Khotbah Ev. Rut Suryani – Kristus Dalam Setiap Kitab
KRISTUS DALAM SETIAP KITAB (April 2010)
Saudaraku, sebenarnya ini merupakan hal yang sangat mendasar, dasar penting yang perlu diketahui dan dimengerti dalam kekristenan.Tanpa memahami hal ini kita tidak akan memiliki dasar yang teguh dan berakar kuat dalam kekristenan dan pelayanan kita. Banyak orang Kristen berkata mempercayai Alkitab 100% dari awal dsampai akhir, tetapi tidak pernah membaca (apalagi mengerti) isi alkitab. Atau mungkin selama ini kita justru lebih sering mempertanyakan mengenai perlunya membaca Alkitab daripada membacanya. Itu memang hal yang sangat umum terjadi, begitupun saya dahulu, membaca firman tanpa mengerti arti dan keterkaitannya sepertinya justru mempersulit kehidupan kekristenan saya. Namun ketika saya mengerti gambaran besarnya dan pentingnya untuk berakar dalam firman, maka ini tidak lagi menjadi sesuatu yang membosankan, setiap pertanyaan yang muncul justru semakin memotivasi saya untuk mencari kebenaran. Disamping kita juga harus mendisiplin daging dan kemalasan kita untuk bertekun dalam merenungkan firman.
Setiap hal yang ditulis merupakan contoh bagi kehidupan kita, saat Allah memilih untuk menuliskan sesuatu, itu pasti sesuatu yang penting dan bukan tanpa maksud. Itulah mengapa penting juga bagi kita untuk mempelajarinya, lewat Hosea Allah menyampaikan; “Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.” (Hos 4:6). Saudara, adalah sangat penting untuk belajar menjadi murid dan mencari kehendak Allah (Mat 6:33) dan percayalah Allah kita tidak pernah mempersulit, Dia berkata jika kita mencari maka kita akan menemukan. Banyak orang berkata sudah lama kenal Kristus dan menerima keselamatan tetapi masih terbelenggu dengan hutang, sakit-penyakit, kemiskinan dan banyak hal yang bukan berasal dari Tuhan padahal Allah yang berkuasa telah menjanjikan pembebasan dan oleh bilur-bilurNya kita disembuhkan.
Awal cerita mengapa harus ada kitab-kitab seperti yang termuat dalam alkitab kita yaitu; karena memang sejak awal manusia sudah ditentukan untuk menjadi anak-anak Allah, bukan hamba. Sejak manusia diciptakan alkitab tidak pernah mencatat bahwa Allah menciptakan manusia untuk menjadi hamba dan bekerja padaNya. Memang di taman Eden manusia harus bekerja tetapi mereka bekerja untuk diri mereka sendiri bukan untuk Allah. Jangan sampai kita membangun pemikiran atau mental hamba (yang negatif) yang selalu berpikir bahwa Allah hanya ingin selalu disembah dan disenangkan seolah-oleh Allah kita itu (maaf) gila hormat. Allah kita menciptakan manusia untuk dikasihi, untuk suatu hubungan yang harmonis dengan ciptaanNya. Tetapi kita tahu bahwa kemudian manusia tidak mengerti itu, dan lebih memilih mendengarkan iblis dan akhirnya jatuh dalam dosa. Dengan demikian manusia terpisah dari Allah, ada dalam cengkraman iblis dan tertindas oleh iblis. Saudara, jangan main-main dengan dosa/iblis, saya tidak sedang mengagungkan kuasa iblis tetapi jangan main-main untuk memberikan diri kita ditindas oleh iblis termasuk melalui dosa. Banyak orang memberikan sesaji dengan harapan agar tidak diganggu oleh iblis, menurut saudara hal itu akan berhasil? Tidak! karena pada dasarnya iblis selalu ingin membunuh manusia (Yoh 8:44). mungkin pada awalnya akan kelihatan baik, tetapi selanjutnya dia selalu akan menuntut lebih, tanpa kita sadari.
· Kejadian, Ia adalah ‘Keturunan perempuan’ Kej 3:15
Perempuan disini adalah Maria (ibu jasmani Yesus) dalam terjemahannya disebut sebagai “seed of the women” yang menyatakan 1 orang wanita yaitu keturunan Maria. Yesus tidak dikandung dari benih seorang pria melainkan dari Roh Kudus dalam rahim Maria. Dialah yang akan meremukkan kepala ular (iblis) dan ular meremukkan tumitNya, yaitu Yesus disalib mengalami penyiksaan dan mati seperti orang yang kalah. Pengorbanan Isak oleh Abraham juga merupakan simbol kematian Yesus.
Yesuslah yang digambarkan sebagai anak domba paskah yang dikorbankan dan darahnya yang menutup dosa bangsa Israel sehingga mereka tidak mengalami tulah kematian.
Kitab imamat menggambarkan dengan jelas dan detail semua bagian Yesus sebagai imam yang menjadi pengantara antara manusia dengan Allah karena manusia tidak bisa datang kepada Allah dalam keberdosaannya. Ketika Yesus masuk ke dalam ruang mahakudus yang sebenarnya Dia tidak membawa darah domba melainkan darahNya sendiri.
Seperti doa Musa saat bangsa Israel menyembah berhala, Musa rela dihapus namanya dari kitab kehidupan asalkan bangsa Israel tidak dibinasakan. Itulah yang Yesus lakukan, menjalani semua hukuman yang seharusnya diterima oleh manusia, mati disalib dan turun ke dalam maut debagai manusia.
Untuk menduduki tanah perjanjian (memperoleh janji Allah) tetap harus ada peperangan. Banyak umat Tuhan yang tidak memahami prinsip ini, sehingga berpikir setelah menerima Yesus, diselamatkan, semuanya otomatis bisa diperoleh dengan mudah dan terjamin. Tidak!! tetap ada peperangan, itulah mengapa firman Tuhan berkata; ambillah selengkap senjata Allah (Efs 6:10-20) karena iblis masih terus berusaha untuk menghancurkan iman dan menyimpangkan jalan kita. Kita juga masih harus berjuang menundukkan daging kita. Saudaraku, masih ada banyak hal yang harus dikerjakan dalam keselamatan.
Allah mendidik bangsa Israel setiap kali mereka memberontak dan menyembah allah lain, namun juga membangkitkan hakim-hakim untuk menyelamatkan orang Israel. Begitupun kita, tetap ada pendisiplinan dari Tuhan, tetapi juga Tuhan menyelamatkan kita saat kita “tertindas”.
Boas dalam kitab Rut menggambarkan Yesus sebagai “Kinsmen redeemer” yaitu penebus dari sanak saudara terdekat sebagai yang sulung dari antara banyak saudara (Rom 8:28-29) yang menebus Rut dan Naomi yaitu kita manusia yang “miskin”.
· Ezra, Ia adalah ‘ Ahli Taurat yang setia’
· Nehemiah, Ia adalah ‘Pembangun tembok runtuh’ kehidupan kita yang hancur.
Dia tidak hanya sekedar menjadi ayah angkat bagi Ester yang menyayangi, memelihara dan menuruti keinginan Ester, tetapi juga yang mengoreksi kita bahkan dengan teguran yang keras. Kadang kita seperti diperhadapkan dengan sesuatu yang sangat keras sehingga kita berpikir Tuhan tidak sebaik yang dikatakan alkitab. Tuhan memang baik, tetapi kebaikannya juga memiliki sisi yang mendidik untuk kebaikan anak-anakNya.
· Mazmur, Ia adalah ‘Gembala dan Tuhanku’ Maz 23
· Amsal dan Pengkotbah, Ia adalah ‘Hikmat’ kita.
kita dan gereja Tuhan yang lain adalah pengantin wanitaNya. Tuhan begitu mencintai kita itulah sebabnya dikatakan bahwa Allah kita adalah Allah yang pencemburu, karena Ia tidak ingin kita dimiliki oleh yang lain. Dalam dunia ini hanya ada dua kemungkinan, jika kita tidak dalam Kristus maka otomatis (tanpa memilih pun) kita adalah milik iblis.
Yesus yang akan datang sebagai juru selamat dan oleh bilur-bilurNya kita diselamatkan.
Yesus yang mendoakan dan meratapi kita saat kita hiduptanpa pertobatan.
Manusia, Singa, Lembu, Elang/Rajawali ini berbicara tentang Yesus dalam keempat injil.
Hosea menggambarkan Yesus sebagai suami yang menikahi orang yang murtad, yaitu gerejaNya yang selalu berpaling kepada dunia, menggantikan posisi Tuhan dengan hal-hal lain yang membawa kita pada kebinasaan. Namun tetap mau menerima kembali saat gereja sungguh-sungguh bertobat dan mau kembali.
· Obaja, Ia adalah ‘Penyelamat’ kita Oba 1:21
· Yunus, Ia adalah ‘Penginjil besar yang datang dari jauh’
· Mikha, ia adalah ‘Pemberita dengan kaki yang indah’
· Nahum, Ia adalah ‘ Pembalas’ kita Nahum 1:2
· Habakuk, Ia adalah ‘Penginjil’ yang berdoa untuk kebangkitan rohani
· Zefanya, Ia adalah ‘Pahlawan yang memberi kemenangan’ Zef 3:17
· Hagai, Ia adalah ‘Pembangun warisan yang hancur’
· Zakaria, Ia adalah ‘Sumber yang terbuka bagi keluarga Daud’ untuk membasuh dosa (sebesar apapun) dan kecemaran Zak 13:1 selama kita mau mengakuinya, tidak menutup-nutupinya atau menyalahkan orang lain. Banyak orang melakukan kesalahan kepada kita, tetapi jangan sampai karena kesalahan orang itu kita tidak mengakui kesalahan kita.
· Maleakhi, Ia adalah ‘Surya Kebenaran’ yang terbit dengan kesembuhan pada sayapnya Mal 4:2
· Matius, Ia adalah ‘Mesias’
Keempat injil (Matius, Markus, Lukas, Yohanes) digambarkan dalam kitab Yehezkiel saat dia melihat makhluk yang bermuka 4; Singa, Lembu, Manusia, Rajawali. Matius adalah seorang pemungut cukai, seorang Israel dari suku Lewi. Jadi Matius ini berbicara kepada orang Yahudi, ia menyampaikan kepada bangsanya bahwa Yesus inilah Mesias yang mereka nantikan. Matius menuliskan begitu banyak hal tentang Yesus yang merupakan bukti penggenapan dari apa yang telah dinubuatkan oleh para nabi untuk meyakinkan orang Yahudi bahwa Mesias telah datang, Yesuslah singa Yehuda yang akan membawa mereka kepada pembebasan.
· Markus, Ia adalah ‘Pembuat Mujizat’
Markus (John Mark) adalah salah satu pengikut para rasul, ia keturunan campuran Romawi. Ia menulis untuk orang-orang romawi yang pada saat itu menjajah bangsa Israel, orang romawi itu sangat mengagungkan kekuatan itulah sebabnya Markus lebih menonjolkan kehebatan Yesus, lebih menyoroti keajaiban dan mujizat yang dibuat Yesus. Ia menyerukan kepada bangsanya bahwa Yesuslah Allah yang dahsyat yang patut disembah. Ini digambarkan oleh muka Lembu dalam kitab Yehezkiel sebagai hewan pekerja, jadi titik beratnya adalah apa yang dikerjakan Yesus.
Lukas, ia adalah seorang dokter berkebangsaan Yunani. Saudara tau mitos-mitos atau filsafat orang Yunani, itu banyak mengandalkan otak, obsesinya adalah mencapai kesempurnaan sebagai seorang manusia. Lukas menyampaikan kepada bangsanya bahwa Yesus adalah seorang manusia yang kalau kita teladani hidupnya, maka kita akan mencapai kesempurnaan itu. Inilah gambaran muka manusia yang ditulis dalam kitab Yehezkiel.
ini digambarkan oleh muka Rajawali, Yohanes berbicara kepada dunia bahwa Yesus adalah satu-satunya Allah yang harus dipercayai dan disembah. Kitab Yohanes berbicara banyak hal yang tidak dimuat dalam ketiga kitab yang lain.
· Kisah Para Rasul, Ia adalah ‘Roh Kudus’ yang bergerak dan bekerja di antara manusia
· Roma, Ia adalah ‘Yang membenarkan’ Rom 10:13
· 1 dan 2 Korintus, Ia adalah ‘Yang menguduskan’ 1 Kor 1:2
· Galatia, Ia adalah ‘Penebus’ dari kutuk Hukum Taurat Gal 3:13
· Efesus, Ia adalah ‘Kristus yang kaya dan tak terduga’ Ef 3:8
· Filipi, Ia adalah ‘Allah yang memenuhi segala keperluan kita’ Fil 4:19
· Kolose, Ia adalah ‘Kepenuhan Allah’ Kol 2:9
· Tesalonika, Ia adalah ‘Raja yang segera datang’ 1 Tes 1:10
· 1 dan 2 Timotius, Ia adalah ‘Pengantara antara Allah dengan manusia’ 1 Tim 2:5
· Titus, Ia adalah ‘Penatua yang setia’ Tit 1
· Filemon, Ia adalah ‘Kawan bagi yang tertindas’
· Ibrani, Ia adalah ‘Darah Perjanjian Kekal’ Ibr 12:24
· Yakobus, Ia adalah ‘Tuhan yang menyelamatkan orang sakit’ Yak 5:15
· 1 dan 2 Pertus, Ia adalah ‘Gembala Agung’ yang akan segera muncul 1 Pet 5:4
· 1, 2 dan 3 Yohanes, Ia adalah ‘Kasih’ 1 Yoh 4:8
· Yudas, Ia adalah ‘Tuhan yang datang dengan beribu-ribu orang kudus’ Yud 1:14
· Wahyu, ‘Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan’ Wah 17:14
Jadi saudara karena manusia telah jatuh ke dalam dosa maka Allah harus membuat perjanjian dengan manusia untuk kebaikan manusia. Menjadi saudara sedarah kita (yang memiliki hubungan/ikatan) dengan mengadakan perjanjian darah. Mulai dari Adam dan Hawa, Allah mengorbankan hewan dan memakaikan kulitnya sebagai pakaian meraka, kemudian korban-korban persembahan yang di mulai pada jaman Abraham dan keturunannya, pada saat itu Allah sedang mengikat perjanjian dengan manusia agar mereka bisa tetap hidup. Jadi perjanjian Allah adalah perjanjian darah dengan manusia, itulah isi alkitab kita. Bahwa Allah ingin membarkati manusia, menyelamatkan manusia, Allah ingin kembali membangun hubungan dengan manusia dan setiap kitab dalam alkitab berbicara tentang Yesus sang penebus, imam besar pengantara, bahkan komandan keselamatan kita.
Khotbah Ev. Rut Suryani
