. Firman Tuhan akan membersihkan hati kita dari semua yang kotor. Hanya orang yang suci hatinya yang dapat melihat Allah, jadi mari masuki tingkat ini, dimana bukan hanya saja dibabtis (dalam arti jasmaniah) tetapi hati kita juga harus dibersihkan dari kepahitan, kekotoran, pikiran jahat.
Dalam Wahyu 11:2 dikatakan bahwa pelataran luar ini tidak dihitung, orang-orang boleh datang dan pergi, dan diinjak-injak orang-orang. Memang semua yang percaya Yesus akan masuk dalam Kerajaan-Nya tetapi tidak menduduki suatu tempat yang lebih karena itu jangan berhenti disini.
II. Tingkatan Ruang Suci
a. Mesbah Dupa (Incense Altar) tempat untuk membakar kemenyan yang harum dan menyenangkan Tuhan;
Hal ini melambangkan kehidupan pujian dan penyembahan kita yang bukan hanya menyanyi tetapi gaya hidup yang berkenan di mata Tuhan. Mesbah Dupa bicara tentang PERASAAn TUHAN, dimana ketika kita melakukan sesuatu atau mempersembahkan bagi Dia dengan hati dan perasaan kita, maka itu akan menyentuh hati-Nya dan menjadi dupa yang harum. Apapun yang kita kerjakan, tidak dengan segenap hati kita adalah bau kejijikan di hadapan-Nya. Pertanyaannya, sudahkah anda belajar menyelaraskan hati dan perasaan anda dengan hati Tuhan? sejalan dengan perasaan-Nya? Orang yang dapat menangkap dan perasaan-Nya akan menjadi orang-orang yang menaiki tingkatan yang tinggi di hadapan Tuhan.
b. Meja Roti Pertunjukan (Table Of Bread Precense), berisi 6 roti disebelah kanan, 6 roti di sebelah kiri (12 suku Israel) dan rasa roti ini pahit
Disini melambangkan PIKIRAN TUHAN. Bagaimana bisa? Tuhan akan memberikan kita juga roti yang pahit, berupa mungkin ujian, kesengasaraan, hal yang tidak mengenakkan kita, dengan tujuan agar Firman yang kita dengar itu dapat terimplementasikan dalam hidup kita dan menjadi iman yang bertumbuh. Bukankah iman adalah dari pendengaran akan Firman Tuhan? dan agar Firman itu menjadi daging, maka Firman itu haruslah dilakukan. Inilah PIKIRAN TUHAN. Iman bukanlah perasaan, iman tidak dapat dilogika. Iman adalah menyesuaikan dengan apa yang dipikirkan Tuhan dan tiap pikiran Tuhan memang mustahil bagi manusia, tetapi mungkin bagi Allah. Sudahkah anda memiliki iman yang bertumbuh dari Firman, yang sejalan dengan Pikiran Tuhan? miliki Pikiran Allah.
c. Pelita Emas (Lampstand)
Pelita Emas yang terbuat dari emas murni dan indah, menerangi Ruang Suci yang gelap. Pelita Emas melambangkan KEHENDAK DAN KUASA TUHAN. Pelita ini menggambaran suatu tingkatan dimana kita akan diperlengkapi dengan buah-buah dan karunia Roh sehingga semua pelayanan kita dapat dilihat dan dirasakan dunia. Tetapi bukan sembarang karunia, ini didapat dari karakter yang dimurnikan Tuhan, ditempa dan ditumbuk sehingga diri kita menjadi murni seperti emas. Kehendak Tuhan adalah kuasa-Nya. Jika Dia sudah berkehendak sesuatu, maka itu pasti jadi, ini bicara tentang kuasa dan otoritas yang kita miliki. Apakah kehendak kita sudah sejalan dengan kehendak-Nya? Apakah kita sudah dapat menerangi sekeliling dengan buah dan karunia Roh dari kuasa-Nya?
Saudara, di tingkatan kedua ini, jika kita melihat, ini bicara tentang JIWA TUHAN, keberadaan Tuhan. Inilah yang akan menentukan dan diukur dalam hidup kita. Hati, pikiran dan kehendak kita.
III. Tingkatan Ruang Maha Suci
Hanya ada satu benda, Tabut Perjanjian (Ark Of Covenant) yang ditudungi 2 kerub dan diatas tutup perdamaian itu, Tuhan berbicara dan menunjukkan kemuliaan-Nya. Didalam Tabut ini ada 3 benda:
a. Manna; yaitu Firman Tuhan (Pikiran Tuhan)
b. Tongkat Harun yang berbunga (Kuasa dan kehendak Tuhan)
c. 2 Loh Batu berisi 10 Hukum Tuhan (Kasih; perasaan Tuhan, karena hukum terutama adalah KASIH)
Di tingkatan ini, JIWA Tuhan menjadi satu dalam satu Covenant dan Dia memperlihatkan kemuliaan-Nya, inilah tingkatan tertinggi, keintiman tertinggi dan menajdi SATU dengan ROHNYA.
Seorang mempelai Kristus yang dicari-Nya adalah mempelai yang mau memperhatikan, memiliki, mengejar Perasaan, Pikiran dan Kehendak-Nya. Mari kita jangan patah semangat, jangan puas di tempat mana engkau berdiri, naiki tingkatan keintimanmu karena Tuhan sudah menyediakan tangga-tangga dan jalan buat kita. Tirai yang sebetulnya memisahkan Ruang Suci dan Maha Suci sudah dirobek-Nya, berarti kita dapat masuk kedalam keintiman-Nya dan menjadi Satu Roh dengan Dia.

