Bisakah nasib atau takdir diubah? Suatu pertanyaan yang mungkin ada di benak banyak orang. Seringkali manusia memikirkan yang buruk kepada Tuhan. Mereka berpikir jika Tuhan selalu jahat dan merancangkan yang buruk. Seperti ketika dulu saya kehilangan nenek yang sangat saya sayangi, dan pada waktu itu saya belum bisa menerima apa yang namanya mujiat, kesembuhan yang dari Tuhan. Akhirnya saya tahu, mereka yang telah meninggal mendahului kita dalam Tuhan, maka mereka akan menjadi saksi-saksi bagaikan awan-awan yang mengelilingi kita. Mungkin itu orang tua kita, nenek, siapa saja dalam hidup kita, akan menjadi saksi dalam kehidupan kita.
Percayalah saudara, kehidupan kita sekarang akan menentukan kehidupan kita nanti di Sorga. Bukankah kehidupan Sorga yang harus kita kejar? Bukannya kehidupan yang di dunia ini. Takdir dan nasib kita bisa diubah. Apa itu takdir? Takdir yang dari Tuhan tidak bisa diubah. Takdir yang dari Tuhan adalah kita memasuki Kerajaan Sorga, menjadi penakluk bumi, bangsa yang terpilih, menjadi saksi-saksi Kristus. Mengapa ada “takdir” yang buruk? Karena kita suka mengutuki diri sendiri, ada sikap hati yang tidak mau diubah, penuh kepahitan.
Sebagai orang percaya kita memiliki otoritas, kuasa, untuk membuka pintu Sorga dan mengambilnya kealam nyata ini. Kunci untuk membuka Sorga untuk mengalirkan kuasa Sorga ke bumi tetapi yang menjadi masalah adalah kita yang tidak mengerti bagaimana cara menggunakan otoritas itu. Nasib kita bisa diubah oleh iblis.
Bagaimana caranya agar kita dapat mengubah nasib dan takdir kita sesuai kehendak Tuhan yang terbaik?
1. Belajar menyelesaikan masalah demi masalah dalam hidup kita
Berani menghadapi masalah kita, membereskan masalah kita dengan kekuatan dari Tuhan
2. Sikap hati yang harus diubah
Sikap hati yang baik akan menghasilkan buah yang baik pula. Dalam hidup ini, kita memang tidak dapat memilih kita akan menjadi apa, menurut pikiran kita tetapi Tuhan tahu yang terbaik.
3. Bertekun dalam panggilan Tuhan
Agar hidup kita dapat berjalan sesuai dengan rencana Allah, maka kita perlu berjalan dalam jalan panggilan kita.
4. Menggunakan tenaga kuasa dari Tuhan yaitu doa kepada Tuhan
Dalam mimpi yang pernah saya lihat, di Sorga, ada pintu gerbang yang sangat besar dan dijaga oleh malaikat. Jika awan-awan saksi itu sudah banyak, cawan Tuhan penuh, yaitu doa kita, maka pintu itu dapat dibuka dan sungguh dasyat, ada jantung, hati, kaki, dan semua organ tubuh yang baru. Kita dapat memindahkan kekayaan Sorga dengan doa.
Bagaimana agar api kita bertambah besar, maka kita harus menjadi saksi Kristus. Tuhan sudah muak dengan kondisi gereja akhir jaman ini, dan Tuhan menghendaki kemurnian gereja-Nya di akhir jaman. Kita telah menerima janji dan nubuatan yang besar, kita akan menambil tudung dan urapan yang tidak efektif untuk dapat kita pergunakan bagi kemuliaan-Nya.
Telah kucondongkan hatiku untuk melakukan ketetapan-ketetapan-Mu, untuk selama-lamanya, sampai saat terakhir.

