SIGN IN YOUR ACCOUNT TO HAVE ACCESS TO DIFFERENT FEATURES

FORGOT YOUR PASSWORD?

FORGOT YOUR DETAILS?

AAH, WAIT, I REMEMBER NOW!

Generasi Jawaban Doa - Gereja Christ Mercy Center

  • LOGIN
  • Home
  • Ministry
    • Vision & Ministries
    • Communities
    • The Shepherd’s Voice
  • Resources
    • Sermons
    • News & Events
  • On The Move
    • Road to Revival
    • SOW Camp
    • Healing from Heaven
    • Tabloid Transform
    • Transformer Ministry
  • Download
    • Download Tabloid TRANSFORM
  • Home
  • The Shepherd's Voice
  • Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Sampah Rohani
26 June 2026

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Sampah Rohani

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Sampah Rohani

by Renee / Monday, 31 July 2017 / Published in The Shepherd's Voice

Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.  Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”
Matius 5:14-16

Hari-hari ini terjadi krisis garam. Bagi ibu rumah tangga tentunya mengerti akan hal ini. Garam yang murah, yang biasanya bisa didapat dengan uang seribu rupiah, hari-hari ini menjadi langka. Harganya bisa mencapai 3-4 kali lipat.

Begitupula dengan kasih karunia. Kasih karunia menjadi seperti “garam” akhir-akhir ini. Kasih karunia diberikan oleh Tuhan secara murah dan gratis, hampir tidak berharga. Saat kasih karunia itu langka, kita akan memburu kasih karunia itu dengan harga berapapun, tidak peduli walaupun itu mahal. Namun, belum tentu kita akan mendapatkannya kembali atau bahkan ada. Masalah terbesar dalam anak-anak Tuhan adalah kita tidak tahu cara menghargai kasih karunia yang Tuhan berikan.

Tuhan rindu kita memuliakan namaNya dengan terlihat, tidak meletakkannya di bawah gantang. Memuliakan Tuhan adalah kita mempercayai Tuhan. Ketika kita meragukan Dia, sama saja kita menyalibkan Yesus kembali.

Di hari-hari terakhir ini kita harus waspada terhadap guru-guru palsu, nabi-nabi palsu, bahkan jangan kita menjadi salah satunya. Kita akan menjadi guru-guru palsu atau nabi-nabi palsu ketika kita mengejar kemuliaan yang seharusnya untuk Tuhan, tapi kita berikan untuk diri sendiri. Misalnya dalam pelayanan WL atau singer atau musik, kita berpikir “ah, kalau saja aku yang pelayanan, mkaa suasa akan dipenuhi dengan Roh Kudus“. Ini berarti, kita adalah guru palsu, kita sudah mengambil kemuliaan yang seharusnya untuk Tuhan, menjadi milik sendiri.

Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik.
Filipi 1:15

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.
Filipi 1:21-22

Jika hidup di dunia ini kita harus bekerja dan menghasilkan buah, kita akan kerepotan sekali karena suatu saat kita akan menghadap tahta pengadilan Bapa. Kalau selama kita di bumi, kita wasting time dengan perkara-perkara dunia, cerita-cerita cinta yang tidak berkesudahan, buah apa yang dapat kita persembahkan pada tahta pengadilan Tuhan. Ketika kita diadili nanti, apa yang dapat kita berikan.

Tuhan rindu kita memuliakan namaNya dan segala sesuatu yang tidak memuliakan namaNya, sesungguhnya adalah sampah.

Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
Filipi 3:7

Jika kita mengejar segala sesuatu untuk kemuliaan diri sendiri, sebenarnya kita hanya mencari sampah, sesuatu yang tidak berguna dalam tahta pengadilan Bapa. Semakin hari, kita harus mengenal Kristus, karena itulah yang berguna. Kita takut tidak makan besok, kita sudah menghina Tuhan. Takut tidak menikah, kita menyalibkan Dia kedua kali. Percaya itu penting, percaya menandakan hubungan ayah dan anak.

Kalau kita curiga pada Tuhan, tidak percaya pada Tuhan, kita tidak bisa disebut sebagai anak Tuhan, karena seorang anak pasti percaya pada Bapanya. Ketika kita tidak percaya, berarti kita sudah menjauhi kasih karunia Tuhan. Percaya berarti Yesus adalah “center” dalam hidup ktia.

Kita melihat apa yang kita lihat dan jiwa kita menuntun pada apa yang ingin kita lihat. Banyak orang menghibur jiwa tetapi tidak membereskan akar permasalahannya, yaitu rohnya. Pergi berlibur hanya untuk lari dari masalah-masalah.

Kasih karunia Tuhan diturunkan pada semua orang, tetapi mendapat warisan Tuhan hanya diperuntukkan pada anak-anakNya.

Pelayanan kita harus menghasilkan buah dan buah itu harus melimpah. Jangan kita terlalu sibuk mencari sampah-sampah sampai lupa akan gelanggang pertandingan kita.

  • Tweet
Tagged under: Daniel Hadi Shane, Manusia Baru, pemulihan, Peperangan Rohani

About Renee

What you can read next

Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Road to REVIVAL series – Perdukunan & Praktek Sihir dalam Gereja
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Apakah Kita Membutuhkan Iman Saat Ini?
Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Kuali yang Berkarat

RSS Rahasia Hati

  • 3 Penghalang Ciptaan Baru
  • Pelajaran Mengenai Kapak yang Tumpul
  • Sulitkah Hidup Kudus?
  • Kisah Cangkir yang Cantik
  • Disertai Roh Kudus dan Roh Kudus Tinggal Dalam Kita

© 2015. All rights reserved. Buy Kallyas Theme.

TOP