Khotbah Ev.Evie Mehita – Perzinahan Rohani
(Juni 2010)
Taukah kita akan arti hadirat Allah dan pentingnya hadirat Allah dalam hidup kita?? Seringkali manusia kurang bisa menghargai hadirat Allah. Bagaimana hubungan kita dengan Allah hari-hari ini? Adakah lawatan atau hadirat Allah dalam kamar-kamar doa pribadi kita atau hari-hari ini hati kita sedang tawar atau hambar dengan Tuhan? Ketika hati kita hambar, jangan biarkan hal itu berlama-lama tinggal dalam hati kita. Hadirat Allah berbicara tentang hubungan Allah dengan kita dan itu merupakan hal yang sangat penting dalam hidup kita. Ketika hubungan kita dengan Allah baik maka kasih Allah akan mengalir sempurna dalam hidup kita dan itu yang akan menguatkan kita untuk berjalan dalam panggilan Allah dan mengikuti kehendak Allah yang sempurna dalam hidup kita.
Jika hari-hari ini hubungan kita dengan Allah kurang baik maka mari kita perbaiki hal tersebut, karena yang dikejar Allah dalam kehidupan manusia adalah hubungan kita dengan Dia. Ketika kita meninggikanNya maka Tuhan akan menyatakan lawatan dan hadiratNya. Mari saudara kita juga mengejar hubungan yang semakin hari semakin intim dengan Allah baik ketika kita digereja maupun di kamar pribadi kita. Ketika di gereja, mari kita belajar mempersiapkan diri sebelum kita berangkat ke gereja. Mari kita belajar bukan hanya terus kita memikirkan apa yang akan kita dapatkan dari Tuhan saat ke gereja tetapi mari kita pikirkan apa yang dapat kita berikan untuk Bapa kita yang sangat mengasihi kita.
1. Perzinahan rohani dan jasmani
Ketika TUHAN mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia kepada Hosea: “Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi TUHAN.” (Hosea 1:2)
2. Kepalsuan hati
Saudaraku, hari-hari ini Tuhan mencari orang-orang yang mengejar keintiman dengan Tuhan, karena hal itu juga yang dikejar Tuhan dari manusia yaitu keintiman. Keintiman merupakan suatu hubungan yang dalam dengan Tuhan seperti hubungan suami isteri, dimana kita menjadi satu Roh dengan Tuhan. Keintiman yaitu membiarkan Tuhan melihat segala sesuatu dari hidup kita tanpa ditutupi dan membiarkan Tuhan mencium tepat pada luka kita, sehingga luka hati kita menjadi sembuh. Di Hosea 11 diceritakan bagaimana kasih Allah yang begitu besar mengalahkan semuanya, kasih Allah yang besar dinyatakan untuk membawa umatNya bisa mencapai pada tingkat keintiman. Keintiman akan menghasilkan benih ilahi ddan janji Allah yang luar biasa untuk kehidupan manusia. Namun akhir-akhir ini Tuhan juga menyedihkan banyak mempelainya diakhir zaman ingin cara instan untuk melahirkan jiwa-jiwa, pemulihan, pembebasan, dan kebangunan rohani. Mereka tidak mau merasakan sakit “bersalin” untuk melahirkan semua itu. Jika kita mau melahirkan seuatu terobosan dalam hidup kita bahkan kebangunan rohani maka kita harus mengandung benih itu dan merasakan sakit bersalin untuk melahirkannya. Ketika kita merasakan sakit bersalin maka kita akan punya semangat “dorong” untuk mendesak Tuhan mewujudkannya.