Khotbah Ps. Daniel Shane – Membangun Fondasi Yang Teguh
MEMBANGUN FONDASI YANG TEGUH (7 Februari 2010)
Yoh 15:1-8
1. Kebimbangan dan ketidak-konsistenan kita dalam memegang janji Tuhan.
Banyak orang yang dipanggil, dinubuatkan dan mendapat janji Tuhan, namun pada akhirnya tidak mencapai apapun dan tidak melihat penggenapan janji Allah karena bimbang dan tidak konsisten dalam mengerjakan bagiannya di dalam rencana Tuhan. Sebab orang yang mendua hati, bimbang dan konsisten tidak akan pernah punya pencapaian yang berarti dalam hidupnya.
Setiap kita memiliki bagiannya masing-masing dalam gereja dan rencana Tuhan. Kita hanya akan bisa maksimal jika kita berada pada tempat, posisi/bagian yang semestinya. Berada pada panggilan yang sejak awal sudah Tuhan rancangkan untuk kita. Jika panggilan kita adalah sebagai pengusaha yang membangun fondasi ekonomi untuk memberkati ladang Tuhan, maka kita tidak akan mungkin bisa maksimal jika kita berada pada bagian yang lain, termasuk di bidang pelayanan kerohanian sekalipun, begitupun sebaliknya.
Fondasi gereja tidak akan mudah goyah jika kita memiliki iman yang teguh di dalam Tuhan. Sangat mugkin ada hal-hal yang bisa menggoyahkan iman kita dan menggeser kita dari rencana Tuhan namun memiliki pengenalan akan Allah yang kita sembah, tertanam dan bertumbuh dalam kebenaran firmanNya, membuat kita bisa tetap berdiri teguh dan tidak goyah.
Ketika Tuhan menjanjikan keturunan bagi Abraham, ada banyak hal yang sangat mungkin untuk menggoyahkan Abraham namun alkitab berkata; “..Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya… Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah… Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan (Rom 4:18-21)” Abraham dibenarkan karena iman, ia teguh berdiri di atas janji Tuhan sehingga ia memperoleh apa yang Tuhan janjikan.
Tuhan bisa memakai apapun dan siapapun untuk berbicara dan memberi kita peneguhan, bisa melalui hambaNya, pemimpin/pelayan di gereja, mimpi atau lewat hal-hal lain sesuai dengan hikmatNya. Namun kita sendiri pun harus memiliki pengalaman pribadi dengan Tuhan, berusaha mencari dan memahami kehendak Tuhan agar tidak mudah diombang-ambingkan. Ini seharusnya menjadi koreksi dan perhatian bagi kita juga untuk selektif serta tidak sembarangan dalam bertanya dan memberi masukkan untuk hal-hal yang prinsipiil.
Saudaraku, mungkin kita akan banyak berhadapan dengan tantangan-tantangan yang bisa menggoyahkan, tawaran-tawaran yang kelihatannya jauh lebih baik. Tetapi ketahuilah tanpa tinggal di dalam Tuhan, tanpa berdiri di atas dasar yang teguh kita akan dengan mudah digoncangkan dan tidak akan mungkin menghasilkan sesuatu yang kekal. Mungkin kita bisa tetap menikmati banyak hal di dunia tetapi itu bukanlah jaminan. Bagaimana kita menghabiskan waktu kita di dunia (dengan atau tanpa Tuhan) menentukan bagaimana kita menjalani hidup kita dalam kekekalan. Hanya orang-orang yang mau berserah pada otoritas dan kedaulatan Tuhan yang akan berbuah lebat, karena Tuhan lah yang membersihkan setiap ranting kita yang berbuah dan memberi pertumbuhan. Biarkan Tuhan memotong ranting-ranting kita yang tidak berbuah dan pastikan kita tertanam di dalam fondasi yang benar dalam Tuhan supaya kita bisa berbuah lebat.

