Khotbah Ps. Daniel Hadi Shane : Sibuk vs Produktif
“Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.” (Markus 4:25)
Firman Tuhan ini berbicara tentang produktif. Banyak anak Tuhan terjebak dalam rutinitas yang membuat mereka sibuk tetapi sesungguhnya mereka tidak produktif. Hati-hati! Jika kita seolah-olah kita bekerja penuh di ladang Tuhan, mengerjakan segala sesuatu, tetapi sesungguhnya hasilnya tidak ada. Banyak orang yang terjebak di dalam “tidak tahu apa yang harus dilakukan” dan tidak memiliki tujuan di dalam hidupnya. Orang sibuk bisa saja seolah-olah memiliki tujuan hidup. Tetapi hasilnya tidak kunjung jelas dan tidak memiliki arah. Orang sibuk melakukan hal ini dan itu, tetapi tidak tidak ada perencanaan sama sekali.
Orang-orang sibuk dalam Firman Tuhan seringkali digambarkan seperti “Marta”. Ketika Yesus menyampaikan pengajaran, dia sibuk menyiapkan segala sesuatu, sehingga tujuan pemberitaan itu menjadi gagal dalam hidupnya karena dia terlalu sibuk.
Komitmen
Orang sibuk memiliki banyak komitmen yang berhubungan dengan orang banyak / banyak hal. Orang produktif sulit memiliki komitmen, tetapi sekali dia berkomitmen, dia akan mengerjakannya.
Time Management
Orang sibuk seringkali tidak bisa mengatur waktunya dengan baik. Mereka memposisikan diri menjadi “toko serba ada”. Dia siap mengerjakan segala sesuatu, tetapi ministry yang Tuhan rindukan tidak terjadi dalam hidupnya. Tidak ada buah yang dihasilkan. Tetapi orang produktif tahu dengan betul fokus dalam hidupnya, sehingga waktu-waktunya menjadi efektif.
Buah yang Dihasilkan
Cara membedakan orang sibuk dan orang produktif adalah buahnya. Orang sibuk tidak menghasilkan buah, sedangkan orang produktif mampu mengelola dan mengembangkan talenta yang Tuhan berikan kepadanya.
Menjadi orang baik belum tentu menjadi orang benar di hadapan Tuhan.
Apakah kita sudah berbuah jiwa-jiwa? Ataukah kita sibuk melayani jiwa-jiwa dengan berbagai kebutuhannya, tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang tertanam? Karena sesungguhnya kita sedang memenuhi kebutuhan mereka yang sebenarnya hanya Tuhan yang bisa penuhi. Ketika kita melihat Yesus dengan murid-muridnya, mereka melakukan quality time dengan berdoa, menginjil, dan mengajar. Sayangnya, kita seringkali terjebak dalam quality time yang salah; kita hanya memenuhi kebutuhan jiwa dan emosi kita.
Untuk itu menjadi seorang yang produktif, kita harus:
- Tujuan kita jelas, yaitu menyenangkan Tuhan dan semua untuk kemuliaan nama Tuhan. Kita dibimbing di dalam taurat Tuhan.
- Menghasilkan buah yang kita produksi. Hati-hati orang yang tidak berbuah tidak bisa dipakai oleh Tuhan.
Quality time versi Firman Tuhan adalah kamu mengenal Tuhan secara intim.
Tidak selalu keluarga rohani kita dapat memenuhi ekspektasi dan kebutuhan emosi kita. Sebagian besar curhatan kita adalah untuk meng-amin-kan apa yang sedang kita inginkan. Miliki quality time yang benar: berdoa bersama.
Produktif yang Negatif
Menghasilkan uang untuk membangun kerajaan sendiri, bukan kerajaan Tuhan. Kalau engkau mengumpulkan harta rohani kepada anak cucumu, sampai engkau meninggal, mereka akan mencari Tuhan. Tetapi kalau engkau mengumpulkan harta jasmani, ketika engkau meninggal, hartamu hanya menjadi rebutan. Ini produksi yang salah. Mari kita renungkan, apakah kita bekerja siang malam untuk membangun kerajaan diri sendiri, membangun kerajaan Tuhan, atau memang kita gila kerja?
Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya. (Markus 4:31-32)
Biji sesawi hanya sebesar pasir. Demikian juga, ketika kita percaya kepada Tuhan, dan kita mengerjakan fokus kita kepada Tuhan; kita bekerja dengan iman seperti biji sesawi. Iman itu mungkin tidak kelihatan sekarang, tetapi bukan berarti Tuhan tidak bekerja. Kita menganggap itu sebagai sebuah keterlambatan, tetapi Tuhan tidak pernah terlambat. Tuhan rindu biji sesawi kita itu akan berbuah tepat pada saatnya. Dan ketika biji itu menjadi besar, itu akan menjadi berkat bagi banyak orang.
Sudahkah buah karakter kita baik di hadapan Tuhan? banyak anak Tuhan yang sedang diproses dalam buah-buah karakter. Anak Tuhan dapat dilihat buah karakter ketika menghadapi tekanan dalam hidup. Saat menghadapi masalah, kita memilih berdoa atau berteriak-teriak? Hati-hati! Kita dapat mewariskan warisan kepada anak-anak kita. Baik hal yang baik maupun yang buruk dapat kita wariskan kepada anak-anak rohani kita. Mari kita menjadi orangtua rohani yang memberikan teladan yang baik untuk mereka.
Sudahkah anda fokus pada tujuan hidup anda? Apakah anda orang yang sibuk atau produktif? Jika kita adalah orang yang produktif, kita produktif yang negatif atau produktif yang positif? Sudahkah kita memberikan warisan rohani yang baik kepada anak-anak kita? Ijinkan roh kudus bekerja dalam diri anda.. memproses diri anda, dan anda akan berubah. Mungkin hari-hari ini kamu diproses Tuhan, tetapi hasilnya tidak ada. Serahkan waktu itu kepada Tuhan. Tuhan yang tahu waktu terbaik dalam hidup kita. Mari jadi orang-orang yang produktif, bukan hanya sekedar orang yang sibuk. Dan biarlah buah-buah karakter kita dapat memberkati orang-orang disekeliling kita.
- Published in The Shepherd's Voice
