SIGN IN YOUR ACCOUNT TO HAVE ACCESS TO DIFFERENT FEATURES

FORGOT YOUR PASSWORD?

FORGOT YOUR DETAILS?

AAH, WAIT, I REMEMBER NOW!

Generasi Jawaban Doa - Gereja Christ Mercy Center

  • LOGIN
  • Home
  • Ministry
    • Vision & Ministries
    • Communities
    • The Shepherd’s Voice
  • Resources
    • Sermons
    • News & Events
  • On The Move
    • Road to Revival
    • SOW Camp
    • Healing from Heaven
    • Tabloid Transform
    • Transformer Ministry
  • Download
    • Download Tabloid TRANSFORM
  • Home
  • Sermons
  • Khotbah Ev. Rut Suryani – Kristus Dalam Setiap Kitab
26 August 2026

Khotbah Ev. Rut Suryani – Kristus Dalam Setiap Kitab

Khotbah Ev. Rut Suryani – Kristus Dalam Setiap Kitab

by Tim / Wednesday, 05 May 2010 / Published in Sermons

KRISTUS DALAM SETIAP KITAB (April 2010)

Saudaraku, sebenarnya ini merupakan hal yang sangat mendasar, dasar penting yang perlu diketahui dan dimengerti dalam kekristenan.Tanpa memahami hal ini kita tidak akan memiliki dasar yang teguh dan berakar kuat dalam kekristenan dan pelayanan kita. Banyak orang Kristen berkata mempercayai Alkitab 100% dari awal dsampai akhir, tetapi tidak pernah membaca (apalagi mengerti) isi alkitab. Atau mungkin selama ini kita justru lebih sering mempertanyakan mengenai perlunya membaca Alkitab daripada membacanya. Itu memang hal yang sangat umum terjadi, begitupun saya dahulu, membaca firman tanpa mengerti arti dan keterkaitannya sepertinya justru mempersulit kehidupan kekristenan saya. Namun ketika saya mengerti gambaran besarnya dan pentingnya untuk berakar dalam firman, maka ini tidak lagi menjadi sesuatu yang membosankan, setiap pertanyaan yang muncul justru semakin memotivasi saya untuk mencari kebenaran. Disamping kita juga harus mendisiplin daging dan kemalasan kita untuk bertekun dalam merenungkan firman.

Setiap hal yang ditulis merupakan contoh bagi kehidupan kita, saat Allah memilih untuk menuliskan sesuatu, itu pasti sesuatu yang penting dan bukan tanpa maksud. Itulah mengapa penting juga bagi kita untuk mempelajarinya, lewat Hosea Allah menyampaikan; “Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.” (Hos 4:6). Saudara, adalah sangat penting untuk belajar menjadi murid dan mencari kehendak Allah (Mat 6:33) dan percayalah Allah kita tidak pernah mempersulit, Dia berkata jika kita mencari maka kita akan menemukan. Banyak orang berkata sudah lama kenal Kristus dan menerima keselamatan tetapi masih terbelenggu dengan hutang, sakit-penyakit, kemiskinan dan banyak hal yang bukan berasal dari Tuhan padahal  Allah yang berkuasa telah menjanjikan pembebasan dan oleh bilur-bilurNya kita disembuhkan.

Tuhan telah menyediakan hal-hal besar untuk umatNya, bahkan akses untuk memperoleh semua itu, namun banyak yang tidak menikmatinya karena tidak pernah mengenal/ berakar dalam firman. Orang kristen hanya sekedar datang ke gereja, duduk mendengarkan tetapi sesungguhnya tidak tau betul bagaimana karakter Allah yang sebenarnya. Banyak orang yang salah memahami karakter Allah sehingga kita gagal/ tidak melakukan apa yang menjadi bagian kita terlebih dahulu sehingga kita tidak memperoleh apa yang menjadi hak kita. Di alkitab ada banyak catatan dari kehidupan orang-orang di jaman dahulu yang bisa menjadi contoh/ teladan bagi kita. Untuk itu (hal yang mutlak bagi semua orang kristen) kita harus mencari, belajar untuk dapat mengerti kebenaran firman, jangan hanya menerima tanpa memahami (apalagi tanpa melakukan).
Pada prinsipnya alkitab itu berisi perjanjian antara Allah dan manusia, itu sebabnya alkitab kita berisi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Perjanjian lama merupakan gambaran akan kedatangan Mesias dimana keselamatan itu belum ada. Belum ada orang yang lahir baru, setiap orang yang bertobat dosanya hanya ditutupi oleh darah hewan korban. Sedangkan perjanjian baru merupakan penggenapan dari karya penebusan, keselamatan itu sudah datang sehingga setiap orang yang bertobat dan berbalik kepada Tuhan, dosa-dosanya diampuni/dihapuskan karena darah Anak Allah, yaitu Yesus Kristus telah dikorbankan untuk penebusan dosa manusia. Apa saja yang termasuk dalam keselamatan, apa saja yang harus dikerjakan dalam keselamatan semua itu digambarkan dalam perjanjian baru. Jadi perjanjian baru merupakan penggenapan dari perjanjian lama. Keduanya tidak dapat dipisahkan, perjanjian baru tudak akan ada tanpa kalau tidak ada perjanjian lama, begitupun perjanjian lama tidak akan lengkap jika tidak ada perjanjian baru yang merupakan penggenapannya. Beberapa orang menyatakan bahwa perjanjian baru tersembunyi dalam perjanjian lama, sedangkan perjanjian lama disingkapkan dalam perjanjian baru. Dalam perjanjaian baru kita melihat penyingkapan arti/ maksud dari perjanjian lama, karena semuanya sudah terjadi/terwujud.
Awal cerita mengapa harus ada kitab-kitab seperti yang termuat dalam alkitab kita yaitu; karena memang sejak awal manusia sudah ditentukan untuk menjadi anak-anak Allah, bukan hamba. Sejak manusia diciptakan alkitab tidak pernah mencatat bahwa Allah menciptakan manusia untuk menjadi hamba dan bekerja padaNya. Memang di taman Eden manusia harus bekerja tetapi mereka bekerja untuk diri mereka sendiri bukan untuk Allah. Jangan sampai kita membangun pemikiran atau mental hamba (yang negatif) yang selalu berpikir bahwa Allah hanya ingin selalu disembah dan disenangkan seolah-oleh Allah kita itu (maaf) gila hormat. Allah kita menciptakan manusia untuk dikasihi, untuk suatu hubungan yang harmonis dengan ciptaanNya. Tetapi kita tahu bahwa kemudian manusia tidak mengerti itu, dan lebih memilih mendengarkan iblis dan akhirnya jatuh dalam dosa. Dengan demikian manusia terpisah dari Allah, ada dalam cengkraman iblis dan tertindas oleh iblis. Saudara, jangan main-main dengan dosa/iblis, saya tidak sedang mengagungkan kuasa iblis tetapi jangan main-main untuk memberikan diri kita ditindas oleh iblis termasuk melalui dosa. Banyak orang memberikan sesaji dengan harapan agar tidak diganggu oleh iblis, menurut saudara hal itu akan berhasil? Tidak! karena pada dasarnya iblis selalu ingin membunuh manusia (Yoh 8:44). mungkin pada awalnya akan kelihatan baik, tetapi selanjutnya dia selalu akan menuntut lebih, tanpa kita sadari.
Jadi ketika manusia jatuh ke dalam dosa (upahnya adalah maut) dan terpisah dari kasih Allah untuk selamanya, maka Allah merencanakan karya keselamatan melalui Yesus Kristus. Yesus akan datang ke dunia sebagai manusia yang tidak berdosa untuk menggantikan manusia menjalani semua hukuman yang seharusnya diterima oleh kita, orang berdosa. Pernahkah saudara berpikir mengapa Yesus harus lahir bertahun-tauhn jauh setelah Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa? Mengapa tidak pada saat Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa pada hari itu? Mengapa menunggu sampai dosa menyebar dan merajalela? Dalam Mzm 115:16 firman Tuhan mengatakan; “Langit itu langit kepunyaan TUHAN, dan bumi itu telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia.” Allah kita bukannya menunda-nunda waktu, Ia selalu pegang janji, karena bumi telah diberikan kepada manusia maka Allah mencari manusia (kepada siapa bumi telah diberikan) yang mau bekerjasama denganNya untuk karya penyelamatan manusia. Tetap ada aturannya, Allah kita adalah Allah yang adil dan benar, Ia tidak bisa campur tangan tanpa ada yang meminta dan mengijinkanNya untuk melakukan sesuatu karena segala sesuatu di bumi harus berhubungan dengan manusia. Kebanyakan orang berpikir tidak perlu membangun hubungan dengan Tuhan, tidak perlu berdoa, berbicara atau meminta kepada Tuhan karena Tuhan itu mahatahu dan Tuhan seharusnya menolong kita tanpa kita minta pun. Ini sebuah pemikiran yang keliru, tetap ada aturannya! Kita tetap harus membangun hubungan/ komunikasi dengan Allah.
Karena dunia telah diserahkan kepada manusia, maka untuk melaksanakan karya penyelamatan Allah butuh waktu sampai ada manusia yang mau bekerjasama dengan Allah. Artinya, ketika Allah mau campur tangan dengan sesuatu yang ada di bumi yaitu lewat karya penebusan oleh Yesus, itu harus dengan persetujuan manusia. Namun ketika dosa sudah masuk dan begitu merajalela di dunia, begitu sulitnya untuk mendapatkan manusia yang mau bekerjasama dengan Allah, karena semua manusia berjalan dalam kehendaknay sendiri. Allah memerlukan waktu sampai ada manusia-manusia yang sungguh-sungguh mau bekerjasama dan menyetujui apa yang akan Allah kerjakan dalam merancangkan keselamatan lewat Yesus Kristus. Itu sebabnya para nabi menubuatkan keselamatan yang akan datang, kedatangan Kristus dan menyerukan pertobatan. Dengan demikian sebenarnya para nabi sedang menyerukan/ menggunakan hak mereka sebagai manusia untuk mengijinkan Allah campur tangan dalam perkara-perkara yang terjadi di bumi. Butuh waktu yang sangat lama sampai para nabi mengucapkan dengan detail tentang keselamatan itu dan dalam waktu-waktu itu Allah mulai mengadakan perjanjian dengan Abraham, Isak, Yakub, Musa bahkan dengan orang-orang yang mengingkari perjanjiannya seperti Saul, Simson dan lainnya.
Yesus telah digambarkan dalam setiap kitab di perjanjaian lama. Saat Allah berfirman dan dunia jadi, Kristus ada di sana. Saat Allah membentuk bumi yang tidak berbentuk menjadi ketentraman yang sempurna, Kristus ada di sana. Saat permulaan waktu, Kristus ada di sana. Firman Allah yang suci menyatakan bahwa pada mulanya adalah Firman, dan Firman itu tinggal bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah, dan Firman itu menjadi manusia dan diam di antara kita. Manusia itu adalah Yesus. Sebelum saat penciptaan, dan untuk selama-lamanya, keberadaan Kristus. Dan sekarang Ia memenuhi Firman Allah dengan hadirat-Nya yang kudus. Ia muncul dari setiap halaman yang kudus untuk bertemu dengan manusia di jaman sekarang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Sehingga ketika Yesus datang (perjanjaian baru) Dia sedang menggenapi apa yang sudah tertulis tentang Dia sehingga perjanjaian lama menjadi sah karena telah digenapi dengan kedatangan dan semua yang dilakukan Yesus. Dalam…

· Kejadian, Ia adalah ‘Keturunan perempuan’ Kej 3:15

Perempuan disini adalah Maria (ibu jasmani Yesus) dalam terjemahannya disebut sebagai “seed of the women” yang menyatakan 1 orang wanita yaitu keturunan Maria. Yesus tidak dikandung dari benih seorang pria melainkan dari Roh Kudus dalam rahim Maria. Dialah yang akan meremukkan kepala ular (iblis) dan ular meremukkan tumitNya, yaitu Yesus disalib mengalami penyiksaan dan mati seperti orang yang kalah. Pengorbanan Isak oleh Abraham juga merupakan simbol kematian Yesus.

· Keluaran, Ia adalah ‘Anak Domba Paskah’ Kel 12
Yesuslah yang digambarkan sebagai anak domba paskah yang dikorbankan dan darahnya yang menutup dosa bangsa Israel sehingga mereka tidak mengalami tulah kematian.
· Imamat, Ia adalah ‘Imam Besar’ kita
Kitab imamat menggambarkan dengan jelas dan detail semua bagian Yesus sebagai imam yang menjadi pengantara antara manusia dengan Allah karena manusia tidak bisa datang kepada Allah dalam keberdosaannya. Ketika Yesus masuk ke dalam ruang mahakudus yang sebenarnya Dia tidak membawa darah domba melainkan darahNya sendiri.
· Bilangan, Ia adalah ‘Tiang Awan dan Tiang Api’
Menggambarkan Yesus yang melindungi dan memberi kekuatan dalam segala situasi dan  menuntun kita dalam jalanNya, tidak berjalan seenaknya sendiri.
· Ulangan, Ia adalah ‘Nabi seperti Musa’
Seperti doa Musa saat bangsa Israel menyembah berhala, Musa rela dihapus namanya dari kitab kehidupan asalkan bangsa Israel tidak dibinasakan. Itulah yang Yesus lakukan, menjalani semua hukuman yang seharusnya diterima oleh manusia, mati disalib dan turun ke dalam maut debagai manusia.
· Yosua, Ia adalah ‘Komandan Keselamatan Kita’ Yos 1:6
Untuk menduduki tanah perjanjian (memperoleh janji Allah) tetap harus ada peperangan. Banyak umat Tuhan yang tidak memahami prinsip ini, sehingga berpikir setelah menerima Yesus, diselamatkan, semuanya otomatis bisa diperoleh dengan mudah dan terjamin. Tidak!! tetap ada peperangan, itulah mengapa firman Tuhan berkata; ambillah selengkap senjata Allah (Efs 6:10-20) karena iblis masih terus berusaha untuk menghancurkan iman  dan menyimpangkan jalan kita. Kita juga masih harus berjuang menundukkan daging kita. Saudaraku, masih ada banyak hal yang harus dikerjakan dalam keselamatan.
· Hakim-hakim, Ia adalah ‘Hakim dan Pemberi hukum’ bagi kita
Allah mendidik bangsa Israel setiap kali mereka memberontak dan menyembah allah lain, namun juga membangkitkan hakim-hakim untuk menyelamatkan orang Israel. Begitupun kita, tetap ada pendisiplinan dari Tuhan, tetapi juga Tuhan menyelamatkan kita saat kita “tertindas”.
· Rut, Ia adalah ‘Penebus’ Rut 4
Boas dalam kitab Rut menggambarkan Yesus sebagai “Kinsmen redeemer” yaitu penebus dari sanak saudara terdekat sebagai yang sulung dari antara banyak saudara (Rom 8:28-29) yang menebus Rut dan Naomi yaitu kita manusia yang “miskin”.
· 1-2 Samuel, Ia adalah ‘Nabi yang dapat dipercayai’
Yesus digambarkan oleh Samuel sebagai nabi dengan integritas yang sangat tinggi. Dia tidak pernah mencurangi siapapun ataupun berlaku tidak adil terhadap bangsa Israel.
· Raja-raja dan Tawarikh, Ia adalah ‘Raja yang berkuasa’
· Ezra, Ia adalah ‘ Ahli Taurat yang setia’
· Nehemiah, Ia adalah ‘Pembangun tembok runtuh’  kehidupan kita yang hancur.
· Ester, Ia adalah ‘Mordekai’ kita
Dia tidak hanya sekedar menjadi ayah angkat bagi Ester yang menyayangi, memelihara dan menuruti keinginan Ester, tetapi juga yang mengoreksi kita bahkan dengan teguran yang keras. Kadang kita seperti diperhadapkan dengan sesuatu yang sangat keras sehingga kita berpikir Tuhan tidak sebaik yang dikatakan alkitab. Tuhan memang baik, tetapi kebaikannya juga memiliki sisi yang mendidik untuk kebaikan anak-anakNya.
· Ayub, Ia adalah ‘Penebus yang hidup’ Ayub 19:25
· Mazmur, Ia adalah ‘Gembala dan Tuhanku’ Maz 23
· Amsal dan Pengkotbah, Ia adalah ‘Hikmat’ kita.
· Kidung Agung, Ia adalah ‘Kekasih dan Pengantian Pria’
kita dan gereja Tuhan yang lain adalah pengantin wanitaNya. Tuhan begitu mencintai kita itulah sebabnya dikatakan bahwa Allah kita adalah Allah yang pencemburu, karena Ia tidak ingin kita dimiliki oleh yang lain. Dalam dunia ini hanya ada dua kemungkinan, jika kita tidak dalam Kristus maka otomatis (tanpa memilih pun) kita adalah milik iblis.
· Yesaya, Ia adalah ‘Raja Damai’ Yes 9:5
Yesus yang akan datang sebagai juru selamat dan oleh bilur-bilurNya kita diselamatkan.
· Yeremia dan Ratapan, Ia adalah ‘Nabi Peratap’
Yesus yang mendoakan dan meratapi kita saat kita hiduptanpa pertobatan.
· Yehezkiel, Ia adalah ‘ Makhluk bermuka 4’  yang luar biasa Yeh 1
Manusia, Singa, Lembu, Elang/Rajawali ini berbicara tentang Yesus dalam keempat injil.
· Daniel, Ia adalah ‘Orang ke-4 dalam perapian’ yang wajahNya seperti wajah anak dewa Dan 3:25.
· Hosea, Ia adalah ‘Suami Kekal’ kita.
Hosea menggambarkan Yesus sebagai suami yang menikahi orang yang murtad, yaitu gerejaNya yang selalu berpaling kepada dunia, menggantikan posisi Tuhan dengan hal-hal lain yang membawa kita pada kebinasaan. Namun tetap mau menerima kembali saat gereja sungguh-sungguh bertobat dan mau kembali.
· Yoel, Ia adalah ‘Yang membaptis dengan Roh Kudus’ Yoel 2:28
· Amos, Ia adalah ‘Pengangkat beban kita’
· Obaja, Ia adalah ‘Penyelamat’ kita Oba 1:21
· Yunus, Ia adalah ‘Penginjil besar yang datang dari jauh’
· Mikha, ia adalah ‘Pemberita dengan kaki yang indah’
· Nahum, Ia adalah ‘ Pembalas’ kita Nahum 1:2
· Habakuk
, Ia adalah ‘Penginjil’ yang berdoa untuk kebangkitan rohani
· Zefanya
,  Ia adalah ‘Pahlawan yang memberi kemenangan’ Zef 3:17
· Hagai
, Ia adalah ‘Pembangun warisan yang hancur’
· Zakaria
, Ia adalah ‘Sumber yang terbuka bagi keluarga Daud’ untuk membasuh dosa (sebesar apapun) dan kecemaran Zak 13:1 selama kita mau mengakuinya, tidak menutup-nutupinya atau menyalahkan orang lain. Banyak orang melakukan kesalahan kepada kita, tetapi jangan sampai karena kesalahan orang itu kita tidak mengakui kesalahan kita.
· Maleakhi, Ia adalah ‘Surya Kebenaran’ yang terbit dengan kesembuhan pada sayapnya Mal 4:2
· Matius, Ia adalah ‘Mesias’
Keempat injil (Matius, Markus, Lukas, Yohanes) digambarkan dalam kitab Yehezkiel saat dia melihat makhluk yang bermuka 4; Singa, Lembu, Manusia, Rajawali. Matius adalah seorang pemungut cukai, seorang Israel dari suku Lewi. Jadi Matius ini berbicara kepada orang Yahudi, ia menyampaikan kepada bangsanya bahwa Yesus inilah Mesias yang mereka nantikan. Matius menuliskan begitu banyak hal tentang Yesus yang merupakan bukti penggenapan dari apa yang telah dinubuatkan oleh para nabi untuk meyakinkan orang Yahudi bahwa Mesias telah datang, Yesuslah singa Yehuda yang akan membawa mereka kepada pembebasan.
· Markus, Ia adalah ‘Pembuat Mujizat’
Markus (John Mark) adalah salah satu pengikut para rasul, ia keturunan campuran Romawi. Ia menulis untuk orang-orang romawi yang pada saat itu menjajah bangsa Israel, orang romawi itu sangat mengagungkan kekuatan itulah sebabnya Markus lebih menonjolkan kehebatan Yesus, lebih menyoroti keajaiban dan mujizat yang dibuat Yesus. Ia menyerukan kepada bangsanya bahwa Yesuslah Allah yang dahsyat yang patut disembah. Ini digambarkan oleh muka Lembu dalam kitab Yehezkiel sebagai hewan pekerja, jadi titik beratnya adalah apa yang dikerjakan Yesus.
· Lukas, Ia adalah ‘Anak Manusia’
Lukas, ia adalah seorang dokter berkebangsaan Yunani. Saudara tau mitos-mitos atau filsafat orang Yunani, itu banyak mengandalkan otak, obsesinya adalah mencapai kesempurnaan sebagai seorang manusia. Lukas menyampaikan kepada bangsanya bahwa Yesus adalah seorang manusia yang kalau kita teladani hidupnya, maka kita akan mencapai kesempurnaan itu. Inilah gambaran muka manusia yang ditulis dalam kitab Yehezkiel.
· Yohanes, Ia adalah ‘Anak Allah’
ini digambarkan oleh muka Rajawali, Yohanes berbicara kepada dunia bahwa Yesus adalah satu-satunya Allah yang harus dipercayai dan disembah. Kitab Yohanes berbicara banyak hal yang tidak dimuat dalam ketiga kitab yang lain.
· Kisah Para Rasul, Ia adalah ‘Roh Kudus’ yang bergerak dan bekerja di antara manusia
· Roma, Ia adalah ‘Yang membenarkan’ Rom 10:13
· 1 dan 2 Korintus, Ia adalah ‘Yang menguduskan’ 1 Kor 1:2
· Galatia, Ia adalah ‘Penebus’ dari kutuk Hukum Taurat Gal 3:13
· Efesus, Ia adalah ‘Kristus yang kaya dan tak terduga’ Ef 3:8
· Filipi, Ia adalah ‘Allah yang memenuhi segala keperluan kita’ Fil 4:19
· Kolose, Ia adalah ‘Kepenuhan Allah’ Kol 2:9
· Tesalonika, Ia adalah ‘Raja yang segera datang’ 1 Tes 1:10
· 1 dan 2 Timotius, Ia adalah ‘Pengantara antara Allah dengan manusia’ 1 Tim 2:5
· Titus, Ia adalah ‘Penatua yang setia’ Tit 1
· Filemon, Ia adalah ‘Kawan bagi yang tertindas’
· Ibrani, Ia adalah ‘Darah Perjanjian Kekal’ Ibr 12:24
· Yakobus, Ia adalah ‘Tuhan yang menyelamatkan orang sakit’ Yak 5:15
· 1 dan 2 Pertus, Ia adalah ‘Gembala Agung’ yang akan segera muncul 1 Pet 5:4
· 1, 2 dan 3 Yohanes, Ia adalah ‘Kasih’ 1 Yoh 4:8
· Yudas, Ia adalah ‘Tuhan yang datang dengan beribu-ribu orang kudus’ Yud 1:14
· Wahyu, ‘Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan’ Wah 17:14

Jadi saudara karena manusia telah jatuh ke dalam dosa maka Allah harus membuat perjanjian dengan manusia untuk kebaikan manusia. Menjadi saudara sedarah kita (yang memiliki hubungan/ikatan) dengan mengadakan perjanjian darah. Mulai dari Adam dan Hawa, Allah mengorbankan hewan dan memakaikan kulitnya sebagai pakaian meraka, kemudian korban-korban persembahan yang di mulai pada jaman Abraham dan keturunannya, pada saat itu Allah sedang mengikat perjanjian dengan manusia agar mereka bisa tetap hidup. Jadi perjanjian Allah adalah perjanjian darah dengan manusia, itulah isi alkitab kita. Bahwa Allah ingin membarkati manusia, menyelamatkan manusia, Allah ingin kembali membangun hubungan dengan manusia dan setiap kitab dalam alkitab berbicara tentang Yesus sang penebus, imam besar pengantara, bahkan komandan keselamatan kita.

Khotbah Ev. Rut Suryani

  • Tweet

About Tim

What you can read next

Khotbah Ev. Christin Jedidah : Warisan Kristus
Damai sejahtera yang terenggut
Khotbah Ev. Evie Mehita : Nyalakan Pelitamu Sekarang!

RSS Rahasia Hati

  • 3 Penghalang Ciptaan Baru
  • Pelajaran Mengenai Kapak yang Tumpul
  • Sulitkah Hidup Kudus?
  • Kisah Cangkir yang Cantik
  • Disertai Roh Kudus dan Roh Kudus Tinggal Dalam Kita

© 2015. All rights reserved. Buy Kallyas Theme.

TOP